Wednesday, March 31, 2021

Faktor internal dan eksternal ekonomi.

 





Anda membeli SBN. Kupon katakanlah 10% pertahun. Jumlah SBN di tangan anda sebesar Rp. 1 miliar. Jangka waktu 10 tahun. Dari pendapatan tetap sebesar 10% SBN itu anda membuat rencana, yaitu membuat rumah kontrakan. Dalam 5 tahun anda mendapatkan kupon sebesar Rp. 500 juta. Setelah dipotong pajak 10%. Total pendatan bersih Rp. 450 juta. Karena uang kurang untuk bangun kotrakan, anda terpaksa jual Obligasi itu. Namun ketika anda jual harga jatuh. Katakanlah harga jual jadi 90% dari nominal/par.  Artinya anda rugi 10 % atau Rp. 100 juta. 


Apakah anda rugi ? Ya engga. Kan anda udah terima sebelumnya sebesar Rp. 450 juta. Total pengembalian SBN anda jadi Rp 900 juta+ Rp. 450 juta = Rp. 1,35 miliar. Masih untung kan. Sampai disini paham ya. Jangan sampai  berpikir kalau harga obligasi turun itu artinya negara engga bisa bayar.


Lantas apa yang menyebabkan harga obligasi jadi turun? 


Pertama naiknya suku bunga acuan. Apabila suku bunga meningkat maka harga obligasi akan turun. Dampaknya apabila harga obligasi turun maka imbal hasil akan naik. Loh kenapa ?karena sentimen negatif. Itu artinya inflasi meningkat. Pemerintah perlu naikan suku  bunga agar uang kesedot ke brankas perbankan dan akhirnya masuk bank central. Investor jual obligasi. Aksi jual inilah yang membuat harga obligasi turun. 


Kedua. Walau suku bunga tidak naik namun indikasi belanja konsumen meningkat, maka itu sudah cukup jadi barometer investor untuk lepas obligasi. Harga akan turun juga. 


Sebaliknya kalau suku bunga turun, harga obigasi akan naik. Imbal hasil akan turun. Loh kenapa ? Itu artinya resiko obliges jadi turun. Orang cenderung memburu obligasi di pasar untuk keamanan. Masa depan ekonomi bagus. Itupun dengan syarat bahwa bagusnya ekonomi itu bukan karena kebijakan moneter tetapi memang fundamental ekonomi semakin baik.  Contoh, SBN diburu orang di pasar karena suku bunga turun bekorelasi dengan fundamental kita sehat.


Kemarin Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka terperosok ke zona merah pada perdagangan Selasa (30/3/2021), menyusul kembali melonjaknya imbal hasil (yield) obligasi acuan pemerintah AS. Loh kenapa bursa jatuh. Apa kaitannya? Kan harga obligasi jatuh. Seharusnya orang berpaling ke Saham ? karena laporan dari CB Consumer confidence AS Maret mengindikasikan akan naiknya konsumsi masyarakat AS dan mendorong laju inflasi. Ini indikasi akan ada kemungkinan naiknya suku bunga. Lebih baik jual obligasi yang ada dan tunggu seri  baru obligasi yang kuponya lebih tinggi. Kurang? investor juga jual portfolio saham untuk persiapan beli obligasi seri baru nanti. 


Dampaknya bukan hanya di AS, di Indonesia juga sama. Harga  SBN kita pada perdagangan Selasa (30/3/2021) ditutup melemah. Investor lepas SBN,  otomatis yield naik. Investor bersiap menanti lelang US treasury berikutnya. Kalau kupon ( bunga) naik ya, “ say goodbye SBN”. Itu sebabnya kurs rupiah melemah kemarin. Apakah hanya faktor eksternal saja? engga juga. Sampai hari ini atau penghujung kwartal pertama tidak ada sentimen positip kinerja ekonomi kita. Bahkan minggu lalu, SMI sudah mengatakan kemungkinan besar ekonomi akan kotraksi 0,1%. Jadi masih resesi boss. Dengar issue dalam waktu dekat akan ada reshuffle kabinet.


Sunday, March 28, 2021

Solusi untuk Waskita

 




Waskita Merugi.

Waskita mencatatkan rugi bersih Rp7,38 triliun pada 2020. Nilai itu berbalik dari laba bersih senilai Rp938,14 miliar pada 2019. Rugi per saham mencapai Rp543,58. Kalau kita  perhatikan harga saham per 26 maret 2021 Rp. 1,350. Maka sebesar hampir separuh harus hilang bayar kerugian. Itu kalau dihitung marcap Rp. 18,7 Triliun. Kalau dihitung neraca lebih buruk lagi. Equitas Waskita sebesar Rp. 16,58 triliun. Maka ekuitas hilang sebesar 45%. Ini akan mengakibatkan rasio keuangan Waskita memburuk, terutama Return on Equity, return on asset, return on investment. 


Yang jelas rasio debt to asset meningkat, dari 58% bisa lebih tinggi lagi. Sangat mengkawatirkan. Per akhir 2020, WSKT tercatat memiliki jumlah liabilitas sebesar Rp 89,01 triliun. Liabilitas tersebut didominasi oleh liabilitas jangka pendek yaitu mencapai Rp 48,24 triliun. Sangat sulit bagi Waskita untuk keluar dari situasi keuangan yang begitu buruk. Upaya penyehatan keuangan lewat restruktur utang tidak mudah. Walau Pada 2021, WSKT menargetkan nilai kontrak baru senilai Rp26 triliun yang mana 80 persen ditargetkan berasal dari pasar eksternal dan hanya 20 persen dari proyek investasi. Itu terlalu ilusi untuk memperbaiki kinerja.


Sementara masalah serius Waskita, termasuk BUMN karya lainnya adalah adalah semakin sulitnya mendapatkan sumber pendanaan.  Karena stuktur permodalan tidak sehat. Bukan rahasia umum bila sebagian besar utang BUMN yang berkaitan dengan infrastruktur adalah utang EPC yang berbunga tinggi dan jangka pendek. Sementara aksi korporat lewat exit strategi pelepasan saham SPC anak perusahaan tidak efektif, bahkan bisa dikatakan gagal total. Karena bukan rahasia umum, struktur cost proyek BUMN itu sudah terlanjur mahal akibat utang dan rente yang terpaksa mengambil alih proyek mangkrak.


Proyek infrastruktur adalah andalan Jokowi. Seharusnya Menteri BUMN punya perhatian khusus menjaga BUMN karya dari masalah keuangan. Jangan mudah terjebak denga Window dressing dan laporan ABS. Masalah Waskita sudah diketahui sejak 2019. Seharusnya upaya restruktur hutang sudah dilakukan pada tahun itu. Caranya, pemerintah harus perbaiki struktur permodalan Waskita lewat PMN. Dengan demikian Waskita bisa sehat dan mudah lakukan restruktur hutang. Keadaan seperti sekarang ongkos recovery nya mahal sekali.


Saya belum tahu bagaimana solusi pemerintah mengatasi masalah ini. Kalau terus dibiarkan, seperti GIA, Waskita bisa insolvent. Ini akan jadi citra buruk bagi Pemerintah Jokowi. Karena hanya di era Jokowi BUMN karya bangkrut. Jadi harus cepat diperbaiki dengan solusi menyeluruh. Tentu setelah dilakukan full audit management. Terlambat maka ini bisa jadi teori domino. Satu jatuh yang lai akan ikut jatuh. Karena sumber masalah ada pada pemegang saham pengendali (pemerintah) yang tidak cepat responsnya. Pak Eric please bantu pak Jokowi. Dia presiden yang kami pilih dan cintai.


Belajar dari kasus Waskita.

Kalau berdasarkan Akuntasi, jelas Waskita tidak bisa lagi diselamatkan kecuali restruktur permodalan atau bubarkan diri alias pailit. Karena kondisi rasio DER sudah dalam posisi insolvent. Jadi penyelesaianya ada pada pemegang saham, bukan lagi pada kebijakan direksi atau sekedar ganti direksi.  Tapi ok lah, Itu urusan pemerintah sebagi pemegang saham pengendali. Yang jadi masalah kerugian Waskita juga adalah cermin buruk sistem pengawasan OJK terhadap Emiten. Dan tentu pasti kelemahan dari komisaris yang ditempatkan sebagai wakil pemerintah, yang tidak berbuat apa apa. Mengapa ?


Pada tahun 2019, Waskita masih mencatat laba hampir sebesar Rp, 1 triliun. Tapi kenapa tahun 2020 langsung terjun bebas kerugian sampai diatas Rp. 7 triliun. Mengapa OJK tidak mengetahui kejanggalan neraca Waskita. Apa di OJK tidak ada ahli keuangan atau akuntasi untuk bisa mendeteksi kejanggalan yang dilakukan. Yang lebih miris tahun 2021 bulan februari, OJK membiarkan influencer seperti Ustad YM mempengaruhi opini publik agar membeli saham Waskita. Lucunya menteri BUMN secara tidak langsung memanfaatkan YM untuk membeli saham BUMN. 


Lantas kalau begini, setelah berbagi skandal keuangan BUMN seperti Asabri, Jiwasraya, dan kini Waskita, dimanakah prinsip good governance pasar modal kita? Apakah omong kosong. Padahal kepercayaan investor kepada emiten itu sangat menentukan agar pasar modal kita efisien. Kalau BUMN saja bercitra buruk, siapa lagi yang kita percaya? Karena setiap pergerakan aset Emiten selalu diawasi oleh OJK. Bahkan rasio equity atas aksi korporate dalam investasi berjangka  panjang harus izin OJK. Singkatnya tidak ada yang tidak diketahui OJK. Sehingga kalau emiten masih listing, itu emiten baik baik saja. Publik percaya.


Apa yang menimpa Waskita ini bukan rahasia umum. Bahwa ini permainan window dressing. Mempercantik neraca agar keliatan indah dan tetap punya cara melakukan aksi korporat tarik uang dari pasar. Dan ketika sudah pada posisi tidak lagi bisa diangkat. Maka lempar handuk putih. Yang rugi pemegang saham. Negara dan rakyat ( investor retail). Pada posisi ini, biasanya pemerintah ditempatkan sebagai pecundang demi kepentingan pasar modal. OJK dan kementerian BUMN serta komisaris tidak disentuk untuk diminta tanggung jawab. Jawabanya sama seperti Anies” Saya tidak tahu soal lahan proyek DP 0.”


Kita sebagai rakyat yang ikut memilih Jokowi sebagai orang baik agar berprestasi baik harus mengelus dada. Kita memang pilih Jokowi tetapi secara sistem, presiden yang kita pilih tidak berdaya atas sistem yang ada. Entah kapan perubahan ini akan terjadi? Saya tetap berharap baik dan tidak kehilangan harapan. Kepada Tuhan saya berdoa, walau itu selemah lemahnya iman.


Solusi.

Solusinya focus restruktur permodalan. Waskita itu mempunyai liabilitas melebihi 80% (delapan puluh persen) dari aset.  Sehingga berpotensi gagal bayar utang. Kalau pemerintah tidak bisa keluarkan modal lagi, maka pemerintah memberikan izin Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau disebut juga sebagai Private Placement ( aturan OJK Nomor 38 /POJK.04/2014 ). Artinya hak membeli saham tanpa ditawarkan terlebih dahulu kepada pihak lain.


Waskita itu secara bisnis tidak salah. Mereka punya SDM bagus.  Punya pengalaman panjang sebagai kotraktor. Mereka juga BUMN yang dapat eklusifitas proyek sehingga market cenderung aman. Yang salah itu hanya management. Jadi banyak investor mau masuk sebagai pemegang saham secara private placement. Terutama kreditur. Mereka bisa masuk lewat private placement dengan terlebih dahulu deal dengan exit buyer yang mau bailout hutang jadi saham. Kalau private placement ini diwacanakan, pasti kreditur akan didatangi oleh exit buyer. Sehingga masalah utang selesai, modal jadi sehat lagi.


Namun langkah aksi korporat melalui private placement harus dilakukan secara transparance. Harus jelas agendanya. Harus jelas niat baik pemegang saham pendiri atau pengendali. Bahwa kepentingan perusahaan adalah segala galanya. Artinya pemerintah harus ikhlas delusi sahamnya dan reorganisasi dilakukan secara besar besaran. Hak menempat preskom dan direksi ada pada investor dan pemerintah. Sehingga itu  bisa dipahami oleh investor dan exit buyer. 


Contoh lain kasus solusi korporat.

Saya datang jam 2 sore ke apartement Wenny. Dia sudah hidangkan gado gado kesukaan saya.  Baru saja duduk mau makan. Terdengar bell dari luar. Dari CCTV nampak Wada dan James. “ Kamu undang mereka? “ Kata Wenny tekan tombol untuk buka pintu masuk Lift. 

“ Saya engga undang. Tapi mereka tahu hari sabtu saya di Shenzhen.” Kata saya. Wenny langsung lari ke kamar ganti bajunya. Tadi dia hanya pakai celana pendek putih dan kaus warna merah. Saya tersenyum aja. Dia kembali ke meja. “  James, ok lah. Tapi Wada, bikin weekend engga nyaman.”

“ Emang kenapa sih kamu engga suka dia ?

“ Dia ajarin kamu nakal. Ikut pergaulan setan” Kata Wenny merengut.

“ Ya biasa saja. Emang saya ikut jadi setan. Kan engga.” Kata saya santai.


Wada datang membawa Chiness Wine. Saya tahu itu mahal. Bisa diatas Rp 10 juta. Namun saya tidak begitu antusias.  

“ Bro, ini ada BUMN Thai. Mereka udah insolvent. Hutangnya USD 4 miliar. Pemerintah tidak mau bail out.  Sahamnya udah jatuh. Mereka tawarkan private placement kepada investor. “ Kata Wada ketika duduk di meja makan. Wenny diam saja.

“ Dengan siapa saja mereka berhutang?

“ Ada 36 bank. Tapi yang terbesar bank asing.”

“ Siapa bank asing itu ?

“ Kamu kenal dech. Makanya peluang ini saya bicarakan kepada kamu.”

“ OK’

“ Caranya, kamu bicara kepada lead konsorsium kreditur untuk restruktur hutang. Kita dirikan perusahaan SPAC ( Special Purpose Acquisition Company. Kita bisa gunakan skema asset protection untuk menjamin pelepasan saham dengan tujuan akuisisi perusahaan itu. Setelah uang ditangan, kita bisa bicara kepada konsorsium kreditur tentang program restruktur hutang. Jaminannya uang dari hasil IPO SPAC itu. 


“ Jadi neraca BUMN Thai clean tanpa hutang. Utang dialihkan kepada SPAC. SPAC sebagai investor dalam skema private placement “Kata saya memastikan.


“ Tepat. Sebenarnya kita bailout engga bayar pakai uang. Pakai janji doang. Tapi janji dengan jaminan cash.  Bagaimanapun BUMN ini engga mungkin rugi. Kalau sekarng mereka rugi dan akhirnya gagal bayar utang, itu karena mismanagement. Perbaiki menagement engga sulit amat. Gampanglah..”


“ Ya saya tahu itu. Terus.


“ Karena sudah dialihkan ke SPAC. Tugas kita perbaiki kinerja perusahaan agar saham bisa kembali rebound. Investor SPAC bisa dapat capital gain.” 


“Tapi tetap saja kita harus cashout untuk pembelian saham agar cukup sebagai pengendali.”


“ Saham udah murah. Itu nothing. Itu engga usah kamu pikirkan. Saya dan Steven yang keluar. Tugas kamu bicara aja dengan lead konsorsium kreditur. Selanjutnya James yang urus detailnya. Kalau kita dapat deal dengan konsorsium, kita bisa kendalikan RUPS“ Kata Wada. 


“ Nah bicaralah dengan mereka” Kata Wada setelah menyambungkan telp ke CEO lead konsorsium kreditur. Saya bicara sebentar. Tetapi itu hanya janji makan siang di Hong Kong. Wada memeluk saya. “ Saya kata apa. Segan dia sama kamu. Saya telp berkali kali dia ogah bicara. Gimana tuh cewek percaya sama kamu? Ceritakan dong” Kata Wada. Karena CEO nya memang perempuan. Saya senyum aja. 


“ Siapa wanita itu ? Wenny  berkerut kening.


“ Engga penting kamu tahu. Ini urusan pria. Sebaiknya tambah gado gado ini. Porsi saya belum ada. James engga perlu. Dia mau pulang. Makan sama keluarganya.” kata Wada. Wenny merengut dan pergi ke dapur ambil makanan untuk Wada.


Thursday, March 25, 2021

Masa depan ekonomi kita setelah Jokowi

 




Siapapun yang jadi presiden setelah Jokowi pasti enak. Mengapa ? Pertama. Cadangan devisa gede banget. Bahkan terbesar sepanjang sejarah republik.  Kedua. Infrastruktur jalan toll jawa sudah tersambung. Sumatera sudah 80% tuntas. KEK sudah terbangun disemua wilalah potensi seperti Kalimantan, Sulawesi, NTB, Papua, Maluku. Irigasi dan Bendungan sudah tuntas semua. Lahan estate food sudah tersedia dan sudah siap tanam. Ketiga. UU Cipta kerja yang memastikan kemudahan investasi sudah established lengkap dengan PP nya dan kelembagaan LPI sebagi financial resource. PDB tembus USD 1 trilion sehingga kita masuk anggota G20. Kita punya pusat pertumbuhan baru untuk mesin ekonomi. Yaitu, Nikel dan baterai yang merupakan trend ekonomi masa depan. 


Nah apa hebatnya ?


Pertama. Dengan devisa besar diatas 7 belanja valas, kita punya kebebasan melakukan kontrol devisa sebagai instrument memacu produksi dan konsumi. Produksi, peluang kita sebagai pemilik SDA bisa terus digerakan untuk memacu sektor real untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Tanpa perlu takut inflasi akan terdongkrat 2 digit dan rupiah terjun bebas. Konsumi,  peluang pasar domestik dapat terus dikembangkan untuk menyerap sektor produksi.


Kedua, dengan sudah terhubungnya Jalan Toll jawa, maka jawa yang merupakan tempat populasi 60% penduduk Indonesia bisa menjadi mesin ekonomi menghela PDB jadi multi trilion dollar. Menjadi wilayah yang bisa bersaing dengan kekuatan regional ASEAN dalam menarik investasi. Sumatera akan jadi super curridor peluang investasi di Selat Malaka untuk sektor agro industri dan migas. Ingat, 1/3 perdagangan dunia melintasi Selat Malaka. Ini peluang yang tidak pernah habis. Sulawesi, Kalimantan, Papua, Maluku akan jadi magnit baru untuk industri nikel dan downstream.  Maklum wilayah indonesia timur berhadapan dengan kawasan pacific yang paling tinggi pertumbuhan ekonominya. NTB akan jadi peluang baru sebagai tujuan wisata di samping Bali. 


Ketiga. Dengan adanya UU Cipta kerja, kemudahan investasi akan memacu arus investasi akibat tersedianya infrastruktur dan pusat ekonomi baru. Pengaruh bergandanya akan menarik new comer enterpreneur dari kalangan milenial. Mereka akan jadi generasi hebat yang berkembang seperti China tahun 1990an. Mereka akan jadi penentu indonesia emas tahun 2050. Mengapa ? Dengan PDB tembus diatas USD 1 trilion,  bersama LPI indonesia akan jadi peluang investasi bagi investor private equity  berkelas dunia. Apalagi secara nasional, ekonomi kita masih under capacity. Jadi masih sangat besar untuk bisa dikembangkan. Sementara China sudah hampir over capacity. Eropa dan AS sudah over capacity, Jepang sedang meradang menyelesaikan over capacity. Peluang kita besar sekali.


Namun di samping kelebihan dan peluang itu, kita juga punya kelemahan dan ancaman. Kelemahan kita adalah sumber daya manusia yang rendah. Itu bisa jadi ganjalan.  Harus ada keberanian untuk mengembangkan SDM lewat pendidikan luar sekolah dan program pelatihan. Harus ada upaya untuk meningkatkan dana riset sebesar sedikitnya 2 % dari PDB. Ancaman? kalau kita salah pilih presiden maka semua kekuatan dan peluang itu akan cepat sekali menjadikan kita sebagai negara gagal. 


Mengapa ? 


Rsio utang kita sudah diatas 30%. Punya warisan defisit fiskal dan neraca pembayaran. Kalau presidennya lebih kepada politik populis dan tidak kreatif mengelola sumber daya, maka defisit fiskal terus melebar dan akhirnya cadangan devisa tersedot sampai akhirnya rupiah terjun bebas. Kehancuran sistemik terjadi dan cepat sekali meluas. Hanya 5 tahun kita sudah jadi negara gagal yang paling buruk dalam sejarah dunia.


Tuhan sudah beri kita contoh seorang Jokowi sebagai presiden. Maka jadikanlah Jokowi sebagai referensi. Capres berlatar belakang Guberunur, harus punya track record sebagai kepala daerah yang hebat. Bukan hanya hebat habiskan APBD tetapi hebat membangun diluar APBD dengan melibatkan potensi dunia usaha sebagai sumber daya untuk terjadinya bisnis proses B2B.  Kalau dia politisi, pastikan dia punya track record fenomenal sebagai partai yang menciptakan kader terbanyak yang tidak korup dan terbanyak punya kepala daerah yang sukses. Kalau dia profesional pastikan dia clean dan punya karya hebat. Kalau dia pengusaha. Pastikan dia clean dari skandal bisnis rente dan usahanya sebagian besar berhubungan dengan industri kreatif yang perusahaannya bertumpu kepada profesionalitas dan kompetisi.  


Pada akhirnya penentu masa depan itu adalah kita sebagai rakyat.  Kemakmuran itu soal pilihan. Nasip kita ditentukan lima menit di bilik suara. Salah, maka kita berdosa kepada anak cucu kita.


Sunday, March 21, 2021

Setelah Jokowi…?

 




Kehebatan SBY adalah dalam membuat perencanaan menyeluruh tentang pembangunan ekonomi yang terintegrasi, lengkap dengan rencana regulasinya. Program itu disebut dengan MP3EI. Master Plan Percepatan dan Perluasan Pertumbuhan Ekonomi (MP3EI), yang meliputi dua hal besar. Yaitu, strategi menumbuhkan ekonomi dan koridor pengembangan berbasis sumberdaya. Penumbuhan ekonomi wilayah dilakukan seturut potensi hasil bumi di daerahnya masing-masing dalam rentang waktu antara tahun 2011-2025. Ekspektasinya ekonomi tumbuh berbasis potensi sumberdaya masing-masing, baik Sumberdaya Alam (SDA), Sumberdaya Manusia (SDM) maupun manajemen.


Namun SBY hanya sebatas membuat perencanaan. SBY tidak punya keberanian politik untuk mengeksekusinya. Alasanya pertama, saat rencana itu selesai dibuat, dunia baru saja kena krisis wallstreet yang dipicu oleh kejatuhan Lehman. Keadaan ekonomi Indonesia semaki sulit akibat jatuhnya harga komoditas unggulan, terutama bahan mineral. Kedua, SBY tidak siap ambil resiko politik yang ditimbulkan bila harus mengajukan RUU. Malum MP3EI itu harus mengubah puluhan aturan UU dibidang Investasi dan perdagangan. SBY tidak siap. Koalisinyapun di DPR engga siap memperjuangkanya. Ditambah lagi, PD sedang menghadapi bencana skandal korupsi.


Jokowi terpilih sebagai Presiden. Jokowi diuntungkan. Tidak perlu lagi membuat rencana yang rumit. Dia langsung tancap gas. Semua program MP3EI dia eksekusi. Tentu  bukan hanya sekedar eksekusi, dalam batas retorika. Tetapi juga menghadapi hambatan yang tadinya tak mampu SBY lakukan, bisa Jokowi lewati. Setiap tahun terdengar proyek selesai dibangun. Seakan tiada hari tampa pembangunan. Pada waktu bersamaan keadaan makro ekonomi terus membaik dan menunjukan kelenturan menghadapi tekanan eksternal. Cadangan Devisa mencapai rekor tertinggi dalam sejarah RI. Tingkat inplasi terkendali terus. Sehingga walau pertumbuhan ekonomi tidak significant naik namun tetap diatas inplasi.


Namun periode pertama kekuasaan Jokowi menghadapi tantangan yang rumit terutama menggerakan sektor real. Apa sebab? banyak aturan yang menghambat sehingga tingkat kemudahan berusaha ( EODB) kita kalah dengan negara lain. Periode kedua, Jokowi ajukan RUU Cipta kerja. Sebetulnya RUU cipta kerja itu bagian dari MP3EI. Bukan hal yang baru. Namun SBY tidak punya nyali eksekusi. Jokowipun baru berani ajukan RUU setelah melewati periode pertama dan ekonomi stabil. Setelah UU Cipta kerja di syahkan, maka keseluruhan dari agenda besar MP3EI bisa dia tunaikan. Namun saat dia mau kebut, dunia menghadapi pandemi. Ekonomi melambat, termasuk Indonesia.


Diperkirakan sampai tahun 2024 keadaan ekonomi dunia masih akan sulit. Proses recovery karena pandemi dan ekonomi membutuhkan waktu paling cepat lima tahun. Kalaulah pandemi selesai tahun ini, itu artinya sampai tahun 2026 Indonesia masih harus  berjuang keluar dari defisit fiskal dan pertumbuhan rendah. Sampai hari ini, saya belum melihat dari calon presiden 2024 yang ada seperti Anies, RK,PS, SU, dan lainnya mampu menghela gerbong Indonesiai. Karena situasi paska tahun 2024, yang pasti posisi fiskal dan ekonomi sangat sulit. Tantangan geostrategis dan geopolitik sangat berat. Karenanya kualifikasi presiden setelah Jokowi sangat tinggi. Engga bisa hanya andalkan retorika. Resiko salah urus ekonomi bisa menggiring indonesia bernasip sama dengan Venezuela.


Tapi kalau presiden terpilih pada tahun 2024 nanti sehebat Jokowi maka Indonesia akan cepat melewati krisis. Karena infrastruktur sudah well established. Regulasi sudah established. Cita Cita Indonesia emas tahun 2050 akan jadi kenyataan

Sunday, March 14, 2021

Ancaman resiko Ekonomi jangka pandek.



World Economic Forum (WEF) merilis laporan tentang ancaman resiko ekonomi dalam jangka pendek, menengan dan panjang. Saya akan membahas resiko jangka pendek yang berpotensi mengancam APBN kita. Jangkan pendek itu berkisar 3 hingga 5 tahun ke depan. Resiko berkaitan dengan gelembung aset (asset bubbles), instabilitas harga, commodity shock, debt crisis, dan risiko geopolitik. Saya perlu membahas ini karena dalam jangka pendek kita akan menghadapi gonjang ganjing politik menuju Pemilu 2024. Saya berharap pemerintah bisa focus kepada antisipasi resiko tersebut. 


Setiap resiko atas ancaman yang timbul tidak datang begitu saja. Ia datang karena sikap kita sendiri dalam menyelesaikan persoalan masa kini. Terjadinya resiko berupa gelembung aset (asset bubbles), instabilitas harga, commodity shock, debt crisis, dan risiko geopolitik, itu merupakan konsekuensi dari kebijakan yang diambil untuk menghadapi pandemi. Itu bukan kata saya. Tetapi itu diakui oleh SMI.  Artinya setiap kebijakan kalau ada manfaat pasti ada konsekuensi negatifnya. Teori ekonomi memang begitu. 


Mengapa terjadi bubble asset ? Istilah bubble asset itu baru ada kelau daya beli pasar tidak mendukung. Artinya selagi pasar mendukung, harga berapapun tidak dianggap bubble. Mengapa tidak mendukung? Karena umumnya pembelian aset berasal dari utang. Contoh sebagian besar pembelian rumah dan kendaraan dari hutang. Apa yang terjadi bila sumber berutang sudah sulit. Ya pasar menyempit.  Harga jadi bubble. Nah itu dampak dari keijakan kredit longgar dalam rangka stimulus maupun pertumbuhan ekonomi sektor real.


Mengapa sampai kredit ketat ? karena perbankan meliat potensi resiko dari adanya pandemi. Pasar menyusut. Industri semakin tidak efisien. Penyebabnya ?  Harga supply chain terkerek naik sebagai konsekuesi pengurangan produksi di China. Karena COVID-19, jam kerja berkurang. China lebih utamakan memasok kebutuhan industri dalam negerinya. Akibatnya volume produksi turun, harga produksi melambung naik. Itu juga terjadi pada harga komoditas pangan yang sudah merangkak naik akibat produksi turun. 


Situasi ini akan menimbulkan ketidak stabilan harga dipasar. Resiko berhutang semakin besar.  Korporat sudah sulit meleverage assetnya untuk melakukan ekpansi. Cash flow terancam. Crisis credit  di depan mata. Jadi jangan kaget bila dalam jangka pendek kita akan mendengar BUMN mengalami default surat utang. Beberapa korporat papan atas tersangkut kredit macet. Beberapa bank terpaksa memperbesar dana cadangan resikonya, yang berdampak jatuhnya CAR dan pasti semakin sulit penyaluran kredit. 


Apabila sektor real kena krisis maka makro akan terancam pasti. Maklum pendapatan APBN 85% berasal dari pajak korporat. Gimana mau tambah pendapatan kalau yang bayar pajak sakit?. Padahal kita perlu dana PEN untuk bangkit. Sementara defisit fiskal semakin melebar. Januari 2021, BI sudah bersikap bahwa BI tidak akan terlibat dalam burden sharing. Karena disamping secara UU tidak dibenarkan, juga potensi pelebaran defisit fiskal semakin besar. Terlalu beresiko bagi BI terlibat terlalu jauh membiayai defisit fiskal.  Dampaknya  kini mulai keliatan. Pencairan dana transfer daerah melambat.


Di tengah situasi ketidak pastian ekonomi Global dan dalam negeri, kita masih harus menghadapi potensi konflik masalah geopolitik. Prospek pertumbuhan ekonomi global juga masih dihantui dengan berbagai risiko ketidakpastian. Hal ini disebabkan oleh ketidakjelasan kebijakan ekonomi dan moneter Amerika Serikat, perang dagang AS–Tiongkok, dampak Brexit dan dinamika peta geopolitik global serta potensi krisis laut china selatan. Diantara isu yang hangat yaitu berkaitan dengan kebijakan pemerintah di bidang Minerba dan perdagangan dengan Eropa. Ini tidak mudah mengatasinya di tengah ancaman makro ekonomi. 

Lantas bagaimana solusinya ? Pertama, pastikan defisit fiskal teratasi. Entah darimana duitnya. Kalau BI tidak mau ikut terlibat dalam burden sharing, ya pemerintah keluarkan QE. Ini penting untuk menciptakan kepastian cash flow. Kedua, percepat vaksinasi dan segera mungkin keluarkan kebijakan politik terhadap pandemi, back to normal bagi dunia usaha. Ketiga, pangkas sampai 30% dana belanja rutin dan alihkan ke fiskal agar lebih besar digunakan untuk ekpansi ke  barang modal dan infrastruktur. Keempat, segera restruktur permodalan BUMN yang terancam default. Itu lebih baik daripada sudah default baru diperbaiki. Kelima.  Kabinet focus ke ekonomi. Udahan mikirin politik menuju 2024.  Kalau ekonomi tumbang, politik hanya omong kosong.

Wednesday, March 10, 2021

Politik dan oligarki modal

 



Tahun 2018. Jam 7 malam saya datang ke Hong Kong Financial Club bertemu dengan John. Dia sahabat saya. Dia bekerja pada lembaga Think Thank di Washington. Dia juga menjabat special advisory global geostrategic pada Lembaga Keuangan Top 10 dunia. Dia memilih ruangan di Financial Club yang membolehkan wanita masuk. Malam itu memang cukup ramai wanita karir berkelas. Maklum jumat malam. Ketika melihat saya, dia bergegas menyambut saya dengan senyum cerah. Dia merangkul saya.  “ B. selamat ya. Saya dengar kamu sukses selamatkan holding kamu dari hostile. “ Katanya. Saya hanya tersenyum.


Kami pilih table yang di pojok ruangan. Di arah jam 12 ada wanita Eropa nampak tersenyum kearah saya. Saya mengangguk. Ah semua di ruangan ini semua orang sok akrab. 


“ Kami perlu sumber daya. Bukan hanya alam. Tetapi juga potensi pasar dan lingkungan strategis di kawasan yang paling cepat pertumbuhannya di Dunia. Masa depan dunia ada di ASIA, dan itu berpusat pada Asia Timur Jauh. Eropa dan Jepang sudah over capacity. China juga sudah mendekati over capacity. AS sedang sunset. Kami perlu pertumbuhan baru antara 2025-2050. Itu adalah Indonesia “ Kata Jhon memuali pembicaraan. Tapi saya suka diskusi dengan dia. Banyak informasi berharga yang saya dapatkan. Itu saya perlukan dalam membuat perencanaan international bisnis saya.


Saya hanya tersenyum, dengan satire saya katakan, kalau Indonesia bukan hal baru. Sejak abad 17 sudah begitu. Bangsa Eropa ketika menjajah Nusantara, silih berganti mengatakan bahwa Nusantara masa depan. Tetapi nyatanya Eropa yang bersinar. Indonesia tetap gelap. Jhon hanya tersenyum. Dia paham saya tidak begitu yakin akan minat group financial konglomerat dunia mau serius masuk ke Indonesia dan mensejahterakan rakyat. Ini hanya cara untuk  menciptakan underlying agar sumber daya keuagan bisa keluar dari brankas offshore seraya mencari tempat landing baru. 


“Dengar baik baik,” Kata Jhon dengah wajah serius. “ Saya dapat informasi ada kelompok Harvard di Jakarta jadi loby ke IDFC dan Whitehouse. Mereka sangat serius menjadikan Indonesia sebagai proxy untuk menjaga keseimbangan dengan China. Ada ribuan Supply Chain AS, Eropa, Korea, Jepang yang ada di China akan pindah ke Indonesia. Itu akan digerakan olehkan konsorsium 3Capital. Mereka adalah konsorsium dana multitrilion dollar. Namun…”


“Apa ? Kata saya penasaran ingin tahu ujungnya.


“ Mereka perlu presiden tahun 2024 sebagai proxy yang bisa melaksanakan grand strategy menuju tahun 2050.”


“ Boleh tahu, apa rencana mereka mencapai itu?


“ Di Indonesia, koalisi partai Islam adalah satu satunya yang bisa diandalkan memotong arus kekuatan partai nasionalis sosialis yang ada. Sementara barisan partai pragramatis akan jadi mesin politik untuk menggerakan bandul ke calon presiden pilihan mereka. Nah kalau koalisi partai Islam dan Partai pragmatis terbentuk, proses menempatkan proxy sebagai presiden tidak lagi sulit. “


“ Dalam sejarah di Indonesia sangat sulit terjadi persatuan dalam partai Islam. “ Kata saya.


“ Dengan uang, semua mudah. Pengalaman mereka tahun 1999 berhasil mempersatukan partai islam dalam barisan poros tengah. Dan menang. Tapi sayang. Presiden yang terpilih berkhianat terhadap 3capital, dia terpaksa dijatuhkan. Penggantinya juga sama. Namun proxy 3capital berhasil meloloskan Paket UUD berkaitan dengan Financial reform yang merupakan satu kesatuan dari program neolibaral. Tahun 2004 selesai. 


Penggantinya walau bukan proxy tetapi loyal dengan 3Capital. Dua periode kekuasaanya berhasil membuat indonesia kembali dalam situasi debt trap. Sehingga siapapun penggantinya tidak lagi mudah untuk keluar dari debt trap” 


“ Jadi siapa menurut mereka yang qualified untuk proxy 3Capital tahun 2024 di Indonesia “ Kata saya tersenyum. Namun lebih terkesan menyeringai.


Dia perlihatkan majalah ekonomi. “ Dia! katanya menunjuk photo yang ada dalam halaman majalah itu.


“ Dia! saya terkejut. 


“ Ya. Dia diudang sebagai pembicara dalam global conference di LA yang diadakan Milken Institute. Makalahnya, ASEAN: Growth in the Next Ten Years". Katanya. Namun saya focus membaca majalah itu. Setelah itu saya tersenyum. Saya tahu MI didirikan oleh hedge Fund player legendaris. Dia yang menciptakan junk Bond. Karena ulahnya Robin Gobin, US treasury terlibat skandal Solomon dan Smith barney. 


Tak berapa lama Steven datang bersama Son dan Richard. John minta undur diri. Kami berpisah.  Sebelum berpisah dia janji akan kirim email ke saya seraya membisikan sesuatu. Saya mengangguk.


Saya bicara dengan Steven. Namun pandangan saya terus tergoda kepada wanita yang table nya ada di depan saya. Akhirnya saya mendekati wanita itu. 


“ B..? Katanya langsung menyapa. 


“ Bagaimana kamu kenal saya? kata saya berusaha mengingat.


Dia tersenyum namun mengisyaratkan saya duduk. Saya lirik Richard, Steven tersenyum seraya melambaikan tangan. Seakan memberikan ruang dan waktu bersama wanita itu.


“ Praha musim panas..Lupa ya, Art Nouveau Palace Hotel”


“ Hah..Karel. " Saya langsung ingat dia. " Wow, kenapa penampilan kamu beda” kata saya perhatikan dia mengenakan blaser hitam. Saya rentangkan kedua tangan. Dia tenggelamkan diri dalam pelukan saya. Aroma tubuhnya tidak pernah saya lupa “ Bukan beda. Kamu yang cepat melupakan wanita.” katanya berbisik..


“ Ada apa ke Hong Kong? kata saya melepaskan pelukan.


“ Hanya Business trip.” Katanya terus menatap saya. Jadi kikuk saya.


***


Setelah selesai proses penyelesaian hutang holding. Lyly datang ke Hong Kong. Dia senang dengan cara saya yang cepat membuat keputusan. Melepas sebagian saham kepada CIG untuk menyelesaikan hutang holding.  Walau karena itu saya harus kehilangan bisnis ekosistem logistik berbasis IT di China sebagai kompensasi deal itu. Pertemuanya sangat kejutan. Kami bertemu malam hari di KTV atas undangan Esther. Pada saat itu ada juga Weny dan Yuni yang khusus datang dari Jakarta. Pesta itu sengaja diadakan Esther sebagai tanda sukuran akan sukses saya deal dengan CIG.  Tapi saya tidak bisa sampai larut. Karena janji dengan istri jam 10 malam mau videoconference.


Keesokan harinya saya datang ke Hotel Lyly untuk sarapan pagi sama sama. Dia tersenyum cerah ketika melihat saya masuk restoran. 


“ Wah muka kamu bersih. Sudah tercukur habis.  Saya sempat kawatir, kalau deal penyelesaian hutang tidak terjadi mungkin saya tidak akan mengenal kamu lagi. Kumis, cambang, jenggot sudah penuh menutupi wajah kamu. “ katanya.  Saya tersenyum. Memang satu bulan dalam proses negosiasi yang rumit dan melelahkan. Bergerak seperti roller coaster. Saya tidak pernah cukur. Tapi istri sempat ketawa waktu video call dengan saya. Dia lihat kumis saya. Sesuatu yang 35 tahun yang tidak pernah dia lihat. Terakhir dia lihat waktu saya bersanding dengannya di pelaminan. Setelah itu saya muka saya bersih.


Waktu sarapan pagi saya sempat cerita pertemuan dengan Jhon. Tentang keterlibatan IDFC dalam proses suksesi politik paska Jokowi di Indonesia. Dia hanya tersenyum. “ Orang AS itu terlalu banyak berpikir dan terlalu banyak rencana. Makanya mereka tidak bisa maju. Bahkan sudah maju, mundur lagi. Beda dengan generasi  sebelum tahun 1970an. Penuh inovasi, dan para pioner bersaing mengembagkan wilayah dan sains.  Era setelah 1970an, perubahan spirit dan budaya terus terjadi.  AS besar karena kapitalis, namun akhirnya kapitalis jadi racun kebudayaan. Hilanglah spirit petarung. Nilai nilai lama terhalau, “ Kata Lyly.


“ Bagaimana caranya membendung kekuatan IDFC dengan agentnya di Indonesia.”


“ Kalian harus smart. Ingat. Intervensi mereka tidak melalui senjata atau militer. Tetapi lewat konsep neoliberal yang melahirkan persepsi tentang ekonomi kelas. Melawannya tidak bisa dengan narasi atau seminar. Lawan mereka dengan program kebersamaan. Budaya kebersamaan sebagai jatidiri Asia, harus diperkuat. 


Lihatlah China. Kami menerima kapitalisme, setuju dengan neoliberal. Namun itu di cluster. Kelompok menengah dibiarkan berada di cluster neoliberal. Mereka paham bagaimana beradabtasi. Tetapi kelas bawah berada di cluster ekonomi gotong royong. Dua ruang ini dijaga ketat. Agar cluster kelas menengah  tidak jadi predator terhadap cluster kelas bawah. Dengan cara ini, lambat laun, kelas bawah bisa mengubah paradigma ekonomi kapitalis kelas menengah. Itulah yang terjadi di China.”


“ Ya paham. Bagi China itu mudah seja. Karena sistem politik yang berbeda dengan indonesia yang menganut demokrasi. Dalam kontesk Indonesia bagaimana?


“ Perkuat persatuan. Caranya ? mulailah bangun kebersamaan. Belajarlah menerima perbedaan dan kemudian hilangkan dikotomi agama , suku atau apalah. Focus kepada ekonomi saja. Kalian perlu pemimpin yang bisa menginspirasi terjadinya persatuan. Seperti Jokowi itu pilihan tepat. Karakternya menginspirasi terjadinya persatuan. Tetapi secara politik dia tidak cukup kuat melakukan perubahan.  Suka tidak suka dia tampil di puncak berkat dukungan kelas menengah yang masih lekat dengan kapitalisme. Maklum politik di Indonesia ongkosnya mahal sekali. “


Saya termenung. Lyly mengejutkan. “ Hallo, B. Are you Ok” katanya. Saya tersenyum. “Peta politik Indonesia mudah dibaca. Apalagi di era demokrasi. Islam itu adalah takdir kalian sebagai bangsa. Politisasi islam itu tidak bisa dihindari dalam konteks demokrasi. Tapi harus juga dicatat. Rakyat Indonesia sangat realistis dan pragmatis. Kalau ada orang yang bisa berbuat nyata memberikan kemakmuran. Mereka pasti jadi follower. Engga perlu se Indonesia. Buat aja pilot proyek satu kota. Ubahlah kota itu jadi hebat, seperti Jokowi di Solo. Pasti orang akan follow dia..Agama dan suku akan mereka punggungi”  Kata lyly tersenyum. 


Usai sarapan pagi. Lyly ajak saya ke kamar untuk lanjutkan ngobrol. Kamarnya panthouse tentu ada ruang nyaman untuk bicara. Ketika masuk kamar. Saya melirik ke ruang tempat tidur. Ada orang dibalik selimut. “ Kamu tidak sendiri? Kata saya ragu.

Dia tarik tangan saya ke kamar tidur. Nampak Weny dan Esther sedang tidur pulas. “ Kemarin malam di KTV mereka mabok. Hanya saya  yang engga mabok. Ya terpaksa saya ajak mereka ke kamar saya. “ 

“ Yuni mana ? 

“ Tuh dia..” Kata Lyly ke arah sofa. Duh liat Yuni tidur tengkurap. Saya geleng geleng kepala.  

“ Ya udah. Kalau begitu saya kembali ke kantor aja. Nanti makan siang saya kembali lagi.” Kata saya.


Lyly tersenyum mengantar saya ke keluar dari kamar. “ B, kamu pernah bilang ke saya. Bahwa kekuasaan itu milik Tuhan dan Tuhan akan berikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Apakah nasehat itu masih berlaku ? 

“ Tentu.”

“ OK take care. Indonesia akan baik baik saja.” Kata Lyly tersenyum