Monday, May 17, 2021

Bisnis dibalik konflik Palestina israel.

 




Saya berkunjung ke Swiss dan pada kesempatan itu saya mengajak Rachel makan malam. Dia wanita Yahudi dan mitra saya dalam bisnis asset management di Zurich. Hal yang saya hindari adalah berbicara politik dengan Rachel. Maklum masalah Israel menduduki Palestina sudah menjadi masalah umat islam sedunia.  Apalagi dia tahu bahwa saya muslim. Tentu sangat sensitip membahas soal politik. Dia penganut agama yang taat.  Begitu juga saya. “ Saya senang bermitra dengan kamu. Walau kita berbeda agama dan budaya, tidak menghalangi kita saling berbagi dan saling menguatkan visi dalam bisnis. Terbukti selama 5 tahun usaha berkembang baik. “ katanya.


“ Saya juga senang bemitra dengan kamu, golongan yang menguasai 2/3 asset global. “ Kata saya berusaha membuat dia nyaman dan meyakinkan dia bahwa saya tidak ragu untuk terus bermitra dengannya. “ Bro, andaikan tidak ada diskriminasi atas etnis kami, tentu tidak mungkin kami masuk dalam dunia perbankan dan financial. Karena dulu hanya itu satu satunya boleh kami lakukan. Sementara bidang industri dan manufaktur tidak boleh. Bahkan berdagang di Eropa dan Rusia, kami dibatasi. Proses sejarah, yang mungkin saja takdir menjadikan kami mengontrol perputaran uang dunia sampai sekarang” Katanya berusaha merendah.


“ Kamu engga perlu terlalu sungkan dengan saya. Apalagi dikaitkan dengan kami etnis Yahudi. Biasa saja. Persahabatan kita diuji dengan waktu. Selama ini kita saling menjaga. Dan lagi, saya tidak tahu pasti sejarah asal muasal etnis Yahudi. Nilai nilai apocalipso Yahudi atas Palestina tidak ada pada diri kami. Yang saya tahu,   pada tahun 740 M moyang kami bermigrasi ke Kojar, wilayah Kokaz di Rusia selatan. Kami memeluk ajaran Taurat. Hanya sebatas itu pemahaman kami soal asal usul. Kemudian, tersebar ke seluruh dunia..” Kata Rachel. Saya meminum Wine seraya memperhatikan wajahnya. Rachel memang cantik dalam usia mature. 


“ Yahudi itu juga adalah israel. Bicara Israel dia era sekarang pasti berujung rasis terhadap etnis Yahudi. Jadi maklumi saja. “ Kata saya berusaha dia nyaman.


“ Yang saya tahu nama Israel itu sendiri adalah gelar yang diberikan kepada Yakub bin Ishak bin Ibrahim. Jadi kalau kita berbicara tentang israel maka itu juga kita biraca tentang keturunan Nabi Ibrahim, yang juga dikenal sebagai bapak agama samawi atau percaya kepada 1 Tuhan.  Lah Yahudi itu sebutan kepada penduduk kerajaan Yehuda yang ditaklukkan oleh Babilonia. Padahal kan tidak semua penduduk Yehuda itu orang Israel. Banyak juga suku lain. Israel itu terkait hanya dengan keturunan Yakub. Dan kalau kini jadi nama negara, itu hanya karena politik zionis.” Kata Rachel.


“ Saya tidak tahu. Apa benar orang Yahudi punya ambisi mendirikan negara israel dan menguasai Yarusalem? Maaf kalau pertanyaan saya kurang berkenan.” kata saya. Rachel tersenyum seraya mengibaskan tangannya. Sebagai tanda dia minta saya tidak terlalu sungkan. “ Engga apa apa. Itu pertanyaan bagus. Karena pertanyaan itulah membuat orang punya persepsi negatif terhadap etnis Yahudi. Sebetulnya terjadinya negara isral dan kemudian pemukiman Yahudi di Palestina itu. Yang saya tahu, kami tidak pernah ada keinginan kembali ke Palestina. Yang ingin agar kami kembali ke Palestina adalah politisi Eropa , Rusia dan AS. "


" Oh karena dipaksa? Gimana ceritanya? Tanya saya penasaran. Ini menarik. Karena sesuatu yang jarang saya dengar sebagai sebuah pengakuan yang jujur.


" Berawal tampilnya  kekuatan baru dunia yang berpusat di Istambul, Dinasti Turki Ottoman.  Sementara paska  Perang Salib bangkitnya dominasi Islam di seluruh Timur Tengah oleh Khilafah Abbuyid dan Mamluk. Pada tahun 1517 Turki Ottoman yang Suni mengalahkan Mamluk yang shiah. Yerusalem jatuh ke tangan Khilafah Ottoman. Selajutnya ia berkuasa di seluruh Timur Tengah. Di bawah pimpinan Sultan Sulaiman Alqanuni, limapuluh tahun pertama kepemimpinan Ottoman adalah masa kemakmuran di Yerusalem.


Namun setelah Sultan Sulaiman Alqanuni wafat, penerusnya tidak bisa mempertahankan kemakmuran. Justru terjadi politik rasis terhadap etnis Yahudi. Sejak saat itu terjadi eksodus orang Yahudi  ke Suria, Libanon dan Mesir. Lambat laun keadaan Ekonomi   menurun drastis. Akhirnya Yarusalem jadi kota yang sepi dan sunyi.   Rakyat hanya segelintir dan sangat miskin. Itu berlangsung 400 tahun selama kekuasaan Ottoman di Palestina. Selama 400 tahun orang Yahudi tadinya eksodus ke Mesir, Suriah, Libanon kemudian tersebar ke seluruh dunia. Mereka inilah yang orang Eropa sebut etnis Semit, yang artinya imigran Arab. Dan lucunya semua Yahud disebut etnis semit. 


Padahal tidak semua. Namun perlakuan diskriminasi sama saja. Kemudian Penguasa Eropa dan Rusia  berniat untuk memindahkan etnis Yahudi ke tempat lain. Rencana awal memindahkan ke Afrika atau Argentina. Tetapi akhirnya gagal. Gagalnya karena masalah biaya. Semetara diskriminasi politik kepada etnis Yahudi semakin keras. Setelah itu barulah muncul nama Palestina sebagai tempat relokasi etnis Yahudi.” Kata Rachel tersenyum.


“  Mengapa ke Palestina? 


“ Kan sudah saya ceritakan diawal, wilayah palestina itu kekurangan penduduk. Tempatnya relatif subur. Jadi kamu pahamkan. Tidak ada ambisi etnis Yahudi mau kembali ke Palestina. Tapi mereka dipaksa oleh penguasa di Eropa dan Rusia. Kalaulah tidak ada politik diskriminasi, ngapain kami ke Palestina. Toh kami sudah nyaman tinggal di Eropa dan Rusia. Secara ekonomi, saat itu kami sudah mapan. Bukan sampah masyarakat. “ Rachel sampai pada kesimpulan yang sederhana. Namun masuk akal. Saya bisa membayangkan betapa buruk nasip orang asing tinggal di negeri orang setelah sekian keturunan tetap saja dianggap asing dan didiskrimasi. Tidak ada agama yang membenarkan itu.


“ Karenanya” lanjut Rachel.” Memidahkan orang Yahudi yang tersebar dibeberapa negara itu ke Palestina tidak mudah. Harus ada usaha luar biasa. Perlu gerakan politik besar. Pada tahun 1895  Zionist Movement dipopulerkan di Vienna oleh Theodore Hertzl yang kemudian tahun 1896 ia menulis buku  berjudul “Der Judenstaat” atau “The Jewish State”. Buku itu menjadi inspirasi bagi orang Yahudi. Ya sebetunya itu hanya bisnis yang dibungkus politik. Sebuah konsep politik untuk mendorong orang Yahudi untuk mau pindah ke Palestina tanpa dipaksa dan kalau bisa mereka bayar tanah yang mereka tempati di Palestina. Maka antara politik dan bisnis bercampur sudah. 


Pada awalnya tahun 1896 gerakan zeonis memohon kepada Sultan Abdul Hamid II untuk memberikan tanah di Palestina dengan imbalan bantuan keuangan kepada sultan. Tapi ditolak oleh Sultan. Nah kegagalan ini jadi bahan provokasi oleh gerakan zeonis, seakan penolakan Sultan karena kebencian umat islam kepada Yahudi. Ini memicu persatuan bagi seluruh etnis Yahudi dimana saja berada. Dari kelas petani, buruh sampai pengusaha bersatu. Ini bukan lagi sekedar gerakan politik tetapi sudah menjadi gerakan agama atas dasar keimanan. Kuat sekali. Tentu kalau sudah bicara agama, bisnis mendatangkan uang lebih mudah. Orang kaya Yahudi mudah dipengaruhi agar menyumbang gerakan ini. “ kata Rachel.


“ Dan saat itulah gerakan Zeonisme melakukan aksi teror terhadap kekuasaan Sulta Hamid II agar tujuan politik menguasai wilayah Palestina berhasil. Tapi tidak pernah berhasil aksi itu, ya kan? Kata saya. Rachel tersenyum. “ Aksi teror yang dilakukan oleh Jihadis islam sekarang, dulu juga pernah dilakukan oleh gerakan Zeonis. Ok lanjut” Lanjut saya.


“ Ok. Sejak perempatan terakhir abad ke-19 kekuasaan Dinasti Turki Ottoman semakin meredup. Itu memberikan peluang besar bagi masuknya orang- orang Yahudi di kawasan Palestina dalam jumlah besar. Mereka masuk tidak dengan pasukan dan senjata. Mereka masuk membawa uang. Para bangsawan Turki yang ada di Palestina menjual tanah kepada pendatang Yahudi. Mereka semakin kaya. Sementara Rakyat juga melepas tanah itu untuk dijual. Itu karena mereka sangat miskin. 


Nah mari berandai andai, andaikan Sultan memang berkuasa dengan tujuan kemakmuran, tentu tidak ada kemiskinan dan tidak ada tanah yang dijual untuk hidup rakyatnya. Kalau para bangsawan itu loyal kepada Sultan, tentu mereka tidak akan menjual tanah itu kepada Yahudi. Tentu sejarah akan berbeda. Namun itulah yang terjadi. Elite politik Zeonis tentu dapat untung besar dalam bisnis relokasi ini. Orang kecil hanya diperalat untuk kepentingan para elite. Proses pemidahan penduduk tidak berlangsung efektif. Karena Palestina masih dikuasai Ottoman. Maka perlu langkah besar. Gerakan Zeonist mendapat angin segar dengan adanya dukungan dari Ratu Inggris yang berniat menguasai kawasan Timur Tengah. "


“ Wah menarik nih. Lanjut.. ? Saya antusias.


“ Kita semua tahu. Kekuasaan Turki Ottoman di Timur Tengah merupakan hasil dari penaklukan  Khilafah Abbuyid dan Mamluk. Setelah itu wilayah Arab dibagi menjadi 15 wilayah dengan masing masing dipimpin oleh Gubernur.  Para pemimpin itu terdiri dari beberapa kepala suku. Yang terbesar adalah Bani Hasyim yang merupakan klan Nabi Muhammad. Klan Hasyim ini menjadi pemimpin di Makkah dan Madinah (atau Hejaz). Sedangkan Klan Saud atau Bani Saud berkuasa di Najd, yang masih berada di kawasan Arab Saudi sekarang. Itu sebabnya Kementerian Pendidikan Saudi menyatakan Kekhalifahan Ottoman tidak mewakili umat Islam dan dinyatakan sebagai penjajah. 


Dalam situasi krusial Perang Dunia I, penguasa Hejaz adalah Sharif Hussein yang diangkat sebagai Emir (atau Gubernur) Makkah oleh Turki Ottoman pada 1909. Tahun 1915 bangkitnya paham nasioalisme Arab. Saat itu ada keinginan Arab melepaskan diri dari Turki Ottoman. Maka berdirilah Jami’yah Arabiyah Fatat. Situasi ini dimanfaatkan oleh Inggris melobi Sharif Hussein. Inggris menjanjikan sebagian besar wilayah Arab akan menjadi milik Sharif Hussein jika ia segera mengumumkan perlawanan terhadap Turki Ottoman. Inggris juga siap membantu dana perang dan persenjataan lengkap. 


Tanpa sepengetahuan Sharif Hussein, Pada 1916 Perjanjian Sikes Piccot antara Inggris dan Perancis ditandatangani dalam aliansi perang menghadapi Turki Ottoman. Perjanjian Sikes Piccot berkaitan dengan pembagian wilayah apabila perang dimenangkan. Wilayah Arab nanti akan dibagi dua. Inggris mendapatkan Irak, Yordania, Haifa (Israel), dan sekitarnya, sementara Prancis diberi Suriah dan Libanon. Adapun sebagian besar wilayah Palestina akan berada dalam kontrol bersama.


Selain itu, Inggris juga menandatangani Perjanjian Balfour yang isinya memberikan hak kepada Yahudi internasional untuk mendirikan negara zionis di Palestina jika Turki Ottoman sudah dikalahkan. Hal ini diberikan Inggris karena kaum zionis berhasil membujuk Amerika Serikat membantu Sekutu melawan kubu Jerman di Perang Dunia I. Setelah perang dunia pertama, inggris dan Perancis menang, Ottoman kalah. "


" Wah konyol inggris. Kesemua pihak dia berjanji. Mungkin inilah jadi biang persoalan konflik tak berujung. " Kata saya.


" Tepat.  Semua kongsi  yang ikut andil minta bagian. Sharif Hussein dapat jatah Hejaz. Setelah meninggal pada 1924, wilayahnya dibagi kepada anak anaknya. Pangeran Ali mewarisi wilayah Hejaz. Sedangkan Pangeran Faisal menjadi penguasa di Irak dan Suriah (dikenal dengan nama Faisal I of Iraqi) dan anaknya yang lain, Pangeran Abdullah, menjadi penguasa di Jordan (terkenal dengan nama Abdullah I of Jordan). Namun pembagian wilayah itu ditolak oleh Bani Saud. Alasanya ? mereka tadinya yang berkuasa di Hejaz sejak abad ke 17. 


Perang dech antara mereka. Pada 1926, di bawah kepemimpinan Abdul Azis, Bani Saud berhasil menguasai Hejaz dan Najd.. Keturunan Sharif Hussein pun tersingkir dari Makkah dan Madinah. Sementara itu Yahudi juga ngotot minta jatah tanah yang dijanjikan Inggris. Arab menolak. Tidak ada kamusnya Yahudi berhak.  Terjadilah kerusuhan antara Arab dan Yahudi. Yang jadi sasaran adalah Inggris yang mendapat mandat dari LBB di Palestina, mencakup Tepi Barat dan Jalur Gaza.


Akhirnya Pada 1947, PBB mengajukan rencana membagi dua Palestina, yaitu wilayah independen Yahudi dan wilayah independen Arab dengan Yerusalem sebagai wilayah internasional. Yahudi menerima rencana itu tetapi kebanyakan orang Palestina dan Arab menolak. Mereka mulai membentuk pasukan sukarela di seluruh Palestina. Perang lagi. Pada Mei 1948, kurang dari setahun setelah itu, Inggris menarik diri dari Palestina.  Israel mendeklarasikan kemerdekaan. " Kata Rachel.


" Oh i see. Terus.." 


" Setelah itu perang lagi. Lebanon, Suriah, Yordania, Mesir, Irak, dan negara Arab lainnya mengerahkan militernya, menyerbu Israel. Targetnya menghancurkan Israel.  Ternyata gagal. Namun hasil dari perang ini, Mesir berhasil merebut Jalur Gaza dan Jordania mendapatkan Tepi Barat. Jordania juga menguasai Jerusalem Timur. Jerusalem Barat berhasil dipertahankan Israel. Setelah perang 1948, para pengungsi Palestina yang tinggal di kamp-kamp pengungsi di Tepi Barat (Jordania), Jalur Gaza (Mesir), dan Suriah berusaha kembali masuk ke wilayah Israel. Tapi israel menolak. Pemerintah Israel mengatakan, solusi untuk pengungsi Palestina adalah penempatan kembali di negara lain dan bukan mengembalikan mereka ke Israel. 


Penolakan ini membuat perlawanan bangsa Palestina terhadap Israel meningkat. Mesir yang pada awalnya tidak ikut campur, akhirnya aktif melatih dan mempersenjatai para sukarelawan Palestina dari Jalur Gaza yang disebut Fedayeen. Kelompok inilah yang kemudian aktif melakukan berbagai serangan di wilayah Israel. Pada 1964, Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) berdiri. Tujuan PLO adalah memerdekakan Palestina dengan perjuangan bersenjata. Cita-cita PLO adalah mendirikan negara Palestina sesuai dengan tapal batas Palestina sebelum perang 1948. Selain itu, PLO juga bertujuan melenyapkan Zionisme dari Palestina dan ingin menentukan sendiri nasib negeri itu. 


Di saat yang sama, Mesir terus mendanai dan melatih para sukarelawan Palestina. Selain itu, Mesir juga secara reguler menambah jumlah pasukannya di Gurun Sinai di dekat perbatasan dengan Israel. Tak hanya Mesir, sejumlah negara Arab seperti Jordania dan Suriah, juga menunjukkan gelagat mengancam. Akibatnya, Israel memutuskan untuk terlebih dulu menyerang Mesir pada 5 Juni 1967. Pecahlah perang enam hari yang juga akan mengubah wajah Palestina. Israel menguasai seluruh Tanjung Sinai, Jalur Gaza, Tepi Barat Yordan serta dataran tinggi Golan. Sejak itu Israel menguasai seluruh kawasan Palestina dan pihak Israel berharap datangnya isyarat dari Amman atau Kairo, yang menawarkan perdamaian sebagai timbal balik kawasan yang dikuasai tersebut. Sinyal yang tidak pernah berbunyi. Bahkan di Khartum, Liga Arab memutuskan tidak mengakui, tidak mengadakan perundingan dan tidak berdamai dengan Israel.


Dalam perang tahun 1973, Suriah dan Mesir berhasil memukul Israel. Tapi tidak ada pihak yang betul-betul menang. Tahun 1974 keluar resolusi PBB No. 194 tentang two state solution. Ini mengubah sikap Presiden Mesir Anwar Sadat untuk membuka inisiatif perdamaian. Yang akhirnya ditandatangani di Camp David , AS tahun 1979. Perdamaian itu dapat dukungan dunia Arab, namun ditolak Palestina. Baru tahun 1993 Israel dan PLO menetapkan agenda perdamaian yang meliputi penarikan Israel dari kawasan yang dikuasainya dan pembentukan negara Palestina. Solusi perdamaian dikenal apa yang disebut dengan Two State Solution.  Dua negara, Israel dan Palesina diakui berdaulat, berdiri berdampingan secara damai. 


Faksi Fatah bersedia menerima keputusan Two state solution  yang ditetapkan PBB. Namun dari PLO, faksi HAMAS menolak. Sementara penolakan di pihak Israel datang dari Partai Likud di bawah Benjamin Netanjahu, yang menyebutnya sebagai pengkhianatan terhadap tanah air. Perdana Menteri Jitzhak Rabin yang menandatangani perjanjian itu di Oslo terbunuh. Anwar Sadar juga terbunuh. Sesudah Netanjahu terpilih sebagai perdana menteri, Israel dan Hamas semakin sering melakukan sabotase kesepakatan Oslo. Dari krisis politik dalam negeri Israel semakin besar ketidakpuasan atas penyelesaian Palestina. Terutama mayoritas rakyat israel tidak ingin terus ada konflik.


Tahun 2000 muncul pemberontakan Al Aqsa Intifada kedua yang menghancurkan hampir semua hal-hal positif yang lahir di kawasan Palestina sejak perjanjian Oslo. Dari kawasan otonomi kembali menjadi daerah kekuasaan Israel, dan di bawah Perdana Menteri Ariel Sharon Israel mulai memisahkan diri dengan tembok dan pagar pembatas. Tahun 2003 Two state solution diperbarui PBB. Agar semua pihak focus kepada perdamaian.


Tahun 2006 kelompok Islam Hamas memenangkan pemilu. Mereka menolak Israel dan perundingan Oslo. Palestina kembali mengalami isolasi terutama oleh Barat. Israel menemukan dalih untuk tidak memberi persetujuan. Terutama di kawasan yang dibersihkan Israel Jalur Gaza, semakin sering berlangsung perang terbuka. “Kata Rachel.


“ Di tengah perebutan geostrategis di Timur Tengah antara AS, Rusia, China. Siapa yang pro salah satu pihak diantara tiga negara besar itu, pasti  aman dari segala rekayasa politik yang akan menimbulkan ketidak stabilan dalam negeri. Setidaknya tirulah Iran yang pro Rusia dan China, walau diembargo AS tetap aja aman karena dimanjakan bandar. Jual roket ke Hamas." Kata saya. Rachel tersenyum. Kami seruput kopi. Di luar udara samakin dingin. 


" Mengapa tidak berdamai saja. Toh PBB sudah ada Two-state solution. Itukan bagus. Israel diakui sebagai negara berdaulat oleh seluruh negara di dunia termasuk OKI dan Palestina menjadi negara berdaulat. Masing masing orang berhak memilih mau jadi warga negara apa. Yang penting hidup damai berdampingan. " Kata saya.


“ Walau saya tidak pernah percaya HAMAS, namun saya tidak akan membenci umat Islam. Apapun golongannya. Mengapa? Saya paham bahwa terhambatnya kemerdekaan Palestina, sesuai resolusi PBB tentang Two - state Solution  ditentang oleh Partai Likud di Israel dan Hamas di Palestina.  Keduanya baik Partai Likud maupun HAMAS memperebutkan kota Yarusalem sebagai ibukota. Keduanya saling tidak mengakui eksitensi masing masing. Keduanya memsabotase kesepakatan Oslo dan Resolusi PBB. Mengapa ? karena politik kepentingan para elite. Dan itu bisnis dibungkus Politik identitas. Di israel, partai Likud hidupnya jualan agama guna menarik donasi dari etnis yahudi di seluruh dunia. Anda tahu kan. 2/3 aset dunia dikuasai etnis Yahudi. Jadi 2% saja mereka sumbang, itu partai engga akan pernah kalah pemilu di israel dan pasti para elitenya kaya raya.


Di pihak Palestina, faksi Hamas perlu narasi perjuangan merebut kota Suci Yarusalem dan mengenyahkan Israel. Ini efektif sekali sebagai kemasan menarik donasi dari umat islam sedunia. Di Timur tengah itu banyak orang kaya Arab yang gampang emosinya terpancing membantu perjuangan merebut kota Yarusalem. Belum lagi dari negara islam lainnya. Mereka militan sekali cari sumbangan membatu HAMAS. Jangankan uang, nyawapun mereka siap korbankan kalau diminta. Yang kaya ya elite Hamas.


Yang bikin rumit dan sulitnya jalan mencapai kemerdekaan bagi rakyat Palestina adalah para broker donasi ikut terlibat terus mengompori seperti sales MLM. Masalah kecil diperbesar dan dianalisa yang ujungnya perlu donasi lagi. Saya pernah bertemu dengan Fund Manager Filantropi untuk Israel dengan alasan membantu kemanusiaan di Gaza.  Uang mengalir lewat Qatar, namun singgah di rekening elite Likud, kemudian berbagi dengan elite Hamas. Mengapa ? agar drama terus berjalan dan donasi selalu ada underlying. Ya para broker jadi kaya raya juga.


Engga percaya? Pusat Penelitian Kebijakan dan Survei Palestina, bersama dengan Pusat Penelitian Perdamaian Tami Steinmetz di Universitas Tel Aviv,  melakukan survey. 1. Dua negara berdampingaa secara damai. 2. Satu negara dengan hak yang sama setiap warga ( palestina dan Israel ). 3.  Satu negara tanpa hak yang sama untuk Palestina, atau pengusiran atau "transfer" populasi minoritas dari Israel atau Palestina yang lebih besar. Apa hasilnya? 43% rakyat kedua belah pihak memilih dua negara  berdampingan secara damai. Itu artinya mayoritas rakyat kedua negara ogah ribut dan inginkan perdamaian.  Nah kita, kamu muslim dan saya, Yahudi, walau berbeda tetaplah bersatu dalam kemanusiaan. Jangan kita bermusuhan karena ulah provokasi elite yang rakus dan gila itu. " Kami mengakhiri pembicaraan itu dalam dinginnya Swiss.


Thursday, May 13, 2021

Sikap Elon Musk dan Cryptocurrency.?

 




Pada awalnya saya tertarik menggunakan Bitcoin sebagai alat pengiriman uang. Mengapa ? karena dia menggunakan tekhnologi blockchains. Bitcoin merupakan jaringan pembayaran peer-to-peer desentralisasi pertama yang dikontrol sepenuhnya oleh penggunanya tanpa ada otoritas sentral ataupun perantara. Jadi bitcoin sebagai cara mengirim uang tentu berbeda dengan Cryptocurrency ( mata uang crypto). Karena sudah menjadikan tekhnologi blockchain sebagai sarana perdagangan crypto. Kemudian komoditi ini berkembang pesat sebagai alat investasi baru. 


Komoditas crypto yang ada itu diantaranya adalah Ethereum, Litecoin, Ripple, Monero, Bitcoin. Selain nama-nama mata uang tersebut, masih ada lebih dari 1000 cryptocurrency yang kini beredar di seluruh dunia. Cara kerja bisnis ini sederhana saja. Katakanlah anda berniat melepas coin di market crypto atau istilahnya ICO (Initial Coin Offering ). Investor akan membeli coin tersebut dengan uang real atau uang crypto. Tapi umumnya lebih diutamakan uang beneran. Uang itu digunakan untuk menambang coin emas itu. Mengapa ? agar bisa melayani permintaan pasar. 


Semakin luas permintaan pasar semakin tinggi kenaikan harga coin. Kenaikan ini dasarnya adalah hukum permintaan dan penawaran. Katakanlah anda mengeluarkan coin 1 juta unit. Semakin banyak yang meminta, semakin berkurang coin tersedia dan semakin tinggi harganya. Nah yang seperti anda yang melakukan ICO itu banyak, yang disebut dengan jaringan penambang.  Itu hanya konsesus sesama pemain, tidak berlaku bagi si Udin pedagang sempak.  Dan konsesus itu tidak 100% solid. 


Bukan rahasia umum saat ICO skema Pump diterapkan oleh sesama pemegang dominan crypto, yaitu adanya claim ask palsu agar  mendorong bid dan harga naik terus. Tentu laba juga palsu. Ketika pasar bereaksi positif dan massive, ya barulah mereka jual pada harga tertinggi. Keren ya cara cari uang mudah. Tentu tidak semua orang yang melakukan ICO itu sukses. Bisa saja bangkrut. Seperti kasus Cointed GmbH, di Austria, dll. Kalau itu terjadi? investor tidak bisa nuntut siapapun.  Karena memang tidak ada proteksi dan standar kepatuhan underlying secara legal dari negara atas ICO itu. 


Disamping itu menambang coin juga engga mudah. Butuh investasi besar berupa server dengar processor raksasa. Itu sangat rakus energy. Menurut penelitian Cambridge University konsumsi listrik untuk penambangan Bitcoin selama setahun setara dengan konsumsi listrik masyarakat Argentina dalam setahun.  Padahal penambangan itu bukan real dalam arti ada tambang emasnya. Itu hanya fiksi belaka dalam jaringan ilusi. Namun untuk menggerakan pasarnya membutuhkan investasi uang beneran tidak sedikit.  Menyerap energy listrik yang besar, yang sebagian besar masih menggunakan bahan bakar fosil seperti batubara, gas dan minyak. 


Jadi dalam kasus Tesla yang punya motto “inovasi tekhnologi akrab lingkungan dan hemat energy,  adalah sangat paradox ketika Elon Musk mengkampanyekan uang crypto. Namun kemarin Elon Musk mengatakan dia menganulir penggunaan uang crypto bagi pembeli kendaraan EV produksinya. Otomatis karena itu harga crypto yang tadinya terlanjur naik karena omongannya,  akhirnya tumbang.


Polemik Uang Crypto VS Uang Fiat.


Pendukung crytocurrency selalu berargumen bahwa uang fiat tidak adil dan cenderung lebih ditentukan oleh negara sebagai regulator.  Apalagi ada inflasi yang nilainya bisa jatuh dari waktu ke waktu. Sementara uang crypto tidak diatur negara, dan masuk ranah private atau istilahnya peer to peer dan aman dari inflasi. Harga terus naik. Menurut saya, kalau memahami mata uang fiat seperti pemikiran uang crypto sebagaimana pemikiran uang dinar dirham, jelas salah besar. Itu tidak appel to apple. Mengapa? 


Uang fiat itu disamping sebagai alat tukar untuk transaksi yang disepakati umum, juga sebagai alat untuk mendistribusikan modal agar terjadi proses produksi/jasa real. Nah agar proses distribusi modal ke sektor produksi real terjadi , maka diperlukan perangsang. Apa itu? Ya inflasi. Sehingga orang berinvestasi real pada hari ini, dimasa depan dia tidak rugi. Nilainya naik. Walau kenaikan itu memenggal pendapatan publik, namun dengan adanya inflasi itu,  barang dan jasa tercipta dan uang diperlukan sebagai alat tukar. Sementara pada uang crypto, misi mendistribusikan modal untuk sektor produksi real tidak ada. Itu hanya  permainan ilusi.

Tuesday, May 11, 2021

Rencana MIND ID IPO.

 




BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID, atau Mining Industry Indonesia, yang beranggotakan PT ANTAM Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero) dan PT Timah Tbk. Kalau dilihat kinerja portfolio saham holding MIND ID, berdasarkan angka ( 2020) pendapatan sebesar Rp66,6 triliun, terdiri dari tiga kontributor berasal dari komoditas emas sebesar 29,1%, batubara 25,9%, dan timah 21,5%. Sedangkan aluminium berkontribusi 9,8%, feronikel 7%, bijih nikel 2,9% dan lain-lain sebesar 3,7%. 


Rencana Mind ID adalah memisahkan PT Inalum sebagai holding opertion menjadi anak perusahaan tersendiri. Sehingga MIND ID akan menjadi holding murni. Rencana tahun ini pemisahan itu selesai. Selanjutnya di tahun depan IPO Inalum Operating ditargetkan bisa tercapai. Kemudian setahun setelahnya MIND ID bakal melakukan IPO. Walau DPR mempertanyakan rencana IPO MIND ID, khususnya untuk apa uang IPO itu? Namun apa yang sudah direncanakan itu sudah tepat. Mengapa ? value portfolio MIND di neraca atas saham Inalum akan meningkat dan giliranya akan meningkatkan value saham Mind ketika IPO. Smart.


Untuk apa uang IPO MIND ID? sebetulnya kalau anggota DPR paham struktur permodal korporat, pertanyaan itu tidak perlu ada. Mengapa? Anak perusahaan dibebani hutang besar. Cobalah lihat Hutang Inalum dalam bentuk global bond untuk pembelian saham Freeport. Itu besar sekali. Dengan holding melakukan IPO,  uang hasil IPO itu bisa memperbaiki struktur keuangan anak perusahaan, seperti meningkatkan modal Anak perusahaan untuk membayar hutang. Otomasti saham pemerintah lewat MIND ID akan meningkat di anak perusahaan. Sehingga neraca anak perusahaan jadi sehat. Setelah itu anak perusahaa bisa menarik dana lagi dari pasar untuk melakukan ekspansi bisnis sesuai dengan strategi pertumbuhan usaha. 


Ya, daripada bunga masuk ke kreditur, kan lebih baik holding lunasi sehingga laba Inalum akan meningkat, dan pada gilirannya akan meningkatkan Deviden bagi Mind ID. Dan lagi  pelusan hutang itu didapat dari peningkatan nilai saham Mind ID.  Artinya secara tidak langsung yang bayar hutang Inalum adalah market sendiri.


Langkah strategis pemerintah mendorong IPO terhadap BUMN strategis adalah langkah tepat. Kementerian BUMN menargetkan setidaknya ada 14 BUMN yang dapat melantai di bursa dalam kurun beberapa tahun ke depan. Perusahaan-perusahaan tersebut antara lain,  Pertamina International Shipping, Pertamina Geothermal Energy (PGE), Pertamina Hulu, Pembangkit Listrik Tenaga Uap, Pertamina Hilir, Indonesia Healthcare Corporation, dan Bio Farma Vaksin.  Selanjutnya,  EDC and Payment Gateway Himbara, Pupuk Kalimantan Timur, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), Telkom Data Center, Inalum Operating, MIND ID, dan Logam Mulia. 


Saya tidak bisa membayangkan betapa raksasanya value Super Holding BUMN kalau terjadi dibentuk. Karena akumulasi nilai saham pada BUMN strategis yang sudah IPO itu sangat tinggi. Marcap pasti besar sekali. Ini akan jadi sumber daya keuangan raksasa bagi negara dalam mengeskalasi pertumbuhan ekonomi mendatang. Apalagi dengan adanya IPO maka spread ownership  BUMN terjadi. Otomatis transparansi pasti tercipta. Demokratisasi ekonomi terjadi sesuai hukum pasar dan ekosistem bisnis.

Hukum pasar, hukum paling brutal

 




Yuni nampak murung. Aku tahu sebabnya. Itu karena larangan mudik. Banyak orang kecewa karena larangan mudik. Tapi pada akhirnya orang juga tidak bisa protes terlalu banyak. Tujuan pemerintah demi kebaikan rakyat. Bukan bertujuan politik. “ Tingkat kematian karena Covid 19 hanya 2%. Tetapi sumber daya diserap 100%. Artinya 100% orang dipaksa percaya kepada 2%.” Katanya mengeluh. Aku bisa terima keluhannya. Dunia modern sekarang memang dibentuk oleh persepsi.  Ada yang dipaksakan , ada karena kesadaran, dan ada juga motive saling ketergantungan.


Pasar obligasi dunia pada tahun 2021 mencapai USD 119 trilion. USD 46 trilion berasal dari Amerika Serikat.  Padahal PDB Dunia hanya USD 88 trilion.  Apa artinya?  tingkat hutang dunia melebihi PDB dunia. Tapi apakah karena itu pasar obligasi menyusut? Tidak. Dari tahun ke tahun terus meningkat. Bahkan bond berkarakterik unsecure ( tidak ada collateral)  lebih banyak diterbitkan daripada bond secure ( bersifat sovereign guarantee). Bond atau obligasi tidak lagi mencerminkan nilai real tapi sudah menjadi komoditas. Yang harganya dipengaruhi oleh demand and supply. Itu hanya trust atas dasar persepsi saja.


AS sejak menerbitkan Bond tidak pernah menggunakan kas tabungannya untuk membayar obligasi itu ketika jatuh tempo. Selalu dibayar pakai bond lagi. Karena itu orang tahu bahwa berinvestasi di obligasi , likuiditasnya dijamin oleh pasar, bukan oleh pemerintah sebagai penerbit bond. Termasuk Indonesia. SBN kita yang merupakan 85% utang negara, likuiditas dijamin oleh pasar. Dan pemerintah layaknya menjadi bond provider dan publik sebagai cash provider. Suka tidak suka, nyatanya Obligasi pemerintah selalu dibeli orang dan dinanti orang terbitnya.


“ Dari skema ini apakah publik dirugikan? atau pemerintah culas.” tanya Yuni. Bagi saya tidak ada investasi yang bisa berlanjut kalau ada yang dirugikan.  Tidak mungkin orang mau beli SBN kalau pemerintah culas. Apa yang terjadi dalam pasar obligasi adalah ketergantungan atas dasar mutual simbiosis. Orang kaya tidak bisa dipaksa untuk belanja barang produksi dan investasi real. Mereka bebas menggunakan uangnya. Kalau tidak ada pasar uang dan modal, kemana orang kaya akan mengamankan uangnya dan sekaligus meningkatkan uangnya.  


Apalagi akumulasi kelebihan dana itu menumpuk di Dana Pensiun, Perusahaan Asuransi, penyedia reksadana dan bank. Kalau tidak ada pasar obligasi maka nilai akumulasi dana itu akan delusi dan kemitmen kepada publik jadi terganggu. Sistem keuangan akan runtuh secara sistemtik. Jadi berhutang bagi negara adalah juga bagian dari strategi menjaga keseimbangan ekonomi, yang pada waktu bersamaan pemerintah bisa gunakan hutang itu untuk mendistribusikan kemakmuran orang kaya kepada orang miskin lewat program pembangunan.


“ Tapi kesannya tidak adil “ Kata Yuni. Bagi saya, keadilan itu justrunya adanya kebebasan orang untuk memilih kaya atau miskin. Ini soal pilihan yang setiap pilihan ada kelebihan dan kekurangannya. Ada orang memilih bekerja keras berproduksi, mengembangkan skill dan bisnis, berinovasi, berkreasi tiada henti, berhutang, bermitra, dengan itu dia kaya. Tapi ada orang yang memang tidak mau melewati proses jadi orang kaya. Mereka  maunya yang mudah saja. Ya mereka memilih jalan datar saja. Ya hasilnya apa adanya. Kalau boleh dikelompok mereka itulah termasuk miskin. 


Namun kemiskinan itu akan jadi paradox bagi orang kaya kalau tidak ada jaring pengaman. Saat itulah negara harus hadir menjaga momentum lewat ekspansi fiskal. Begitulah sistem terbangun. Dimana kelebihan dana diserap lewat hutang dan orang kaya terbantu, orang miskin tertolong. Ya gotong royong.


“ Apa jadinya kalau tidak ada hutang. Mungkinkah terlaksana? Kata Yuni. Pertanyaan itu harus bisa juga menjawab, apakah semua orang bisa dipaksa berproduksi seperti era Komunis China di tangan Mao. Yang memang tidak ada hutang. Tapi apa hasilnya? rakyat hanya jadi mesin produksi. Ketidak adilan sosial terjadi karena sama rata sama rasa. Itu bukan kehidupan. Itu perbudakan.  


“ Artinya uang yang kita pegang tidak ubahnya dengan obligasi. Tidak ada jaminan. Dan orang dipaksa percaya. “ Kata Yuni lagi. Bagi saya bukan dipaksa. Tetapi tepatnya adalah keniscayaan dari sebuah sistem yang diterima oleh semua orang. Faktanya berapapun kita pegang uang, barang dan jasa selalu ada  untuk dipertukarkan. Itu artinya sistem berjalan konsisten. Dari konsisten itu lahirlah kepercayaan. Dari kepercayaan itulah uang bernila untuk dipertukarkan dipasar komoditas maupun pasar uang. 


Samahalnya harga saham di Bursa, itu marcap tidak mencerminkan nilai buku dari emiten. Tetapi karena ada permintaan dan penawaran, harga terbentuk dan sistem bekerja, likuiditas tercipta.  Selagi likuiditas terjaga, bandul pasar akan terus bergerak. Kehidupan ekonomi akan terus berdetak menggerakan semua sumber daya.


“ Bagamana bila terjadi distorsi? tanya Yuni. Pasar adalah hukum sunatullah yang paling brutal namun kalau direnungkan, itulah keadilan Tuhan. Orang lemah dimangsa orang kuat. Orang bodoh dimakan orang pintar. Distorsi adalah koreksi alam untuk terjadinya proses seleksi. Hanya yang terbaik yang menang dan yang kalah didoasi, dah gitu aja.

Sunday, April 11, 2021

Siapa penguasa dana di dunia?

 




Kemarin waktu saham Tencent jatuh 2,2%. Yuni terkejut. Karena pemegang saham pengendali menjual  2% sahamnya senilai US$ 14,7 miliar atau setara Rp 213,15 triliun (kurs Rp 14.500/US$) “ Ternyata pemengang saham pengendalinya bukan China. Tetapi Prosus.NV, perusahaan investasi terbesar di Belanda.? katanya terkejut.


“ Nah pemegang saham pengendali dari Prosus NV adalah The Vanguard Group, Inc.” Kata saya tersenyum.


“ Eh siapa lagi itu Vanguard Group? 


“ Perusahaan investasi dengan total pengelolaan asset secara global sekitar $ 6,2 triliun. Data tahun lalu. 


“ Wah, itu sama dengan 6 kali PDB kita.  12 kali PDB Malaysia.” Katanya terpesona. Dia mengangguk ngangguk. “ Nah gimana dengan Apple. Itu kan Marcap hampir USD 1 trilion atau sama dengan PDB kita. Siapa yang punya ? Lanjutnya


“ Saham pengendali Apple itu ada tiga, yaitu Vanguard Group Inc, BlackRock Inc, Berkshire Hathaway Inc. Tetapi yang terbesar dan pengendali tetap saja Vanguard Group Inc. “ Kata saya tersenyum.


“ Duh saya pikir tadi Warren Buffet dengan Berkshire Hathaway, yang kuasai Apple.”


“ Justru pemegang saham pengendali Berkshire Hathaway adalah Vanguard Group. “ Kata saya.


“ Eh alaah. Dia lagi lagi. Terus gimana Facebook.?


“ Ya facebook pemegang saham pengendalinya ada empat, yaitu Vanguard Group Inc, BlackRock Inc, FMR LLC, T. Rowe Price Associates Inc. Tetapi dari keempat itu, sebagai pengendali adalah Vanguard Group Inc. “ 


“ OMG. Kenapa semua raksasa dunia selalu Vanguard Group Inc sebagai pengendali. Terus, Microsoft gimana ?


“ Pemgang saham utamanya ada tiga, Vanguard Group Inc, BlackRock Inc, State Street Corp. Tetapi tetap saja pengendali adalah Vanguard Group Inc. “ Kata saya tersenyum.


“ Terus gimana dengan Alibaba?


“ Pemegang saham pengendalinya adalah Silver Lakes. Itupun terhubung dengan Vanguard Group Inc. “ kata saya tersenyum. 


***

Namanya besar seperti Bill Gate, Pony Ma, Masayoshi Son, Jack Ma, Mark Zuckerberg, Warren Buffet, adalah pemilik trust dari investor. Mereka dengan ide besar dan kerja besar, berhasil membuat investor utama kaya raya. Sementara investor tidak pernah tampil dipermukaan dan tidak  masuk daftar 100 orang terkaya di dunia.


“ Siapa saja pengelola asset raksasa di dunia ini? tanya Yuni.


“ Hanya 7 Group perusahaan. “


“ Jadi seperti langit ya. Ada 7 lapis. Siapa saja?


“ BlackRock, Fidelity Investment, JP Morgan, Bank of New York, State of street, UBS, Vanguard Group. Kalau ditotal seluruh asset mereka, itu sama dengan 2/3 PDB dunia"

“ OMG, jadi merekalah penguasa dunia sebenarnya.  AS dan China tidak ada arti dihadapan mereka. Itu sebabnya Uda sangat bijak menyikapi politik dimanapun. Ternyata bandul politik itu diatur oleh 7 raksasa itu ya.” Kata Yuni. Saya hanya tersenyum.

Thursday, April 8, 2021

Rakyat bukan aset tapi beban.

 




Waktu JF Kennedy ingin mencalonkan diri sebagai Capres AS. Ayahnya bertanya. “ Apa yang akan kamu tawarkan kepada rakyat? 

“ Meminta rakyat menerima tantangan “

“ Apa itu ?

“ Jangan tanya apa yang dilakukan oleh negara untukmu, tapi tanyalah apa yang kamu bisa lakukan untuk negara ( Ask not what your country can do for you, ask what you can do for your country.)

“ Tapi apa yang kamu berikan kepada rakyat ?

“ Rasa hormat bagi diri mereka sendiri. 


Riset terhadap tingkat ketergantungan rakyat kepada pemerintah berkorelasi dengan kekuatan ekonomi dan daya tahan bangsa itu, karena menyangkut mereka membayar pajak. Pajak yang dimaksud sebagai indikator adalah pajak penghasilan atau pajak langsung, bukan pajak tidak langsung sepeti PPN, PPB, cukai dan PpnBM, Pajak kendaraan. Data tahun 1962, 23,7 % dari populasi yang tidak bayar pajak. Sampai dengan tahun 1970 disaat era JF Kennedy dan Richard Milhous Nixon,  12% yang tidak bayar pajak. Era inilah puncak kemandirian bangsa AS. Era partisipasi publik terhadap negara sangat dominan.





Sebagai Presiden ke-35 Amerika Serikat, Kennedy berperan penting dalam membawa negara keluar dari stagnasi setelah Perang Dunia Kedua. Reformasi ekonominya, dukungan kuat terhadap hak-hak sipil, dan komitmennya pada program eksplorasi ruang angkasa membuatnya mendapatkan popularitas yang cepat di negara ini. Tahun 1980an masih relatif rendah yang tidak bayar pajak. Namun pada tahun 2000 yang tidak bayar pajak 34%. Saat itulah pemerintah AS mulai berhutang keluar negeri untuk tutupi defisit APBN nya. Puncaknya tahun 2009 setelah krisis Lehman, yang tidak bayar mencapai 49,5.%. Kini diperkirakan yang tidak bayar pajak diatas 60%. Makanya ekonomi AS sangat renta. Mudah chaos soal hal sepele.


Saya membayangkan dalam Pilpres atau Pilkada ada calon pemimpin berani ngomong” Jangan berharap subsidi dari negara, tetapi berusahalah memberi subsidi kepada negara lewat produksi dan pajak.” Saya yakin, 90% tidak akan memilihnya. Data tahun 2019, persentase yang bayar pajak yaitu sebesar 12,3 juta atau 95% dari populasi 260 juta tidak bayar pajak. Yang bayar hanya 5%. Artinya 95% rakyat itu bukan asset tetapi beban atau ongkos bagi negara. Padahal 85% penerimaan negara dari pajak. Jadi benar benar pemerintah di Indonesia itu jadi sapi perahan rakyatnya. Yang lebih konyol  adalah udah engga bayar pajak, sok ngatur dan sok protes kepada pemerintah. Engga ada terimakasih nya. Engga tahu malu.


Orang indonesia itu sebagian besar sampai pada titik nadir semangat struggle nya. Jangan kaget partisipasi pemilu tertinggi di dunia adalah indonesia. Itu mengindikasikan tingkat harapan kepada pemerintah sangat tinggi.  Itu juga menunjukan tingkat ketergantungan kepada politik semakin besar. Itu juga menunjukan ada yang belum final tentang sistem politik. Padahal semakin tinggi ketergantungan rakyat kepada pemerintah, semakin rentan secara politik negara itu.  Karena semakin besar yang tidak bayar pajak. Semakin tinggi potensi chaos sosial. 


Solusinya bukan dalam hal ekonomi. Tetapi soal perubahan mindset atau mental rakyat Indonesia. Nah yang jadi masalah kita adalah tidak punya pemicu untuk terjadinya perubahan mental sebagai bangsa. Karena Pancasila tidak lagi sakral untuk jadi pendorong. Bahkan banyak orang tidak hapal Pancasila. RUU Haluan Idiologi Pancasila terpaksa ditarik dari DPR karena dapat penolakan dari Ormas NU dan Muhamadiyah. Termasuk semua partai berbasis islam menolak. Sementara agama sebagai pemicu perubahan mental malah dirusak oleh  jargon politik identitas yang menyalahkan semua yang tidak sesuai dari syariat Islam dan mengusung politik populis, sangat kotrandiktif dengan etos kerja yang harus ada sebagai modal membangun negara.


Kalau tokoh masyarakat dan elite politik tidak menyadari kerentanan kita sebagai bangsa, maka masa depan bukan lagi harapan tetapi ancaman. Semoga suatu saat muncul tokoh nasional yang bisa mengubah mindset bangsa ini. Tidak perlu banyak kata. Cukup dengan kalimat singkat bisa mengubah segalanya. Tentu kalau itu disampaikan oleh orang yang punya reputasi dan dedikasi kebangsaan yang tinggi. Kalau cuma tukang pidato bermain kata kata, ya hancurlah.