Waktu bisnis Trip ke Dubai. Saya ngobrol dengan teman, yang juga fund manager dari London. “ Iran bukan sekedar negara produsen energi. Ia udah menjadi bagian dari system logistic global modern melalui hub land briddge menghubungkan Asia Tengah, China, Rusia, Timur tengah dan Eropa. “ katanya.
“ Ini yang tidak banyak orang tidak paham. Bahwa Iran sedang membangun masa depan dengan pola lama sebagaimana kejayaan bangsa Persia. Tanpa keinginan untuk damai dan beradabtasi dengan lingkungan geopolitik mana mungkin dia bisa diterima sebagai hub land bridge “ kata saya membenarkan.
Teman dari London itu mengangguk. “ Mereka smart” Katanya.
‘ Selama sekian decade dalam embargo, Iran membangun ±11.000 km rel aktif dengan target ekspansi hingga 20.000 km. Dengan hub utama Teheran (central hub), Bandar Abbas (pelabuhan), Chabahar (akses India) dan Tabriz (akses Eropa)” Kata saya.
Lewat jalur Timur. Iran mendapat dukungan dari China lewat BRI Curridor Real way. Rute utamnya adalah Xi’an / Zhengzhou (China) melewati Kazakhstan, Uzbekistan / Turkmenistan dan Teheran (Iran). Waktu tempuh hanya 15 hari, bandingkan dengan kapal laut bisa mencapai 40 hari. Jalur Barat. Dari Taheran lewat Tabriz menuju Turki terhubung ke Eropa Timur dan uni Eropa.
Jalur Utara–Selatan (INSTC). Dari Pelabuhan Iran, Chabahar yang terletak di tenggara Iran (provinsi Sistan-Baluchestan), di tepi Teluk Oman. Merupakan satu-satunya pelabuhan laut dalam Iran yang langsung ke Samudra Hindia. Iran bermitra dengan India dalam membangun kuridor ini. Logistik kereta yang menghubungkan Iran, Azerbaijan/ Rusia dan Eropa utara ke dan dari darat dan laut melewati Suez Canal. Lebih cepat dan murah.
Jalur ke Asia Tengah & Afghanistan. Iran membangun koneksitas jalur kereta ke Afghanistan (Khaf–Herat) ke Uzbekistan dan Kazakhstan. Ini merupakan bagian dari kuridor Eurosia darat.
Bayangkan, sebelumnya perdagangan global tergantung Suez Canal, Hormuz dan Malacca. Tapi sekarang kereta Iran adalah alternatif jalur darat. Dengan cara ini Iran tidak melawan embargo laut, tetapi membangun alternatif lewat jalur darat yang efisien sambil membangun aliansi dengan negara Kawasan. Sehingga Iran naik kelas. Bukan hanya sebagai produsen minyak, tetapi juga node logistis Eurasia. Dan China mendapat jalur aman ke energi & Eropa tanpa tergantung Hormuz dan Laut Merah
Jalur kereta Iran bukan sekadar logistic tapi arsitektur baru kekuasaan global. Karena dalam geopolitik modern, penguasaan laut itu era abad 20. Tapi masuk abad 21, menguasai darat Eurosia adalah menguasai abad 21. Iran bukan lagi hanya pemain energi, tapi menjadi titik kunci dalam jaringan logistik global yang menantang dominasi lama.
Apa yang dilakukan Iran tak lain cara smart membaca strategi Putin dan Xijinping. Ia yang mengkoneksikan Iran dan Eurosia (EAEU-Rusia, Kazakhstan, Belarus , Armenia, Kyrgyzstan ). Integrasi ekonomi (mirip konsep Uni Eropa, tapi versi Eurasia). Perdagangan bebas antar negara anggota. Penyatuan pasar, barang jasa, tenaga kerja, modal. Dalam konteks geopolitik, EAEU sering dilihat sebagai “counterweight” terhadap European Union. Bagian dari ekosistem yang lebih luas bersama Shanghai Cooperation Organisation (SCO) dan Inisiatif Belt and Road China. Membuka jalur perdagangan ke Asia Tengah dan Asia Timur. Mungkin sudah takdir Tuhan Iran di embargo dan karena itu terjadi perubahan sistem dari abad 20 ke abad 21. Perubahan itu keniscayaan.
.jpeg)
No comments:
Post a Comment