Wednesday, June 29, 2022

Diplomasi pangan.



Saya awalnya sempat bertanya tanya. Proposal apa sebenarnya yang dibawa Jokowi untuk misi perdamaian kunjungan ke Ukraina dan Moskow? saya tahu dari media massa bahwa kunjungan damai itu dalam rangka kemanusiaan untuk mengatasi krisis pangan dan energi dunia. Orang awam menganggap bahwa krisis energi dan pangan itu semata mata karena adanya serangan Rusia ke Ukrania.  Padahal engga begitu. 


Kalau anda berkecimpung sebagai pedagang oil and gas, dan komoditi pangan, anda akan tersenyum saja. Apalagi kalau membaca analisa pakar dan pengamat di media massa. Mengapa ? Baik saya jelaskan secara sederhana. Mari kita gunakan dulu logika ala pedagang sempak. Harga melambung naik karena faktor permintaan dan penawaran tidak seimbang. Pembeli banyak tapi barang engga ada di pasar.  Mengapa barang tidak ada ? penyebabnya hanya dua.’ Pertama karena produksi berkurang atau kedua, stok menumpuk di gudang. Penjual tidak mau jual. Sampai disini paham ya.


Alasan COVID menyebabkan dunia kekurangan pasokan pangan. “ Selama COVID diterapkan prokol kesehatan, yang sehingga petani dan pekerja mengurangi jam kerja.” Begitu kan alasannya. Pertanyaan bego saya. “ Apa selama pandemi semua petani di lockdown? Kan engga. Mereka tetap kerja. “ Oh karena perubahan iklim sehingga banyak panen gagal.” Begitu ? Perubahan iklim kan engga permanen dan tidak terjadi di seluruh dunia. Jadi alasan pandemi dan iklim mengakibtkan kurangnya pasokan, itu absurd. Itu hanya cerita media massa. Jadi apa? ya penyebab utamanya adalah kerakusan pedagang. Mereka menumpuk stok.


Mati kita lihat data untuk memperkuat argumen bahwa kenaikan harga pangan karena ulah pedagang. Sejak tahun 2019 sudah terjadi penahan stok terhadap pangan. Pembelian besar besaran terus terjadi di pasar. Akibatnya harga terus melambung. Nah siapa pedagang yang rakus itu ? Dari 24 negara eksportir utama pangan dan pertanian dunia ternyata 10 negara merupakan kelompok negara maju atau negara industri, yaitu: Amerika Serikat, Belanda, Jerman, Perancis, Spanyol, Kanada, Belgia, Italia, Australia, Selandia Baru, Inggris, Denmark.  Artinya, merekalah biang kelangkaan pangan dan harga melambung.


Contoh sederhana aja. Produksi gandum dunia 800 juta ton. Rusia menyuplai lebih dari 40 juta ton gandung. Ukrania hanya 5 juta ton. Kemampuan pasokan Rusia dan Ukrania hanya kurang dari 5% produksi dunia. Emangnya suplai berkurang 5% ada pengaruh terhadap harga ? ya enggalah. Kalau percaya, anda harus belajar jadi pedagang sempak dulu. Itu penyebannya adalah ulah pedagang yang stok gila gilaan. Contoh sederhana aja. CPO itu sempat tinggi di pasar dunia, karena pedagang Singapore timbun CPO. Baik dalam bentuk phisik maupun kontrak future. 


Nah bagaimana dengan energi ? sama saja. Tadinya harga minyak bumi dan gas jatuh ketitik terendah karena adanya ditemukannya  teknologi shale gas oleh AS. Kemudian, katanya harga gas dan minyak naik karena produksi Shale gas AS turun drastis akibat perubahan iklim ekstrem. Suhu panas tinggi membuat shale gas menguap. Percaya? Itu bohong. Kenaikan harga itu karena ulah pedagang yang menimbun berlebihan lewat phisik maupun kontrak future.


Nah pertanyaan terakhir? mengapa sampai pedagang menumpuk stok ? karena krisi kepercayaan terhadap mata uang. Selagi pemerintah tidak transfarance dan akuntable mengelola moneter ya mending pegang barang. Ngapain pegang uang. Bego aja kalau masih percaya uang.. Apakah pedagang kalah? ayolah adu kuat. Emang sekuat apa pemerintah? lah tuh akhirnya semua negara suffering akibat krisis dan sebagian besar menuju resesi. 


Diplomasi Jokowi yang engga mau pakai dasi pada pertemuan G-7 sebenarnya itu diplomasi ala jawa. Dasi itu erat kaitannya dengan gaya pedagang. “ Lue orang mau bicara apa? krisis energi dan pangan itu karena kita semua bego. Kalah sama kartel pedagang dan lebih buruk lagi, kita udah engga dipercaya lagi oleh pedagang. Solusinya hanya satu. Berhentilah rakus dan terbukalah kepada rakyat. Dah gitu aja.” 


***


“ Kalau lihat gestur Jo Biden saat bertemu dengan Jokowi dalam KTT G-7, itu terkesan sangat akrab. Padahal Jokowi jelas menolak sangsi ekonomi untuk Rusia. Hanya India dan Indonesia yang menolak keinginan AS. Ada apa” Tanya teman saya. 


AS memang sedang suffering akibat krisis energi. Perubahan iklim ekstrim yang sangat panas, AS tidak bisa produksi Gas.  Harga Gas melambung diatas 100% di AS. Sebelumnya AS sedang berjuang menjinakan Inflasi dan terkahir index Dollar jatuh pula. Ya satu satunya Biden berharap agar masalah Gas ini teratasi dulu kalau tidak AS akan sulit mekukan recovery. Masalah energi juga berdampak kepada teman temannya di Eropa. Sementara AS harus jadi mitra senior yang protektif terhadap Eropa. Satu satunya jalan bagi AS harus melunak dalam solusi damai di Ukrania. Karena Rusia adalah produsen gas terbesar di dunia dan memasok 2/3 gas di Eropa dan AS.


Namun untuk memaksa Ukrania menyerah, tentu tidak elok terhadap faktor psikologis politik AS dan Eropa yang pernah mengalahkan USSR dalam perang dingin. Tidak ada mitra AS yang efektif menyelesaikan perang ini. Israel sudah datangi Putin, namun gagal. Bahkan Turki, Endorgan juga sudah datang bertemu Putin, dan ikut memediasi perundingan damai, gagal juga. Pada situasi itu, Indonesia berinisiatif menjadi juru damai. Tentu disambut oleh AS dan Eropa. 


“ Mengapa ?


“ Karena pertama, Indonesia itu sahabat bagi Tiongkok. Hubungan personal antara Jokowi dan Xijinping sangat baik. Banyak masalah LCS diselesaikan oleh lobi kedua kepala negara ini tanpa menimbulkan ketegangan hubungan dua negara. Semua tahu bahwa hubungan Tiongkok dan Rusia itu sangat dekat. Kedua. Indonesia mampu meminta agar anggota ASEAN ( Philipina dan Vietnam) menahan diri beraliansi dengan Rusia dalam hal indopacific dan menyetujui proposal Indonesia untuk menjadikan kawasan Indopasific dalam rangka kerjasama ekonomi yang inklusif. AS setuju dan ini memuaskan keinginan Rusia.  Ketiga, Rusia sedang mengembangkan hubungan dengan Dunia islam, dalam Visi Strategis Russia-Dunia Islam atau yang disebut Group for Strategic Vision Russia-Islamic World. 


" Apa itu  Group for Strategic Vision Russia-Islamic World.? 


Pascaperang dingin membawa ketidakpastian, sepertinya tesis The End of History,  Fukuyama dan The Clash of Civilization,  Huntington memang terjadi, tetapi mendorong konvergensi. Namun tidak terjadi pada dunia islam. Adanya proxy War antara sesama negara islam dan kampanye meluas soal terorisme yang identik dengan islam. Sementara tujuan globalisasi melahirkan new world orde gagal total karena bangkitnya ekonomi Asia mengalahkan Eropa dan AS.   


Atas dasar itu, Rusia sejak tahun 2007 menetapkan starategi baru. Yaitu menarik dunia islam dalam satu group bersama Rusia. Ini seakan kelanjutan perang dingin. AS, berusaha mendorong Turki untuk lead dunia islam dengan memotong semua upaya Rusia mendapatkan pengaruh di dunia islam. Namun Turki gagal total dalam mendapatkan pengaruh terhadap Suriah. Bashar justru merangkul Rusia. Dan Turki harus repot dengan pengungsi Suku Kurdi yang menelan onkos mahal.


Hubungan yang membaik antara Israel dan dunia Arab memberikan peluang AS untuk meminta israel jadi juru damai dengan Rusia dalam serangan ke Ukrania. Namun Putin tidak ladenin. Karena Putin tahu bahwa Israel tidak netral dan lagi pengaruh Arab tidak lagi significant dalam dunia islam sejak bangkitnya negara islam dari Asia Tengah. Kemudian Turki juga diminta untuk jadi juru damai oleh As. Kembali ditolak oleh Putin, karena dia tahu Endorgan tidak netral dan tidak punya reputasi dalam dunia islam. 


Hingga saat ini 33 negara tergabung dalam group, termasuk tokoh masyarakat terkenal dari 27 negara Muslim, termasuk mantan Perdana Menteri, mantan Menteri Luar Negeri dan sejumlah teolog besar di Timur Islam. Beberapa toloh Muhammadiah dan NU ada dalam forum ini.   Bersama sama group negara islam dan didukung Rusia dan China tanggal 15 Maret  2022 Sidang Umum PBB mengeluarkan resolusi memerangi Islamobofia. Tanggal 15 Maret diperingati sebagai hari international memerangi Islamofobia. Indonesia termasuk negara yang meratifikasi itu. Dan akhirnya Rusia dan China juga yang menang.


Jadi upaya Jokowi mendekati Putin untuk perdamaian di Ukrania sangat logis sebagai anggota Group for Strategic Vision Russia-Islamic World. Karena suka tidak suka, Indonesia terbukti mampu lead dalam menyelesaikan konflik di Dunia islam seperti di Afganistan, Islam Moro di Philipina dan Palestina. Dan yang penting, Putin tidak akan kehilangan muka kalau lobi pedamaian datang dari Indonesia yang dia tahu netral dan sesuai dengan visi Russia-Islamic World.


Rusia juga engga mau terus perang. Karena bikin repot ekonomi. Dan Eropa serta AS juga udah males perang. Mereka semua focus atasi ekonomi yang sedang melaju ke jurang resesi. Tapi mereka semua ogah keliatan lemah dihadapan Rusia dan Rusia juga engga mau dikacangi barat dan AS. Nah datanglah Jokowi menyelamatkan muka mereka semua. Bukan untuk gagahan di hadapan dunia. Tetapi dalam rangka melaksanakan amanah konstitusi, bahwa Indonesia harus berperan aktif untuk perdamaian dunia.


Sunday, June 26, 2022

Pemimpin dengan VISI besar.

 




Pada tahun 1980an Deng melihat kehamparan gurun dan bukit yang ada di wilayah barat China.” Inilah yang akan menyulap China menjadi negara maju dan makmur. “ Kata Deng. Diatas hamparan wilayah itu tersimpan logam tanah jarang. Material ajaib yang diperlukan dalam lompatan tekhnologi elektromagnetik. Saat itu china masih belum mampu mengolahnya. Tapi Deng tak ingin sumber daya diserahkan ke asing atau di ekspor mentah. Para sarjana terbaik dikirim ke Amerika Serikat untuk belajar tentang tekhnologi material. Namun apa daya? Lab pengembangan riset Logam tanah jarang sudah ditutup oleh Amerika Serikat. Karena menganggap logam tanah jarang itu tidak layak di kembangkan.


Deng minta agar seluruh peneliti AS itu diboyong ke China. China berani bayar mahal dan para peneliti China tidak cemburu bila mereka digaji hanya 10% dari yang diterima peneliti asing. Sejak itu secara serius riset dilakukan oleh China Academy Science. Tahun 1990an China sudah berhasil mengekstrak logam tanah jarang khususnya yang sangat diperlukan untuk industri elektronik. Seperti lantanum (57), serium (58), neodymium (60), samarium (62), europium (63), terbium (65), dan disprosium (66). Tidak ada negara lain yang dapat bersaing dengan penambangan dan pemrosesan Cina yang berbiaya rendah.


SDA logam tanah jarang sepenuhnya dikuasai negara dan diolah oleh kemampuan negara sendiri tanpa melibatkan asing. Dengan demikian China bisa membatasi ekspor ekstrak logam tanah jarang. Mereka lebih utamakan untuk pasar domestik. Sebagai strategi mengembangkan industri hilir bidang Hitech, yang bisa menampung angkatan kerja luas dan membawa China melompat cepat menjadi negara  maju dan terdepan bidang Hitech. Benarlah. Strategi ini jitu memaksa terjadinya gelombang relokasi industri hitech dari Eropa, Jepang, Korea, AS ke China. LG, Apple, Samsung, GE, Siemen dan lain lain pindahkan pabriknya ke China. Itu berlangsung sejak tahun 1990an sampai tahun 2000an.


Masarakat modern tidak bisa menghindar dari barang elektronik. Barang elektronik tanpa logam tanah jarang akan jadi barang kuno. Mengapa ? Logam tanah jarang mengandung sifat unik, termasuk tahan panas tinggi, magnet kuat, tinggi konduktivitas listrik, dan kilau yang tinggi. Sifat khusus ini membuatnya sangat cocok untuk digunakan dalam berbagai produk, termasuk ponsel, baterai, pengeras suara, lampu, magnet, processor dan bahkan turbin angin, alat tempur darat laut dan udara.  


Permintaan logam tanah jarang diperkirakan akan terus meningkat, didorong oleh kemajuan tekhnologi elektronik. Misalnya, pada tahun 1998, telepon seluler, yang memiliki baterai yang membutuhkan unsur tanah jarang, digunakan oleh hanya 5,3% dari populasi global. Menurut data Industri Telekomunikasi Internasional. Pada tahun 2017, tingkat penetrasi ponsel di seluruh dunia telah mencapai 103,4% (melebihi 100% karena kepemilikan beberapa perangkat). 90% pasokan logam tanah jarang dunia dikuasai China. Survei Geologi AS memperkirakan produsen AS mengkonsumsi 11.000 ton elemen tanah jarang pada tahun 2017.


Tahun 2018, Rancangan Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional ditandatangani menjadi undang-undang pada Agustus. UU itu melarang Departemen Pertahanan AS (DoD) membeli magnet tanah jarang permanen yang dibuat di China setelah Desember 2018. Apa dampaknya ? AS berusaha mendapatkan logam tanah jarang dari Jepang. Namun mahal daripada buatan China. Sementara dalam negeri juga tidak cukup. Akhirnya AS tetap saja tergantung kepada China. Walau tarif pajak tinggi. Tidak ada pengaruh kepada China. Karena mereka tidak ada saingan. 


Sejak bulan maret sampai Juni 2022, selama 3 bulan China lock down karena kebijakan zero COVID. Apa yang terjadi? industri otomatif kekurangan pasokan semikonduktor. Pabrik kendaraan di Jepang, Eropa dan AS terpaksa mengurangi kapasitasnya.  Maklum semua kendaraan sekarang sudah menggunakan elektronik untuk alat kontrol mesin dan beragam fitur canggih . Nah bayangkan, kalau China embargo logam tanah jarang kepada negara maju. Semua industri hitech termasuk alat perang akan berhenti berproduksi..

Hikmah..


Sebelum tahun 1965, ada konsultan asing dari Amerika yang sudah membawa proposal yang berencana untuk melakukan penambangan di Papua. Namun Bung Karno kala itu hanya senyum-senyum sehingga konsultan asing akhirnya bertanya-tanya.


"Apakah Bapak setuju, kok keliatannya senyum-senyum saja. “


Bung Karno menjawab “ ya saya setuju tapi dua generasi yang akan datang, " .


Visi bung Karno kala itu “ Indonesia harus siap terlebih dulu sebelum diserahkan ke investastor asing untuk menggali yang ada di bumi Indonesia. Karena jika tidak begitu, Indonesia  akan diatur oleh investor asing, bahkan dipermainkan oleh mereka.” Keteguhan sikap Bung Karno itu terbukti ketika ia turun dari tampuk kekuasaannya dimana tidak ada kekayaan alam Indonesia yang dijual kepada negara asing seperti sekarang ini.


Kehebatan China adalah kehebatan visi seorang Deng. Bahwa China tidak akan menjual SDA nya sebelum mereka mampu mengolahnya sendiri. Visi itu dipatuhi oleh presiden setelah Deng. Selama itu mereka pendam saja SDA nya. Mereka perbesar anggaran riset. Perbesar beasiswa bagi pelajar China untuk menimba ilmu ke luar negeri. Setelah mereka mampu mengolahnya sendiri dan kuasai tekhnologinya. SDA itu menjadi posisi tawar di hadapan negara lain. Apa ? Negara lain harus patuh dengan visi China terhadap SDA itu, yaitu untuk kepentingan domestik China. Itulah geopolitik China. 


Berbeda dengan kita di Indonesia. Setelah Soekarno, tidak ada lagi pemimpin yang punya visi besar. Yang ada hanya visi seluas sempak saja. Tapi semua bernafsu pengen jadi presiden. Kita kehilangan nilai nilai lama sebagai bangsa besar. Karena para elite yang brengsek.

Friday, June 10, 2022

Udahan dech korupsi..

 





Indonesia itu secara sistem memang menganut ekonomi liberal khususnya dalam hal financial. APBN kita terbuka karena sumber dananya dari publik. Moneter kita juga terbuka. Karena kita menerapkan kurs mengambang. Pasar modal kita juga sangat terbuka.  Kebebasan by design itu bagus. Tentu dengan sarat. Kita harus siap telanjang. Nah apa jadinya kalau telanjang, keliatan tidak seksi. Ya sama saja dengan di KTV. PL telanjang di konteskan depan tamu. Walau wajah cantik. Tapi body low grade, kulit kasar, ya di rejeck oleh tamu. Tamu tidak beli make up. Tetapi beli isi.


Indonesia itu dari luar keliatan bagus dan seksi. Semua tersedia. SDA nya nampak menggairahkan. Tetapi kalau investor sudah masuk ke data. Telanjangi semua. Langsung bicara, engga deh. Paling bagus bicaranya “ Entar aja dech”. Apa pasal. Persepsi index korupsi kita buruk banget. Benar, berita media pembongkaran kasus korupsi terus meningkat dari tahun ke tahun. Tetapi yang tidak terbongkar lebih besar lagi. Data analisa berdasarkan Corruption Perception Index (CPI) tidak  bisa dibohongi. 


“ B, kami mau masuk all out. Tetapi business process Indonesia sangat buruk. Semua lini korup. Bagaimana kita mau bangun bisnis terintegrasi berkaitan dengan CPO. Akibat korup itu, tidak ada kepastian hukum. Bulan ini buat aturan, bulan depan aturan itu diubah. Mending wait and see ajalah. “ Kata teman saya yang juga investor global. Saya berusaha bujuk dia agar ikut investasi di KEK untuk downstream CPO. Saya mau bujuk gimana lagi. Dia berlaku seperti tamu di ruang KTV. Engga bisa dibohongi dengan retorika.


Jokowi susah payah bangun 25 KEK di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 buah berada di luar Pulau Jawa. Tetapi sepi peminat. Apa pasal?  karena KEK dibangun hanya dengan mindset rente. Dari Pemda sampai Kementerian hanya menghabiskan anggaran pembebasan tanah. Mana mikir mereka bagaimana KEK itu bisa mendatangkan investor. Terbukti, banyak KEK dibangun tanpa memperhatikan lokasi. Hanya cari tanah murah agar bisa dibebaskan dengan harga mahal untuk dapatkan rente lebih besar, Ya siapa mau invest di sana.


Dampaknya luas sekali. Bayangkan saja. RPJM 2015-2019 kebutuhan dana infrastruktur ditaksir Rp 5.519 triliun. Dari sejumlah itu APBN hanya mampu sediakan 40,14 persen atau Rp2.215 triliun. Sisanya dari investor. Investor swasta dan asing tidak significant masuk. Yang ada hanya BUMN. Nah  BUMN itu bukan  biayai pakai dana investor asing  atau market,  tetapi mereka keruk kredit dari bank dalam negeri. Dan konyolnya sebagian besar dari bank plat merah.  Makanya jangan kaget semua BUMN Karya terjebak hutang yang mendekati insolvent. Kini tahun 2020-2024, BUMN karya udah lewati semua ambang batas rasio hutang. Jadi terpaksa sementara bangunnya pakai APBN doang.


Begitu besarnya anggaran Infrastruktur digelontorkan oleh pemerintah. Tentu seharusnya berdampak kepada pertumbuhan industri dan manufaktor. Setidaknya terjadi transformasi dari ekonomi berbasis komoditi tradisional menjadi industri. Nyatanya tidak. Kalau anda lihat data statistik ( BPS). Pertumbuhan industri dan manufaktur sejak tahun 2015 terus menurun sumbangannya terhadap PDB. Tidak  bisa melewati kinerja tahun 2014 yang 23%. Padahal begitu besar pengorbanan sumber daya untuk memacu industri dan manufakur. Hasilnya menyedihkan.


Sejak awal Jokowi berkuasa sampai kini, index korupsi tidak berubah significant. Tahun 2014 Index CPI 34 dan kini ( tahun 2022) 38. Artinya kinerja Aparat hukum seperti OJK. KPK, Polri, tidak optimal. Anggaran segitu gedenya untuk biaya perang terhadap korupsi seakan useless. Kalau kita masih akan terus menerapkan ekonomi terbuka, harus ada upaya memperbaiki index CPI. Kalau engga? nasip kita akan sama dengan Venezuela. Kaya SDA tapi jadi negara gagal. Karena mana ada investor bego dan mau dibujuk dengan retorika doang.


***


Bank Dunia meramalkan sebagian besar negara di dunia akan mengalami resesi tahun ini kecuali Indonesia.  Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu yang paling resilien di tengah berbagai risiko global yang mengalami peningkatan. Dalam laporan Global Economic Prospect (GEP) Juni 2022, Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di tingkat 5,1 persen untuk tahun 2022 atau hanya turun 0,1 poin persentase (pp) dari proyeksi sebelumnya.


Kabar gembira tentunya. Tetapi yang harus dicatat bahwa tahun depan tidak secerah tahun ini. Mengapa? Saat ini, risiko perekonomian global telah bergeser dari krisis pandemi ke potensi krisis energi, pangan, dan keuangan. Saat sekarang memang masalah energi dan pangan masih bisa ditahan oleh pemerintah lewat kebijakan kompensasi APBN. Tetapi sampai berapa lama pemerintah bisa menahannya? 3 bulan saja dana kompensasi BBM sudah diatas Rp. 200 triliun untuk Pertamina dan PLN. 


Memang Pemerintah Indonesia akan terus menjaga agar kinerja ekonomi domestik terus menguat meski di tengah berbagai tantangan global. Menjaganya seperti apa ? Sudah hampir satu semester upaya mengatasi Migor saja belum nampak. Yang ada hanya retorika. Belum lagi belum ada upaya serius mengatasi eskalasi kerugian Pertamina dan PLN. Saya dengar dari teman. Pertamina dan PLN udah bleeding sementara dana kompesasi tidak kunjung cair.


Yang jelas kini kurs non-deliverable forward (NDF) rupiah terhadap Dolar AS semakin melemah. Padahal ekonomi AS sedang dibadai inflasi. Andaikan Ekonomoi AS sehat, saya engga bisa bayangkan apa yang terjadi terhadap Rupiah. Artinya dalam keadaan AS sakit saja kita tetap kalah. Itu artinya kita lebih sakit dari AS. Hanya saja kita pandai menutupi rasa sakit itu. Namun tetap saja tidak menyembuhkan. Masalahnya sampai kapan mau pura pura sehat. 


Yang menyedihkan lagi adalah Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia secara global pada 2021 berada di peringkat 96 dari 180 negara. Masih di bawah IPK Global yaitu 43. Korupsi Indonesia setara dengan Argentina, Brazil, Turki, Serbia dan Lesotho. Padahal era SBY, diawal kekuasaanya tahun 2004 Index Korupsi skor 20. Di akhir kekuasaanya tahun 2014 jadi 34 atau naik 14 poin selama 10 tahun kekuasaannya.  Sementara sekarang. Di Asean saja kita kalah dengan Timor Leste. Mohon kepada Pimpinan para Partai, kalian harus bertanggung jawab terhadap situasi ini. Kalau Index korupsi tidak berubah, maka perubahan yang ada menyimpan masalah besar dikemudian hari.


Monday, June 6, 2022

Influencer politik

 




Ada yang bertanya kepada saya. Sejauh mana kekuatan modal mempengaruhi politik di Indonesia dan siapa saja mereka. Saya mencoba merangkai informasi sekitar mereka dan ini bukan rahasia umum. Jadi saya hanya mengurai puzzle.


Pertama. Adalah mereka yang mendapatkan rente dari bisnis Pharmasi dan Rokok. Semua tahu lah. Raja pharmasi di Indonesia adalah  Kalbe. Boss nya, Beonyamin Setiawan kini menempatkan dia dalam daftarorang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan sebesar Rp. 60 triliun. Kemudian, boss Rokok. Dari kelompok Djarum. Mereka masuk orang terkaya nomor 1 di Indonesia dengan total kekayaan Rp 285,65 triliun.


Kedua. Prayogo Pangestu. Dia pendiri dari PT. Chandra Asri. Raja petrokimia di Indonesia yang kini kerjasama dengan Pertamina. Dia juga pemilik pembangkit listrik panas bumi yaitu yakni PLTP Wayang Windu, PLTP Salak, dan PLTP Darajat, yang ketiganya berada di Provinsi Jawa Barat. Juga pemilik dari PT. Indo Raya Tenaga, konsorsium pembangkit listrik Jakarta dan Banten. yang bermitra dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Kekayaannya mencapai 5,6 miliar dollar AS versi Forbes. Rangking kedua terkaya di Indonesia.


Ketiga. Antony Salim. Indofood masuk 10 perusahaan terbaik di Indonesia. Total omzet PT Indofood Sukses Makmur tahun 2018 mencapai Rp73,39 triliun. Indomaret dengan jumlah gerai 15.335 unit meraih omzet tahun 218 sebesar Rp. 73,37 triliun. Kalau ditotal kedua perusahaan itu omzet yang diraih mencapai Rp. 147 Triliun.


Di luar Indofood , Anthoni juga masuk ke bidang lain. Seperti bersama CT dia memiliki saham di Bank Mega. Bersama Medco dia punya saham di beberapa bisnis Medco. Bersama Martua Sitorus dia juga punya saham di beberapa bisnis. Sementara investasi di luar negeri di bawah First Pacific limited diserahkan kepada profesional tanpa dia terlalu ikut campur. First Pacific Limited, terdaftar di Bermuda, markasnya  di Connaught Place Central, Hong Kong. 


Keempat. Adalah mereka yang bergerak dibidang rente Tambang dan minyak Sawit. Raja tambang saat sekarang adalah Low Tuck Kwong. Dikenal sebagai raja batu bara, pendiri Bayan Resources. Miliki Kekayan Rp35,1 Triliun. Garibaldi Thohir Miliki, pemegang saham utama Adaro Energy, salah satu eksportir batu bara terbesar di dunia. Saat ini kekayaannya mencapai US$1,76 miliar atau Rp23,4 triliun. 


Lim Hariyanto. Lim dan keluarganya pengendali PT. Bumitama Agri. Saat ini, dikabarkan kekayaannya mencapai US$910 juta setara Rp12,8 triliun. Arini Subianto. Dia putri dari raja minyak Indonesia Benny Subianto yang meninggal pada Januari 2017. Dia juga punya saham di Adaro Energy.  Armada bisnisnya adalah Persada Capital Investama. Edwin Soeryadjaya, boss dari PT.  Saratoga Investama Sedaya. Saat ini, kekayaannya mencapai US$660 juta atau setara Rp9,2 triliun.


Kelima. Raja property. Mereka adalah Keluarga Widjaja, Mochtar Riady & keluarga, Husodo Angkosubroto, Alexander Tedja, Hary Tanoesoedibjo, Osbert Lyman, Tommy Winata. Mereka terhubung dengan keluarga Cendana dan kroninya. Sebenarnya sumber uang mereka bukan hanya dari property tetapi dari juga bisnis Perkebunan, Media, Telekomunikasi dan perbankan. Kalau dengar rumor mereka berada dibalik kemenangan Anies dalam Pilgub DKI 2017, wajar saja. Karena portfolio mereka terbesar di Jakarta.


Mereka semua itu sebenarnya jauh dari kegiatan politik praktis. Kedekatan mereka dengan elite politik kebanyakan melalui para pengusaha yang juga elite partai dan ring satu presiden. Bukti keterlibatan mereka dalam  money politik tidak ada. Yang jelas mereka termasuk pembayar pajak terbesar. Namun semua tahu penguasaan resource yang mereka punya tidak akan bisa tanpa ada dukungan politik dan power kekuasaan dari tingkat pusat sampai daerah.


***

Buku Democracy for Sale: Dark Money and Dirty Politics, by Peter Geoghegan, published by Head of Zeus. Menurut buku ini. Selalu alasan pembenaran pentingnya demokrasi adalah agar tidak terulang lagi kekuasaan seperti Hitler, Mussolini, Stalin. Mereka adalah Icon kegagalan kekuasaan anti demokrasi. Kebetulan AS sebagai pemenang perang dunia kedua. Memaksakan agar demokrasi sebagai jalan menuju era baru dunia yang damai dan menghormati kebebasan. Namun yang jadi masalah setelah sekian dekade. Terbukti Demokrasi memang tidak pernah mundur namun gagal maju. 


Mengapa ?


Jawabannya, ada tiga. 


Pertama. Peran korporat dalam sistem politik sangat dominan menentukan arah bandul. Maklum korporat  lewat pajak menanggung  anggaran nasional lebih dari 80%. Walau korporat  hanya segelintir namun ia menanggung beban sosial dan ekonomi negara. Itu  sudah berlangsung sejak tahun 1970.  Sulit membantah bahwa oligarki bisnis itu kukunya mencengkeram batang leher elite. 


Kedua. Peran uang haram atau uang gelap atau uang rente yang masuk kedalam sistem politik. Panetrasi uang rente ini luar biasa sehingga membuat demokrasi hanya sebatas prosedur formal saja. Kenyataannya pemerintah bekerja untuk kepentingan rente saja. Yang  miris, uang rente itu sulit dilacak pajaknya. Mereka dilindungi oleh elite politik.


Ketiga. Transformasi media massa ke  ekosistem informasi yang terstruktur sehingga informasi bisa di-create sesuai kehendak modal dan pasar.  Akibatnya kebenaran yang menjadi nilai nilai demokrasi tidak menjadi bagian dari proses pendidikan politik. Makanya jangan kaget bila orang yang tak jelas reputasinya bisa jadi anggota DPR dan kepala daerah. Bahkan jenderal gagal engga malu untuk mencalonkan diri sebagai presiden. Dan selalu ada yang pilih.


Tiga hal tesebut diatas,juga ditulis oleh Lawrence Lessig dalam bukunya, Republic, Lost, dan Dark Money. Lessig menjelaskan bagaimana sekelompok miliarder telah membentuk dan memutarbalikkan politik Amerika. Dan di Inggris, studi penting Martin Moore, Democracy Hacked , menunjukkan bagaimana, hanya dalam satu siklus pemilu, pemerintah otoriter, elit kaya, dan peretas pinggiran menemukan cara untuk mempermainkan pemilu, melewati proses demokrasi, dan mengubah jejaring sosial menjadi medan perang.


Buku ini tidak berbasis teori kuat. Landasan berpikirnya lebih kepada telaah fakta. Jadi lebih tepatnya laporan kompulsif bagaimana praktek demokrasi yang ganas dan culas. Sehingga banyak UU tidak lagi dibuat sesuai dengan nilai nilai demokrasi tentang keadilan. Rakyat kehilangan kecerdasan politik akibat informasi yang bias. 


Media massa  menjadi virus yang ganas menyesatkan orang berpikir. Sosial media membuat orang lonely ditengah keramaian dan jadi budak influencer yang mengemas konten ambigu. Selalu membesar besarkan hal omong kosong seperti idiologi dan agama. Sangat sedikit membahas silent skandal dari kalangan korporat dan elite poltiik. Ogah membahas mind corruption. Padahal silent skandal dan mind corruption ini lebih jahat dari teroris. Karena ia semakin memperlemah pemerintah dalam melaksanakan fungsi  sosial dan keadilan. Dampak buruknya sangat sistematis. Jadi, demokrasi itu paradox . Anti persatuan dan mudah terpolarisasi.

Sunday, June 5, 2022

Ekonomi Turki menuju bangkrut

 



Tadi ketemu dengan teman di PIM Golf. Teman ini aktifis agama.“ Kenapa sebegitu buruknya ekonomi Turki. Saat sekarang Inflasi di Turki tembus ke level tertinggi sejak 1998 mencapai 73,5 persen pada Mei 2022. “ Kata teman


“ Sebenarnya apa yang sekarang terjadi pada Turki  bukan datang begitu saja. Tetapi sudah berproses sejak 10 tahun lalu.” 


“ Ya apa sebabnya?


“ Penyebab utamanya lebih kepada karakter Erdogan sendiri sebagai penguasa. Dia setuju masuk pasar bebas, tapi pada waktu bersamaan dia tidak menjalankan prinsip pasar bebas. Dia sangat yakin kekuasaan bisa mengatur pasar. Maklum ini juga pengaruh agama yang diyakini. Bahwa bunga tinggi itu dosa besar karena termasuk zolim.  Padahal persepsi bunga besar atau kecil itu bukan diukur dari sisi penguasa tetapi oleh sisi permintaan dan penawaran. “


“ Jadi seharusnya gimana ?


“ Dia berkeyakin kalau kran kredit longgar, bunga murah akan mendorong terjadinya kegiatan berproduksi dan berkonsumsi. Itu sekilas ada benarnya. Tetapi mengelola ekonomi makro engga sesederhana itu. Karena demand dan supply uang ke pasar itu berdampak terhadap inflasi dan deplasi, Kalau uang lebih banyak dipakai konsumsi akan berdampak inflasi bila produksi rendah. 


Artinya tanpa dukungan tata niaga yang efisien, iklim usaha yang kondusif, kreatifitas dunia usaha, riset yang kuat, supply uang itu hanya memperbesar impor yang menguras devisa, yang pada gilirannya mengurangi cadangan devisa untuk menjaga stabilitas kurs. Ya  dampaknya inflasi melompat tinggi. Mata uang terjun bebas.” 


“ Kan sebagian negara di dunia ini melakukan kesalahan yang sama dengan Turkey. Kenapa hanya Turkey saja begitu buruk dampaknya. ? Tanya teman. Saya tatap sekilas teman itu. 


“ Mau tahu penyebabnya? 


“ Ya. Apa ?


“ Dia paksa bank negara pinjam uang keluar negeri. Utang itu dijamin oleh negara. Lah uang itu dipaksa disalurkan lewat kredit murah. Nah kamu bayangkan. Kalau bank sebagai badan usaha menarik pinjaman dengan jaminan negara. Siapa yang bisa pastikan akan ada transparansi? Yang pasti dapat fasilitas kredit dari bank negara ya kroni nya saja. Justru menciptakan rente. “


“ Mengapa ? 


“ Karena mereka para kroni itu membangun proyek dengan high cost, mark up biaya. Kalau proyek jadi ok lah. Tetapi nyatanya sebagian besar mereka gunakan uang itu untuk belanja impor. Mereka memilih jadi pedagang daripada pabrikan. Istilahnya, ngapain capek capek produksi kalau jadi pedagang aja udah untung. Ya mereka menikmati rente dari konsumen yang dapat fasiitas kredit bank. Paham? Kata saya tersenyum. Dia terdiam. 


“ Emang gimana index korupsi di Turkey?


“ Sebenarnya engga beda index korupsinya dengan Indonesia. Transparency International, yang memantau korupsi global, melaporkan bahwa pada tahun 2022, Turki telah jatuh ke peringkat 96 dari 180 negara dalam Indeks Persepsi Korupsinya , dengan skor 38 dari 100 pada skala di mana skor nol menunjukkan negara yang sangat korup. Rata-rata global adalah 43. Tetapi Indonesia bisa bertahan dari wabah korupsi karena sistem kita kuat dan presiden engga ikut campur soal moneter. “


" Jadi solusinya gimana? tanya teman lagi.


" Ya kalau masih mau terus korupsi dan ekonomi bisa tahan ya tirulah Indonesia. Turki harus reformasi ekonominya. Pertama. Dalam hal moneter. Pisahkan dengan tegas antara yang pegang uang ( bank central) dengan otoritas ( OJK). Sehingga transparansi terjadi dan tidak bisa diintervensi oleh presiden, terutama soal suku bunga. Biarkan sistem yang kerja. Kedua, Ubah sistem APBN nya agar lebih transfaran. Jangan ada lagi sovereign guarantee. Biarkan pasar yang menentukan trust surat utang negara. Pemerintah bisa atur demand and supply surat utang itu lewat kebijakan suku bunga SBN. Sehingga trust terhadap mata uang terjaga. Ketiga, dorong terjadinya B2B untuk proyek infrastruktur ekonomi lewat skema PPP sehingga terhindar dari rente. Ya tiga itu saja." Kata saya tersenyum 


“ Kan sederhana itu? Sejak Erdogan berkuasa, napas islam sangat dominan. Kalau sampai ekonomi Turki bangkrut, reputasi islam akan jatuh."

“ Islam akan baik baik saja. Karena islam seperti pemikiran Erdogan itu hanya sebatas politik saja, bukan standar nilai tentang amanah yang harus dipertanggung jawabkan. Agama mendidik, bahwa cara yang benar bertanggung jawab bukan hanya dalam bentuk retorika, tetapi perbuatan. Dan itu perlu kecerdasan dan integritas. Itu yang tidak dipahami oleh mereka berpolitik identitas. Mereka pikir kalau sudah berkuasa, bebas dari nilai nilai akhlak. Ya Turkey adalah pelajaran berharga bagi kita semua. Semoga mereka baik baik saja” Kata saya. Teman itu terdiam dan kahirnya mengangguk.