Friday, March 5, 2010

Kutukan di balik kekayaan.



Seorang teman berkata kepada saya bahwa bagaimana mungkin negara kita yang kaya raya akan sumber daya migas tapi pada waktu bersamaan pemerintah mengalami tekanan APBN karena harga minyak naik. Bukankah pemerintah untung dan mengapa harus dikurangi subsidi BBM. Saya tersenyum. Apalagi dia berbicara tentang data lifting minyak dan segala perhitungan kelayakan pemerintah mendapatkan kelebihan pendapatan dengan kenaikan harga BBM.  Bagi saya teman ini tidak ada salahnya. Karena dia beranggapan bahwa minyak di bumi itu semua milik negara. Ini benar. Tapi kalau sudah di atas bumi maka minyak itu tidak sepenuhnya milik negara. Yang real milik negara hanyalah secuil. Karena harap maklum, pemerintah tidak keluar uang atau  resiko apapun untuk  mengeluarkan minyak dari perut bumi. Semua itu dikerjakan oleh kotraktor minyak yang menyabung dana tak terbilang di tengah hutan dan laut. Juga melibatkan tekhnologi tinggil. Pemerintah hanyalah mandor yang dibayar bila ada hasil.

Untuk lebih jelasnya saya ilustrasikan sebagai berikut. 

Si Mamad, mendapatkan warisan dari orang tuanya dalam bentuk tanah yang cukup luas. Pada waktu bersamaan si Mamad juga mendapatkan warisan kewajiban menanggung biaya hidup keluarganya. Dalam hal ini si Mamad mendapatkan warisan harta juga warisan tanggung jawab. Untuk menjadikan tanah sebagai sumber penghasilan dibutuhkan modal dan tenaga. Tenaga , tidak ada masalah. Karena semua anggota keluarga bersedia bekerja keras. Tapi soal modal, inilah yang jadi masalah. Orang tuanya tidak mewariskan uang tapi hanya harta berupa tanah yang harus digarap agar menghasilkan uang untuk makan.  Maklum saja, tanah itu perlu pupuk, perlu traktor , perlu bibit dan biaya hidup selama menunggu hasil panen. Menyediakan ini si Mamad tidak mampu. Sementara kebutuhan hidup tidak bisa ditunda.

Dalam kebingungan itu, datanglah Mat Culas yang bermanis muka mengulurkan bantuan dalam bentuk solusi. Ini bahasa lain dari istilah kapitalis. Solusi artinya anda dapat tapi saya lebih banyak dapatnya. Apa usulan dari si Mat Culas. Dia akan mencarikan sumber dana untuk si mamad berhutang. Namun agar si Mamad qualified untuk mendapatkan pinjaman maka dia harus memastikan ada sumber pendapatan untuk membayar hutang itu. Solusinya sederhana  , yaitu si Mamad harus menyerahkan tanahnya kepada Mat Culas selama jangka waktu 30 tahun. Ingat , kata Mat Culas, saya tidak mengambil tanah kamu. Tanah tetap milik kamu. Saya hanya mengolah tanah kamu dan hasilnya kita bagi. Mat Culas menyebut istilah Product sharing contract. Yang dibagi adalah hasil produksi dari lahan tersebut setelah dipotong semua biaya yang dikeluarkan oleh Mat Culas. Pembagian 85% untuk si Mamad dan 15 % untuk si Mat Culas. Wow. Indahnya kesepakatan ini. Indahnya solusi ini.

Semua biaya yang berkaitan dengan pengolahan lahan itu ditanggung oleh si Mat Culas. Segala resiko akibat pengolah lahan itu menjadi resiko Mat Culas. Kesepakatan ini disampaikan kepada seluruh anggota keluarga. Semua serentak bilang setuju. Apalagi selama perundingan itu, Mat Culas sudah menepati janjinya memberikan pinjaman melalui relasinya di kota. Anggota keluarga sudah pula bisa berencana untuk pestain anak kawin, beli televise, bangun rumah dan lain sebagainya. Ketika kesepakatan itu terlaksana, anggota keluarga juga bisa bekerja di lahan itu dengan mendapatkan upah dari Mat Culas. Kelak bila ada anak anggota keluarga tamat kuliah juga bisa kerja di lahan itu dengan mendapatkan gaji dari Mat culas. Bagi si Mamad, ini berkah karena dapat uang berhutang, pembayaran dari bagi hasil produski lahan yang resikonya ditanggung oleh Mat culas. Apa ada kesepakatan yang lebih baik dari ini ? itulah makanya disebut berkah dan rahmat. Semua berkat Tuhan kirim manusia sebaik Mat Culas.

Ketika lahan mulai digarap. Produksi melimpah. Namun ketika hitung hitungan, si Mamad bingung dan tak bisa bicara banyak. Apa pasal ? karena setelah dipotong biaya bibit, biaya traktor, biaya pestisida, biaya pupuk dan upah kerja , tersisa hanya 20% yang bisa dibagi. SI Mamad mendapatkan 17% dan si Culas mendapatkan 3 %. Rugikah si Culas? Oh tidak. Karena pestisida, pupuk, traktor, bibit berasal dari group perusahaan milik si culas sendiri. Tentu dia suka sukanya menentukan biaya yang ditetapkan. Upah buruh kerja ditetapkan serendah mungkin tapi upah si Culas dan kawan kawannya, dia tetapkan sesukanya dan tentuk sangat besar. Si Mamad tidak bisa protes karena semua itu berasal dari kantong si culas sendiri dan lagi resiko juga ditanggung si culas. Tinggalah kini si Mamad harus ikhlas menerima bagi hasil seadanya karena dia tidak bisa menunda membayar cicilan hutang dan bunga yang harus dibayar, yang semakin lama jumlahnya lebih besar di banding pendapatan bagi hasil yang diterimanya dari si Culas. Si mamad, benar benar on trap as loser-man 

Ada niat si Mamad suatu saat akan merubah kesepakatan itu.Tapi lambat laun dia semakin tidak berdaya. Karena tuntutan biaya hidup keluarga dari tahun ketahun semakin meningkat dan kebutuhan akan berhutang semakin tinggi. Dan si Culas selalu mampu meyakinkan kreditur agar si mamat terus mendapatkan pinjaman dengan berbagai skema. Apalagi kelakuan anggota keluarga semakin bergaya hedonism yang memakan ongkos mahal, gemar berkonsumsi dan malas berpikir bagaimana berproduksi dari pendapatan bagi hasil itu. Karena lagi lagi si Culas selalu datang membawa barang siap dibeli.  Akhirnya mamad benar benar terjebak oleh situasi kebutuhan hidup dan kondisi bagi hasil yang memanjakan namun merampoknya secara tidak langsung. Tapi, ah ini bukan merampok. Ini sunattullah, dimana si Mamad yang bodoh dan takut ambil resiko dan si Culas yang smart yang berani ambil resiko. Yang untung selalu yang smart dan berani ambil resiko. Yang bodoh dan tak berani ambil resiko selalu pecundang. Semua syah syah saja.

Kini tanpa disadari anggota keluarga mulai bertanya mengapa kita harus membeli sesuatu yang dihasilkan oleh lahan kita sendiri ? mengapa ? itulah pertanyaan bodoh dari orang bodoh, yang punya budaya menanti berkah alam dan orang lain. Padahal berkah Allah itu terbungkus rapi dan siapapun bisa mendapatkan berkah itu asalkan mau bekerja keras , belajar keras dan berani ambil resiko, ternyata berkah itu ada pada orang asing, bukan kepada kita sebagai pemilik SDA migas.

Monday, March 1, 2010

Berbisnis itu harus punya mental positip.



Saya tidak hendak sedang memuji Teman dan relasi saya di China. Tetapi saya mencoba menulis hal yang unik yang di budaya kita jarang terjadi. Di China kalau kita berusaha mengungkapkan kekecewaan kepada seseorang, mereka akan mendengar dengan seksama. Namun ketika diminta pendapat, respon mereka selalu positip. Sepertinya mereka mengharamkan memprovokasi hal negatif yang bisa memuaskan temannya yang sedang galau. Kalau engga, mereka hanya tersenyum tanpa ada semangat untuk merespon apapun. Itu artinya mereka tidak begitu paham apa yang sedang digalaukan temannya. Tetapi kebanyakan kalau mereka ada masalah personal dengan temannya. Mereka sangat pandai menutup aib orang lain. Mereka takut karma.

Seorang teman yang sempat dirugikan oleh relasinya dalam suatu transaksi. Dia sempat galau. Namun saya dengar sendiri sahabatnya berkata “ Bisnis itu terjadi karena deal. Setiap deal pasti atas motif karena ingin cari untung. Kedua belah pihak paham soal itu. Kalau karena itu akhirnya kamu dirugikan. Apapun itu kamu yang salah. Kalau dia sampai menjauhi kamu dan kamu dirugikan karenanya. itu harus dimaklumi. Dia hanya melindungi dirinya agar dia tidak rugi atau dia ingin keuntungan yang lebih baik. Relasi bisnis 1000 itu kurang. Namun kehilangan satu itu kebanyakan. Menjaga hubungan baik itu lebih baik daripada memusuhi atau membencinya. “

Ada teman yang merasa ditipu oleh ralasinya. Karena itu dia dirugikan tidak sedikit. Saya dengar dia punya argumen tanpa ada rasa kecewa “ Saya terlalu berharap kentungan yang berlebih tanpa berbuat berlebih. Sebetulnya saya yang salah. Saya terlalu rakus dan tidak rasional. Ingin gampangan dengan uang yang saya berikan. Kalau akhirnya dia merasa bosan dan berlalu dari saya. Itu bukan karena dia menipu saya. Tetapi itu karena kebodohan saya. Apalagi dia berlalu karena sikap saya yang kasar terhadap dia. Dari itu saya harus belajar lebih baik. Harus sabar dan rasional. itu jauh lebih baik daripada memusuhinya.”

Pernah saya menghadapi masalah yang sampai saya berparanoia  terhadap kreditur dan teman saya. Mereka sengaja ingin menguasai saham holding saya. Namun tidak ada satupun sahabat saya memprovokasi negatif terhadap masalah saya itu. Mereka berusaha mendorong saya melihat dari sisi positip. “ Mereka tidak berniat buruk dengan kamu. Ini bisnis.  Biasa saja. Mereka ingin kamu melihat dari sisi lain yang selama ini mungkin kamu abaikan. Cobalah berpikir seperti mereka pikirkan. Disitu kamu bisa  mendapatkan jawaban bijak dan objektif , mengapa mereka bersikap’ Itu katanya.

Suatu waktu saya sedang makan malam dengan teman. Teman saya ditegur oleh orang lain. Mereka berjabat tangan dengan hangat. Saling menyapa tentang hal yang baik. Setelah berlalu. Teman saya berkata “ Itu orang yang membuat saya bangkrut. “Katanya menyebut orang yang baru saja menyapanya. Dia tidak tuntut ke pengadilan. Dia terima itu sebagai pelajaran. Mengapa “ Tetapi karena itu saya bisa belajar dan berkembang lebih baik. Kadang Tuhan mengirim orang untuk mengingatkan kita. Kadang peringatan itu sangat menyakitkan. Tetapi selagi itu karena pilihan kita, itu harus diterima dengan lapang dada tanpa dendam. Dan setelah saya bangkit lagi. Dia datang ke saya memberikan peluang bisnis dan itu tanpa syarat yang ketat untuk saya bisa berkembang lebih baik. Cobalah, kalau karena itu saya bermusuhan dan bersengketa di pengadilan. Mungkin uang tidak kembali, rezekipun menjauh di masa depan”

Ketika makan malam di Nanning , sedang asyik makan masuk seorang wanita yang nampak sangat sederhana penampilannya. Namun teman saya segera berdiri dan menuntun perempuan itu duduk di sebelahnya. Tak nampak sedikitpun teman itu risih memperkenalkan wanita itu kepada kami walau penampilannya sangat sederhana. Saya takjub akan sikapnya. Teman itu mengenalkan kami satu persatu kepada teman wanitanya. 
Wanita itu tidak ikut makan. Dia hanya sebentar saja.Untuk mengucapkan selamat karena berhasil membangun kawasan industri yang telah lama teman saya  idamkan. Wanita itu dengan setengah membungkukan tubuh mengucapkan terimakasih kepada kami semua karena telah memberikan kesempatan temannya sebagai mitra. Setelah itu diapun undur diri.  Teman itu mengantar wanita itu sambil di loby. Setelah kembali, teman itu menceritakan bahwa dia mengenal wanita itu lebih 10 tahun lalu.

Ketika usahanya sampai bangkrut, istrinya mengusirnya. Maklum istrinya juga professional. Dia keluar rumah dengan hanya pakaian melekat di badan. Semua kenalan dihubungi untuk mendapatkan bantuan namun lebih banyak meminta dia bersabar tanpa memberikan solusi apapun. Akhirnya dia ingat salah satu wanita yang dia kenal baik namun kehidupannya tidak pantas dimintai tolong. Karena wanita itu hidup tidak berlebih. Hidupnya hanya berdagang di pasar tradisional dan masih tinggal sama orang tuanya. 

Namu ketika dia hubungi,  wanita itu langsung mendatanginya. Dengan seksama wanita itu mendengar segala masalahnya. Dengan tersenyum wanita itu menawarkan dia tinggal di apartement yang baru dibeli. Wanita itu belum bisa tinggal sendiri karena belum menikah. Teman saya terima bantuan itu dengan haru karena pada saat itu yang dia butuhkan hanya tempat tinggal. Setelah dia berhasil kembali bangkit, wanita itu berjuang meyakinkan istri teman itu agar menerimanya kembali. Akhirnya wanita itu menjadi sahabat dia dan istrinya. Ketika wanita itu menikah, dia dan istrinya paling sibuk untuk menyiapkan segala sesuatunya agar pesta sukses.

Mengapa teman wanitanya sampai provokasi dia untuk kembali kepada istrinya. Inilah alasannya “ Semua wanita memang begitu. Kalau dia begitu bukan berarti dia benci kamu atau tidak suka kamu atau tidak setia. Manusia itu setiap waktu menghadapi dilema. Hidup itu berubah setiap waktu. Tentu setiap orang bisa saja berubah menentukan pilihannya. Kalau karena itu dia meninggalkan kamu, itu anggap biasa saja. Ambil sisi positipnya.  Dia menentukan sikap karena dia lemah. Kamu harus belajar dari perpisahan itu. Dan terbukti sampai kini istri kamu belum menikah. Itu artinya dia tetap mencintai kamu. Kalau kamu benar benar mecintainya maka kamu harus berjuang merebutnya kembali. Ayo temui dia. Lupakan masalalu. Yakinlah dengan peristiwa ini kalian semakin tak terpisahkan. Pengalaman ini sangat mahal dalam kehidupan rumah tangga kalian. Jangan dibuang kesempatan belajar.”

Di China itu ada lebih 1 miliar penduduk. Kader partai Komunis tidak lebih 25 juta orang. Tetapi mengapa mereka tidak berontak kepada pemerintah. Itu karena budaya China menghindari setiap upaya provokasi negatif. Mereka takut karma. Tetapi setiap provokasi positif darimanapun sumbernya, mereka terima dengan antusias.  Ada seleb sosial media karena pendidikan motivasi bisnisnya. Khalayak China tidak peduli dengan status dia sebagai pengusaha atau apalah. Karena mereka tidak berharap kedekatan lewat sosial media. Mereka hanya ingin belajar tentang pengalaman positif untuk mereka berubah menjadi lebih baik.

Agama saya mendidik dengan apik “ “Seperti apa karakter yang sepantasnya untuk manusia ? Bacalah firman Allah ini dalam hadith Qudsi Kitab Imam al-Ghazali, 

"Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pengajaran daripada Tuhanmu dan penawar bagi hati. Kenapakah kamu memilih untuk berbuat baik hanya kepada mereka yang berbuat baik kepadamu? Kenapakah kamu memilih untuk bersilaturahim hanya kepada mereka yang bersilaturahim denganmu?  Kenapa kamu memilih untuk berbicara hanya kepada mereka yang berbicara denganmu? Kenapa kamu memilih untuk memberi makan hanya kepada mereka yang memberi makan kepadamu? Kenapa kamu memilih untuk memuliakan hanya kepada mereka yg memuliakanmu. Tidak terlebih baik seseorang itu darapada yang lain. 

Sesungguhnya orang yang beriman kepada Allah dan Rasul, mereka melakukan kebaikan kepada orang yang jahat kepada mereka, bersilaturahim kepada mereka yg memutuskannya. Memaafkan mereka yang tidak memberi kemaafan kepadanya. Mereka amanah kepada mereka yang mengkhianatinya. Berbicara kapada mereka yang enggan berbicara dengannya. Memuliakan mereka yang menghinanya. Sesungguhnya Aku tersangat mengetahui tentang perbuatan kamu.”

Mungkin kita semua berkerut kening dengan Firman Allah ini. Bagaimana mungkin kejahatan dibalas dengan kebaikan. Bila Allah minta seperti itu tentu Allah akan melengkapinya dengan pertolongan. Inilah firman Allah “  Dan, kalau kamu hendak melakukan pembalasan, balaslah seperti yang mereka lakukan kepadamu. Tetapi, kalau kamu bersabar, maka kesabaranmu itu lebih baik bagimu. Dan hendaklah kamu tabahkan hatimu, karena berpegang kepada pertolongan Allah. Janganlah kamu bersedih hati terhadap perbuatan mereka. Jangan pula kamu bersesak dada terhadap apa yang mereka rencanakan." (QS. Al-Nahl: 126-127).

Masalahnya begitu banyak orang mengaku beriman tapi mereka tidak percaya pertolongan Allah. Dan budaya China walau mereka tidak paham Islam namun keseharian mereka mengaktualkan pesan Tuhan itu. Karena itu rezeki mereka mudah. Negara mereka penuh damai tanpa hiruk pikuk politik dan sosial media yang penuh kebencian apa saja.

Sunday, February 28, 2010

PHK mendatangkan hikmah jadi pengusaha hebat.



Waktu bertemu sahabat saya . " Dua tahun lalu saya kena PHK karena pabrik garmen tempat saya kerja  pindah ke Vietnam" Katanya. Dia seorang designer yang bekerja di Pabrik garmen di Dongwan , china. 

“ Mengapa ? 

“ Karena pemerintah membuat kebijakan kenaikan upah buruh. Tahun 1990 an upah buruh di  China hanya USD 0,45 per jam tapi sekarang sudah mencapai USD 2,40  ( Rp. 20,000) per jam. Kenaikan ini tentu ada maksud. Agar rakyat mampu menjadi konsumen belanja produksi dalam negeri karena pasar ekspor sudah melemah. 

Saya maklum dan saya harus menerima kebijakan pemerintah walau dampaknya terjadi PHK di mana mana. Pengelola pabrik wajar saja bila mereka pindah ke luar cina karena mereka pengusaha tentu mencari buruh yang mau dibayar murah" Katanya tampak terkesan dia kecewa dengan keadaannya. 

"  Tapi tahukah kamu" , katanya kemudian, "hanya sebulan saya terdiam menerima kenyataan tak punya penghasilan tetap. Saya langsung bangkit. " 

Apa yang dia lakukan ? dia bersama sama dengan teman temannya yang terkena PHK meminta agar pemerintah memberikan dukungan mengambil alih pabrik yang hengkang itu. Koperasi pun diridikan. Dari itu proposal diajukan kepada pemerintah. Lewat proses negosiasi yang tidak mudah akhirnya pemerintah setuju untuk menyerahkan pabrik itu dikelola oleh mereka yang bernaung di bawah koperasi. Tanpa modal dari pemerintah, bahkan mereka di wajibkan bayar sewa dari pemerintah. Semua karyawan yang kena phk menguras tabungan mereka untuk modal awal. Merekapun sanggup di gaji setengah dari sebelumnya. 

Semua mereka sepakat melaksanakan tugasnya masing masing. Masing masing mencarikan solusi agar pabrik tetap jalan. Yang bagian pemasaran mendatangi distributor dan outlet untuk mendapatkan uang muka tentu dengan janji harga diskon khusus. Bagian pembelian, menghubungi para suplier agar memberikan mereka tenggak pembayaran sehingga cash flow tetap aman. dan para karyawan pun bersedia digaji rendah dan dibayar setelah pabrik menerima hasil penjualan. Berat sekali namun mereka punya harapan tanpa harus bekeluh kesah dan meradang sebagai korban PHK.

Lantas apa yang terjadi kemudian. Pabrik tetap jalan dan mampu bersaing di pasar ekspor dan mendapat dukungan dari distributor lokal untuk memenuhi pasar dalam negeri. Semua terjadi karena gotong royong menyelesaikan masalah. Mereka melihat kesulitan namun tidak meliat awan gelap sehingga kalap. Di balik kesulitan ada peluang untuk mereka tumbuh dan menjadi pemenang atas nasipnya. Kalau tadi mereka hanya ssebagai buruh /pekerja tapi kini mereka bukan hanya buruh tapi juga sebagai bos yang bernaung dibawah Koperasi. Mereka menerima gaji juga mendapatkan bagi hasil dari sisa hasil usaha…


Pesan moral : jangan ratapi kejadian yang menimpa dirimu. Terimalah dengan ikhlas dan terus melangkah tanpa berkeluh kesah. Karena bukan tidak mungkin prahara PHK adalah pesan cinta dari Tuhan agar kamu berubah menjadi lebih baik..ambil haikmah  positip

Tuesday, February 16, 2010

Mirror Asset.


Many people ask me about the existence of Soekarno's assets or what is called the asset decade. They showed me the existing asset documents. There are Gold certificates, some are in the form of bank guarantees and other documents stating that these assets exist and are registered in the banking system. The story behind this asset seems like a myth. Gold assets are said to have been originally stored in banks in Europe during the kingdom (Nusantara) in the 16th century. The asset value is enormous. Then after Indonesia's independence, these assets were handed over by the heirs to the President of Indonesia, Soekarno. On the mandate of his heirs, Soekarno appointed a team to manage the assets (one of which was Pak Soewarno). The team's task is to take legal action to return these assets to Indonesia. The story continues until a meeting between Soekarno and JF Kennedy is known as the Hilton Memorial Treaty.

As far as I know, the story about the assets has never been confirmed by the government. There is a special reason that the physical asset is no longer available. It was for world war reasons. During the second world war, the first half, Germany won and all assets in European banks were taken over by Germany. In the second half, the United States won and the assets in Germany were taken by the US to be deposited with the Fed. Everybody knows what "you win, you take it all". This world war event is a force majeure in international law. Everyone is aware of the risks when placing assets in a bank. So we can conclude that this asset exists but is not available due to the history of war. Then why are there still bank documents related to these assets?

Even though the asset is no longer physically available, it is legally valid. This is because the assets were originally placed under trustee law, which is valid for 600 years. Therefore, governments in Europe still recognize evidence of assets and their heirs. However, the evidence is invalid if it is used for banking transactions. But in the wrong hands some assets are being used for money laundering and fraudulent operations. Therefore, interbank confirmation cannot be done via SWIFT. The asset is not recorded on the bank's balance sheet

But in general these assets are widely used for fraud motives to those with poor banking knowledge. How? To convince others, they show documents from a first-class bank. It's clearly fake. Banks no longer issue securities documents in written form, but in digital form (scripless). Sometimes something funny. The document contains the names and codes of the IMF and the world bank. Totally fake. Because the IMF and the World Bank are not involved in technical bank instruments as usual. Anything else is funny. These documents include the CUSIP, ISIN number for BG or SBLC. CUSIP or ISIN only for bonds or MTN. Bank products in the form of BG or SBLC do not have CUSIP or ISIN. All bank products are not listed on Euroclear. While many of these assets sometimes include Euroclear information.

So in conclusion, it's best to avoid talking about or dealing with these types of assets.

Wednesday, February 10, 2010

Bisnis dan berbagi dalam sunyi.


Weekend saya datang ke daerah Dongguan untuk ninjau Pabrik. Saya mengajak Wenny untuk makan siang. Kami mendatangi restoran muslim yang ada di Guangzou. Tempatnya ada di sayap kanan loby office building. Kesan pertama saya masuk ke restoran ini mewah dan sangat private. Menurut Wenny, pemilik restoran ini adalah classmate nya waktu di SMU di Changsa. Dia sengaja menjemput kami di depan pintu restoran. Kami dituntun keruang private. Kebetulan teman Wenny ini beragama islam. Hidangan pembuka sambil menanti menu yang kami pesan datang adalah Kerupuk Udang yang khusus di impor dari Medan.
“ Saya senang ternyata orang muslim exist sebagai pengusaha di China. “ Kata saya. 
“ Mr. B, di sini agama adalah ranah pribadi yang tidak pernah dibahas oleh siapapun. Pemerintah juga tidak mau pusing orang beragama atau tidak. Yang penting orang itu bisa berproduksi dan bayar pajak. Itu saja. “
“ Oh ya. “ 
“ Saya ada cerita soal agama khususnya islam di China. “ Kata teman Wenny. Bahasa inggris sangat bagus. Karena tadinya dia bekerja sebagai PR perusahaan penerbangan. Pensiun dini untuk berwiraswasta dengan membuka restoran. Pelanggan utamanya adalah relasinya waktu masih sebagai PR di perusahaan penerbangan.

“ Di suatu Desa di provinsi Hunan,” Katanya memulai cerita. “ada seorang pemuda yang datang dari kota. Desa itu sebagian besar beragama Islam. Kehidupan sehari hari desa itu dari hasil pertanian dan Pengrajin lampu. Pemuda ini datang ke desa menjadi pembeli barang kerajinan. Setiap hari dia mendatangi rumah pengrajin. Dia akan beli seharga yang pantas. Dia jarang bicara banyak namun kedatangannya di rumah selalu dinanti oleh penduduk desa. Setiap bulan sekali , pemuda itu pergi ke kota untuk menjual barang dagangannya. Biasanya tiga hari di kota dia sudah kembali di desa.

Orang desa tahu bahwa dia beragama islam. Hanya membedakan dia dengan orang kampung dia tidak berjanggut dan kopiah putih. Dia seperti layaknya pemuda pada umumnya. Sebagai juragan tergolong kaya, dia disenangi oleh orang kampung. Namun ada juga sebagian tidak suka dengan dia. Khususnya tokoh masyarakat desa termasuk petugas Partai Komunis yang ada did esa itu dan kelurga kaya. Apalagi sudah semakin banyak para anak gadis yang membicarakan pemuda ini. Hampir semua bermimpi agar pemuda ini menjadi suami mereka. Pemuda ini termasuk ramah.

Setiap sholat Jumat, Pemuda ini datang selalu menjelang azan. Pulang lebih dulu. Kesan beragama seperti ini membuat tokoh masyarakat yang muslim tidak menyukainya. Kalau ada kegiatan beramal, pemuda ini selalu menghindar untuk memberikan sumbangan. Namun para pemuda kampung sering datang ke rumah pemuda ini. Ada yang diperkerjakannya sebagai tukang packaging barang. Ada juga pengrajin yang kurang modal, dibantunya sebagai mitra. Hasilnya dibagi sama. Lambat laun pemuda ini semakin mendapat perhatian para pemuda kampung. Dia semakin populer. Ekonomi desa bergairah. Namun tokoh masyarakat semakin membencinya.

Malang tak dapat ditolak. Yang terjadi terjadilah. Di suatu malam, orang kampung mengaraknya seraya memukuli pemuda ini. Karena tertangkap basah sedang di rumah janda miskin. Persekusi dan eksekusi dipimpin oleh tokoh masyarakat dan pemuda dari keluarga kaya. Dia tiduh berzina. Wanita itu mengakui bahwa pemuda itu akan memperkosanya. Sebelum sampai di kantor polisi, pemuda itu menjemput ajal. Berlaku takdir untuknya. Kembali kepada Tuhan.

Petugas Polisi ketika akan mengadobsi Pemuda itu, terkesima. Darah pemuda itu harum. Bahunya nampak legam. Seakan bertahun tahun pemuda ini bekerja sebagai tukang panggul. Padahal dia orang kaya. Punya pekerja membantunya untuk memanggul beban berat. Tetapi mengapa bahunya lebam? Yang menakjubkan adalah sehari di rumah sakit, seluruh wajah yang hancur dipukuli seketika bersih seakan tidak pernah ada cedera. Wajah pemuda itu bercahaya seakan jiwanya begitu tenang menjemput ajal. “ kata teman Wenny. Dia tersenyum seraya menarik napas panjang.

Saya terdiam dan siap terus menyimak cerita. 

“ Sebulan setelah pemuda itu wafat…” Lanjutnya “ Orang terkejut karena banyak janda miskin dan orang tua miskin yang mempertanyakan beras yang selalu ada di depan pintu pagi hari setiap akhir bulan. Biasanya di dalam karung beras itu ada amplop merah berisi uang. Kini tidak ada lagi. Banyak pemuda miskin dan pengrajin yang kehilangan mentor dari pemuda itu.

Petugas Partai dari tingkat kebupaten melakukan penyelidikan atas kasus kematian pemuda itu. Menyimpulkan bahwa penganiayaan itu direkayasa oleh tokoh masyarakat dan pemuda yang terprovokasi pemahaman agama yang salah. Tuduhan kepada pemuda itu adalah dia menjauhkan pemuda kampung dari masjid. Lebih focus kepada urusan dunia dan lupa agama. Ini dibuktikan dari hasil investigasi dengan para pemuda kampung. “ katanya.

“ Bagaimana dengan janda miskin itu ? Tanya saya.

“ Janda miskin itu akhirnya mengakui bahwa pemuda itu datang ke rumah malam malam untuk mengantar uang berobat anaknya. Tetapi dia terprovokasi oleh tokoh masyarakat untuk menjebak pemuda itu. Jadi ada sifat cemburu karena GR kepada pemuda itu. Karena pemuda itu banyak disukai oleh wanita di kampung.

Karena itu keadilan harus ditegakan kepada mereka yang mengakibatkan pemuda itu wafat. Sekretaris partai di desa itu di hukum mati. Tokoh agama yang terlibat dikenakan hukum kerja paksa. Mereka harus dihukum melalui kerja agar paham arti bagaimana menjalani hidup. Bahwa hidup itu bukan retorika tetapi berkarya untuk paling banyak manfaat bagi orang lain. “

Saya terhenyak.

“ Mr. B…” kata Wenny. “ itu satu contoh betapa agama itu bisa jadi perusak bagi orang yang lemah berproduksi dan punya mental tangan di bawah. Agama dijadikan alat memprovokasi orang untuk marah dalam kebodohan. Keimanan mereka berubah menjadi cemburu buta. Lupa seharusnya dalam marahpun harus adil. Bukan hanya perbuatan, bahkan dalam pikiranpun harus adil. Agama itu adalah perbuatan. Perbuatan berbagi cinta kasih karena Tuhan. Yang tidak perlu diangkat setinggi langit agar orang tahu bahwa dia hebat beragama. Agama itu masalah privasi antara manusia dengan Tuhannya, yang diaktualkan dalam nilia nilai kemanusiaan. Cinta kasih dan berbagi dalam sepi…itulah hakikat islam sesungguhnya.

Thursday, February 4, 2010

Real estate investment Trust.





Tadi siang saya bertemu dengan Direksi Perusahaan sekuritas dan Perusahaan Forex. Kami semua berteman. Bicara santai. Saat itu mereka minta pendapat saya soal rencana pembiayaan pengembangan kawasan segitiga tanah Abang. Saya tersenyum. Ternyata beredar proposal cari duit untuk proyek Tanah Abang.
“ Kita udah ketemu investor dari Arab dan China, tetapi mereka hanya ngomong doang. Engga ada realisasinya. Apakah anda punya investor untuk proyek itu “
“ Investor ada. Engga perlu ke China atau Arab. Kita sendiri bisa create dananya. “
“ Gimana ?
“ Kalian bisa terbitkan Real Estate Investment Trust ( REIT). “
“ Maksud kamu ?
“ Tanah seluas itu dan proyek raksasa tentu butuh dana triliunan. Kalau dibiayai oleh bank dan Investor pasti engga akan keangkat. Tapi kalau masyarakat dilibatkan. Pasti mudah. Nah dengan REIT, tanah itu dipecah dalam ukuran terkecil sampai pecahan Rp. 10.000. Pasti mudah dapatkan uang tunai. Apalagi tanah kawasan tanah abang itu kawasan emas. Harga terus naik. Itu akan meningkatkan nilai REIT. Belum lagi pendapatan dari hak pengelolaan kawasan seperti apartement, office tower, pasar dan lain lain. Itu akan deviden bagi REIT.”
“Oh itu saya paham. Kalau di kita itu disebut dengan Dana Investasi Real Estate atau DIRE. Tapi kapitalisasinya rendah boss.”
“ Ya karena skema sama seperti reksadana. Ya terbukti data yield rata rata tidak lebih baik dari saham atau produk investasi lainnya. Tetapi kalau lewat skema hedge fund jelas lebih baik dan menarik. 
“ Gimana skema penerbitan instrument REIT bisa diterapkan dan pasti dibeli investor retail.” Kata mereka serentak. Tetapi saya hanya tersenyum. Saya harus undur diri. Karena Oma sudah  dari tadi datang jemput saya.

Dalam perjalanan pulang...

“ Apa sih Pa yang dimaksud dengan REIT? Kata Oma dengan rasa ingin tahu apa yang saya bicarakan tadi.
“ Itu cara dapat uang dari publik lewat penerbitan instrument investasi. Tiap negara berbeda istilahnya. Tetapi intinya adalah create produk investasi terkait langsung dengan bisnis property. Jadi sama dengan kepemilikan property dalam jumlah besar kemudian dipecah dalam nominal kecil yang sehingga bisa dijual ke publik secara massive.” kata saya.
“ Proyek apa saja itu ?
“ Proyek perumahan, perkantoran, kawasan industri dan lain lain. Namun proyek itu tidak bisa dijual tetapi dikelola dan disewakan. Pemegang unit Trust mendapatkan deviden dari pengelolaan proyek dan tentu mendapatkan kenaikan value atas peningkatan harga market property.”
“ Itu kan gampang createnya.”
“ Ya gampang. Masalahnya ada angga pembelinya. Karena apapun instrument investasi walau legal namun tetap saja kepercayaan publik menentukan. Kepercayaan itu bisa karena skemanya atau nama penerbitnya. Tetapi pada intinya investor retail lebih melihat dari kinerja dan skemanya.”
“ Lah mau skema gimana lagi. Kan udah ada aturan pemerintah dalam bentuk DIRE.”
“ Ya. Kalau itu ikuti aturan normatif. Dalam dunia keuangan kan tidak selalu harus patuh dengan standar normatif. Kalau kita bisa  create DIRE dengan skema yang menjamin resiko tentu bisa menarik minat investor.”
“ Caranya ?
“ Dalam REIT itu ada empat skema. Pertama, diterbitkan oleh developer dan REIT diterbitkan khusus untuk pembiayaan proyek yang sudah ditentukan. Kedua, diterbitkan oleh Investment manager dalam bentuk reksadana yang peruntukannya untuk pembiayaan proyek property tertentu. Ini disebut dengan mREIT atau mortgage Real estate Investment Trust. Ketiga, diterbitkan tanpa perlu didaftarkan kepada OJK namun investornya terbatas. Engga bisa dijual luas ke publik. Atau bisa juga dengan membuat perkumpulan koperasi dimana anggota sebagai investor dari REIT itu. 

“ Terus..”

“ Skema pertama, kurang menarik. Karena pada kenyataanya penerbit nakal. Tidak 100% uang dipakai untuk proyek. Kadang penerbit ambil untung duluan dari harga tanah dan kontraktor. Makanya jangan kaget bila imbal hasil dan deviden rendah dan kenaikan harga REIT juga rendah di pasar. Skema kedua, juga kurang menarik. Karena banya investment manager tidak disiplin menyalurkan dana mREIT. Kemampuan project assessment juga rendah. Sehingga mudah dibohongi pengembang. Kadang mereka  juga konspirasi dengan pengembang yang butuh uang. Pada akhirnya investor dirugikan. Skema ketiga, juga punya catatan buruk. Karena sulit mengontrol arus kas pengembang seperti kasus Koperasi Hanson Mitra Mandiri.” 

“ Kalau lewat skema hedge fund, itu tidak akan terjadi ?

“ Tidak. Sangat aman. Sangking amannya umumnya dia dipedagangkan di luar negeri dan cepat sekali mendatangkan uang”

“ Caranya gimana ? 

“ Pertama, bisnis profile nya harus bagus. Setidaknya bukan hanya melulu jual real estate tetapi menjual value. Misal bangun kawasan industri. Ya valuenya ada pada supply chain, bukan jual kavling tanah.  Bangun perkantoran, valuenya ada pada kemudahan menyewa kantor siap pakai lengkap dengan furnishing. Katakanlah bisa disewa harian atau bulanan. Bangun apartemen, valuenya ada pada service apartement dengan fasilitas jaringan internet yang cepat dan mandiri. Fasilitas full furnishing.  Perumahan murah, khusus sewa rumah bagi pekerja pabrik atau komunitas milenial. Tentu harus dilengkapi dengan fasilitas furnishing dan pasar murah. Proyek kawasan wisata,  kerjasama denga maskapai penerbangan besar dan travel agent yang punya paket tour sesuai dengan design proyek. Kira kira begitu.

Kedua, orang beli Unit trust itu memang  bukan hanya sekedar mendapatkan deviden dan kenaikan harga tanah. Tetapi juga value dari service yang ada. Untuk itu pastikan jangan ada mark up harga tanah dan biaya kontruksi. Kalau bisa 90% dana itu masuk ke proyek yang sudah ditentukan. Tidak dialihkan ke proyek lain. Agar value bisa meningkat secara real setelah proyek selesai dibangun.

Ketiga, dana hasil penjualan unit trust itu jangan dipakai secara langsung. Tetapi dijadikan jaminan pembayaran dalam skema turn key proyek. Sehingga publik percaya bahwa unit trust mereka itu benar benar mewakili proyek yang sudah jadi.

" Terus?

" Nah barulah masuk ke hedge fund. Yaitu ciptakan asset protection terhadap unit trust yang dijual. Agar orang percaya dan merasa aman. Karena kalau proyek gagal maka otomatis uang mereka kembali 100%.” Kata saya. Oma hanya tersenyum. “ Paham ma.” Kata saya. Dia geleng geleng kepala. Namun dengan tersenyum sudah cukup membuat saya bahagia. Saya tahu mendengar saya bicara saja sudah kebahagian tersendiri bagi Oma.