Tuesday, February 16, 2010

Mirror Asset.


Many people ask me about the existence of Soekarno's assets or what is called the asset decade. They showed me the existing asset documents. There are Gold certificates, some are in the form of bank guarantees and other documents stating that these assets exist and are registered in the banking system. The story behind this asset seems like a myth. Gold assets are said to have been originally stored in banks in Europe during the kingdom (Nusantara) in the 16th century. The asset value is enormous. Then after Indonesia's independence, these assets were handed over by the heirs to the President of Indonesia, Soekarno. On the mandate of his heirs, Soekarno appointed a team to manage the assets (one of which was Pak Soewarno). The team's task is to take legal action to return these assets to Indonesia. The story continues until a meeting between Soekarno and JF Kennedy is known as the Hilton Memorial Treaty.

As far as I know, the story about the assets has never been confirmed by the government. There is a special reason that the physical asset is no longer available. It was for world war reasons. During the second world war, the first half, Germany won and all assets in European banks were taken over by Germany. In the second half, the United States won and the assets in Germany were taken by the US to be deposited with the Fed. Everybody knows what "you win, you take it all". This world war event is a force majeure in international law. Everyone is aware of the risks when placing assets in a bank. So we can conclude that this asset exists but is not available due to the history of war. Then why are there still bank documents related to these assets?

Even though the asset is no longer physically available, it is legally valid. This is because the assets were originally placed under trustee law, which is valid for 600 years. Therefore, governments in Europe still recognize evidence of assets and their heirs. However, the evidence is invalid if it is used for banking transactions. But in the wrong hands some assets are being used for money laundering and fraudulent operations. Therefore, interbank confirmation cannot be done via SWIFT. The asset is not recorded on the bank's balance sheet

But in general these assets are widely used for fraud motives to those with poor banking knowledge. How? To convince others, they show documents from a first-class bank. It's clearly fake. Banks no longer issue securities documents in written form, but in digital form (scripless). Sometimes something funny. The document contains the names and codes of the IMF and the world bank. Totally fake. Because the IMF and the World Bank are not involved in technical bank instruments as usual. Anything else is funny. These documents include the CUSIP, ISIN number for BG or SBLC. CUSIP or ISIN only for bonds or MTN. Bank products in the form of BG or SBLC do not have CUSIP or ISIN. All bank products are not listed on Euroclear. While many of these assets sometimes include Euroclear information.

So in conclusion, it's best to avoid talking about or dealing with these types of assets.

Wednesday, February 10, 2010

Bisnis dan berbagi dalam sunyi.


Weekend saya datang ke daerah Dongguan untuk ninjau Pabrik. Saya mengajak Wenny untuk makan siang. Kami mendatangi restoran muslim yang ada di Guangzou. Tempatnya ada di sayap kanan loby office building. Kesan pertama saya masuk ke restoran ini mewah dan sangat private. Menurut Wenny, pemilik restoran ini adalah classmate nya waktu di SMU di Changsa. Dia sengaja menjemput kami di depan pintu restoran. Kami dituntun keruang private. Kebetulan teman Wenny ini beragama islam. Hidangan pembuka sambil menanti menu yang kami pesan datang adalah Kerupuk Udang yang khusus di impor dari Medan.
“ Saya senang ternyata orang muslim exist sebagai pengusaha di China. “ Kata saya. 
“ Mr. B, di sini agama adalah ranah pribadi yang tidak pernah dibahas oleh siapapun. Pemerintah juga tidak mau pusing orang beragama atau tidak. Yang penting orang itu bisa berproduksi dan bayar pajak. Itu saja. “
“ Oh ya. “ 
“ Saya ada cerita soal agama khususnya islam di China. “ Kata teman Wenny. Bahasa inggris sangat bagus. Karena tadinya dia bekerja sebagai PR perusahaan penerbangan. Pensiun dini untuk berwiraswasta dengan membuka restoran. Pelanggan utamanya adalah relasinya waktu masih sebagai PR di perusahaan penerbangan.

“ Di suatu Desa di provinsi Hunan,” Katanya memulai cerita. “ada seorang pemuda yang datang dari kota. Desa itu sebagian besar beragama Islam. Kehidupan sehari hari desa itu dari hasil pertanian dan Pengrajin lampu. Pemuda ini datang ke desa menjadi pembeli barang kerajinan. Setiap hari dia mendatangi rumah pengrajin. Dia akan beli seharga yang pantas. Dia jarang bicara banyak namun kedatangannya di rumah selalu dinanti oleh penduduk desa. Setiap bulan sekali , pemuda itu pergi ke kota untuk menjual barang dagangannya. Biasanya tiga hari di kota dia sudah kembali di desa.

Orang desa tahu bahwa dia beragama islam. Hanya membedakan dia dengan orang kampung dia tidak berjanggut dan kopiah putih. Dia seperti layaknya pemuda pada umumnya. Sebagai juragan tergolong kaya, dia disenangi oleh orang kampung. Namun ada juga sebagian tidak suka dengan dia. Khususnya tokoh masyarakat desa termasuk petugas Partai Komunis yang ada did esa itu dan kelurga kaya. Apalagi sudah semakin banyak para anak gadis yang membicarakan pemuda ini. Hampir semua bermimpi agar pemuda ini menjadi suami mereka. Pemuda ini termasuk ramah.

Setiap sholat Jumat, Pemuda ini datang selalu menjelang azan. Pulang lebih dulu. Kesan beragama seperti ini membuat tokoh masyarakat yang muslim tidak menyukainya. Kalau ada kegiatan beramal, pemuda ini selalu menghindar untuk memberikan sumbangan. Namun para pemuda kampung sering datang ke rumah pemuda ini. Ada yang diperkerjakannya sebagai tukang packaging barang. Ada juga pengrajin yang kurang modal, dibantunya sebagai mitra. Hasilnya dibagi sama. Lambat laun pemuda ini semakin mendapat perhatian para pemuda kampung. Dia semakin populer. Ekonomi desa bergairah. Namun tokoh masyarakat semakin membencinya.

Malang tak dapat ditolak. Yang terjadi terjadilah. Di suatu malam, orang kampung mengaraknya seraya memukuli pemuda ini. Karena tertangkap basah sedang di rumah janda miskin. Persekusi dan eksekusi dipimpin oleh tokoh masyarakat dan pemuda dari keluarga kaya. Dia tiduh berzina. Wanita itu mengakui bahwa pemuda itu akan memperkosanya. Sebelum sampai di kantor polisi, pemuda itu menjemput ajal. Berlaku takdir untuknya. Kembali kepada Tuhan.

Petugas Polisi ketika akan mengadobsi Pemuda itu, terkesima. Darah pemuda itu harum. Bahunya nampak legam. Seakan bertahun tahun pemuda ini bekerja sebagai tukang panggul. Padahal dia orang kaya. Punya pekerja membantunya untuk memanggul beban berat. Tetapi mengapa bahunya lebam? Yang menakjubkan adalah sehari di rumah sakit, seluruh wajah yang hancur dipukuli seketika bersih seakan tidak pernah ada cedera. Wajah pemuda itu bercahaya seakan jiwanya begitu tenang menjemput ajal. “ kata teman Wenny. Dia tersenyum seraya menarik napas panjang.

Saya terdiam dan siap terus menyimak cerita. 

“ Sebulan setelah pemuda itu wafat…” Lanjutnya “ Orang terkejut karena banyak janda miskin dan orang tua miskin yang mempertanyakan beras yang selalu ada di depan pintu pagi hari setiap akhir bulan. Biasanya di dalam karung beras itu ada amplop merah berisi uang. Kini tidak ada lagi. Banyak pemuda miskin dan pengrajin yang kehilangan mentor dari pemuda itu.

Petugas Partai dari tingkat kebupaten melakukan penyelidikan atas kasus kematian pemuda itu. Menyimpulkan bahwa penganiayaan itu direkayasa oleh tokoh masyarakat dan pemuda yang terprovokasi pemahaman agama yang salah. Tuduhan kepada pemuda itu adalah dia menjauhkan pemuda kampung dari masjid. Lebih focus kepada urusan dunia dan lupa agama. Ini dibuktikan dari hasil investigasi dengan para pemuda kampung. “ katanya.

“ Bagaimana dengan janda miskin itu ? Tanya saya.

“ Janda miskin itu akhirnya mengakui bahwa pemuda itu datang ke rumah malam malam untuk mengantar uang berobat anaknya. Tetapi dia terprovokasi oleh tokoh masyarakat untuk menjebak pemuda itu. Jadi ada sifat cemburu karena GR kepada pemuda itu. Karena pemuda itu banyak disukai oleh wanita di kampung.

Karena itu keadilan harus ditegakan kepada mereka yang mengakibatkan pemuda itu wafat. Sekretaris partai di desa itu di hukum mati. Tokoh agama yang terlibat dikenakan hukum kerja paksa. Mereka harus dihukum melalui kerja agar paham arti bagaimana menjalani hidup. Bahwa hidup itu bukan retorika tetapi berkarya untuk paling banyak manfaat bagi orang lain. “

Saya terhenyak.

“ Mr. B…” kata Wenny. “ itu satu contoh betapa agama itu bisa jadi perusak bagi orang yang lemah berproduksi dan punya mental tangan di bawah. Agama dijadikan alat memprovokasi orang untuk marah dalam kebodohan. Keimanan mereka berubah menjadi cemburu buta. Lupa seharusnya dalam marahpun harus adil. Bukan hanya perbuatan, bahkan dalam pikiranpun harus adil. Agama itu adalah perbuatan. Perbuatan berbagi cinta kasih karena Tuhan. Yang tidak perlu diangkat setinggi langit agar orang tahu bahwa dia hebat beragama. Agama itu masalah privasi antara manusia dengan Tuhannya, yang diaktualkan dalam nilia nilai kemanusiaan. Cinta kasih dan berbagi dalam sepi…itulah hakikat islam sesungguhnya.

Thursday, February 4, 2010

Real estate investment Trust.





Tadi siang saya bertemu dengan Direksi Perusahaan sekuritas dan Perusahaan Forex. Kami semua berteman. Bicara santai. Saat itu mereka minta pendapat saya soal rencana pembiayaan pengembangan kawasan segitiga tanah Abang. Saya tersenyum. Ternyata beredar proposal cari duit untuk proyek Tanah Abang.
“ Kita udah ketemu investor dari Arab dan China, tetapi mereka hanya ngomong doang. Engga ada realisasinya. Apakah anda punya investor untuk proyek itu “
“ Investor ada. Engga perlu ke China atau Arab. Kita sendiri bisa create dananya. “
“ Gimana ?
“ Kalian bisa terbitkan Real Estate Investment Trust ( REIT). “
“ Maksud kamu ?
“ Tanah seluas itu dan proyek raksasa tentu butuh dana triliunan. Kalau dibiayai oleh bank dan Investor pasti engga akan keangkat. Tapi kalau masyarakat dilibatkan. Pasti mudah. Nah dengan REIT, tanah itu dipecah dalam ukuran terkecil sampai pecahan Rp. 10.000. Pasti mudah dapatkan uang tunai. Apalagi tanah kawasan tanah abang itu kawasan emas. Harga terus naik. Itu akan meningkatkan nilai REIT. Belum lagi pendapatan dari hak pengelolaan kawasan seperti apartement, office tower, pasar dan lain lain. Itu akan deviden bagi REIT.”
“Oh itu saya paham. Kalau di kita itu disebut dengan Dana Investasi Real Estate atau DIRE. Tapi kapitalisasinya rendah boss.”
“ Ya karena skema sama seperti reksadana. Ya terbukti data yield rata rata tidak lebih baik dari saham atau produk investasi lainnya. Tetapi kalau lewat skema hedge fund jelas lebih baik dan menarik. 
“ Gimana skema penerbitan instrument REIT bisa diterapkan dan pasti dibeli investor retail.” Kata mereka serentak. Tetapi saya hanya tersenyum. Saya harus undur diri. Karena Oma sudah  dari tadi datang jemput saya.

Dalam perjalanan pulang...

“ Apa sih Pa yang dimaksud dengan REIT? Kata Oma dengan rasa ingin tahu apa yang saya bicarakan tadi.
“ Itu cara dapat uang dari publik lewat penerbitan instrument investasi. Tiap negara berbeda istilahnya. Tetapi intinya adalah create produk investasi terkait langsung dengan bisnis property. Jadi sama dengan kepemilikan property dalam jumlah besar kemudian dipecah dalam nominal kecil yang sehingga bisa dijual ke publik secara massive.” kata saya.
“ Proyek apa saja itu ?
“ Proyek perumahan, perkantoran, kawasan industri dan lain lain. Namun proyek itu tidak bisa dijual tetapi dikelola dan disewakan. Pemegang unit Trust mendapatkan deviden dari pengelolaan proyek dan tentu mendapatkan kenaikan value atas peningkatan harga market property.”
“ Itu kan gampang createnya.”
“ Ya gampang. Masalahnya ada angga pembelinya. Karena apapun instrument investasi walau legal namun tetap saja kepercayaan publik menentukan. Kepercayaan itu bisa karena skemanya atau nama penerbitnya. Tetapi pada intinya investor retail lebih melihat dari kinerja dan skemanya.”
“ Lah mau skema gimana lagi. Kan udah ada aturan pemerintah dalam bentuk DIRE.”
“ Ya. Kalau itu ikuti aturan normatif. Dalam dunia keuangan kan tidak selalu harus patuh dengan standar normatif. Kalau kita bisa  create DIRE dengan skema yang menjamin resiko tentu bisa menarik minat investor.”
“ Caranya ?
“ Dalam REIT itu ada empat skema. Pertama, diterbitkan oleh developer dan REIT diterbitkan khusus untuk pembiayaan proyek yang sudah ditentukan. Kedua, diterbitkan oleh Investment manager dalam bentuk reksadana yang peruntukannya untuk pembiayaan proyek property tertentu. Ini disebut dengan mREIT atau mortgage Real estate Investment Trust. Ketiga, diterbitkan tanpa perlu didaftarkan kepada OJK namun investornya terbatas. Engga bisa dijual luas ke publik. Atau bisa juga dengan membuat perkumpulan koperasi dimana anggota sebagai investor dari REIT itu. 

“ Terus..”

“ Skema pertama, kurang menarik. Karena pada kenyataanya penerbit nakal. Tidak 100% uang dipakai untuk proyek. Kadang penerbit ambil untung duluan dari harga tanah dan kontraktor. Makanya jangan kaget bila imbal hasil dan deviden rendah dan kenaikan harga REIT juga rendah di pasar. Skema kedua, juga kurang menarik. Karena banya investment manager tidak disiplin menyalurkan dana mREIT. Kemampuan project assessment juga rendah. Sehingga mudah dibohongi pengembang. Kadang mereka  juga konspirasi dengan pengembang yang butuh uang. Pada akhirnya investor dirugikan. Skema ketiga, juga punya catatan buruk. Karena sulit mengontrol arus kas pengembang seperti kasus Koperasi Hanson Mitra Mandiri.” 

“ Kalau lewat skema hedge fund, itu tidak akan terjadi ?

“ Tidak. Sangat aman. Sangking amannya umumnya dia dipedagangkan di luar negeri dan cepat sekali mendatangkan uang”

“ Caranya gimana ? 

“ Pertama, bisnis profile nya harus bagus. Setidaknya bukan hanya melulu jual real estate tetapi menjual value. Misal bangun kawasan industri. Ya valuenya ada pada supply chain, bukan jual kavling tanah.  Bangun perkantoran, valuenya ada pada kemudahan menyewa kantor siap pakai lengkap dengan furnishing. Katakanlah bisa disewa harian atau bulanan. Bangun apartemen, valuenya ada pada service apartement dengan fasilitas jaringan internet yang cepat dan mandiri. Fasilitas full furnishing.  Perumahan murah, khusus sewa rumah bagi pekerja pabrik atau komunitas milenial. Tentu harus dilengkapi dengan fasilitas furnishing dan pasar murah. Proyek kawasan wisata,  kerjasama denga maskapai penerbangan besar dan travel agent yang punya paket tour sesuai dengan design proyek. Kira kira begitu.

Kedua, orang beli Unit trust itu memang  bukan hanya sekedar mendapatkan deviden dan kenaikan harga tanah. Tetapi juga value dari service yang ada. Untuk itu pastikan jangan ada mark up harga tanah dan biaya kontruksi. Kalau bisa 90% dana itu masuk ke proyek yang sudah ditentukan. Tidak dialihkan ke proyek lain. Agar value bisa meningkat secara real setelah proyek selesai dibangun.

Ketiga, dana hasil penjualan unit trust itu jangan dipakai secara langsung. Tetapi dijadikan jaminan pembayaran dalam skema turn key proyek. Sehingga publik percaya bahwa unit trust mereka itu benar benar mewakili proyek yang sudah jadi.

" Terus?

" Nah barulah masuk ke hedge fund. Yaitu ciptakan asset protection terhadap unit trust yang dijual. Agar orang percaya dan merasa aman. Karena kalau proyek gagal maka otomatis uang mereka kembali 100%.” Kata saya. Oma hanya tersenyum. “ Paham ma.” Kata saya. Dia geleng geleng kepala. Namun dengan tersenyum sudah cukup membuat saya bahagia. Saya tahu mendengar saya bicara saja sudah kebahagian tersendiri bagi Oma. 

Friday, January 8, 2010

Bermitra denga China?



Kebanyakan investasi China di Indonesia lebih bersifat private atau B2B. Kalaupun ada kemitraan dengan pengusaha lokal, itu benar benar pengusaha yang punya track record yang bagus dan pasti berani sama sama keluar modal. Namun yang pasti untuk sampai mereka mau bermitra juga tidak mudah. Mereka sangat hati hati bersikap dalam membuat keputusan investasi. Umumnya kemitraan bisnis itu terjadi karena alasan personal. Artinya anda sudah menjalin hubungan baik cukup lama dengan mereka. Track record dianggap bersih dan dapat dipercaya. Kalau hanya sekedar kenal, sangat sulit menjadikan mereka sebagai mitra.

Ada pengusaha yang dekat dengan elite politik. Menawarkan kerjasama ke pengusaha China untuk bangun kawasan Industri di Indonesia. Tetapi pengusaha itu minta saham kosong. Investasi dari pengusaha CHina semua. Ketika saya tanyakan kepada pengusaha China apa alasanya mundur. “ Kenapa kami harus kerjasama dengan pengusaha yang modalnya cuma politik? Kalau pemerintah tidak bisa berlaku adil sesuai UU investasi, ya lebih baik kami investasi di negara lain saja”

Mengapa ?

Pertama, mereka itu cerdas. Kecerdasan itu belajar dari pengalaman pahit selama dijajah asing. Mereka tidak begitu mudah percaya dengan asing. Kedua, mereka punya pendidikan karakter hebat yaitu revolusi kebudayaan. Ini bukan training di ruang AC tetapi training berdarah darah dengan korban 25 juta orang mati. Ketiga, setiap gerak langkah pengusaha China diawasi ketat oleh pemeritah. Jadi kebijakan pengusaha harus bagian dari design pemerintah. Keempat, petugas anti korupsi China sangat kuat. 

Jadi dengan alasan tersebut diatas, kalau anda cuma modal ngomong dan kaya tanggung pastilah tidak diaggap mereka. Anda tidak perlu banggakan sumber daya alam. Mereka bukan bangsa yang mudah ngiler dengan SDA negara lain. Mereka punya sumber daya dalam negeri yang besar dan pemilik konsesi di banyak negara. Karena mereka bersahabat dengan negara manapun. Sehingga kalau Indoesia menolak investasi China, mereka bisa deal dengan negara lain. Dan ingat bahwa China datang ke Indonesia karena diundang pemerintah lewat UU. Makanya kalau ada pengusaha hanya modal akses politik pastilah mereka cuekin. China negara yang dibangun dengan anggaran riset yang besar.  Hampir semua tekhnologi maju mereka kuasai. Artinya mereka tidak perlu ngiler dengan negara lain yang mengandalkan tekhnologi untuk bermitra. Mereka inginkan kemitraan sejajar dan dibangun atas dasar hormat.

Untuk diketahui bahwa Undang Undang China melarang rakyatnya menetap tetap di negeri orang. Ingat ! bahwa China masih menerapkan UU mengenai Exit Permits bagi warganya untuk keluar negeri. Adapun tujuan kunjungan itu dibatasi di bidang pendidikan, kebudayaan dan wisata. Bagaimana dengan banyak pekerja china masuk dalam proyek di Indonesia ? Itu karena projek tersebut berkaitan dengan B2B di mana pihak china tidak mau rugi. Mereka harus memastikan proyek tersebut dapat selesai sesuai jadwal sehingga dapat menghasilkan revenue untuk mengembalikan investasi.  Atau proyek itu berkaitan dengan skema inkind loan atau pinjaman diberikan dalam bentuk barang. Pihak China terpaksa menggunakan pekerjanya agar standard kualitas dan waktu pengerjaan dapat selesai sesuai kontrak. Jadi ini murni karena komitmen bisnis yang harus mereka selamatkan.

Untuk diketahui bahwa kebijakan internasional China dilarang memberikan pinjaman langsung atau dalam kuridor G2G yang berhubungan dengan Politik. China memastikan dirinya sebagai Negara yang melarang melakukan agenda internasionalisasi seperti Amerika dengan jargon demokratisasi. Komunisme China adalah idiologi tertutup yang dilarang dijual kemanapun. Makanya komunisme china berbeda dengan Negara lain. Kalaupun ada perjanjian G2G itu lebih kepada saling memahami kebijakan masing masing Negara. Bahwa China masuk ke suatu Negara selalu dalam kuridor B2B. Sehingga apabila ada mitra lokal yang gagal commitment, mereka bisa ambil alih proyek itu dan mereka kelola dengan efisien sesuai dengan konsesi yang diberikan oleh pemerintah lokal. Setelah masa konsesi berakhir , mereka bisa keluar tanpa rugi. Namun mereka telah meninggalkan jejak yang baik kepada negara yang memberikan konsesi.

Contoh bila China memberikan pinjaman maka yang melaksanakan itu adalah BUMN yang bekerja sesuai dengan SOP bisnis. Kalaupun mereka memberi pinjaman kepada Amerika maka itu yang melakukan adalah BUMN sepeti China Investment Corporation (CIC) untuk membeli surat utang ( Tbill ) Amerika melalui pasar uang terbuka. Menurut teman yang bekerja di bidang Private equity di Hong Kong , bahwa mengapa terjadi kampanye antipati terhadap China di Indonesia karena Indonesia terbiasa bekerja sama lewat skema hutang politik lewat G2G dengan Jepang, Amerika , Eropa dan ini berlangsung bertahun tahun sehingga menimbulkan hutang diatas Rp.3000 triliun tanpa menghasilkan hal yang signifikan terhadap pembangunan nasional karena budaya korup pejabat Negara serta elite politik yang bekerjasama dengan pengusaha culas.

Kita sudah menjalin kerjasama dengan Amerika sejak era Soeharto dan hasilnya 90% sumber Migas dikuasai Amerika. Kita sudah kerjasama dengan Jepang sejak era Soeharto dan kini 90% kendaraan yang ada dijalanan buatan jepang dan kita belum juga mandiri. Kenapa ? karena kita terjebak dengan budaya berhutang dan terima jadi tanpa mau bekerja keras menjadi bangsa produsen. Jadi daripada kita mengutuki sesuatu karena dasar paranoid mengapa kita tidak meniru budaya kerja keras dan disiplin bangsa china lewat kemitraan atas dasar B2B..Agar kelak kita bisa menjadi tuan dinegeri ini.Yakinlah bangsa ini tidak akan besar karena retorika dan sikap paranoid. Bangsa ini besar karena sikap terbuka melihat kebenaran darimanapun sumbernya dan mendapatkan hikmat atas setiap peluang kemitraan global untuk menjadi lebih baik..

Saturday, January 2, 2010

Portfolio Collateralization




Summary
The portfolio collateralization product is one of a class of mechanisms, which may be used to reduce or mitigate credit risk. The major advantage of the collateralization method is that it may be applied to a wide range of products in a portfolio where legal certainty of close out netting exists . It requires one or both parties to pledge or deliver assets as collateral, and the perfection of a security interest in such collateral, pursuant to applicable laws.

Description
Two parties enter into a variety of derivative transactions, which together constitute the portfolio. All of the transactions must be documented under a 1992 ISDA Master Agreement between the parties

The range of products covered by an ISDA Master Agreement is broad, and may include interest rate swaps, currency swaps, interest rate caps and floors, floating rate agreements, foreign exchange, foreign exchange options, commodity swaps, commodity options, equity swaps, equity options, bond index swaps, bullion forwards, bullion swaps, bullion options, hybrids, and options on any of the above asset classes.

The Credit Support Annex to the Master Agreement defines the requirement for one or both parties to deliver eligible collateral equal to the market value of the portfolio. Generally this involves the "out-of-the- money" party delivering collateral to the "in-the-money" party. Delivery of collateral may be contingent upon a certain threshold value which the portfolio breaches, a rating change, or a predetermined review date. Variations on these themes are possible, such as only providing collateral to the extent that the market value of the transactions exceed a certain threshold.

Collateral is held in a segregated custody account. Under a pledge agreement, ownership is maintained by the pledgor 4, and there is a requirement to register or perfect a security interest in the collateral, such that it may be seized and liquidated in the event of default.

To illustrate the mechanism, consider a diversified portfolio containing an interest rate swap, an FX option and a hybrid swap. Each individual deal can be valued to determine its current mark-to-market value.

The market values are expressed from the perspective of Party A and net, Party A is in-the-money by USD 4M. Therefore, Party B will pledge or deliver to Party A eligible collateral, which has a current market value of at least USD 4M. There is no change in title of the collateral. Likewise, there is no adjustment to the terms or value of any of the three individual deals within the portfolio.

Legal Issues
There are key legal issues that should be addressed before entering into a portfolio collateralization agreement. Bankruptcy law is complex and hence advice should be sought from a lawyer on the specifics of each case before entering into any agreement. Relevant questions to ask from the outset are: Is the pledge or delivery of collateral by each party intra vires or does it breach existing negative pledge conditions or regulatory restrictions?

Is close out netting in bankruptcy recognized and enforceable in the jurisdiction concerned? · Are there potential difficulties surrounding the registration or perfection of security interest in the collateral in the jurisdiction concerned? Are there any statutory or other judicial limitations on the secured party’s ability to enforce collateral agreements in bankruptcy (e.g. stay periods, preference periods)?

Morgan Support
Full calculation and administrative support for this structure is provided by Morgan, who acts as principal in the transactions within the portfolio. Support as a third party agency is not available at this time.

Suitability

The portfolio collateralization method of credit enhancement is particularly suited to large and diversified portfolios where close out netting certainty reaches a reasonably high confidence level and the key legal questions have been answered satisfactorily.

Thursday, December 17, 2009

Bisnis dan keimanan.



Perempuan yang sering dilihat Udin ketika usai sholat subuh di Masjid, tidak ada yang menarik. Bibirnya mencong. Cacat. Tapi dari pandangan mata perempuan itu, Udin tahu bahwa perempuan itu menyukainya. “ Pilih wanita karena kecantikannya, hartanya dan agamanya.” Demikian keyakinan Udin bila hendak memilih wanita yang akan dijadikan istri.  Namun siapa wanita yang cantik, kaya yang seiman menyukai Udin, bila jangankan menghindupi orang lain, menghidupi diri sendiri saja susah. 

Namun Udin tidak peduli. Tuhan mengkayakannya ketika dia semakin banyak berzikir dan semakin dekat ke masjid. Waktu berlalu dan tak terasa usia menua, hanya perempuan berbibir mencong itu yang menyukainya. Perempuan itu memang tidak kaya namun dari perkejaan sehari harinya sebagai tukang jahit sudah bisa membeli sepasang kambing untuk diternak. Perempuan itu menawarkan kerjasama kepada Udin untuk mengelola sepasang kambing itu untuk dikembangkan, menghasilkan uang dimasa depan.

Udin menganggap tawaran itu bukan hal yang buruk. Apalagi kemitraan itu tidak akan membuat dia jatuh cinta kepada wanita itu. Karena libido nya tak pernah bangkit apabila melihat wajah buruk rupa wanita itu. Namun berlalunya waktu, dia mulai menaruh hati. Kebaikan demi kebaikan hati wanita itu menghilangkan keburukan wajahnya. Akhirnya mereka menikah. Usaha ternak berkembang. Sementara usaha jahit pakaian wanita itu telah berkembang menjadi usaha konveksi. Hidup mereka berubah. Mereka mulai menumpuk hartanya dengan membeli tanah. Belakangan tanah itu mengandung tambang. Seorang teman dari kota datang membawa rencana bisnis, mengajaknya bermitra. Udin senang. Karena dia tidak menjual tanahnya tapi hanya disewa yang dibayar sesuai yang nilai tambang yang berhasil dijual.

Semakin lama, Udin semakin kaya. Istrinya minta dioperasi bibirnya. Setelah itu, wajah istrinya nampak cantik. Namun tidak terlalu sempurna. Udin membahwa istrinya ke luar negeri untuk di operasi plastik. Hasilnya membuat istrinya semakin cantik. Wajah cantik , juga membuat pikirannya cantik dan dia berubah tentunya karena itu. Istrinya tahu memanjakan diri, menikmati uang. Udin pun tahu melaksanakan sunnah rasul untuk menikah lagi. Poligami yang hanya patut bagi yang berlebih harta, pikirnya. Poligami jadi polemik dan membuat istri yang tadinya nrimo berontak. Tahu arti keadilan yang harus dilawan di hadapan pendusta yang yakin imannya mampu berlaku adil. Perceraian tak bisa dihindari. Saat itu Udin sadar  bahwa dia tidak terlalu kuat di hadapan orang lemah yang cerdas. Udin tak bisa menuntut banyak karena memang semua harta atas nama istrinya. Harta gono gini hanya cukup membuat Udin melanjutkan hidupnya

Seorang ustad menasehatinya untuk bersabar. Caranya. Gunakan uang gono gini itu untuk sedekah agar berlipat ganda. Janji Tuhan pasti bahwa orang bersedekah akan mendapatkan balasan berlipat ganda. Udin percaya. Semua uang habis dan janji Tuhan tidak kunjung datang. Istri keduanya minta cerai karena tidak tahan hidup menumpang di rumah orang tuanya. Temannya yang bermitra dengan tanahnya , tidak ingin menegurnya, apalagi membantunya. Karena mitranya itu telah menjadi suami dari mantan istrinya “ Kemitraan lahir batin. Istrinya punya lahan dan mitranya punya modal” 

Di tengah kesedihan dan kemiskinan itu, Guru spiritual menasehatinya agar bersabar. Hidup sekarang dicengkram oleh kerakusan kapitalisme. Kehidupan kapitalisme, yang hanya mementingkan modal dan laba. Membuat manusia hanya diukur dari berapa yang didapat dan di bagi, Tidak ada belas kasih yang mengharapkan balasan dari langit. Dia semakin dipahamkan bahwa hidup ini tak akan pernah ada keadilan bila tidak kembali kepada kemurnian ajaran agama. Tidak akan pernah hilang kemaksiatan, bila tidak ada fundamentalisme. 

Udin membenci semua orang kaya yang kafir. Dia membenci sistem pemerintahan yang tidak kaffah sesuai agama yang diyakininya. Menyalahkan kemaksiatan ada karena pemerintah brengsek. Kalau tadi hanya membenci orang tidak seiman, tapi sekarang juga marah kepada orang yang seiman yang mendukung orang kafir, mendukung sistem kafir.

Dalam kelelahan , Udin bertemu kembali dengan mantan istrinya “ Saya sarankan kamu untuk bertobat. Kamu telah jauh menyimpang dari ajaran agama. Hidup di dunia ini hanya sementara dan yang kekal itu kampung akhirat.”

“ Kamu minta orang bertobat dengan pemahaman agamamu yang terbatas.  Sebetulnya kamu membenci kehidupan hanya karena kamu gagal bersaing dan tak mampu memenuhi keinginan kamu. Dan lebih buruknya lagi kamu tidak menyadari kelemahanmu, kelemahan manusia yang memang tidak ada yang sempurna. Kamu berlindung dari keimananmu dengan menyalahkan semua. Siapapun hidup bersamamu, sadar dia harus menyingkir. Karena akal sehat tak bisa akrap dengan orang yang selalu berpikir utopis tapi tak bisa merubah apapun, bahkan tak mampu merubah diri sendiri agar bisa berguna bagi orang lain." Uci tak menyebut Udin munafik , hanya dia meyakinkan dirinya masih waras atau punya akal sehat.

Udin hidup dalam paranoia karena kemiskinannnya. Tetapi dia lupa guru spiritual yang memprovokasinya untuk membenci kapitalisme, hidupnya bergelimang harta karena business communication menjual magic word atas nama dali agama yang murni. Semua orang penjual dan semua orang adalah pedagang. Yang unggul adalah yang smart. Seperti mantan istrinya. Hidup itu harus berakal agar mati beriman. Dan udin jadi laler ijo. Kemana saja mengeluh dan mengumpat. Udin lupa, benar Tuhan menjamin semua rezeki tetapi Tuhan tidak mengirim makanan ke sarang burung. Udin percaya kepada Tuhan tetapi tidak percaya kepada hukum ketetapan Tuhan.