Sunday, September 27, 2020

Pandemi dan rakyat korban politik anggaran.



Tahun 2020 ini, tadinya anggaran social safety net sebesar Rp. 203,9 triliun. Namun di revisi menjadi Rp. 242 triliun.  Untuk apa saja ? Paket sembako, bantuan Langsung Tunai kepada KPM dan Desa, PKH, Kartu Prapekerja dan bantuan tarif listrik. Saat sekarang ini tahun anggaran sudah berlangsung 9 bulan. Tapi penyalurannya tersendat. Apa pasal ? Sampai dengan kwartal pertama, pemeritah belum dapat memastikan sistem penyaluran jaring pengaman sosial (social safety net) karena terkendala pendataan pekerja informal. Hebatnya walau belum punya data tetapi uang sudah disiapkan sebesar Rp. 242 triliun. Ini komitmen besar bagi Jokowi kepada rakyat banyak yang terdampak virus Corona.

Bagaimana realisasinya ? Menurut Menteri keuangan, realisasi anggaran sampai dengan akhir Juni :  BLT untuk Program Keluarga Harapan (PKH) Rp 24,1 triliun. Bantuan langsung tunai (BLT) pekerja informal Rp 15,6 triliun. BLT dana desa Rp 5,5 triliun. Diskon dan listrik gratis sebesar Rp 3,1 triliun. Paket sembako mencapai Rp. 8,76 Triliun. Kartu Prakerja Rp. 2,4 Triliun. Totalnya  realisasi Social Safety Net Rp. 59,46 Triliun atau 25% saja. Artinya program hebat social safety net yang dilengkapi dengan SOP ketat penyalurannya, realisasinya terbukti sangat rendah. Itupun saya tidak yakin 100% langsung diterima oleh rakyat miskin. Karena namanya program, tentu dilengkapi dengan anggaran macam macam,  dari tingkat kementerian, PEMDA Tingkat I dan II, Walikota, Kecamatan, sampai Lurah , RT RW, seperti honor petugas, sosialisasi, pendataan dan pengawasan. Padahal disaat pandemi apapun program pada akhirnya apa yang dirasakan oleh rakyat. Kalau karena program realisasi sulit, lantas untuk apa uang disediakan.? Bukankah APBN itu milik rakyat? 

Bisa saja karena namanya program dan sesuai kelaziman, anggaran sebesar Rp. 240 triliun terserap 100% pada desember nanti. Maka wajar kalau kita bertanya tanya. Apakah benar menjangkau orang miskin? Apalagi tahun anggaran tinggal 3 bulan lagi. Jangan jangan uang habis  dalam tataran program formal saja tanpa dirasakan langsung oleh rakyat. Wajarlah kalau sampai rakyat paranoid. Karena dampak kemiskinan secara budaya menghancurkan semangat gotong royong rakyat. Kalau tadinya ada yang nganggur, ada anggota keluarga yang bantu. Tetapi kini anggota keluarga juga sulit. Gimana mau bantu?

Apakah sikap paranoid itu berlebihan? engga juga. Mari kita lihat data. Mengacu atas dasar data BPS, stok pengangguran per agustus 2019 sebesar 7,05 juta. Kalau rata rata pertumbuhan pengangguran sebesar 3%. Maka tahun 2020 ini jumlah pengangguran bertambah 210.000, menjadi 7.205.000. Sementara akibat resesi dan pendemi terjadi PHK. Stok pengangguran semakin bertambah. Katakanlah 2 juta orang. Itu totalnya 7,4 juta orang. Angka kemiskinan per maret 2020, mencapai 26,42 juta orang.  Artinya naiik sebesar 9,78 % dari tahun sebelumnya. 

Dari data tersebut diatas, tentu kita tidak bisa menanggung semua orang miskin. Ok lah. Tetapi 20 juta orang miskin atau 75% dari data BPS, mendapat bantuan social safety net, maka anggaran sebesar Rp. 240 Triliun itu cukup untuk memberikan bantuan tunai sebesar Rp. 1 juta per bulan atau Rp. 12 juta per orang selama setahun. Kalau satu keluarga ada 3 orang maka setiap keluarga akan menerima Rp. 3 juta sebulan. Uang sebanyak itu sangat efektif membuat orang miskin bisa bertahan selama pademi dan sekaligus menjadi fuel menggerakan mesin ekonomi dan mendorong konsumsi domestik. 

Saya yakin, kalau dari awal pemeritah serius akan ancaman kemiskinan akibat pendemi, tentu serius pula menyalurkan dana social safety net. Kalaulah benar tersalurkan. Tentu tidak mungkin Indonesia bisa masuk resesi. Karena angka Rp. 240 triliun itu multiplier nya bisa berlipat. Tetapi angka Rp. 240 triliun keliatannya hanya sebatas niat baik Jokowi. Namun politik secara kejam menjegalnya. Dan rakyat jadi korban. Apalagi uang sebesar Rp. 240 triliun itu didapat dari hutang. Tentu setelah pandemi ini, harga akan ikut melambung. Sasaran pajak akan semakin meluas dan anggaran sosial negara pasti dipenggal untuk bayar utang. Ya setidaknya Korporasi bisa lega karena mereka mendapatkan dana stimulus berukuran jumbo. Semua bilang susah dan danapun mengalir lewat insentif pajak, pelonggaran likuiditas bank, PMN BUMN, dana kompensasi BUMN. Itulah politik...

Thursday, September 24, 2020

RESESI : Gagal BLT disalurkan NKRi ancamannya.


Sebelum Pandemi COVID-19 ekonomi memang sudah sulit. Banyak teman saya cerita mereka sudah sulit untuk mencapai BEP. Akibat perang dagang AS-China. Kurs yang tidak stabil. Pada waktu bersamaan sejak tahun 2015 China sedang melakukan reformasi ekonomi secara mendasar. Dari industri padat karya ke industri HiTech dan berbasis AI dan IoT. Terjadi transformasi dari bisnis berorientasi eksport ke pasar domestik. Sehingga tadinya pasar China menjadi tumpuan bagi Indonesia namun berlahan lahan semaki sulit untuk bisa surplus perdagangan. China lebih focus kepada propaganda produksi dalam negeri bagi pasar domestik. Harga minyak yang terus turu. Semakin kecil sumbangan sektor migas dalam APBN. Sehingga ketergantungan kepada dunia usaha semakin besar.

Akhir tahun 2019 terjadi pandemi COVID-19 di China dan selanjutnya menjadi pandemi berskala global. Akibat kebijakan social distance terjadi penutupan pusat bisnis. Pabrik tutup. Pusat retail tutup. Orang diharuskan menghindar dari keramaian dan tinggal di rumah.  Ekonomi praktis stuck. Seperti kendaraan yang sedang melajut harus berhenti seketika.  Recovery economy akibat krisis itu tidak sulit. Tetapi ekonomi yang stuck. Itu benar benar prahara. Untuk membangkitkan lagi tidak mudah. Pasti butuh waktu tidak sebentar. Dampaknya resesi ! Selama proses recovery itu tentu tidak semua orang bisa bertahan. Yang jelas bagi UMKM, Pandemi COVID-19 ini ladang pembantaian.

Tadinya saya optimis Indonesia tidak akan masuk ke jurang resesi. Karena kita masih punya pusat pertumbuhan. Seperti industrin nickel dan Agribisnis. Tetapi ternyata dua sektor itu tidak ada artinya dibandingkan dengan penurunan ekonomi akibat stuck. Masuk kwartal kedua, pertumbuhan ekonomi minus 5,32%. Ada harapan kwartal 3. Namun masuk kwartal 3, Ibu Menteri Keuangan sudah memastikan Indonesia tidak bisa terhindar dari resesi. Pandemi Corona yang terjadi sejak enam bulan terakhir berdampak besar bagi perekonomian Tanah Air. Buktinya, pertumbuhan ekonomi nasional yang rata-rata sudah jatuh ke zona negatif dalam dua kwartal. Ini memaksa pemerintah harus merevisi proyeksi pertumbuhan. Tidak lagi positip. Tahun 2020 kwartal 3 ini diperkirakan akan minus 1,7% - 0,6%. Ada harapan kwartal 4 dengan proyeksi pertumbuhan 0%.

Lantas apa yang terjadi akibat resesi ini? mari kita lihat data Kalau setiap 1% pertumbuhan ekonomi akan menyerap angkatan kerja formal sebesar 400.000. Nah kalau pertumbuhan ekonomi negatif 5% maka hitungan sederhana akan ada kehilangan pekerjaan bagi 2 juta orang. Padahal menurut data BPS, stok pengangguran per agustus 2019 sebesar 7,05 juta. Kalau rata rata pertumbuhan pengangguran sebesar 3%. Maka tahun 2020 ini jumlah pengangguran bertambah 210.000. Sementara akibat resesi terjadi PHK. Stok pengangguran semakin bertambah. Bukan hanya mereka yang udah jobless tetapi juga mereka yang kena PHK.

Dari stok pengangguran sebelumnya saja angka kemiskinan tercatat per maret 2018 menyentuh angka 25,95 juta . Nah di saat resesi, yang miskin akan terpuruk. Yang bekerja akan jadi orang miskin karena PHK. Kehilangan pekerjaan 2 juta orang itu berdampak berganda bagi rakyat kecil. Daya beli akan turun, dan ini berdampak pada Pedagang tradisional, penjual jasa informal seperti supir taksi, bus, dan lainya. Mereka akan menambah stok orang miskin. Tahun 1998 kita krisis moneter. Tetapi rakyat bebas berkreasi sendiri. Menyelesaikan masalah mereka sendiri. Pasar domestik mendukung. Tetapi sekarang, bukan hanya krisis tetapi resesi dan pandemi. Benar benar malang bagi orang miskin tanpa tabungan.

Apa solusi pemerintah? yaitu dengan cara memompa uang lewat kebijakan fiskal sebesar Rp695,2 triliun. Ini uang dari hutang. Untuk mendorong daya beli masyarakat akibat resesi, pemerintah  menambah anggaran social safety net yang sebelumnya Rp203,9 triliun menjadi Rp242 triliun. Apakah ini cukup? Kalau melihat anggaran PEN sebesar Rp695,2 hitungannya konservatif atas pertumbuhan minus 5% terhadap PDB. Itu cukup. Engga usah buat program macam macam untuk bantu orang miskin. Mereka butuh uang cash disaat ekonomi stuck. Karena mereka engga ada tabungan. Anggaran social safety net Rp. 242 triliun, bisa memberikan bantuan tunai langsung sebesar Rp. 1 juta per orang setiap bulan. Angka kemiskinan katakanlah 20 juta jiwa. Artinya Rp. 20 triliun BLT diberikan setiap bulan. Kalau setahun itu sama dengan Rp. 240 triliun. Klop kan. 

Yang jadi pertanyaan adalah apakah benar uang sebesar Rp. 240 triliun tersalurkan langsung kepada rakyat yang membutuhkan?  Efektifkah metode penyaluran yang ada sekarang. Apalagi data dari pusat dan Daerah tidak sinkron. Apalagi mau PILKADA serentak, tentu Petahana akan gunakan moment COVID-19 ini untuk mendulang uang social safety net. Atau seperti kasus Pemprof Banten yang anggaran social safety net tersandera menyelamatkan bank Banten yang gagal bayar.

Walau Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dengan penuh percaya diri membeberkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan pemerintah pusat (LKPP) tahun 2019 yang berisi kenaikan nilai barang milik negara (BMN) dari Rp 6.325,3 triliun menjadi Rp 10.467,5 triliun, atau meningkat sebesar 65%. Itu bukan potensi bagi rakyat untuk bertahan akibat resesi. Pastikan dana BLT sampai dan pastikan karena itu pasar domestik kembali menggeliat. Karena orang punya uang untuk belanja. Saya berharap kepada Kepala Daerah. DPRD, DPR dan kementerian yang ada, please istirahat dulu rakusnya. Komitmen Jokowi sudah jelas uang ada di APBN. Salurkan itu dengan baik. Kepada Pengusaha teruslah bertahan dalam kondisi terburuk. Jangan sampai PHK. Karena selama ini anda sudah kaya. Bersabarlah. Tidak akan membuat anda miskin.

Karena kalau sampai gagal penyaluran dana BLT, NKRI akan pecah. Revolusi tidak bisa dihindari. Engga ada kekuatan politik yang bisa menahan orang lapar. Kalau orang lapar marah, engga mungkin moncong senjata TNI diarahkan kepada rakyat. Tetapi kepada anda semua wahai pemimpin, termasuk orang kaya. Mau lari kemana? negara lain tutup pintuk kok.


Wednesday, September 23, 2020

FinCen Files



Menurut BBC. Sejumlah bocoran dokumen transaksi keuangan sekitar US$2 triliun mengungkapkan bagaimana sejumlah bank terbesar di dunia mengizinkan pelaku tindak kriminal memindahkan uang kotor ke seluruh dunia. Dokumen itu juga menunjukkan bagaimana oligarki Rusia telah menggunakan bank untuk menghindari sanksi yang seharusnya menghentikan mereka memasukkan uang ke Barat. Pengungkapan ini adalah yang terbaru dari serangkaian bocoran dokumen selama lima tahun terakhir mengenai kesepakatan rahasia, pencucian uang, dan kejahatan keuangan. FinCen juga mencatat beberapa bank di Indonesia juga terlibat dalam transaksi janggal. Tetapi dari pihak tidak ada satupun komentar.  

Pak Darmin Nasution pernah mencurigai satu pengusaha sebagai pengemplang pajak dan meragukan asal usul uang pengusaha itu.  Mengapa ? Karena kecepatan ekspansi pengusaha itu mengalahkan para konglomerat yang sudah lebih dulu exist. Itu Pak Darmin  lakukan sejak jadi dirjen pajak. Pengusaha itu berkali kali dipanggil petugas pajak. Berkali kali kena serangan rumor. Pernah pabrik yang sedang dibangun terpaksa dihentikan. Karena dianggap melakukan transfer pricing lewat impor. Tetapi sampai berakhir jabatannya sebagai dirjen pajak dan terakhir jadi menteri, tetap tidak bisa menemukan bukti apa yang dicurigainya. Namun dia tetap tidak percaya kepada pengusaha itu. 

Ada dua hal resiko bagi pengusaha. Pertama, terlalu cepat ekspansi. Dicurigai sebagai pemain money laundry. Kedua,  terlalu mudah dapat sumber pembiayaan dianggap menyembunyikan pajak. Padahal dua hal itu tidak perlu terjadi kalau uang sudah berada di system. Mengapa? sekali pengusaha itu dapat akses kepada elite financial player, maka sumber pembiayaan menjadi tak terbatas.  Mendapatkan trust dari elite financial player itu engga mudah. Karena yang tersulit adalah menjaga trust mereka. Kalau anda mudah nyinyir dan nyanyi serta sombong dengan gaya hidup, pasti tidak akan mungkin bisa dapat trust.

Sejak tahun 2004 diperkenalkan digital monetary system (DMS) oleh Bank international for settlement sebagai bagian dari risk management compliance. Akses kepada digital itu hanya berdasarkan code. level DMS ini memungkinkan terjadi inhouse clearing di dalam bank seperti ATM dan ebangking. Kemudian tahun 2006 berkembang ke Bilateral settlement antar bank melalui cross border. Tahun 2014, lahirlah system SWIFT interface seperti Alliance lite2 dan terakhir 2018, GPI ( global payment innovation ) yang terhubung ke terminal trading untuk surat berharga dan saham. Jadi lalu lintasi uang antar lembaga keuangan bank dan non bank dilakukan secara real settlement. Tidak ada lagi dokumen manual menyertai.

Sejak asset berubah menjadi DMS, maka semua dokumen yang ada menjadi ilegal dan nul. Setiap confirmasi secara oral atau surat, pasti ditolak oleh semua institusi yang terlibat. Bahkan lewat pengadilan pun pasti tolak.  Dengan adanya DMS maka setiap transaksi yang sudah selesai akan terhapus dengan sendirinya. Tidak mungkin file tersimpan di internal server pejabat bank atau pegawai pemerintah. Sehingga engga mungkin bisa di printout. Namun dia tersimpan rapi di main server bank cetral, yang otorisasinya harus melibatkan sedikitnya dua bank central dan bank correspondent. Bahwa DMS itu clean dan clear. 

Saya sangat paham soal itu. Makanya rumor yang disampaikan oleh FinCen terhadap adanya transaksi mencurigakan di Indonesia dan termasuk rumor terhadap berapa pengusaha yang terlibat , itu hanya jadi angin sore. Pengantar bobok siang saja.  Mengapa? sekali anda punya rekening private banking dan punya akses DMS, maka anda sudah telanjang di hadapan system. Bukan hanya dalam negeri tetapi dunia. Artinya anda sudah melewati standard compliance yang ketat. Kalau anda tidak qualified, pasti asset dan uang di block. Rumor itu hanya datang dari orang yang punya penyakit paranoid. Karena lack financial system knowledge. Pasti! 

Mengapa ada layanan private banking, GPI, yang terhubung dengan DMS? Karena pemilik rekening jumbo engga mau membuka dirinya ke publik. Semakin orang tahu dia nothing, makin menguntungkan bagi mereka. Apapun rumor, baik bagi dia. Kalau orang bilang dia scamm dan orang percaya, mereka malah bersyukur. Karena berkurang orang bego dan rakus dekatin mereka. Kalau orang percaya, mereka juga engga perlu berbangga diri. Karena mereka engga butuh orang lain percaya untuk berbisnis. Mereka berada di puncak piramida bisnis. Orang butuh mereka.  Mereka  tidak akan hancur karena rumor. Mereka tidak butuh penilaian manusia Tetapi penilaian Tuhan. At the end of the day, it's not what I learned but what I taught, not what I got but what I gave, not what I did but what I helped another achieve that will make a difference in someone's life....and mine.

Monday, September 21, 2020

Korporat VS Pemerintah.


Dalam satu kesempatan di ruang Sauna. Ada pembicaraan antara teman. Saya jadi pendengar aja. Mereka membahas calon kepala Daerah di suatu provinsi. 
“ Ah dia engga bisa dipegang. Gua engga percaya dia” kata satu orang. Yang dimaksud “ dia” itu adalah calon yang akan diusung partai.
“ Tapi boss. Engga enak kita sama partai pengusungnya.”
“ Ya udah. Suruh dia bayar sendiri. Apa bisa ?
“ Ya engga. "
" Makanya dengar kata gua. “
“ Jadi siapa menurut lue yang cocok”
“ Gua engga penting cocok atau engga. Yang penting bisnis kita semakin lancar. Perluasan lahan mudah. Kalau ribut dengan rakya soal lahan, dia bela kita.” 
“ Ok. Siapa ?
Salah satunya menyebut nama seseorang. 
“ Dia kan kader pemula di Partai. “
“ Tapi dia kerja di perusahaan gua. “ Kata yang lain. “ Jadi kita bisa atur sesuka kita. Gua kenal betul dia.”
“ Ya udah deal. Lue tanggung jawab ya“Kata yang lain.

Beberapa  bulan kemudian, saya baca koran. Nama yang dimaksud jadi Gubernur. Saya jadi tersenyum. 

Tahun 90an the fed mengumumkan bahwa tingkat ketergantungan rakyat Amerika kepada korporat udah mencapai 60%. Anda bisa bayangkan. Tahun 2000 an berapa persen tingkat ketergantungan rakyat kepada korporat. Di Indonesia sebelum harga minyak jatuh, pendapatan bagi hasil dari migas di APBN mungkin mencapai 40%. Namun berlalunya waktu setelah harga minyak jatuh dan tambang jatuh. 80% APBN berasal dari pajak. Hanya 20% dari bagi hasil migas tambang dan lainnya Apa artinya? tingkat ketergantungan rakyat kepada korporat semakin tinggi. 

Saat sekarang memang PDB kita mencapai Rp. 14000 triliun. Sebesar itu Rp. 7000 triliun  resource nya berasal dari BUMN. Tetapi tahukah anda. 80% asset BUMN terbentuk karena dukungan korporat. Siapa itu? ya supplier, sub kontraktor, perbankan, investor institusi. Artinya lagi, dari Rp. 7000 triliun itu, hanya Rp. 1400 triliun yang efektif dikuasai negara. Dapat disimpulkan pembentukan PDB itu 80% berasal dari korporat. Mau tahu jumlahnya? Data tahun 2020 SPT pajak Badan yaitu 657.441. Kalau dikurangi BUMN yang 120 an. Maka benar benar keberadaan korporat itu sangat dominan atas 265 juta rakyat.

Makanya jangan kaget walau bandul politik itu secara formal digerakan oleh partai dan Ormas. Tetapi kemana bandul bergerak, itu tergantung korporat. Semua elite partai, punya koneksi dengan korporat. Bahkan antara mereka saling pelihara. Yang jadi masalah kemudian, dari tahun ketahun, tuntutan rakyat semakin besar.  Maka lahirlah politik populisme. Ini politik sebenarnya adalah antagonis dari pengaruh korporat yang besar. Namun pada saat mereka  mencalonkan diri sebagai pemimpin, mereka juga harus patuh dengan konsesus yang dibuat dengan korporat. Karena mereka perlu uang. Dalam sistem demokrasi,  tanpa uang itu hanya omong kosong.

Dunia korporat juga sama dengan dunia politik. Antara para boss juga saling sikut. Faksi juga terbentuk. Ini terjadi di semua negara. Baik demokrasi ataupun tidak. Di China saja, sejak lahirnya generasi milenial tahun 90an jadi Konglomerat dan menggeser posisi BUMN, berperan besar mengubah politik China. Xi Jinping  sebagai presiden dan Li Keqiang sebagai PM adalah contoh bagaimana generasi milienal tahun 90an berhasil menyingkirkan faksi Maoisme di bawah Bo Xilai. 

Tetapi ada yang  berbeda.  Antar faksi politik bisa berdamai satu sama lain. Sementara faksi korporat tidak begitu. Tergatung kepetingan bisnis. China bisa menunjukan betapa politik itu sangat berkuasa. Presiden mengumumkan Lockdown kota Wuhan, kemudian diikuti social distance bagi kota lain. Praktis semua dunia usaha stuck. Pandemi COVID-19 menunjukan bahwa politik tetaplah panglima. Dan kemudian diikuti oleh negara lain di seluruh dunia—kecuali negara komunis tradisional dimana politik mendomianasi—  Setelah itu negara tampil dengan program populis memberikan bantuan tunai  kepada rakyat dan pada waktu bersamaan dirampok oleh korporat lewat program stimulus. Its time to change. We won. “ Kata politisi sambil hisap cerutu seharga USD 100 per batang. Dan para boss korporat tersenyum senang.

Setelah ini kehidupan demokrasi hanya secara procedural untuk berkuasa. Ketika poltik sangat kuat berkuasa dan korporat menentukan hidup orang banyak, kita tidak lagi bisa berharap kepada nilai ilai demokrasi. Kecuali perkuat diri masing masing atau mati makan sendal bakiak.

Friday, September 18, 2020

Masa depan Amerika serikat.



Jam 1 dini hari saya dapat email dari sahabat dari NY. Itu menjelang penutupan sesi pertama bursa NY.  Sahabat saya ini adalah mitra global saya sejak tahun 2008.  Saya terhenyak membaca email ini. Saya akan terjemahkan secara bebas.

My dear friend
Kamu bertanya bagaimana masa depan AS ? Kalau aku melihat situasi sekarang di saat pandemi COVID-19, sepertinya masa depan sulit diramalkan untuk hal yang baik. Setidaknya kami mulai merasakan kehilangan hope. Hanya beberapa bulan Pandemi COVID-19 telah menghancurkan ekonomi. Kalau diibaratkan bila tahun tahun sebelummya ekonomi berjalan terseok seok karena krisis namun kini kami sudah sulit melangkah.  

Pada kwartal pertama tahun 2020 pertumbuhan ekonomi turun 5%. Kwartal kedua anjlok sebesar 31,7%. Kamu tahu dear, pada bulan april penjualan retail anjlok 16,4% karena kebijakan social distancing. Pengangguran meningkat menjadi 23 juta pada bulan itu. Pada agustus, jumlah pengangguran berkurang karena sudah ada pelonggaran social distancing. Kwartal ketiga kemungkinan akan membaik namun tidak akan cukup menutupi kerugian dari kwartal sebelumnya. Efek ini akan bertahan sampai akhir tahun 2021.

Mengapa dear ? Kamu tahu, pada 10 Juni 2020, utang AS diatas $ 26 triliun. Itu sudah mencapai 136% dari PDB. Padahal IMF menyarankan tidak lebih dari 77% tingkat hutang. Tapi kami tidak punya banyak pilihan. Di saat Pandemi COVID-19 ekonomi semakin memburuk, kami harus menambah hutang dan memotong pajak pendapatan. Menaikan suku bunga adalah sulit. Bahkan tidak mungkin. Ekonomi AS sudah masuk ke jurang resesi. Suku bunga rendah adalah sebuah jalan menuju harapan agar ekonomi bisa pulih walau itu akan mengancam kurs mata uang. 

Bagaimanapun dalam situasi resesi. Kami harus tetap mengutamakan akal sehat. Kami tidak mungkin mengurangi hutang. DPR harus setuju menaikan pagu hutang. Itu sebabnya agar dalam jangka panjang AS harus mengurangi beban sosial negara. Mengapa ? Pengeluaran perawatan kesehatan diperkirakan mencapai $ 6 triliun pada tahun 2027 atau 19,4% dari PDB. Biaya perawatan kesehatan pribadi juga diperkirakan akan naik rata-rata 2,7% per tahun antara tahun 2020 dan 2027. Itu sebabnya  Pemerintah akan mengurangi subsidi Medicare. 

Artinya kami harus mau menanggung sebagian. Sementara jaminan  sosial kami harus tanggung sendiri. Tapi kompesasi dari itu pemeritah membuat kebijakan penurunan pajak. Its fair enough.  Walau kelak akan banyak orang tidak punya asuransi kesehatan lagi. Tidak sanggup bayar. Itulah harga yang harus dibayar untuk perubahan yang harus diterima.  Namun bagi dunia usaha itu dianggap sebagai ketidak pastian. Akibatnya orang kaya lebih mengutamakan menumpuk uang tunai daripada investasi langsung.  Artinya dear,  pengangguran dan homeless belum menjadi prioritas ditanggulangi pemerintah.

My dear friend,
Masa depan memang penuh dengan tantangan. Betapa tidak. Pada bulan maret 2019 the  Fed memperingatkan bahwa perubahan iklim dapat mengancam sistem keuangan. Tahu mengapa? karena sebagian besar PDB AS ditopang sektor pertanian. Kredit sektor pertanian sangat besar. Cuaca ekstrem yang disebabkan oleh perubahan iklim memaksa pertanian, utilitas, dan perusahaan lain untuk menyatakan kebangkrutan. Ketika pinjaman gagal bayar, itu akan memukul neraca bank. Itu akan berdampak sistemik seperti kasus subprime mortgages selama krisis wallstreet.  Itu kekawatiran itu beralasan. Menurut study ScienceAdvances edisi Oktober 2018 memperkirakan bahwa cuaca ekstrem di Amerika Utara akan meningkat 50% pada tahun 2100. Artinya setiap tahun kecenderungan itu berdampak terhadap produksi pertanian. Ledakan masalah sektor pertanian hanya masalah waktu saja. Itu pasti terjadi. Karena sudah terbukti dengan drop nya produksi sektor pertanian senilai USD 112 miliar pertahun. 

Menurut Cornucopius Climate Change Service, Oktober 2019 adalah Oktober terpanas dalam catatan dengan selisih kecil. Dan suhu diperkirakan akan meningkat lebih tinggi lagi, antara 2 dan 4 derajat Fahrenheit selama beberapa dekade mendatang. Musim panas yang lebih hangat berarti lebih merusak kebakaran hutan. Pohon-pohon melemah karena kekeringan dan hama telah meningkatkan intensitas kebakaran ini. Wilayah Dataran Barat yang kering telah bergerak 140 mil ke timur. Akibatnya, petani yang terbiasa menanam jagung harus beralih ke gandum yang lebih keras. Musim dingin yang lebih pendek berarti banyak hama, seperti kumbang kulit kayu pinus, tidak mati di musim dingin. Dinas Kehutanan A.S. memperkirakan bahwa 100.000 pohon yang dipenuhi kumbang dapat tumbang setiap hari selama 10 tahun ke depan

Apa yang akan terjadi pada masa depan kami karena perubahan iklim itu?  Itu akan menaikan harga peternakan dan produk pertanian. Biaya kesehatan akan meningkat akibat perubahan iklim menimbulkan pandemi alergi. Ini akan meningkatkan premi asurasi kesehatan dan bisnis pertanian. 

Akibat perubahan iklmi itu, Administrasi Informasi Energi AS memperkirakan bahwa produksi minyak mentah Brent akan naik ke rekor tertinggi pada tahun 2027 dan kemudian tetap 14 juta barel per hari pada tahun 2040. Harga diproyeksikan menjadi $ 92,82 / barel pada tahun 2030, dan $ 106,08 / barel pada tahun 2040,22 Selama beberapa tahun mendatang, Amerika Serikat diperkirakan akan mengekspor lebih banyak minyak daripada impornya. Kamu tahu dear, harga minyak naik berarti harga gas juga akan naik. Pada tahun 2008, ketika harga minyak melonjak menjadi $ 144 per barel, harga gas naik menjadi $ 4 per galon. Kamu bisa menggunakan harga minyak untuk memprediksi harga gas besok hari ini. Harga bahan bakar yang tinggi juga dapat menaikkan biaya makanan, yang bergantung pada biaya transportasi.

My dear friend
Kamu selalu bertanya yang cenderung kritis terhadap kebijakan AS terhadap China. Kami sendiri dalam posisi sulit untuk menciptakan kebijakan yang seimbang. Karena ketidak seimbangan ekonomi sudah terjadi begitu parahnya sekian decade. Kami tidak banyak pilihan kecuali menerapkan pasar proteksi. Yang jadi masalah adalah ketika eksport China turun drastis, kami akan membeli barang buatan dalam negeri dengan harga lebih tinggi. China pasti akan mengurangi pembelian surat utang AS. Pasar Tbill akan drop. Sementara fiskal kami sangat tergantung dengan utang. Ini akan mendorong the fed mengeluarkan kebijakan moneter yang longgar. Harga harga akan naik, inflasi terkerek keatas, kurs melemah, itu benar benar pukulan mematikan. Itu sudah masalah struktural.

Belum lagi di dalam negeri China sedang terjadi gelombang perubahan bisnis model. Setiap perubahan yang dilakukan China sebagai bagian dari reformasi ekonominya akan memengaruhi nilai dolar AS. China telah mempertahankan patokan tetap terhadap dolar untuk mata uangnya, yuan. Ini dalam upaya untuk memungkinkan yuan menjadi mata uang global. China juga memodernisasi pasar saham dan keuangannya. Di masa depan wallstreet akan jadi rongsokan masa lalu. Itu hanya masalah waktu. Itu artinya AS harus mulai memotong semua anggaran sosial dan militernya agar lebih banyak uang tersedia untuk bayar utang. Kalau tidak,  AS akan terjebak hutang. Kenaikan suku bunga tidak bisa dielakan. Tetapi ini akan memasung pertumbuhan sektor real. Kurs yang melemah juga mengkawatirkan Investor asing. Karena akan membuat nilai relatif utang nasional AS akan berkurang. Tentu Investor asing akan mendiversifikasi portofolionya dengan lebih banyak aset non-dolar, seperti euro atau Yuan. AS akan kehilangan sumber daya keuangan. Secara politik AS, akan bernasip sama dengan Uni Soviet, yang akhirnya terpecah menjadi negara negara kecil.  Itu hanya masalah waktu. Negara Serikat akan bubar.

My dear friend.
Aku ingat saat kunjungan kita ke Yunnan, Kunming kota musim semi abadi di China. Dalam perjalanan ke Puer, kita melihat bagaimana rakyat bisa mandiri mengelola ekonominya. Mereka tidak dapat anggaran sosial dan kesehatan dari Negara. Tetapi justru karena itu ekonomi mereka tumbuh dan makmur. Tidak nampak usaha asing yanng berkembang di sana. Bahkan usaha modern yang meminggirkan usaha rakyat tak bisa berkembang di sana. Itu karena rakyat bisa memenuhi sendiri kebutuhannya. Kemarin dapat email dari James, katanya kala Pandemi COVID1-19 Puer tetap berjalan secara normal. Tidak ada pengawasan  ketat jaga jarak dan protokol kesehatan. Karena rakyat Puer memang punya disiplin kesehatan yang tinggi. Mereka sadar kalau sakit tidak ditanggung negara.

Melihat situasi di Puer itu, ingat engga seloroh Tom kepada kita dulu “ Itu karena demokrasi dan agama terlarang dalam dimensi politik di China.” Aku kadang tertawa sendiri kalau ingat itu. Betapa tidak. AS memuja demokrasi sebagai ikon politik kebebasan. Tetapi justru di ranah privat kita tidak lagi bebas. Karena bokek. Negara yang memuja agama sebagai ikon politik justru mereka tidak menikmati nilai nilai kemanusiaan. Karena bokek. Masalah itu bukan pada demokrasi atau agama, tetapi masalah leadership. Secara spiritual AS kehilangan nilai nilai leadership yang mampu membuat rakyat mandiri, kreatif, inovatif, jujur. AS kehilangan nilai nilai wirausaha yang bisa melahirkan semangat pionir dalam segala hal. Di saat AS kehilangan itu , China bangkit dengan sistem kepemimpinan yang kuat, dengan standar kerarifan lokal yang bertumpu pada budaya gotong royong. 

Tetapi aku dapat pencerahan ketika bertemu dengan kamu di Jakarta tahun 2013. Huh, aku ingat Soto Tangkar dengan pergedelnya. “ Kita harus melihat masa depan dengan kacamata iman. Masadepan bukanlah hal yang menakutkan. Kehidupan ini adalah berkah Tuhan. Untuk kita sukuri tanpa kehilangan harapan. Karena harapan sesuatu yang baik. Untuk kita berubah menjadi lebih baik. Kemiskinan dan kekayaan akan selalu ada. Baik buruk akan selalu ada. Itu bukan antara kita dengan keadaan. Tetapi itu antara kita dengan Tuhan. Agar kita belajar dari kesalahan. Untuk masa depan. “ katamu. Kadang aku heran bagaimana kamu yang hidup dan berkiprah dalam komunitas kapitalis. Bisa punya sikap idealis. Sesuatu tentang yang agamais. Memang terkesan so manis. I miss you, my dear..


Wednesday, September 16, 2020

Super Holding, mimpi Jokowi



Bulan Februari 2020, Eric menyatakan membatalkan rencana pendirian Super Holding yang sudah digagas sejak era Rini Suwandi sebagai Meneg BUMN. Sebetulnya idea ini bukan datang dari Ibu Rini, tetapi adalah mimpi Jokowi yang disampaikan langsung dalam debat Capres April 2019. Sekarang muncul lagi wacana dari Ahok agar Meneg BUMN dibubarkan dan diganti dengan Super Holding seperti Temasek di Singapore atau Khazanah Nasional Berhad Malaysia. Kini menjadi polemik antara Ahok dan Eric. 

Saya akan mencoba menjelaskan secara sederhana apa itu super holding. Super Holding itu adalah Perusahaan yang mengelola beberapa kelompok ( holding). Masing masing holding ( kelompok) membawahi beberapa anak perusahaan disebut sub holding. Pendirian Super Holding itu biasanya kalau jumlah anak perusahaan sudah ratusan. Apa manfaat dari adanya super holding itu? Dan apakah memang perlu meneg BUMN dibubarkan.

Efisiensi. 
Kadang beberapa perusahaan yang dimiliki oleh pemegang saham yang sama telah berkembang sedemikian rupa sehingga antar anak perusahaan saling bersaing di pasar dengan asset dan bisnis yang hampir sama. Dengan adanya holding maka anak perusahaan ini digabungkan dalam satu sub holding. Maka agar efisien, aset yang sama dari beberapa perusahaan itu di spint off dengan mendirikan anak perusahaan baru. Contoh banyak Bank BUMN punya sistem IT sendiri sendiri untuk mengelola ATM. Sistem IT ini di spint out dari neraca Bank dan ditempatkan dalam satu perusahaan, yang melayani Fintec dari Bank. Kalau tadinya aset itu sebagai cost center, ia berubah menjadi profit center. Bukan hanya melayani bank BUMN tetapi juga bisa melayani bank lainnya.

Contoh lagi. Semua BUMN karya punya saham di beberapa proyek infrastrutkur seperti Jalan Toll, Pembangkit listrik, Pelabuhan. Padahal bidang usaha mereka adalah Kontruksi. Nah portfolio saham ini di spint off kedalam satu anak perusahaan baru bidang infrastructure Fund, kemudian di tempatkan di bawah Sub Holding investment & Infrastructure PT. MSI (Multi Sarana Indonesia ) sehingga BUMN karya focus kepada jasa kontruksi saja.

Efektifitas.
Dengan penyatuan beberapa perusahaan yang saling terkait dalam bisnis kedalam satu sub holding akan menjadi strategi yang efektif mencapai corporate goal. Contoh PT. Pos Indonesia, PT. Kereta Api Logistik ( anak perusahaan PT.KAI) dan Garuda Cargo ( unit Bisnis Garuda Indonesia.) ke dalam satu sub holding bidang Courier and service Sehingga pasti efektif untuk bisa bersaing di pasar. Karena antara mereka akan terjadi sinergi dan kolaborasi. 

Atau menghindari antar anak perusahaan bersaing di medan yang sama.  Misal BNI focus kepada layanan corporate untuk trade and investment.  Bank Mandiri, BTN, khusus untuk Industry, Mining dan Property. BRI, khusus untuk perkebunan dan Usaha Menengah dan kecil, koperasi. Dengan adanya spesialisasi itu akan meningkatkan kemampuan bank melakukan project assessment  dan me-minimize resiko. Di bidang kontruksi, misal,  PT. PP khusus pembangunan perumahan dan office building. Hutama Karya, khusus jalan toll dan jalan negara. Widjaya Karya khusus  Bandara dan Pelabuhan. Sehingga masing masing BUMN kontruksi focus kepada skill mereka dan diantara mereka engga perlu fight di market. Di era sekarang perusahaan jasa yang terspecialisasi yang mampu bertahan dan bersaing.

Konsentrasi skill SDM
Dengan adanya specialisasi bidang usaha maka otomatis SDM yang ada akan berkembang sesuai specialisasi  bidang usaha.  Contoh SDM cargo dan logistik Singapore diakui dunia. Itu karena   singapore punya bisnis khusus Logistik di bawah BUMN singapore. China Construction Bank, adalah bank BUMN China. Mereka bisa menyelesaikan project assessment dalam hitungan jam untuk membuat keputusan layak atau tidak dibiayai. Itu karena mereka punya SDM berpengalaman dan terspecialisasi sesuai dengan misi bank itu sebagai bank khusus melayani kredit kontruksi. Jadi kalau butuh direksi atau level eksekutif, tidak perlu cari dari luar. Apalagi titipan partai atau menteri. Karena by system,  SDM sudah terbentuk dengan sendirinya untuk menyediakan posisi puncak.

Akses kepada Sumber daya keuangan
Dengan adannya holding maka masing masing sub holding itu bisa membuka rekening holding di negara yang punya perjanjian tax treaty dengan Indonesia. Saat sekarang ini pilihan terbaik untuk membuka rekening holding di luar negeri adalah Hong Kong, Belanda dan Singapore. Karena pajaknya rendah. Dengan adanya rekening Holding di Luar negeri akan memudahkan investor asing terlibat dalam pembiayaan proyek B2B. Berbagai skema pembiayaan bisa dibuat untuk mendukung pembiayaan proyek di Indonesia. Apalagi hong kong punya akses cross border financing facility ke semua financial center dunia.

Kemudahan restruktur bisnis dan Modal
Kalau terjadi masalah di anak perusahaan, holding tidak sulit melakukan restruktur bisnis. Karena beberapa sub holding bisa digerakan untuk membantu memberikan solusi. Misal Garuda dan PT. Angkasa Pura (AP) dalam satu subholding. Subholding bisa melakukan restruktur bisnis terhadap Garuda dengan dukungan dari AP. MIsal memberikan opsi MBO tambahan dalam unit business Garuda untuk Bandara yang punya potensi besar wisata untuk dikembangkan dan sekaligus memperbaiki struktur permodalan Garuda. Subholding juga bisa melakukan aksi korporat untuk membiayai anak perusahaan seperti kasus Inalum membiayai anak perusahaan mengakuisisi Freeport Indonesia. Dalam rangka restruktur permodalan, Holding juga bisa membuat keputusan cepat dalam rangka IPO bagi sub holding. Sehingga bisis lebih efisiensi dari segi permodalan dan cost of fund.

Dengan pertimbangan tersebut diatas, sesuai UU Keuangan negara, UU Perseroan, dimana asset BUMN merupakan aset terpisahkan dari aset negara. Maka keberadaan BUMN benar benar bekerja sesuai dengan konsep bisnis yang profesional sesuai dengan keahliannya. Bukan hanya sekedar pemburu rente. Campur tangan politik sangat kecil sekali bisa terlibat.

Apakah Meneg BUMN perlu dibubarkan?
Menurut saya tidak perlu dibubarkan. Mengapa ? karena kita tidak mungkin meniru Singapore atau Inggris yang menganut State of capitalism. Negara kita menganut Pancasila yang bertumpu kepada keadikan sosial. Dalam Pasal 33 UUD 45 jelas tidak bisa peran negara hilang mengatur asset negara walau sudah ada UU Keuangan negara. Hanya saja fungsi meneg BUMN tidak lagi seperti sekarang yang menjadi penentu kebijakan BUMN. Harus ada keberanian bersikap sesuai dengan UU PT. Bahwa hak dan tanggung jawab pemegang saham ( Negara ) hanya ada pada dewan komisaris saja. itupun hanya pada komisaris super holding, bukan pada subholding atau anak perusahaan. Jadi engga bisa lagi komisaris BUMN itu hanya karena faktor politik. Mereka harus punya kapabelitas dan kompetensi sektoral atas penugasannya. Kalaupun terpaksa ada orang politik maka harus ada pendamping Komisaris dari kalangan profesional dan independent. 

Jadi apa peran Meneg BUMN? Perannya adalah mengambil alih kebijakan sektoral yang terkait dengan peran BUMN seperti Menteri PU, terkait dengan BUMN kontruksi. Menteri Perhubungan terkait dengan BUMN Pebuhan, transportasi, dan Bandara. Dan lain lain. Nah tugas Meneg BUMN menterjemahkan visi sektoral ini secara detail dan memastikan dewan komisaris memahami tugasnya. Apa tujuannya? agar BUMN itu bekerja sesuai dengan amanah UUD 45. Bagaimanapun BUMNN itu milik rakyat dan penanggung jawab adalah presiden dimana menteri bekerja sebagai pembantu. jadi sudah sepatutnya Presiden mengeluarkan Perpres soal pembentukan super holding ini. Agar polemik terhenti. 

***
Ahok yang fenomenal
Kalaulah Ahok tenang saja di Kantor. Dia sudah dapat gaji besar sebegai preskom Pertamina. Dapat fasilitas kendaraan dan rumah. Belum lagi SPJ yang fist class. Juga dilengkapi dengan sekretaris dan supir serta ajudan pribadi. Semua itu dibayar oleh Pertamina. Walau dia sadar bahwa dia bukan elite partai dan bukan orang yang dipilih karena partai. Dia ditempatkan sebagai Preskom oleh seorang Jokowi, yang juga presiden RI. Namun dia tidak peduli karena aksinya membongkar kebobrokan Pertamina di hadapan Publik akan membuat gaduh politik. Setidaknya Ahok berhasil mengungkapkan bahwa BUMN itu istana gading. Indah dari jauh namun di dalam penuh retak.

Sebenarnya dibukanya borok sistem di Pertamina, Ahok sedang menelanjangi sistem BUMN kita. Bahwa ada yang salah dalam sistem sehingga membuat BUMN tidak efisien. Seperti bagaimana orang lebih memilih loby ke menteri untuk dapatkan jabatan Direksi daripada ke komisaris atau tidak ada makanisme lelang jabatan semacam fit and proper test. Sepertinya jabatan itu sebagai komoditas di antara elite politik. Tugas direksi itu membuat keputusan strategis. Nah anda bisa bayangkan. Apa yang akan dilakukan oleh direksi tersebut setelah menjabat. Dia akan jadi keledai elite Politik bersama pengusaha rente.

Belum lagi transaksi antar BUMN yang cenderung korup. Seperti kasus proyek Digitial signture yang diminta Peruri kontrak Rp 500 miliar kepada Pertamina. Ahok juga mengungkap modus transfer pricing dalam transaksi akuisisi blok minyak di luar negeri. Padahal blok minyak dalam negeri masih banyak. Kenapa engga focus ke investasi dalam negeri.  Ahok juga prihatin dengan utang Pertamina mencapai USD 16 miliar. Itu akan menjadi sangat serius kalau tidak ada upaya efisiensi. Ahok juga kesal karena ada investor Kilang yang dihambat. Semua jadi tahu bahwa niat bangun kilang itu memang ada habatan internal dan itu sangat politik. Karena ada pengusaha rente dibelakang bermain.

Tadinya ketika Garuda diobok obok Eric saya sangat berharap setelah itu Eric obok obok Pertamina. Tetapi justru Ahok yang buka itu. Padahal membuka borok itu seharusnya kapasitas Eric sebagai Meneg BUMN. Saya juga berharap, ada gaung positip dari Meneg BUMN atas statement Ahok. Tetapi justru meneg BUMN menjawab dengan nada sindirian menyalahkan sikap Ahok. Saya yakin, setelah ini Ahok tidak akan diam. Dia akan terus bersuara lantang. Apalagi ada tekanan dari anggota DPR untuk minta Jokowi pecat Ahok.

Asset BUMN itu mencapai Rp 7000 triliun lebih. Itu sama saja dengan 50% PDB kita. Jadi kalau BUMN masih jadi ajang bancakan politik, maka sebenarnya demokrasi itu bullshit. Kalau tidak segera dibenahi secara sistem makan ekspansi BUMN selama era Jokowi akan jadi ledakan corporate debt dan debt trap. Karena bukan tidak mungkin investasi dilakukan secara bubble cost, yang tak mungkin ditutupi dengan laba. Pak Jokowi, segeralah restruktur sistem BUMN kita. Mimpi bapak membentuk Super Holding seyogianya di eksekusi. Jangan sampai terlambat. 

Tuesday, September 15, 2020

Masa depan ekonomi Jepang.


Pada tahun 2019, PDB Jepang pada kwartal 4 turun 6,3%. Penurunan kuartal keempat 2019 adalah yang pertama dalam lebih dari setahun dan merupakan penurunan terbesar sejak ekonomi menyusut 7,4 persen pada 2014 - terakhir kali Jepang menaikkan pajak konsumsi. Kali ini, kontraksi tersebut disebabkan oleh kenaikan pajak konsumsi lainnya, yang meningkat dari 8 persen menjadi 10 persen, Topan Hagibis, dan perang dagang AS-China. Namun para pengamat tetap yakin bahwa tahun 2020 akan Rebound terutama pada tiga bulan pertama. Apa yang terjadi? COVID 19 memukul telak ekonomi Jepang. PDB anjlok sebesar 27,8% pada kuartal kedua, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Kontraksi 7,8%. ini menandai penurunan terbesar sejak data pembanding tersedia pada 1980.

Akibat COVID-19 Jalur produksi telah ditutup. Ketika dibuka lagi, kondisi kapasitas produksi jatuh pada titik terendah. Akibat larangan terbang. Pendapatan devisa dari turis juga berkurang drastis.  Turis China, tidak lagi jadi penolong. Pendapatan pajak dari pusat produksi perusahaan jepang yang ada di China juga kehilangan laba sehingga tidak ada pajak yang bisa mereka bayar. Padahal China adalah pusat produksi terbesar Jepang di luar negeri.  Upaya revitalisasi ekonomi sudah dilakukan sejak tahun lalu. Paket stimulus ¥ 13,2 triliun diadopsi pada bulan Desember 2019. Pada bulan Mey 2020 , Jepang keluarkan dana stimulus 117 triliun yen. Jadi total sudah mencapai 40% dari PDB dana stimulus dikeluarkan. 

Ada tiga dasar kebijakan Ekonomi Jepang. Pertama, stimulus fiskal. Kedua, pelonggaran moneter. Ketiga,  reformasi struktural. Ketiganya harus dilanjutkan bersama-sama agar efektif. Dua yang pertama telah lama menjadi pokok kebijakan ekonomi Jepang. Memang sangat tidak populis. Walau dampak dari dua kebijakan itu membuat hutang nasional melejit hampir 240 persen dari PDB, namun harus dilakukan agar kebijakan reformasi struktural terlaksana. Ternyata tidak mudah bagi Jepang melakukan reformasi struktural. Karenanya Dana Moneter Internasional menganggap bahwa PDB Jepang dapat menyusut hingga 25 persen dalam empat dekade mendatang.  Engga pernah terbayangkan sebelumnya. Negara dengan kekuatan ekonomi nomor tiga dunia bisa kena resesi separah ini. 

Minggu lalu saya bertemu dengan direksi saya membahas mengenai turunnya ekspor Ikan ke Jepang.

“ Ya engga ada masalah.” Kata saya. Memaklumi laporan tentang turunnya ekspor. “ semua mengalami itu semua. Bukan hanya kita. Mau gimana lagi?” Sambung saya.

“ Apa sih sebenarnya Uda penyebab  ekonomi Jepang lesu. “

“ Kenapa kamu tanya itu?

“ Ini bukan hanya sedang ada COVID-19 tetapi udah berlangsung sejak empat tahun lalu. “

“ Masalahnya adalah mereka engga bisa tumbuh ekonominya. “

“ Kenapa ?

“ ya karena engga ada ekspansi bisnis yang menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru. “

“ Ya kenapa ?

“ Mau tumbuh gimana bisnis?. Kan bisnis itu berkembang karena tersedianya SDM. Nah Jepang itu sebagian besar populasinya adalah orang tua. Angka kematian rendah. Sementara angka pertumbuhan penduduk juga rendah. Menurut data tingkat kesuburan wanita jepang rata rata hanya 1,4 jauh di bawah negara anggota OECD yang sebesar 1,7%. Padahal untuk bisa berkembang penduduk harus tingkat kesuburan sebesar 2%.”

“ Kenapa mereka engga datangkan Imigran saja ?

“ Itulah masalahnya. UUD Jepang melarang ekspatriat asing. Kecuali buruh. Itupun dengan quota ketat. Padahal setiap ekpansi bisnis butuh tenaga kerja sekelas madia, atau expatriat.  Sementara tingkat pindah kerja pekerja kelas madia sangat kecil. Mereka sanga loyal dengan perusahaannnya. Hanya berhenti kalau sudah pensiun.” 

“ Tetapi hutang negara mereka tinggi sekali. Padahal ekspansi real rendah”

“ Ya karena anggaran sosial yang tinggi sekali. Maklum Jepang menerapkan sistem negara kesejahteraan. Bayangkan saja. Tahun 1991, anggaran sosial negara hanya 11% dari PDB. Tahun 2018 sudah mencapai 22 persen. China saja yang komunis jauh lebih rendah anggarann sosialnya. Padahal sebagian besar anggaran itu untuk manula yang engga mati mati. Mereka engga produktif. “ 

“ Oh gitu ya. Tetapi Yuni pernah tanya ke orang Jepang bayer kita. Mereka engga merasa ada masalah kok. Semua baik baik saja. Mereka tetap optimis ekonomi akan rebound”

“ Itulah hebatnya orang Jepang. Mereka tidak pernah menyikapi apapun dengan negatif. Jarang sekali mereka demo kalau urusan perut atau ekonomi.”

“ Mereka selalu berpikir positif. Gemar menabung dan hemat belanja.” Kata Yuni.

“ Justru karena sifat itu salah satu penyebab daya struggle generasi Jepang sekarang berbeda dengan generasi awal ketika mereka membangun negara modern. Generasi sekarang tidak merasa ada ancaman. Berbeda dengan generasi awal, yang merasa terancam sebagai negara kalah perang. Mereka selalu punya cara smart mengubah ancaman jadi peluang. Akibatnya daya struggle rakyat tumbuh hebat. Kendala apapun mereka sikapi dengan cara apapun agar bisa selamat dan jadi pemenang. 

Gemar menabung jadi paradox bila investasi turun. Itu akan jadi racun bagi perbankan. Kalau tidak ada intervensi moneter dari kelebihan likuiditas itu, bank akan bleeding. Itu ongkos lagi bagi negara agar bisa menyerap kelebihan likuiditas.  Hemat belanja juga paradox bagi ekonomi. Karena penerimaan jadi turun dan motif berproduksi jadi rendah. 

“Mereka juga banyak investasi di luar negeri untuk menyalurkan kelebihan likuiditas. Apakah itu bukan solusi ?

“ Dari segi pajak jelas tidak menguntungkan. Karena perusahaan kena pajak berganda. Tetapi memang efektif untuk mempertahankan pertumbuhan perusahaan untuk tetap efektif sebagai pembayar pajak. Lambat laun cara itu tidak efektif lagi. Karena tergerus oleh kompetisi pendatang baru di pasar domestik negara dimana mereka berinvestasi.” 

“ Duh segitunya. Memang bukan masa depan yang bagus bagi Jepang. Solusinya apa ?

“ Rakyat Jepang terutama yang perempuan harus jaga kesehatan agar subur dan banyak anak. Pria Jepang harus jadi pejantan yang hebat agar bisa produksi anak sebanyaknya. Orang tua sebaiknya jangan lema lama hidup. Kalau engga, ya izinkan pekerja asing masuk ke Jepang. Sekarang hanya 1,7% jumlah pekerja asing. Quota harus di tambah. Dah gitu aja. “ Kata saya. 

“ Ya padahal di Jepang industri sex dan pornography tumbuh pesat.” Kata Yuni.

“ Orang semakin banyak ngayal, semakin rendah produksi. Semakin sering melihat pekarangan rumah orang, semakin males lihat pekarangan sendiri. “ Kata saya.  Yuni tersenyum malu. Saya berlalu dari kantornya karena harus pulang ke rumah.