Wednesday, July 31, 2024

Future shock...

 


Dalam Ilmu ekonomi ada survey yang mengukur kondisi ekonomi secara objektif. Namanya Index PMI. Ini jelas berbeda dengan hitungan statistik pertumbuhan PDB yang bersifat umum. Index PMI berfocus kepada survey manufaktur. Yang di survey ada 5, yaitu pesanan, tingkat persediaan, produksi, pengiriman, dan tenaga kerja. Dari lima itu kalau index dibawah 50, maka itu artinya kontraksi alias tidak ada ekspansi atau bisa juga disebut masuk ke jurang resesi. Kalau diatas 50, artinya ekspansi. Ekonomi bergairah. 


Siapa yang melakukan survey Index PMI? yang jelas bukan tukang survei Elektabilitas Pemilu. Atau BPS. Tetapi Standard and Poor Global atau S&P Global. Lembaga ini dipercaya oleh semua kreditur dan investor dunia. Maklum mereka juga lembaga rating surat utang negara maupun korporat. Nah bagaimana dengan indeks PMI manufaktur Indonesia?. Data bulan Juli, index PMI berada di posisi 49,3. Artinya Indonesia resmi masuk resesi. Ini kali pertama sejak COVID kemarin atau 36 bulan lalu.


Pemerintah masih tidak percaya kalau kita masuk resesi. Deputi Bidang Ekonomi Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti menyebut “anomali terjadi di Indonesia”. Ya disaat negara lain banyak negatif, malah data statistik menunjukan PDB kita tetap mengalami pertumbuhan positif. Disaat negara lain sibuk perangi inflasi, inflasi kita dibawah 3%, bahkan tiga bulan berturut turut kita deflasi. Sebenarnya itu karena effect masyarakat tidak cukup uang lagi untuk belanja. Dari data BKPM, laju pertumbuhan investasi terus meningkat. Tetapi mengapa kinerja sektor industri sangat buruk. Tahun 2002 sumbangsih sektor   industri terhadap PDB pernah menyentuh 32 persen. Sekarang hanya ada kurang dari 20 persen.  Artinya kita mengalami deindustrialisasi. 


Data ekspor mineral tambang kita sejak adanya program hilirisasi meningkat 10 kali lipat dibandingkan sebelumnya. Itu semua export oriented.  Tapi mengapa kinerja IDR sangat buruk terhadap goncangan faktor eksternal. Terus terdepresiasi. Kita terus aja berusaha excuse melihat fenomena berkurangnya kelas menengah, PHK yang terus terjadi,  jutaan Gen Z yang nganggur, jatuhnya daya beli masyarakat. Antara angka fundamental ekonomi dan fakta bertemu dalam realitas bahwa kita sedang tidak baik baik saja.


Lantas apa yang terjadi sebenarnya ? Kalau anda berpengalaman di bursa. Hal ini sudah biasa. Data Peningkatan value saham di market dan data fundamental, tidak seiring sejalan. Ya anomali. Sebenarnya bukan anomali. Tetapi bullshit. Seperti yang terjadi pada bisnis dengan skema ponzy. Antara ponzi dan fraud sulit disimpulkan dalam bursa saham yang legitimate. Apalagi semua orang yang masuk bursa dianggap cerdas. Tahu kebohongan dibalik angka dan data hal yang biasa. Anda tidak pahami itu dan tetap optimis, anda akan jadi pecundang. Free entry free fall.


Negara yang sumber dananya bergantung kepada pasar, memang perlu terus memoles citra lewat influencer media massa dan pengamat. Karena sedikit saja rumor negatif, akan berdampak naiknya yield surat utang negara dan akhirnya jadi sampah. Akan berdampak kepada jatuhnya kurs rupiah dan terkereknya bunga SRBI. Makanya perlu energi besar untuk terus memoles neraca dan data statistik. Berusaha keras goreng bursa agar IHSG terus naik. Semua menteri dan staf KSP wajib mengkonter setiap kritik yang bernada pesimis. Kebenaran itu sulit, propaganda itu murah.


Yang jadi masalah sebagaimana sejarah pasar modal. Seperti halnya kejatuhan Enron dan Lehman. Yang pagi hari masih bluechip, sorenya pada sesi kedua perdagangan harga nya sudah sampah. Lebih murah daripada tissue toilet. Dalam situasi batas ilusi dan realita, bias. Apapun peringatan tidak akan ada artinya. Apapun kritik tidak akan didengar, bahkan kritik  akal sehat menjadi olok olok dianggap pesimis. Maka kita harus siap menerima future shock.  Bangun pagi baca berita, rupiah terjun bebas.  Bank collapse. Index bursa jatuh berkeping seperti pada Mey 1998. Dan juga terjadi di Wall Street New York tahun 2008.


Saya tidak menyalahkan Jokowi bila terpaksa harus menenteng para influencer dan youtuber datang ke IKN. Di tengah situasi minimnya investor IKN terutama Asing, dan mungkin juga frustrasi karena DPR tidak memberikan ruang perubahan APBN untuk tambahan budget IKN, bayangan IKN mangkrak sudah di depan mata. Sementata waktu tersisa Jokowi di Istana tinggal menghitung bulan. Jokowi perlu influencer dan youtuber untuk terus berkicau positif tentang IKN. Memang upaya useless untuk tujuan mengundang investasi. Tetapi setidaknya bisa mengantar Jokowi tidur nyaman barang sesaat, karena tahu future shock itu pasti terjadi. Hanya masalah waktu..Kita tidak bergerak ke arah negara maju.Tetapi berangsur angsur menepi di tengah arus kencang dunia yang bergolak. Menuju negara terbelakang. 

Monday, July 29, 2024

Cara inggris mengatasi defisit APBN


 


Keir Starmer ( 61th) adalah mantan pengacara hak asasi manusia. Pemimpin Partai Buruh Inggris. Pada 4 juli  terpilih sebagai Perdana Menteri Inggris setelah mengalahkan Partai Konservatif dalam kemenangan telak pada Pemilu. Apa yang menarik dari Keir Starmer.? Pertama dia berani beda dengan negara Eropa lainnya, yaitu ogah halangi ICC untuk tangkap Netanyahu, PM Israel dan menteri pertahanannya Yoav Gallant. Keduanya dituding atas dugaan kejahatan perang di Gaza. Dia juga mendukung dimulainya kembali pendanaan untuk badan utama PBB bagi pengungsi Palestina (UNRWA).


Kedua, melalui Menteri keuangannya Rachel Reeves (45 tahun), dia memerintahkan agar melakukan investigasi atau audit atas pengeluaran pemerintahan sebelumnya yang membuat defisit APBN inggris  kini mencapai 20 miliar Pound sterling. Itu nyaris bankrut. Apa pasal?  Menurut Reeves, karena politik populis terhadap ekonomi dan layanan publik. Pemerintahan sebelumnya yang dipimpin oleh Partai Konservatif gagal menangani kondisi keuangan negara. Keir Starmer mengatakan kepada para pemimpin bisnis bahwa keuangan publik berada “dalam kondisi terburuk sejak perang dunia kedua”.


Dari hasil audit itu, Publik Inggris melihat fakta kerusakan ekonomi inggris oleh pemerintahan sebelumnya. Mereka gila belanja tanpa memikirkan bagaimana mendapatkan dana berlebih lewat pajak, dan sepertinya tidak mau tahu kalau karena itu orang lain yang harus membayarnya lewat harga yang melambung dan inflasi.  Mantan Menteri keuangan sebelumnya, Tory telah sengaja membawa inggris ke pusaran lubang hitam. Sekarang giliran Partai Buruh untuk memperbaiki fondasi ekonomi  yang sudah berderak retak itu.


Nah apa solusi dari Keir Starmer? Dia smart menurut saya. Terutama menunjuk Rachel Reeves alumni London School of Economics sebagai menteri keuangan. Bahwa sumber pajak yang tidak nampak adalah harta warisan dalam bentuk saham.  Sebelumnya ini tidak tersentuh. Maklum sebagian besar mereka adalah bangsawan yang punya koneksi dengan elite kerajaan inggris. Nah dia kenakan pajak warisan ini. Pada waktu bersamaan dia akan lakukan pemotongan pajak lainnya dan mengesampingkan perubahan pada pajak penghasilan, PPN, asuransi nasional, dan pajak perusahaan – yang merupakan sumber pendapatan terbesar.  Dengan solusi itu, dia bisa menutupi defisit APBN tanpa mengganggu mesin ekonomi sektor real.


Reeves juga membangun National Wealth Fund, yang menjadi dana pendamping untuk proyek infrastruktur yang dilaksanakan dengan concept green dan standar ESG. Setiap 3 poundsterling investasi swasta atau investor akan dapat fasilitas pinjaman  1 poundsterling dari UK Infrastructure Bank (UKIB). Ini akan mendorong kepatuhan dunia usaha terhadap ESG dan green concept.  Pada gilirannya, dalam jangka panjang dunia usaha akan berkembang dengan mengutamakan keutuhan lingkungan, perbaikan sosial dan mengutamakan standar etika moral. Tentu akan menjadikan inggris sebagai tempat yang ramah bagi investor berkelas dunia.


Keir Starmer dan Rachel Reeves adalah golongan kiri, Kalau di Indonesia  itu aliran komunis. Maklum mereka Partai Buruh, ideologinya berpihak kepada pekerja tanpa hendak merugikan dunia usaha namun memenggal income orang kaya  dari warisan keluarganya lewat pajak. Dari sini mereka secara tidak langsung bisa memperkecil GINI rasio. Apalagi Keir Starmer adalah aktivis HAM. Jelas dia akan utamakan tegaknya keadilan hukum. Nggak ada urusan dengan Netanyahu yang di back up AS dan EU. Kalau salah dan terbukti melanggar HAM oleh pengadilan (ICC), ya tangkap. Penjarakan. Moga pak Prabowo bisa belajar dari  Keir Starmer sebagai pemimpin kelas dunia dan mampu menunjuk menteri keuangan sehebat Rachel Reeves .

Sunday, July 28, 2024

10 Tahun Jokowi dalam Essay..

 


Dalam bukunya, The General Theory, John M. Keynes menyatakan bahwa teorinya lebih mudah disesuaikan dalam kondisi sebuah negara totaliter. Karena, dalam negara totaliter : presiden harus dan mutlak untuk lead dalam segala hal!. Keynesan meragukan Adam Smith tentang invisible hand market. Karena faktanya di saat ekonomi dunia meredup terancam resesi, invisible hand tak kunjung datang, keyakinan berkiblat kepada Keynesan semakin mantap. Konsorsium partai minus PDIP mengarahkan haluan kapal besar NKRI ini ke Keynesan. Dukungan Jokowi kepada Prabowo tentu dengan alasan sama. Neo-Orba reborn.


Mengapa Jokowi secara personal terjebak arus perubahan itu? Kemungkinan pengaruh dari orang terdekat dia yang juga sahabatnya dari mantan TNI dan Golkar.  Apa arti kekuasaan kalau kita tidak berdaya terhadap bandar Judol. Tidak berdaya di hadapan konglomerat. Tidak berdaya di hadapan Asing“ Emang siapa mereka sampai membuat negara lemah.” Bukan negara yang lemah, tetapi sistem yang lemah. Sistem politik presidential threshold, yang memungkinkan terbentuknya oligarki. Antara pengusaha dan partai berkolaborasi. Itu yang harus diubah. Jokowi amin kan itu. Kena " olah dia " istilah orang medan.


Semua yang dikerjakan Jokowi sebagai presiden lahir dari program kaum terpelajar. Mereka semua akademis. Tetapi hasil tidak seperti yang diharapkan. Apakah karena itu para sarjana ekonomi di kabinet Jokowi  bodoh? Tidak. Karena bagaimanapun ilmu ekonomi dan perencanaan pembangunan hanyalah atas dasar asumsi.  Dan setiap asumsi seperti kata Keynes, dalam kitab The General Theory of Employment, Interest, and Money, menggambarkan proses di mana orang membentuk ekspektasi masa depan sebagian besar dengan mengekstrapolasi kondisi saat ini.


Dalam teori Keynes, manusia bukan peran yang pasif. Bukan mesin dalam konteks ekonomi. Sangat dipengaruhi oleh perasaan optimis dan pesimis, dan itu jelas engga rasional. Jadi sah saja kalau ada yang setuju dan tidak setuju. Ada yang kaya dan ada yang miskin. Ya ketika tak ada dasar yang solid untuk sebuah perhitungan yang pasti benar, apapun pendapat dan rencana tetaplah absurd.  Yang pasti itu adalah kematian di masa depan. Semua orang pasti mati. Tidak ada manusia yang sempurna dan masa depan itu unpredictable.


Ilmu ekonomi hanyalah teknik perencanaan yang cantik dan sopan. Dan apa yang direncanakan dan dieksekusi Jokowi pada periode pertama, kini kita dapati meleset dari target. Pertumbuhan yang ditargetkan 7%, hanya tercapai 5%. Index ICOR yang tinggi. Apa yang dibangun lewat utang yang katanya untuk hal produktif ternyata pemborosan membuat APBN terus defisit. Harus terus berhutang. Banyak BUMN tadinya baik baik saja, menjadi merugi dan terpaksa di bailout APBN. Belum lagi moral hazard yang ditimbulkan dengan jatuhnya index korupsi. Puncaknya index demokrasi juga jatuh. 


Lantas mengapa perencanaan meleset. Apakah Jokowi grasa grusu. Yang penting cepat aja. Itu juga tidak tepat kalau dikatakan dia tidak rasional. Karena para pakar yang membantu Jokowi tak tahu banyak tentang masa depan. Bahkan sejak Era Soekarno dan Orba, selalu meleset ekspektasi di masa depan. Yang pasti apa yang dikerjakan Jokowi merupakan the way, buah dari konsensus politik pada sistem kekuasaan, yang sejak periode pertama kekuasaannya memang kelihatan terjadi proses perubahan dari sistem demokrasi ekonomi pasar ke demokrasi ekonomi terpimpin. Puncaknya pada periode kedua. Ekonomi kita sudah menjadi Keynesan. Bagi anda yang menganut Adam Smith jelas itu meleset. Bagi Kesynesan, itu biasa saja. Proses namanya.


Jokowi tahu konsekuensi dari kebijkannnya.  Dia berani aja membuat keputusan mengeksekusi proyek strategis terutama infrastruktur B2B dengan dana pendamping dari APBN, itu karena dia punya kapasitas untuk mengendalikan sumber daya.  Menurut Keynes itu ada benarnya. Karena kekuatan politik, khususnya Negara, bisa berperan besar ke arah sebuah hasil yang positif, walau perencanaan tidak optimal. Jangan terlalu jauh mikirnya. Hidup dan sejarah, menurut Keynes, terdiri dari proses jangka pendek, short runs. Makanya dimasa kini harus ada kekuatan negara mengontrol ekonomi. " Saya harus ngantor di IKN sebelum lengser. Jadi pastikan 17 agustus kita pesta di sana." 


Keynes lahir dari keluarga akademisi di Cambridge pada 1883. Ia tak hanya seorang ekonom. Ia juga kolektor seni rupa kontemporer, pencinta balet, pencinta kesenian. Dan pemain pasar modal dan valas yang sukses. Dengan itu dia bisa hidup makmur.  Lingkungan pergaulannya kalangan bangsawan inggris, termasuk kalangan gay… Friedrich von Hayek, guru besar asal Austria yang mengajar di London School of Economics punya kritik terhadap pandangan Keynes “ Negara yang terlalu banyak mengatur akan mematikan kebebasan dan mengharamkan transfaransi. Yang pasti menikmati kemakmuran adalah elite beserta keluarganya. Nepotisme dan feodalisme akan terus berlanjut.

Thursday, July 25, 2024

Gerombolan penipu...

 




istilah state capture diperkenalkan kali pertama oleh World Bank pada tahun 2000. Apa itu state capture ? The classical definition of state capture refers to the way formal procedures (such as laws and social norms) and government bureaucracy are manipulated by government officials, state-backed companies, private companies or private individuals, so as to influence state policies and laws in their favour. Jadi kalau diartikan dalam bahasa awam adalah penipuan terhormat. Mengapa terhormat? karena dilegalkan secara hukum dan aturan. Telah memenuhi standar prosedur formal melalui proses  birokrasi pemerintah. 


Siapa yang jadi penipu ini? Ya mereka yang dapat keuntungan dari legitimasi penipuan itu. Mereka adalah pejabat negara dan pemerintah, korporat maupun pihak personal swasta. Mereka inilah yang mempengaruhi proses penipuan itu agar melahirkan kebijakan  negara yang clean and clear secara hukum maupun sosial. Antara penipu itu saling terikat dan saling sandera. Maka jadilah mereka sebagai gerombolan kriminal atau disebut dengan istilah oligarki.


Oligarki hanya terjadi pada satu negara yang banyak partai nya namun tidak ada satupun yang mayoritas dan oposisi lemah. Lahirnya pemimpin  dari tingkat daerah sampai pusat, diatur dengan istilah presidential threshold.  Artinya memastikan calon Independen tidak mungkin punya peluang jadi pemimpin. Dengan demikian, sesama partai akan berembuk untuk menentukan calon yang akan diusung. Dalam berembuk ini pasti pengusaha dan korporat dalam lingkaran oligarki dilibatkan. Maklum proses politik butuh biaya mahal.


Karena proses politik adalah bagian dari state capture maka aturan dan prosedur pemilu di create untuk melegalkan kecurangan, yang sehingga dalam proses sengketa Pemilu, pengadilan dapat dengan mudah diatur. Yang curang yang tetap menang. Dengan demikian dapat diartikan bahwa pemimpin tidak lahir dari hati nurani rakyat dan untuk kepentingan rakyat, tetapi berasal dari dompet oligarki dan diciptakan untuk kepentingan state capture. Selalu yang terpilih adalah pemimpin yang lemah, yang mau dan bersedia menjadi conductor dalam orkestra state capture.


Di Amerika latin, BUMN terbentuk lewat nasionalisasi asset dan setelah itu dilakukan privatisasi. Saat privatisasi ini, pelepasan aset strategis jatuh ke korporat oligarki. Setelah aset strategis dilepas, selanjutnya BUMN ditugaskan mengerjakan proyek strategis. Maka ia menjadi proyek B2B tanpa melibatkan APBN. BUMN ini berhutang ke bank untuk pembiayaan. Sehingga moral hazard terjadi. Mark up pembiayaan proyek tak bisa dihindari. Dari pengadaan tanah sampai kepada EPC. Itu masalah korporata. Biarin aja.


Cerita akhir mudah ditebak. BUMN default utang bank. Kalau dibiarkan akan sistemik. Maklum bank juga adalah BUMN. Negara dipaksa mem bailout lewat APBN dalam pos Penyertaan modal negara. Selanjutnya BUMN itu akan terus terjebak utang dan akan terus minta negara bailout. Karena skemanya memang state capture. Sampai akhirnya BUMN itu ditutup atau dipaksa merger dengan sesama BUMN. Ini cara window dressing agar borok lama tidak terendus dan agenda state capture bisa terus lanjut dan lanjut.


Penguasaan SDA mineral tambang dalam bentuk IUP dibuat mudah dengan alasan mendukung investor swasta/BUMN. Faktanya kemudahan itu hanya diberikan kepada oligarki. Namun nyatanya owner adalah investor asing lewat  skema bisnis Participating interest dan counter trade. Oligarki hanya bertindak sebagai beneficial owner,  dapat fee atas setiap loading ekspor. Sementara laba dan devisa hasil ekspor (DHE) tinggal di luar negeri di rekening trader PI atau investor counter trade. State capture berdampak bukan hanya kehilangan peluang mengumpulkan devisa tetapi juga merusak lingkungan. 


Setiap korporat terhubung dengan oligarki pasti dengan agenda menguras dana Lembaga Pensiun Negara atau Dapen BUMN. Mereka dilibatkan sebagai investor pra-IPO  dengan skema Obligasi konversi. Setelah IPO, hutang dikonversi jadi saham dengan valuasi berlipat lipat. Namun selanjutnya harga saham terus jatuh di bursa. Pada pembukuan Dapen BUMN masih tercatat unrealized loss. Karena belum dijual. Kelak portfolio aset itu dibungkus dalam bentuk reksadana. Sehingga catatan unrealized loss tidak ada lagi. Sebagian besar Dapen BUMN sebenarnya sudah jadi zombie alias dead duck.


Negara adalah market maker untuk pangan. Maklum ada banyak mulut yang harus disediakan makanan. Aturan melegalkan state capture terjadi lewat pelemahan kemandirian sektor pangan domestik. Atas nama UU ketahanan pangan,  negara terjebak impor pangan lewat trader agro international yang pasti terhubung dengan oligarki. Harga pangan diatur oleh pedagang dan memaksa negara mensubsidi lewat APBN. Skema ini menguras APBN dan devisa serta melemahkan semangat produktivitas petani.


Bank bank dalam negeri hidup dari likuiditas money laundering hasil dari state capture, yang terstruktur dalam bentuk judi online, perdagangan emas ilegal, illegal mining dan lodging, komisi haram, dan lain lain. Dana disalurkan lewat lending ke korporat link oligarki. Kemudian bank melakukan skema selling credit ke bank di luar negeri. Pada saat jatuh tempo bank lakukan buyback utang dengan uang cash dari money laundering itu. Maka uang haram itu berpindah ke luar negeri. Kelak dana itu akan masuk lagi kedalam negeri dalam bentuk pembelian surat utang negara. Saat surat utang negara itu di jual di pasar, Uang haram berubah jadi halal. Pada saat bersamaan negara tersandera. Bukan kepada asing tetapi kepada oligarki. Semakin besar ratio utang terhadap PDB semakin besar ketergantungan kepada Oligarki.


Masih banyak lagi contoh skema state capture yang terjadi di Amerika Latin, semoga tidak terjadi di Indonesia. Namun saya akan mengakhiri tulisan ini dengan catatan. Salah satu pelajaran sejarah yang paling menyedihkan adalah ini: Jika rakyat telah ditipu cukup lama, mereka cenderung menolak bukti tipu daya itu. Mereka tidak lagi tertarik untuk mencari tahu kebenarannya. Tipu daya itu telah menjerat mereka. Terlalu menyakitkan untuk mengakui, bahwa mereka telah ditipu. Seperti lagu minang, " nasib kabau padati" Begitu Anda memberi seorang penipu kekuasaan , batang leher anda sudah terjerat, suara anda tersekat, dan kalaupun bisa lepas, itu pasti tidak mudah. Pahami itu.

Wednesday, July 24, 2024

Perubahan itu keniscayaan..

 



Awalnya kita datang, dan kita memilih. Pedagang melayani kita dengan sepenuh hati. Bargain terjadi.  Meriah banget. Makanya dulu waktu ABG setiap hari minggu saya suka temanin ibu saya belanja ke pasar tradisional. Setelah berkeluarga hobi itu saya lanjutkan. Temanin istri belanja di hari minggu. Saya suka lihat istri saya tawar menawar. Itu sesuatu banget. Tetapi lambat laun kemeriahan pasar itu tergantikan dengan hadirnya pasar Swalayan.  Tidak ada lagi bargain harga. Semua harga di bandrol. Tidak ada lagi pedagang, yang ada hanya SPG. Kita datang dan kita melayani diri kita sendiri. 


Kemudian lambat laun keadaan berubah. Pasar tradisional nyaris karam. Sementara Pasar Swalayan sudah redup. Berangsur angsur digantikan dengan belanja daring. Kita tidak perlu datang ke toko. Harga di bandrol, tetapi lewat ecommerce marketplace kita bisa memilih harga terbaik dari  sekian banyak virtual shop yang ada. Kita bebas memilih dan bayar. Tak ada tatap muka antara pedagang dan konsumen. Digantikan oleh operator ecommerce. Barang datang sendiri sesuai pesanan. Operator logistik bekerja.


Dan kelak bila komputer quantum sudah established menggantikan komputer Bit yang konvensional maka  Artificial intelligence (AI) akan mengubah belanja daring menjadi belanja dengan robot atau mesin. Tidak ada lagi operator ecommerce yang dikendalikan manusia. Tidak ada lagi operator Logistik yang dikendalikan manusia. Semua sudah digantikan oleh mesin robot bernama AI. Yang ada hanya konsumen dan produsen. Terlibat secara langsung. Free of chose seperti kata Milton Friedman menampakan wujudnya.


Dalam proses perubahan itu tentu tidak terjadi dengan mulus. Walau basic teori filosofi pasar modern dipahami lewat ratifikasi WTO, Free trade Area, tetapi tentu perubahan yang cepat itu kadang menimbulkan kegamangan.  Para pengamat dan elite politik bersuara lewat media. Mereka sering kali membesar-besarkan kelebihan kapasitas produksi China sebagai alasan China melakukan praktek dumping terhadap EV, panel surya, baterai litium, tekstil dan lain lain. Katanya karena ulah China itu mengganggu keseimbangan pasokan-permintaan global. Menyebabkan penurunan drastis harga  di pasar. Dalam jangka panjang akan merugikan keberlanjutan manufaktur global. Itu hanya teori absurd untuk membenarkan alasan  proteksionisme pasar. 


Secara teoritis, kelebihan kapasitas biasanya apabila kapasitas produksi industri secara signifikan melebihi permintaan. Kelebihan pasokan akan menurunkan harga yang tajam. Jelasnya, definisi ini menghubungkan kelebihan kapasitas dan ketidakseimbangan pasokan-permintaan. Dari perspektif hukum,  yang menjalankan fungsi ekonomi pasar adalah  Produsen (sisi penawaran) dan Konsumen (sisi permintaan) Mereka terpisah dan perilakunya sangat bervariasi. Banyak faktor yang mempengaruhi perubahan permintaan dan penawaran.  Seperti adanya pandemi atau bencana alam, kebijakan makroekonomi, perubahan preferensi konsumen, kemajuan teknologi dan lain lain.


Oleh karena itu, keseimbangan penawaran-permintaan adalah bersifat sesaat dan relatif, sedangkan ketidakseimbangan supply-demand bersifat normal dan mutlak. Dari prinsip inilah peran harga sangat menentukan untuk mengarahkan penawaran dan permintaan menuju keseimbangan baru. Oleh karena itu, ketidakseimbangan pasokan-permintaan adalah hal yang lumrah  dalam mekanisme pasar, dan kita tidak boleh menyamakannya dengan kelebihan kapasitas. Apalagi sampai menjadikan issue kelebihan kapasitas sebagai alasan dumping dengan tindakan protektif. Itu distorsi terhadap mekanisme pasar.


Menurut saya, sikap proteksionisme tersebut membuktikan perubahan itu tidak mudah. Apalagi beranjak dari comfort zone ke competitive zone. Bagaimanapun China lead dalam melakukan perubahan itu. Yang korban,  bukan hanya international tetapi juga dalam negeri China sendiri. Ekonomi mereka slow down karenanya. China tidak punya banyak pilihan. Karena mereka harus focus kepada program sustainable growth yang high quality. Mekanisme pasar harus menjamin tidak ada lagi Industri dan manufaktur yang sesukanya tentukan harga dan menentukan margin sehingga pasar tidak efisien dan konsumen dirugikan. Enough is enough.


Satu satunya yang tidak berubah dalam kehidupan ini adalah perubahan itu sendiri. Ia suatu keniscayaan. Apalagi penghormatan terhadap hak privasi menjadi spirit bergerak nya mesin ekonomi pasar. Tanpa orientasi kepuasan pelanggan, apapun produk akan ditinggalkan pelanggan. Setiap produsen dan pedagang harus memahami ini. Kalau tidak, mereka akan digilas oleh perubahan. Apapun tindakan protektif pemerintah yang mendistorsi pasar akan mematikan motivasi berproduksi dan mematikan daya saing. Pada akhirnya yang menang adalah penguasaan  teknologi yang menciptakan efisiensi lewat innovation dan harga bersaing. Pahami itu.

Thursday, July 18, 2024

Mindset miskin.

 



Saya menghadiri rapat antara Team GI dan Yuan dengan team mitra bisnisnya. Berawal 5 tahun lalu. Mitra GI dapat long term contract market. Mereka tidak punya sumber daya keuangan dan teknologi untuk melaksanakan contract itu. Maklum mereka hanya punya konsesi bisnis dari negara. Mereka datang ke Yuan sebagai solution provider. Yuan menggabungkan skema lending dan insurance untuk mortgage contract itu lewat perbankan. Pada waktu bersamaan Yuan menyediakan teknologi logistik first class agar utang mortgage itu secure. 


Namun baru berlangsung kurang dari 2 tahun, Pandemi terjadi. Operasional jadi tertunda. Income tidak ada. Sementara bunga bank tetap harus bayar. Pihak Mitra GI tidak bisa membayar bunga. Mereka memilih surrender. Sebagai guarantor atas lending itu, Yuan harus bailout utang itu. Asset yang jadi collateral dambil Yuan. Pihak mitra GI merasa happy. Mereka terhindar dari resiko. Namun setelah pandemi, dan terjadi perang Rusia-Ukraina, permintaan logistik meningkat. Value asset juga meningkat. Pihak mitra GI, datang mengemis agar long term contract cargo dilanjutkan. Ya akhir cerita mereka kena trap Hostile TO oleh Yuan.


Saya hanya mendengar saja rapat itu. Setelah rapat, salah satu owner dari mitra GI mengatakan bahwa Yuan adalah predator. Saya senyum aja. Ini masalah perbedaan mindset. Yuan tidak berpikir soal uang tetapi laba. Ketika ada masalah, Yuan tidak surrender. Tetapi menghadapinya untuk diselesaikan sebagai peluang baru. Itu juga bukan gambling. Tetapi proses pengambilan keputusan memang didasarkan oleh desk riset yang kuat dan dilaksanakan oleh SDM yang qualified  dengan standar good governance. Dengan cara itulah Yuan bertahan dan terus berkembang.


***

Yuan holding terdaftar di London namun markasnya di Hong Kong. Beroperasi secara internasional di lebih dari 20 negara. Punya standar international sebagai perusahaan yang mengandalkan sumber daya manusia.  Setelah GI diakuisisi oleh Yuan Holding. GI otomatis menjadi anak perusahaan Yuan. Keadaan berubah. Gaji karyawan naik 50%. Gaji staf dan direksi naik 10%. Direksi GI terkejut. Mengapa gaji naik diatas standar lokal.? demikian awalnya mereka bertanya. Namun setelah setahun. Barulah mereka paham. Secara perlahan terjadi transformasi kompetensi lewat training dan perbaikan sumber daya. Dengan standar high grade, Yuan bisa menghela anak usahanya masuk dalam kompetisi dunia. 


Pada tahun tahun awal mendirikan Yuan. Saya diskusi panjang lebar  dengan CEO Yuan, Wenny.  Dia lebih banyak mendengar apa yang menjadi visi saya. Saya katakan, Laba adalah wujud dari proses yang jeli memanfaatkan peluang, resilience dalam mengelola sumber daya, struggle lewat pengetahuan dan network yang ada.  Kalau kamu berpikir uang, kamu akan merugi. Tetapi kalau kamu fokus kepada proses meraih laba, uang akan datang sendiri. Pecundang tidak mengerti proses. Kalaupun mengerti, dia tak punya kemampuan melewati proses. Kalaupun mampu, dia tidak punya keberanian dan kesabaran. 

Kalau ada orang nampak kaya raya namun dia selalu berpikir tentang uang, maka itu artinya dia punya mindset miskin. Sebaliknya banyak juga orang miskin tapi punya mindset kaya. Dia menghormati proses dan sabar melewatinya dalam keterbatasan. Kalau dapat uang, dia utamakan kebutuhan daripada keinginan.  Kalaupun akhirnya dia dapat predikat kaya, tidak akan membuat dia euforia dan hidup hedonisme. Karena dasarnya memang dia punya mindset kaya. Jadi biasa saja.


Saya katakan,  di Indonesia gaji ASN sangat rendah dibandingkan dengan negara G7. Membandingkan itu wajar. Apalagi konsumsi sebagian besar dari Impor. Yang mau jadi ASN umumnya karena mindset miskin. Kalau mindset kaya, mana mungkin mau jadi ASN. Ketika ada peluang korupsi, itu pasti mereka lakukan. Walau ancaman bagi koruptor adalah penjara, itu tidak begitu menakutkan daripada kekurangan income. Dan kalau mereka akhirnya tamak, itu juga karena mindset miskin. Karena satu satu nya yang dipikirkan orang miskin adalah uang. Mereka tidak mampu berpikir lain kecuali uang.


Pemerintah mendapatkan legitimasi untuk mengelola sumber daya negara. Kalau ia cenderung mengutamakan prinsip kapitalisme, dan mengabaikan sosialisme, pemerintahan akan kehilangan spirit. Kreatifitas akan padam, struggle akan berkurang. Hanya masalah waktu negara bak bahtera besar akan karam. Karena dilubangi dari dalam. Merana karena mindset miskin. Retorika ASN abdi negara, pujian itu sangat tidak masuk akal. Bahkan sangat memalukan. Hipokrit. Itu sama saja memuji orang miskin yang tak tahu diri dan menasehatinya untuk bersabar dengan kemiskinannya. 


Idea besar butuh keberanian. Keberanian yang mengutamakan lebih dulu kesejahteraan karyawan daripada pemimpin. Artinya, jangan anggap kesejahteraan karyawan itu spending for nothing. Itu adalah investasi membangun fondasi yang kokoh untuk lahirnya kreativitas, innovasi,  semangat bersaing dan kepatuhan kepada good governance. Mengapa ? ketika karyawan dibayar cukup mensejahterakan,  mereka sadar mereka dibayar karena kompetensi. Itulah mindset kaya. Mereka tidak lagi hanya memikirkan uang. Tetapi fokus pada peningkatan nilai. Rasa hormat atas kinerja. Nah itulah yang akan menjadi energi besar menghadapi dunia yang terus berubah. Itu akan sustain…