Thursday, February 23, 2012

Dana terbatas tetapi pembangunan jalan terus.



Seusai rapat di kantor, saya terpikir mampir ke Perpustakaan Nasional di Kawasan Salemba. “ Ngapain kamu ke Perpustakaan. “ tanya Yuni waktu saya bilang mau ke perpustakaan.
“ Saya mau riset soal Pancasila “
“ Aneh. Emang kamu engga pernah belajar waktu sekolah. Anak SD juga tahu Pancasila” Katanya.
“ Saya penasaran aja. Bagaimana bisa muncul kalimat filosofi yang begitu hebat dalam lima sila itu. Kamu yakin Pancasila itu ada dalam pikiran bapak pendiri bangsa saat kita mau proklamasi”
“ Yakin. Kamu ?
“ Engga begitu yakin. Waktu persiapan kemerdekaan itu sangat singkat.  Tempat rapat aja numpang. Emang ada waktu mikir konsep falsafah negara? Saya engga yakin.”
“ Duh jauh amat kamu mikir. Udah dech. “
“ Biarin saja. Saya perlu bahan untuk tulisan di Blog. “

Yuni antar saya ke perpustakaan Nasional, setelah itu dia kembali ke kantor.  Setelah dapat izin masuk. Saya mulai menjelajahi buku yang ada di perpustakaan lewat daftar katalog. Ketika saya sedang membaca daftar index sesuai tema riset, seseorang menghampiri saya. “ Babo ya.” Serunya, Saya tahu ini pasti pembaca blog saya. 
“ Ya benar. “
“ Ada apa Babo kemari?
“ Cari buku.”
“ Untuk apa ?
“Lengkapi bahan tulisan di blog.”
“ Wah segitunya ya. Sampai riset di perpustaan. “
“ Kebetulan aja. Memang lagi iseng cari data di perpustakaan.” Kata saya. Dia memperkenalkan dirinya sebagai mahasiswi S2 Ekonomi. 

“ Babo boleh tanya engga ? Katanya kemudian saat saya sedang sibuk cari buku di daftar katalog
“ Tanya aja “
“ Waktu Jokowi berkuasa, kan APBN kita masih defisit. Bahkan sampai sekarang masih defisit. Utang bertambah tapi rasio utang berkurang sedikit dibandingkan era sebelumnya. Artinya likuiditas APBN terjaga dengan baik. Bisa bayar utang, bisa juga ngutang lagi. Tetapi tetap saja ruang fiskal kita kecil. Kalau ruang fiskal diperlebar lewat pembiayaan pembangunan, defisit akan melebar diatas pagu yang ditetapkan oleh UU, jelas engga boleh. Pertanyaan saya gimana Jokowi biayai pembangunan infrastruktur yang begitu hebat dan meluas.” Katanya.

“ Ya tidak semua dari APBN. Sebagian besar dana pembangunan itu berasal dari Swasta atau proyek Publik Private partnership atau Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha atau KPBU. “ 

“ Oh itu saya tahu. Skema KPBU sudah ada sejak era SBY. Program itu kan diperkenalkan oleh World bank. Tetapi mengapa era Jokowi justru skema itu sangat diminati dan menjadi pendorong gencarnya pembangun insfrastruktur. “ Katanya cerdas.

Saya sempat berpikir sejenak. Di hadapan saya ada anak muda cerdas dan dia ambil S2 beasiswa dari kantornya. Wawasan dia juga luas. 

“ Ok. Sebelum saya jawab pertanyaan kamu, ada baiknya kita samakan dulu persepsi soal infrastruktur ekonomi, khususnya infrastruktur publik, seperti jalan toll, Kereta api, pelabuhan, Bandara, PLN, PDAM.  Pemahaman infrastruktur publik itu pada prinsipnya adalah menjadi tanggung jawab pemerintah. Itu diatur dalam UU. Tujuannya agar tarif jasa tidak menimbulkan motif kapitalisme, yaitu mencari untung sebesar besarnya.  Setuju? “ kata saya.

“Setuju. Memang begitu amanah UUD 45 dan UU. “

“ Terus kalau negara engga ada duit ? gimana ? Apakah kita berhenti sebatas rencana saja. Tanpa mikir sebelum ada uang? Sementara jumlah penduduk terus bertambah, yang tentu butuh infrastruktur agar ekonomi berkembang. "Kata saya.

“ Ya itu yang terjadi era SBY dan sebelumnya. Saya mau tanya itu Babo, gimana dapatkan uang investasi itu ?

“ Ya tawarkan kepada swasta. Suruh mereka bangun sesuai dengan konsep kapitalis dan pemerintah menjamin swasta dapat untung sesuai dengan konsep kapitalis itu. Pada waktu bersamaan pemerintah hadir di tengah tengah antara kepentingan kapitalis dan kewajiban sosial kepada rakyat banyak.

“Caranya gimana? kan pada akhirnya berhubungan dengan tarif jasa yang harus sesuai dengan UUD 45 dan UU. Apa iya swasta bisa untung dengan tarif sesuai dengan pelayanan publik negara kepada rakyat? Katanya bingung. Karena persepsinya masih kepada UUD 45 dan  lupa bahwa negara adalah pengatur dua kepentingan antara kapitalisme dan sosialisme.

“ Caranya sederhana saja. Tarif itu kan berkaitan dengan nilai investasi, resiko dan ekspektasi tingkat pengembalian investasi. Ya namanya kapitalis kan dasarnya itu. Semakin besar investasi, semakin besar resiko, semakin tinggi tingkat return yang diharapkan. Nah pemerintah tinggal berhitung. Katakanlah, investasi jalan toll per KM sebesar Rp. 100 miliar. Agar bisa balik modal dalam 5 tahun, dengan traffic minimal 20.000 kendaraan perhari, maka tarif toll per KM sebesar Rp. 1200. Sementara pemerintah maunya agar adil dan tidak membebani rakyat, tarif seharusnya Rp. 1000. Ya agar swasta tidak rugi, maka pemerintah sediakan dana sisipan sebesar Rp. 20 miliar atau 20% dari total investasi per KM. Itu disebut dengan Viability Gap Fund ( VGF). Jadi tarif tetap bisa Rp. 1000.

“ Jadi pemerintah bayarin 20% dari total investasi. Itu lumpsum tunai? 

“ Ya bayarnya tergantung kesepakatan. Ada yang dibayar lumpsum, khususnya untuk daerah yang tingkat traficnya rendah. Seperti Sumatera, Sulawesi. Tetapi untuk daerah padat traffic, seperti Jawa, pemerintah terapkan reimburse. Kalau traffic di atas 20.000 ya  VGF tidak diberikan. Tetapi kalau di bawah 20.000 traffic nya, pemerintah beri VGF, itupun berdasarkan audit. Skema itu berlaku bagi infrastruktur lainya seperti PLN, PDAM, kereta, Bandara, pelabuhan.”

“ Menarik babo, terus..,

“ Kebijakan tarif juga memperhatikan tingkat PDB regional. Kalau PDB regional naik maka tarif akan menyesuaikan. Karena biasanya terbangunnya infrastruktur akan menjadi pemicu bangkitnya perekonomian daerah. Sistem ini di era Jokowi dibuat transfarance. Satu satunya data hanya BPS. Kenaikan tarif terjadi secara otomatis sesuai data tanpa perlu ada persetujuan dari DPR/D.”

“ Wah Babo, artinya dengan skema itu Pasti banyak peminat. investor institusi yang punya uang,  ini sangat menarik karena adanya jaminan return. Sementara yang punya financial capability namun tidak punya uang kontan mereka bisa tarik uang dari perbankan atau pasar uang. Tentu tidak sulit.  Karena secara bisnis tidak ada resiko. "

" Benar. Karena peminatnya banyak maka pembangunan proyek ditenderkan oleh Pemerintah. Parameter pemenang tender ditentukan dari kesiapan dana. Siapa yang benar punya uang atau kemampuan financial yang berhak menang. Tetapi juga harus dengan  tingkat IRR yang bersaing. Artinya siapa yang meminta IRR paling rendah, ya dia yang menang. Soal tarif sudah ditentukan oleh pemerintah lebih dulu. Lokasi juga sudah ditentukan. Soft design juga sudah pemerintah sediakan.  Aturan pembebasan tanah juga sudah disiapkan. Investor sebagai pemenang tender engga akan kena mafia."

" Enak banget ya. Terus kepemilikan asset atas proyek itu gimana? Investor Swasta yang miliki ?  

“ Secara hukum walau bisnis infrastruktur itu atas nama swasta namun hak kepemilikan tetap ada pada negara. Kan engga boleh melanggar UUD 45"

" Jadi swasta pegang apa ? Dia mengerutkan kening tanda bingung.

"  Swasta hanya pegang konsesi. Hak mengelola sampai pada batas waktu yang ditentukan pemerintah dan kalau mereka untung selama rentang waktu konsesi, mereka juga harus bayar pajak. Setelah itu, semua asset dan pengelolaan diserahkan kepada pemerintah. Makanya swasta  tidak bisa gadaikan asset infrastruktur itu untuk pinjam uang.  Yang digadaikan hanya hak konsesi itu saja.” Kata saya.

“ Jadi dapat disimpulkan. Walau infrastruktur terbangun luas, dananya berasal dari swasta. Kalau berhutang , yang utang swasta,   bukan negara. Aset tidak digadaikan. Setelah jangka waktu konsesi habis, kembali ke negara. Dari itu semua negara tetap  bisa membangun infrastruktur sesuai UU pelayanan publik,  namun tidak perlu keluar uang 100% dari APBN, cukup dengan skema pembiayaan.” Katanya tercerahkan.

“ Ya itu namanya skema pembiayan investasi non anggaran  atau disebut PINA. “ 

“ OK Babo, pertanyaan berikutnya. Gimana dengan Pertamina, PLN, Pelni, Bulog. Mereka kan perseroan yang berkerja dengan motif bisnis. Sementara mereka harus mengikuti tarif dan kebijakan dari pemerintah. Kalau engga layak secara bisnis tentu mereka susah dapat sumber pendanaan dari perbankan atau pasar uang. Tentu sulit melakukan ekspansi sesuai penugasannya sebagai BUMN“

“ Itu ada skema, yang namanya PSO atau public service obligation. Contoh PLN harga jual komersial listrik per KWH katakanlah Rp. 1000. Sementara pemerintah maunya Rp. 800. Ya dua ratus itu ditutupi dari dana PSO. Begitu juga Pertamina, biaya distribusi BBM menjadi baban  PSO agar pemerintah bisa menetapkan harga BBM sama di seluruh Indonesia. Jadi secara bisnis tidak membuat PLN dan Pertamina jadi tidak bankabel. Mereka tetap bankable dan bekerja sebagaimana lembaga bisnis pada umumnya. “

“ Itu kan sama dengan Subsidi.” Katanya.

“ Ya subsidi tapi ke sektor produksi yang tidak terbuang percuma. Itu akan mendatangkan pajak dan deviden bagi negara.” Kata saya. 

“ Udahan ya. Saya mau lanjut riset pustakan. Sukses selalu ya” Kata saya. Dia menyalami saya. Sebelum berlalu dia ingin selfi tapi saya menolak halus. “ Oma larang babo selfi dengan perempuan. Yang penting kamu udah ketemu dengan Babo. Orangnya jelek dan tua, dan engga keren. “ Kata saya menuju rak mencari buku yang saya temukan di katalog.

Thursday, January 12, 2012

Qaddafi jatuh karena bisnis dan dendam



Dengan British Airways saya bersama Dannil terbang ke Tripoli dari London. Di dalam Pesawat saya perhatikan kebanyakan penumpang adalah pekerja dan pengusaha minyak. Bandara di Tripoli tidak begitu besar atau tidak sehebat bandara di Bali. Menurut saya sangat kecil. Bandara tidak terkesan sibuk.  Libya adalah rumah bagi hampir 6 ½ juta orang dan merupakan salah satu negara terkaya di dunia, karena cadangan minyaknya yang sangat besar. Hampir 99% dari Libya adalah gurun pasir yang kering, yang merupakan bagian dari Gurun Sahara yang terkenal di Afrika. Libya memiliki sejarah panjang sejak ribuan tahun lalu di bawah kekuasaan Romawi dan Yunani, Ottoman, Italia, Jerman dan akhirnya Inggris menjelang akhir perang 1. Makanya kalau menurut saya potensi libia bukan hanya SDA minyak tetapi juga Wisata. Karena artefak bangsa rumawi ,seperti Leptis Magna sangat luar biasa untuk dikunjungi.

Ketika kami mengunjungi Tripoli, Kolonel Gaddafi masih berkuasa. Di setiap sudut jalan terlihat  billboard  ukuran besar yang menampilkan wajah Gaddafi dengan senyum khasnya. Tetapi semakin jauh dari Tripoli, semakin sedikit propaganda Gaddafi yang di tampilkan. Karena ia tidak terlalu populer di sebelah timur Libya, khususnya di Benghazi yang merupakan pusat oposisi Gaddafi. 

Malam pertama kami di Tripoli, kami  keluar dari hotel menuju downtown untuk makan malam. Keliatan hampir tidak ada sama sekali pengaruh Barat di Libya. Tidak ada reklame tulisan barat. Tidak ada restoran fast food. Tidak ada jaringan retail international. Kami kesulitan menemukan tempat untuk makan. Akhirnya terperangkap di restoran lokal yang semua menu berbahasa arab termasuk komunikasi. Terpaksa memesan makanan dengan cara menunjuk menu yang ada di meja orang lain. 

Kunjungan kami di tahun 2008 ke Tripoli dalam rangka akuisisi Blok Minyak. Kebetulan relasi saya di London yang juga punya hubungan kerabat dengan keluarga Raja Arab berminat untuk membeli. Dari kontak bisnis saya, baik pihak swasta maupun pejabat di Tripoli,  sebetulnya saya sudah membaca keadaan akan jatuhnya Gaddafi hanya masalah waktu. Kalau belakangan AS terlibat langsung menyerang Libia dengan alasan membela HAM atas tindakan brutal tentara Gaddafi menyerang kelompok oposisi di Benghazi, sebetulnya bukan atas dasar kebijakan geopolitik AS secara resmi. Itu lebih kepada tindakan inteligent yang digerakan oleh kelompok yang punya dendam pribadi dengan Kolonel Gaddafi. Mengapa ? karena Gaddafi punya target menjatuhkan kerajaan Arab Saudi dan pernah terlibat di belakang upaya pembunuhan raja Arab.

Kita bisa lihat situasi di Libia paska kejatuhan Kolonel Gaddafi. Bendera Al Qaeda dan HT berkibar di Benghazi. Semua tahu walau Al Qaeda secara resmi musuh bagi AS namun secara tidak resmi dipiara dan didukung oleh inteligent AS untuk tujuan geostrategis bagi kepentingan TNC dan pemimpin yang mendapat proteksi dari AS. Terbukti setelah Gaddafi jatuh, AS langsung keluar dan meninggalkan persoalan besar bagi Libia. Apa itu ? hancurnya persatuan dan kesatuan di kalangan rakyat. Belum lagi Al Qaeda tahu benar bagaimana mendapatkan uang billon dollar dari kekacauan itu. Emosi agama bergaung tiada henti saling fitnah satu sama lain sehingga kekacauan terus terjadi. Semua kebanggaan sebagai bangsa, kemakmuran yang dicapai berpuluh tahun era  Gaddafi, kini tinggal masa lalu. 

Kini Libia dianggap sebagai negara gagal. Namun pundi pundi uang Al Qaeda semakin banyak dan mereka elitnya menikmati kemelimpahan hidup di Dubai dengan setiap malam pesta bersama wanita wanita cantik dan wine mahal. Sementara rakyat Libia kelaparan. Ya Agama hanyalah cover politik dan alat menipu rakyat yang bego. Itulah pelajaran mahal dari keadaan Libia. Narasi agama di tangan petualang , tidak bisa membedakan Iman dan Politik. Tidak bisa membedakan srigala dan kelinci..KIta harus senantiasa waspada. Jangan sampai nasip negeri ini sama dengan Libia hancur karena kebegoaan dan ulah segelintir orang yang rakus.

Saturday, December 31, 2011

Wanita hebat yang sederhana


Zhang Xin, perempuan pemilik perusahaan properti SOHO ternyata memiliki jalan berliku dalam mencapai kesuksesannya. Dia tidak dilahirkan dari keluarga kaya. Bahkan, Xin dan ibunya sempat bekerja sebagai buruh di perusahaan permen di Beijing semasa remaja. Apa yang dia lakukan untuk mengubah nasib? Nilai apa saja yang bisa kita ambil dari perjalanan perempuan yang sudah mengumpulkan kekayaan melebihi Donald Trump dan Oprah Winfrey ini? 

Saya bertemu Xin tahun 2010. Waktu itu saya diundang makan malam oleh CEO BUMN China. Saat itulah saya diperkenalkan kepada Xin. Zhang Xin yang kini berusia 47 tahun lahir dan besar dalam masa revolusi kebudayaan Mao Zedong. Dalam dekade tersebut, Mao ingin membentuk kembali Cina sesuai agendanya. Ia menyingkirkan kalangan terpelajar dan mereka yang dianggap kapitalis. Orang tua Zhang Xin memiliki gelar universitas sehingga dianggap berbahaya bagi negara. Mereka dianggap “musuh negara” serta wajib mengikuti pendidikan ulang di camp kerja paksa yang dibentuk oleh pemerintah.

Zhang Xin dan keluarga akhirnya kembali ke Beijing saat Xin berumur 8 tahun. Ibu Zhang Xin bekerja sebagai penerjemah. Walau memiliki pekerjaan, ia digaji dengan sangat kecil. Xin semasa kanak-kanak hidup dalam kemiskinan. Dia tidur di atas meja kerja ibunya. Mereka tidak mampu menyewa rumah, hingga terpaksa tidur di kantor dan memanfaatkan buku sebagai bantal. Di usianya yang baru menginjak 14 tahun, Xin pindah ke Hongkong bersama sang ibu. Tujuan mereka pindah memang untuk mengumpulkan uang agar Xin bisa bersekolah. 

Keadaan di Hongkong ternyata tidak lebih baik dari Beijing. Dua orang wanita ini terpaksa bekerja sebagai buruh di sebuah perusahaan manufaktur. Tugas Xin adalah merangkai mainan dan berbagai alat rumah tangga sederhana. Setelah cukup mengumpulkan uang, Zhang Xin membeli tiket sekali jalan ke London. Ia nekat pergi demi bisa mendapatkan kesempatan yang lebih baik.  Tanpa bisa berbahasa Inggris sama sekali, Xin mencoba mendapatkan pekerjaan. Ia akhirnya diterima di sebuah kedai fish and chips. Sembari bekerja, Xin mendaftarkan diri di sebuah kursus Bahasa Inggris.

Kursus Bahasa Inggris tersebut membukakan jalan bagi Xin untuk mendapatkan beasiswa di University of Sussex, Inggris. Tidak cukup hanya sampai gelar sarjana, Xin juga mendapatkan beasiswa untuk program Master di Cambridge University. Setelah mendapatkan gelar S2 di Ilmu Ekonomi, Xin mendapatkan pekerjaan impiannya di Goldman Sachs. Namun panggilan hatinya mengatakan bahwa pekerjaan itu tidak cocok untuknya. Ia memutuskan untuk kembali ke Cina dengan idealisme ingin membuat perekonomian Cina menjadi lebih terbuka. 

Sebelum kembali ke Cina takdir membawa Xin bertemu dengan Pan Shiyi yang kemudian menjadi suaminya. Pan memiliki idealisme yang sama dengan Xin. Ia ingin mengembangkan perekonomian Cina lewat jalan membangun real estate. Di awal hubungan mereka, Pan mengajak Xin melihat sebuah konstruksi real estate dan mengatakan bahwa ia akan mengubah Beijing menjadi Manhattan. Xing hanya menertawakan perkataan Pan itu.

Zhang Xin dan Pan Shiyi mendirikan perusahaan pengembang real estate SOHO pada 1995. Hingga saat ini mereka sudah mengembangkan lebih dari 56 miliar meter² tanah di Cina dan menyulapnya menjadi bangunan real estate. Pada tahun 2013 Zhang masuk sebagai salah satu dari 24 wanita paling berpengaruh di dunia versi majalah Forbes. Dari majalah yang sama, ia juga menjadi salah satu dari 10 wanita wirausaha paling berpengaruh yang memulai usahanya dari 0. Walau sekarang kekayaannya sudah melebihi Oprah, Donald Trump dan bahkan ratu Inggris sekalipun Zhang Xin tetap bertahan pada gaya hidupnya yang sederhana.

**Edited 2015***

Jangan pernah merasa memiliki...



Malam menjemput. Hujanpun turun rintik rintik. Namun tidak menghalanginya untuk terus melangkah menyusuri trotoar jalan. Baginya pekerjaan ini terlalu berharga untuk diabaikan hanya karena hujan. Inilah takdirnya untuk betahan hidup di bumi Allah. Sunatullah memang harus dilalui bagi siapa saja. Tidak ada pekerjaan yang menyulitkan bila itu disadari sebagai bagian dari beribadah kepada Allah. Walau itu hanya pekerjaan sebagai cleaning service di Rumah Sakit.Dulu dia pernah bermimpi untuk menjadi paramedic atau perawat tapi karena situasi hanya memberikannya kesempatan untuk menjadi cleaning service. Dia tetap bersyukur.

Langkahnya terhenti tepat berada di gerbang rumah sakit. Padangannya ditujukan kearah halte dimana seorang pria sedang berlindung dari hujan. Wajahnya berhias senyum ketika menyapa seseorang itu.

“ Mas, gimana dagangannya, “

Pria itu setengah berlari menghampirinya “ Aku bingung. Satpam larang aku untuk berdagang di depan Rumah Sakit. Aku mau jual asongan aja di pintu toll. “

“ Oh gitu. Jadi mau dagang apa lagi?

“ Jual rokok atau Koran, apa sajalah..“

“ Ya sudah Mas. Dagang apa saja yang penting halal ,kan “

“ Ya, Ti.

“ Terus ngapain disini, kalau engga dagang.?

Pria itu terdiam namun senyumnya tak lepas memandang wanita itu. Kemudian berkata “ Boleh aku nunggu kamu disini.Aku ingin antar kamu pulang ?

“Memang ada apa ? “ wanita itu menangkap ada sesuatu dibalik wajah pria yang dicintainya ini.

“ Aku hanya ingin tunggu kamu disini. Boleh kan.” Tapi matanya tak bisa lari di hadapan wanita yang dicintainya. Dia berusaha menghindar dari tatapan itu tapi akhirnya dia tertunduk “ Aku pikir , kamu benar bahwa kita tidak boleh ragu untuk menjemput rahmat Allah. Minggu depan orang tuaku akan melamarmu. “ Sambungnya. Membuat wanita yang didepanya terperanjat “ Benarkah, itu Mas..”

“ Ya benar. “

Wajah wanita itu memerah dan menatap kelangit sambil berdoa “ ya Allah mudahkan urusan kami. Seminggu waktu yang akan datang adalah hakmu. Sampaikan kami untuk menuju hari yang engkau ridhoi.” Terdengar suaranya halus.

“ Amin…. “ Jawab pria itu “Nah boleh kan aku menunggumu disini. “

“ Pulanglah, Mas. Aku akan baik baik saja. Hanya Allah tempat kita memohon perlindungan. Yak an..”

Pria itu tersenyum “ Itulah yang aku suka dari mu…terlalu kuat dan anggun dengan kepribadianmu. Membuat aku tak pernah berhenti bersyukur dipertemukan Allah dengan wanita sebaik kamu. “

“ Aku juga bersyukur kepada Allah karena dipertemukan dengan pria yang selalu teguh bersyariat dan sholeh..Termakasih Mas. Pulanglah..”

“ Ya, Sudah , aku pulang, ya”

Mereka berpisah. Wanita itu melempar senyum kasih kepada kekasihnya. Tanpa pelukan atau ciuman. Hati mereka terlindungi untuk senantiasa menjaga perasaan cinta yang dianugerahkan Allah dari segala godaan iblis untuk bersentuhan sebelum saatnya tiba.

Pria itu baru melangkah dari halte itu setelah wanita kekasihnya menghilang dari balik gerbang rumah sakit. Dia menyadari betapa berat keseharian wanita yang dikasihinya ini. Yang harus bekerja di malam hari untuk hidup dan membantu orang tunya yang miskin. Kadang dia ingin sekali berbuat banyak untuk membantu meringankan beban kekasihnya tapi kehidupannya juga tak jauh sulit. Cukup lama dia berhubungan dengan wanita itu , lama dia ragu untuk meningkatkan hubungan sampai ke pelaminan. Tapi akhirnya kata kata wanita kekasihnya kemarin menyadarkannya untuk tidak ragu” Kalau Mas, terlalu banyak berpikir untuk menikah maka Mas ragu akan kekuasaan Allah. Menikah adalah sunah rasul yang haru kita lakukan tanpa ragu sedikit pun. Sama halnya kita melakukan sholat dan ibadah lainnya. Allah akan memberikan pertolongan manakala sesuatu itu diwajibkan kepada kita. Allah tidak akan aniaya..Yakinlah.”

Pandangannya tertuju kepada sesuatu berwarna hitam yang terdapat dipinggir jalan. Dia merasa yakin itu bukanlah benda biasa. Karena warnanya cerah dan berbentuk tas. Segera dia mengabil benda itu dan membuka untuk mengetahui isinya.. Betapa terkejutnya dia , ternyata didalamnya terdapat lembaran uang dollar. Dia tidak tahu pasti berapa jumlah uang yang ada didalam tas itu namun dia yakin nilainya sangat besar. Matanya melihat kekiri dan kekanan. Memastikan bahwa tidak ada orang yang sedang memperihatikannnya. Bersegera di peluknya tas itu dan terus melangkah pulang.

Di rumah dia gelisah. Dia tidak tahu harus berbuat apa dengan uang sebanyak ini.Tentu bayangan terlintas untuk segera menikasih kekasihnya dan hidup senang dengan limpahan harta. Tapi ada pula bisikan dihatinya bahwa itu bukanlah miliknya dan harus dikembalikan kepada yang punya. Ada juga yang meyakinkan hatinya bahwa ini adalah anugerah Allah untuknya. Orang yang kehilangan tas ini , tentu adalah orang kaya raya yang rakus hingga kehendak Allah pula hingga hartanya tercecer untuk dia nikmati. Mungkinkah. Rasa gelisahnya , membuatnya untuk mengetahui seluruh isi didalam tas itu. Ternyata ada passport dan juga tanda pengenal lainnya. Tentu semua itu adalah identitas dari pemilik syah uang ini. Dia gelisah dan dalam situasi ini , dia ingin segera bertemu dengan kekasihnya untuk mendapatkan petunjuk.

Keesokannya dia bertemu dengan wanita kekasihnya.

“ Baiknya , uang itu kita kembalikan kepada pemiliknya. “

“ Ya, Tapi …” Pria itu masih sungkan untuk menerima kata kata wanita itu.

“ Mas, dengar baik baik..ini bukanlah milik kita. Ini milik orang lain. Kalaupun sampai ke tangan kita maka itu adalah cobaan dari Allah untuk menguji keimanan kita. Yakinlah..jangan ambil yang bukan hak kita.Takutlah kepada Allah..”

“ Tapi alamat orang ini jauh sekali. Bagaimana mengantarnya?

“ Tidak jauh. Hanya butuh tiga kali naik bus. Mari aku antar ke rumah pemilik uang itu.”

‘ Tapi…” Dia masih tidak mengerti mengapa harus dikembalikan. “ Bagaimana kalau uang ini aku pakai dulu untuk usaha. Nanti kalau aku sudah dapat untung, baru kita kembalikan..”

“ Bagaimana kalau ternyata Mas engga dapat untung ?

“ Tentulah untung. Kamu ragu ? “

“ Tidak ada yang bisa menjamin masa depan. Kecuali Allah. Namun hari kini kita harus buktikan keyakinan kita tentang yang salah adalah salah dan benar adalah benar. Jangan berdagang soal yang haq” Kembali wanita itu mengukuhkan.

“ Kamu yakin bahwa Allah akan membalas kebaikan kita apabila kita kembalikan uang ini”

“Aku yakin seyakinnya. “

“ Apa balasannya ?

“Bisa saja pemilik uang ini digerakan hatinya oleh Allah untuk memberi kita imbalan. Dan itu adalah halal .”

“ Berapa ?

“ Hanya Allah yang tahu... Kita hanyan berharap imbalan dari Allah. Apapun itu.”

Pria itu terdiam. Akhirnya tersenyum menatap wanita kekasihnya. “Baiklah …Aku turuti kemauan kamu. Walau sebetulnya terlalu banyak impianku dengan uang sebanyak ini. Karena aku bisa menikahimu dengan pesta yang megah.Kemduian membahagiakanmu dengan rumah yang mewah, kendaraan dan tabungan yang cukup untuk masa tua kita. Tapi, ada benarnya uang ini kita kembalikan. Moga aja hati pemilik uang ini digerakan Allah untuk memberi kita imbalan.”

Merekapun memutuskan untuk mengembalikan uang itu. Setelah menempuh perjalan hampir dua jam akhirnya sampailah mereka kesebuah rumah yang besar. Ada pagar tinggi yang menghalangi mereka untuk masuk. Setelah menekan bell, pintu gerbang terbuka namun yang keluar adalah petugas Satpam. Dengan terbata terbata, mereka menyampaikan maksud kedatangannya. Satpam itu menatap dengan tajam kearah mereka berdua “ Mana tas itu. Biar saya antar kepada Tuan”

“ Maaf Pak. Saya harus antar sendiri tas ini kepada pemiliknya. “ kata pria itu

“ Kamu tidak percaya sama saya” Suara satpam itu terkesan garang.

“ Saya hanya ingin memastikan bahwa tas ini sampai ketangan pemiliknya. Itu saja.”

“ Baiklah, Tunggu sebentar..”

Tak berapa lama kembali satpam itu menemui mereka “ Silahkan masuk.” Pintu gerbang terbuka lebar. Nampak di dalamnya rumah megah dengan taman yang luas. Mereka dituntun keteras rumah. Setelah menanti agak lama, nampak seorang pria setengah baya keluar menemui mereka.

“ Mana tas itu “ Terdengan suaranya dingin kepada mereka berdua. Tak ada senyum.

“ Ini Pak “Kata pria itu sambil menyerahkan tas tersebut dan melirik kearah wanita kekasihnya.

Segera pria setengah baya itu memeriksa isi tas dan menghitung uang yang ada di dalamnya. Kemudian menatap kepada mereka berdua “ Ya , ini tas saya. Juga isinya tidak ada yang hilang.Dimana kamu temukan tas ini “

“ Didepan gerbang rumah sakit pak. “

“Oh ya betul. Saya memang yakin jatuhnya di sana.Karena kemarin saya buru buru keluar dari kendaraan untuk melihat putra saya yang kecelakaan. Sebetulnya saya sudah pasrah dengan kehilangan uang ini. Tapi..terimakasih..” Pria itu berdiri dan berlalu dari hadapan mereka berdua. Satpam itu segera meminta mereka untuk keluar. Masalahnya sudah selesai.

Merekapun keluar dari rumah megah itu.

“ Lantas apa yang kita dapat? Kata pria itu kepada kekasihnya.

“Nikmat iman”

“ Hanya itu”

“ Ya !”

“ Mengapa Allah tidak menggerakan hatinya untuk memberi kita imbalan”

“ Mungkin karena kemuliaan itu hanya untuk kita dan bukan untuk orang itu”

“ Kemuliaan “ ?

“Ya , kebaikan adalah kemuliaan, Rasa terimakasih adalah kemuliaan tertinggi di hadapan Allah,. Terimakasih itu adalah ujud rasa syukur yang tidak hanya diungkapkan dengan kata kata tapi dengan berbuat dan berkorban. “

“ Dan kita termasukyang bersyukur walau impian rumah mewah sirna, mobil mewah sirna, uang banyak sirna, dan pesta perkawinan mewah juga sirna”

“ Ya itulah syukur yang tak terhingga atas segala nikmat yang telah Allah berikan kepada kita berupa kehidupan dan tubuh yang sehat. Hari ini kita telah membayar rasya sukur itu kepada Allah dengan tidak mengambil yang bukan hak kita dan juga mengembalikannya dengan iklas, hanya karena Allah. Semoga hari esok kita tidak pernah berhenti membayar rasa syukur itu."

"  Yang penting jangan pernah merasa memiliki apapun. Kita harus bisa melepaskan sesuatu yang pada waktu bersamaan kita sangat membutuhkannya, karena iman. Termasuk cinta manusia, kita tidak bisa karena cinta kita berhak memiliki. Apapun itu milik Tuhan. " Kata pria itu.  Mereka tersenyum saling berpandangan untuk saling menguatkan hati mencari keridhoaan dihadapan Allah. “

***
Siapa yang bahagia, apakah seorang raja atau seorang yang tinggal di jalanan dan hidup seperti pengemis? Pasti sebagian orang akan menjawab “Raja”. Baiklah, ada sebuah anekdot pertemuan antara Alexander sang Kaisar  dan Diogenes sang filsuf yang hidup di jalan hanya berpakaian selembar kain. Ketika Alexander bertemu dengan Diogenes di hari yang cerah, Alexander bertanya kepada Diogenes “Apa yang Anda mau? Saya bisa memberikan kepada Anda apa saja.”

”Tolong geser sedikit, Anda menghalangi sinar matahari, saya mau berjemur.” Kata Diogenes tanpa takut akan dipenggal kepalanya oleh kaisar.

Alexandar marah, akan tetapi kemudian Alexander tertawa dan berkata “Seandainya saya bukan Alexander, saya mau menjadi Diogenes.”

Apa artinya semua ini? Kebahagiaan didapatkan bukan dari harta, jabatan. Kebahagiaan itu adalah ketika anda sudah tidak takut kehilangan apapun, seperti Diogenes, itulah kebahagiaan yang sebenarnya. Seorang konglomerat ataupun Raja tidak bisa hidup tenang karena takut jatuh bangkrut, atau takut kehilangan kekuasaan. Sungguh paradoks bukan? Saat Anda tidak memiliki apa-apa anda akan mengejar kebahagiaan melalui harta, jabatan, sex. Tetapi setelah semua dimiliki, anda akan menyadari kebahagiaan terbesar itu disaat anda tidak merasa memiliki apapun. Dunia modern cenderung mengukur kebahagiaan, berdasarkan index kemakmuran orang. Padahal kemakmuran itu justru melahirkan paradox.

Ya paradox. Tempat hiburan malam yang ramai penuh tawa dan pesta, dikunjungi bukan oleh orang bahagia tetapi oleh orang kesepian. Orang tergesa gesa pada akhirnya dia akan sampai paling lambat. Semakin meningikan diri semakin mudah direndahkan. Semakin bertambah harta semakin besar kekurangan. Semakin banyak menyingkirkan musuh semakin banyak musuh datang. Semakin kuat, semakin lemah. Semakin membenci , pada akhirnya akan jatuh cinta. Semakin gila mencintai pada akhirnya akan membenci. Itulah paradox. Apa artinya? Bahagia itu sederhana dan sangat mudah dan murah. Caranya jangan pernah merasa memiliki dan karenanya tak perlu takut kehilangan dan memaksakan diri. Pemilik dan kuasa itu adalah Tuhan. Tugas kita melewati hidup dengan cara sederhana dan menyikapinya denga cara sederhana pula. Simple !

Tuesday, November 29, 2011

Sumber daya keuangan Uwak Sam



Pada suatu waktu sekelompok orang mengundang anggota Parlemen Amerika Serikat untuk rapat khusus. Rapat diadakan disuatu tempat yang dirahasiakan. Mereka memberikan solusi menghadapi great depresi yang sedang melanda dunia. Mereka mengusulkan agar ada pasar surat berharga secara ekslusif diatur hanya bagi kalangan terbatas dan ditujukan bukan kepada publik AS tetapi luar negeri. Apa alasanya? Pertama, mereka tidak ingin ada aturan keterbukaan informasi. Tujuannya agar dana private tersembunyi di rekening lepas pantai ( offshore ) bisa berlabuh. Kedua, memungkinkan hide fund bisa masuk ke institusi keuangan secara clean. Ketiga, bisa mencetak uang di luar sistem namun by system legitimate. Atas dasar alasan itu maka dibentuklah amandemen Securities Act of 1933 dengan menambah pasal 144 A. Namun tahun 2012 direformasi oleh Parlemen AS. Keterbukaan informasi minimal ditetapkan. Tujuannya agar tidak terjadi penipuan atau penyalah gunaan untuk pencucian uang. 

Menjelaskan secara tekhnis market 144a itu tidak mudah. Karena memang sophisticated. Tetapi untuk lebih mudah dipahami, saya sampaikan dalam bentuk kisah imajiner.  Walau tidak lengkap namun sudah cukup memahami prinsip kerjanya. Mari kita mulai. Sekelompok orang ingin mencetak uang tetapi tanpa diketahui oleh rakyat. Untuk apa uang itu? ya untuk bisnis. Membiayai ekspansionis bisnis dan sekaligus untuk money politik mengatur kekuasaan. Tetapi untuk cetak uang kan perlu bank central. Itu engga mudah. Karena dampaknya terhadap kurs mata uang melemah kalau bank central terlibat. Jadi gimana mengatasi program ini? Bank Central di outsourcing kepada swasta. Namun operasional mengikuti aturan dari Bendahara negara. Ya negara hanya regulator. Operasional diberikan kepada swasta, dalam hal ini the Fed. Proposal diajukan kepada parlemen. Setelah melalui lobi, anggota parlemen setuju. Maka ditunjuklah commitment holder sebagai pemegang saham dari the Fed atau pemegang kesepakatan konsesus rahasia. Mereka inilah yang akan jadi otak dan mesin cetak uang.

Kelompok yang mengajukan proposal ini memang cerdas. Mereka tidak mencetak uang secara langsung. Tetapi melalui mekanisme pasar surat utang. Agar tidak diketahui modus cetak uang, maka aturannya surat utang ini harus dirahasiakan. Artinya surat utang itu tidak boleh di publikasikan. Karenanya tidak boleh diperjual belikan kepada rakyat atau institusi dalam negeri. Jadi siapa penerbit dan pembeli surat utang ini? Penerbitnya adalah holding company yang terdaftar di luar negeri ( 144a Sec Act reg S) atau negara lain. Pembelinya? investor luar negeri. Ya siapa mereka itu? agar tidak panjang pertanyaan, maka disebut sebagai " QIP" ( Qualified Institutional Purchaser). Apa kriteria QIP? Kriteria yang tentukan adalah commiment holder. Itu hak diskrisi dari commitment holder untuk menentukan siapa yang qualified. 

Agar seni mencetak uang melalui surat utang ini tidak menimbulkan inflasi, maka setiap penerbitan surat utang harus ada underlying proyek. Yang menentukan underlying itu qualified atau tidak adalah commitment holder. Nah bisa bayangkan, setiap proyek yang ingin dapatkan uang melalui mekanisme ini, mereka harus deal lebih dulu kepada commitment holder. Hak diskrisi ada pada commitment holder menentukan siapa yang qualified sebagai penerbit  surat utang.

Sekarang perhatikan, pembeli dan penerbit yang tentukan adalah commitment holder. Lantas dari mana uang untuk membeli surat utang itu ? Commitment Holder memerintahkan kepada the Fed untuk mensuplai uang kepada QIP yang sudah terdaftar. Gimana mekanisme pasarnya?. Mereka menciptakan double clearing ( Eropa dan AS). Satu mengatur pembelian. Satu lagi mengatur penjualan. Antara pembeli dan penjual ini ada 'trader". Dalam hal penjualan, syaratnya adalah Delivery first atau penyerahan lebih dulu. Pembelian, syaratnya adalah Payment first atau pembayaran lebih dulu. Perhatikan, aturan ini. Ketika trader membeli surat utang, dia tidak perlu bayar. Karena pada waktu bersamaan dijual kepada buyer dengan syarat DVP ( Delivery Versus Payment).  Margin sudah pasti didapat. Berapa margin? nobody know!. Rahasia.  Artinya trader engga perlu modal tunai. Siapa trader-nya? ya mereka yang qualified menurut commitment holder. 

Lewat mekanisme inilah uang beredar mendunia. Hampir semua korporat berkelas dunia terhubung dengan pasar uang seperti  ini untuk mendapatkan financial resource. Menciptakan lebih separuh angkatan kerja di dunia. Mengelola 85 % sumber daya alam dunia. Karena tidak mungkin SDA dan SDM bisa dikelola tanpa uang.  Tanpa disadari dunia semakin tergantung dengan mata uang US Dollar.  Sementara dampak inflasi dalam negeri tidak terjadi. Karena mekanisme cetak uang itu bukan bagian dari operasi moneter. 

Lantas bagaimana dengan rakyat dalam negeri (AS)? Commitment holder tidak punya commitment kepada rakyat dalam negeri. Mereka ber-commitment menjadikan negara punya hegemoni di seluruh dunia. Dengan makanisme cetak uang lewat surat utang itu , uang sudah bertransformasi menjadi saham dan asset dalam bentuk surat utang negara lain dan surat utang korporat. Secara tdak lansung commitment holder menguasai sektor real sebagai sumber fixed income (kupon). Nah,  uang  itu mengalir ke luar negeri bukan dalam negeri (AS), sementara di dalam negeri rakyat menderita karena banyak pabrik pindah ke luar negeri. Perusahaan itu relokasi ke luar negeri tentu salah satu alasan adalah agar lebih mudah mendapatkan sumber daya kuangan lewat mekanisme yang di create oleh Commmint holder. Di dalam negeri orang kehilangan pekerjaan dan bankrut massal. Karena daya beli menurun. Commitment holder hanya tersenyum menikmati kesederhanaan hidupnya. 

***
Indonesia kali pertama menerbitkan Global Bond pasar 144a era SBY. Harus diakui bahwa kemugkinan indonesia bisa menjadi negara yang qualified masuk pasar surat utang 144a, itu berkat loby SBY. Kemudian Era Jokowi, Indonesia leluasa menjadikan 144a sebagai financial resource melalui penerbitan Green Bond and Green Sukuk Framework. Perusahaan yang masuk 144a adalah Pertamina,  Inalum, PLN, Pelindo, Jasa Marga, Angkasa Pura, dll. Pasar ini tidak kenal resesi. Sekali commitment holder setuju, jual langsung laku. Liat aja Inalum sangat mudah jual global bond. Namun karena itu apapun pertanyaan dari DPR atau siapapun berkaitan aspek legal dan teknis penerbitan bond, tidak akan dijawab. Karena itu berkaitan dengan kepatuhan atas perjanjian kerahasiaan ( Confidential agreement). Yang penting utang lewat pasar 144a engga ada collateral. Kalau jatuh tempo hutang,  engga perlu bayar pakai uang cash perusahaan. Dah gitu aja.

Sementara China, pasar uang 144a masuk melalui Holding Company yang terdaftar di Hong Kong. Inilah yang selama beberapa decade menjadi sumber pembiayaan China membangun  industri dan manufaktur. Relokasi industri dan manufaktur dari AS ke China terjadi secara massive. Dari kapitalisasi pertumbuhan ekonomi itu,  China bisa menyediakan infrastruktur  ekonomi secara luas.  Nah siapa trader 144a itu ? No body know...rahasia loh.

***edited 10/08/2020***