Thursday, March 25, 2021

Masa depan ekonomi kita setelah Jokowi

 




Siapapun yang jadi presiden setelah Jokowi pasti enak. Mengapa ? Pertama. Cadangan devisa gede banget. Bahkan terbesar sepanjang sejarah republik.  Kedua. Infrastruktur jalan toll jawa sudah tersambung. Sumatera sudah 80% tuntas. KEK sudah terbangun disemua wilalah potensi seperti Kalimantan, Sulawesi, NTB, Papua, Maluku. Irigasi dan Bendungan sudah tuntas semua. Lahan estate food sudah tersedia dan sudah siap tanam. Ketiga. UU Cipta kerja yang memastikan kemudahan investasi sudah established lengkap dengan PP nya dan kelembagaan LPI sebagi financial resource. PDB tembus USD 1 trilion sehingga kita masuk anggota G20. Kita punya pusat pertumbuhan baru untuk mesin ekonomi. Yaitu, Nikel dan baterai yang merupakan trend ekonomi masa depan. 


Nah apa hebatnya ?


Pertama. Dengan devisa besar diatas 7 belanja valas, kita punya kebebasan melakukan kontrol devisa sebagai instrument memacu produksi dan konsumi. Produksi, peluang kita sebagai pemilik SDA bisa terus digerakan untuk memacu sektor real untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Tanpa perlu takut inflasi akan terdongkrat 2 digit dan rupiah terjun bebas. Konsumi,  peluang pasar domestik dapat terus dikembangkan untuk menyerap sektor produksi.


Kedua, dengan sudah terhubungnya Jalan Toll jawa, maka jawa yang merupakan tempat populasi 60% penduduk Indonesia bisa menjadi mesin ekonomi menghela PDB jadi multi trilion dollar. Menjadi wilayah yang bisa bersaing dengan kekuatan regional ASEAN dalam menarik investasi. Sumatera akan jadi super curridor peluang investasi di Selat Malaka untuk sektor agro industri dan migas. Ingat, 1/3 perdagangan dunia melintasi Selat Malaka. Ini peluang yang tidak pernah habis. Sulawesi, Kalimantan, Papua, Maluku akan jadi magnit baru untuk industri nikel dan downstream.  Maklum wilayah indonesia timur berhadapan dengan kawasan pacific yang paling tinggi pertumbuhan ekonominya. NTB akan jadi peluang baru sebagai tujuan wisata di samping Bali. 


Ketiga. Dengan adanya UU Cipta kerja, kemudahan investasi akan memacu arus investasi akibat tersedianya infrastruktur dan pusat ekonomi baru. Pengaruh bergandanya akan menarik new comer enterpreneur dari kalangan milenial. Mereka akan jadi generasi hebat yang berkembang seperti China tahun 1990an. Mereka akan jadi penentu indonesia emas tahun 2050. Mengapa ? Dengan PDB tembus diatas USD 1 trilion,  bersama LPI indonesia akan jadi peluang investasi bagi investor private equity  berkelas dunia. Apalagi secara nasional, ekonomi kita masih under capacity. Jadi masih sangat besar untuk bisa dikembangkan. Sementara China sudah hampir over capacity. Eropa dan AS sudah over capacity, Jepang sedang meradang menyelesaikan over capacity. Peluang kita besar sekali.


Namun di samping kelebihan dan peluang itu, kita juga punya kelemahan dan ancaman. Kelemahan kita adalah sumber daya manusia yang rendah. Itu bisa jadi ganjalan.  Harus ada keberanian untuk mengembangkan SDM lewat pendidikan luar sekolah dan program pelatihan. Harus ada upaya untuk meningkatkan dana riset sebesar sedikitnya 2 % dari PDB. Ancaman? kalau kita salah pilih presiden maka semua kekuatan dan peluang itu akan cepat sekali menjadikan kita sebagai negara gagal. 


Mengapa ? 


Rsio utang kita sudah diatas 30%. Punya warisan defisit fiskal dan neraca pembayaran. Kalau presidennya lebih kepada politik populis dan tidak kreatif mengelola sumber daya, maka defisit fiskal terus melebar dan akhirnya cadangan devisa tersedot sampai akhirnya rupiah terjun bebas. Kehancuran sistemik terjadi dan cepat sekali meluas. Hanya 5 tahun kita sudah jadi negara gagal yang paling buruk dalam sejarah dunia.


Tuhan sudah beri kita contoh seorang Jokowi sebagai presiden. Maka jadikanlah Jokowi sebagai referensi. Capres berlatar belakang Guberunur, harus punya track record sebagai kepala daerah yang hebat. Bukan hanya hebat habiskan APBD tetapi hebat membangun diluar APBD dengan melibatkan potensi dunia usaha sebagai sumber daya untuk terjadinya bisnis proses B2B.  Kalau dia politisi, pastikan dia punya track record fenomenal sebagai partai yang menciptakan kader terbanyak yang tidak korup dan terbanyak punya kepala daerah yang sukses. Kalau dia profesional pastikan dia clean dan punya karya hebat. Kalau dia pengusaha. Pastikan dia clean dari skandal bisnis rente dan usahanya sebagian besar berhubungan dengan industri kreatif yang perusahaannya bertumpu kepada profesionalitas dan kompetisi.  


Pada akhirnya penentu masa depan itu adalah kita sebagai rakyat.  Kemakmuran itu soal pilihan. Nasip kita ditentukan lima menit di bilik suara. Salah, maka kita berdosa kepada anak cucu kita.


No comments: