Saturday, June 6, 2020

Reformasi BUMN di China.


Hal yang sangat sensitif bagi China adalah reformasi BUMN. Karena maklum ini negara sosialis. 30% PDB Cina berasal dari BUMN. Hampir semua kader politik Partai Komunis China berada di lingkaran BUMN ini. Proses reformasi sudah berlangsung 40 tahun. Benar benar dilakukan secara gradual. Hampir setiap presiden China berkomitmen melanjutkan reformasi BUMN namun mereka juga tidak mau menimbulkan konflik di Internal partai. Ancaman serius politik bagi presiden China adalah terlalu keras memaksakan reformasi BUMN. 

Mengapa ? Hampir semua kader Partai punya posisi di 400 BUMN/D China. Bukan rahasia umum bila BUMN menjadi sumber daya keuangan bagi partai. Mereka juga yang melahirkan banyak konglomerat di China melalui praktik KKN. Dampak dari praktik ini, walau BUMN China sangat raksasa dari segi ukuran modal dan pelanggan. Namun tahun 2003 hanya 6 BUMN Cina yang masuk Top 500 Fortune. Artinya secara management dan tingkat laba, BUMN China gagal menjadi perusahaan berkelas dunia. Padahal BUMN  mengumpulkan utang sebesar RMB 100 triliun (US $ 15 triliun) pada akhir 2017, setara dengan 120 persen dari PDB nasional.

Puncak reformasi BUMN China terjadi di era Xi jinping. Itupun setelah Xi jinping mengubah UUD China yang tidak membatasi jabatan presiden. Xi Jinping juga menguasai hampir semua posisi menentukan di Partai. Jadi praktis dia menjadi penguasa tunggal di China. Di era Xi Jinping, serangkaian reformasi keras dilakukan sejak tahun 2017. Lantas apa saja langkah reformasi yang dilakukan BUMN China?

Pertama, mengklasifikasi BUMN sesuai dengan politik negara sosialis. Dasar hitungannya adalah index PSO ( publik Service obligation). PSO adalah kewajiban negara memberikan pelayanan kepada publik atas dasar UUD. Apabila index PSO di bawah 50% maka harus diprivatisasi. Namun apabila index PSO diatas 50% , pemerintah akan perkuat permodalannya dan memperluas dukungan subsidi agar bisa memberikan layanan lebih baik kepada publik.

Kedua, memisahkan fungsi operasional dan pengawasan. Secara operasional, peran negara hanya mengelola modal atau asset saja. Semua kader partai tidak boleh masuk ke dalam jajaran direksi maupun komisaris. BUMN harus dikelola secara profesional dan independent. Mereka harus focus kepada pasar dan menganut prinsip pengelolaan perusahaan berkelas dunia dengan standar good governance. Dengan demikian proses restruktur bisnis dan budaya berlangsung sangat cepat dan efisien. Bahkan bila diperlukan BUMN boleh merekrut direktur dari Asing. BUMN China boleh melakukan privatisasi lewat bursa atau melepas saham kepada karyawan.

Ketiga, memperkuat posisi pengawasan BUMN secara kelembagaan. Di China lembaga yang berkuasa mengawasi BUMN bukan kementerian tetapi State-owned Assets Supervision and Administration Commission of the State Council (SASAC) atau semacam Pengawasan Aset milik Negara dan Komisi Administrasi Dewan Negara. Tugas SASAC hanya sebatas pengawasan kebijakan strategis. Yang mengawasi tugas SASAC adalah kementrian keuangan. Namun khusus lembaga keuangan BUMN diawasi oleh Central Huijin Investment Co., Ltd (Huijin).

Keempat, penyertaan modal negara hanya berfocus kepada BUMN yang mengelola industri strategis seperti Baja, Kereta Api, Listrik, Energy, Pertahanan, kontruksi.  Untuk industri ini tidak boleh ada privatisasi dan 100% sahamnya tetap milik negara. Selebihnya boleh melakukan privatisasi secara langsung atau melalui bursa.

Apa hasilnya setelah reformasi BUMN itu ? Tahun 2019, ada 129 perusahaan China masuk TOP 500 Fortune, sebagian besar adalah BUMN. China mengalahkan AS dalam daftar Top 500 Fortune. Padahal tahun 2003 BUMN China yang masuk 500 Top Fortune hanya 6. Peningkatan yang luar biasa. Dan itu berkat reformasi BUMN yang dilakukan secara keras.

Teman saya di Beijing salah satu CEO BUMN, saya tanya. Apa kunci suksesnya BUMN China?  

“ Menggeser peran pemerintah dari manajemen perusahaan ke manajemen asset. Artinya peran negara terhadap BUMN lebih kepada pengelolaan portfolio asset. Konsisten melaksanakan transformasi BUMN menjadi perusahaan modern dengan memperkenalkan kepemilikan campuran, merekrut manajer profesional, membentuk dewan direksi dan komisari yang tidak terkoneksi dengan Partai, dan memberikan wewenang kepada mereka untuk membuat keputusan pasar.” Katanya. 

" Emang salahnya apa kalau kader partai jadi komisaris BUMN. Kalau mereka mampu, kan sah saja."  Pancing saya.

"ini bukan soal salah atau benar. Bukan sah atau tidak. Bukan soal kemampuan. Tetapi  soal mental. Selagi dia orang politik, jelas mentalnya engga cocok duduk di perusahaan negara. Apapun alasannya! Sudahlah. Kami sudah 40 tahun belajar dari kasus kader partai jadi petinggi BUMN. Lebih besar ruginya daripada untungnya. Dan faktanya setelah mereka keluar dari BUMN, prestasi BUMN China kini kelas dunia. Sangat efisien." Katanya. Saya mengangguk tanda setuju.

Apa yang hebat dari China adalah kemauan politik yang begitu besar dari Pemimpin puncak yang didukung oleh elit partai untuk tidak memberikan akses kekuasaan kepada kader partai di BUMN. Karena tadinya para  kader partai itu menjadikan BUMN sebagai sumber uang memperkaya diri sendiri dan teman teman. Sementara kontribusi skill dan pengalaman bisnis mereka hampir tidak ada. Mereka menjadi pengangguran yang kaya raya karena jabatan resmi di BUMN. Semoga Indonesia bisa meniru langkah China ini.

Salesman dan wirausaha


Pertengahan tahun 80an, saya ikut melamar bekerja sebagai business representative untuk perusahaan JV antara Korea dan Jepang. Ketika itu ada 18 pelamar. Hanya saya tamatan SMU,yang lainnya Sarjana. Yang menolong saya lolos sebagai kandidat karena kemampuan komunikasi bahasa inggeris. Test standard yang diterapkan adalah test attitude. Proses test attitude ada dua yaitu test tertulis, dan satu lagi test simulasi. Test tertulis menyisakan 10 orang yang lolos, termasuk saya. Ketika masuk simulasi , kami yang 10 orang itu masuk ke dalam ruangan. Kemudian, penguji meminta kami masing masing mengajak orang yang ada 40 orang di ruang itu untuk mendekat kepada kami. Yang paling banyak mendekat paling tinggi nilainya.

Artinya masing masing kami harus melakukan atraksi yang sehingga membuat orang mau mendekat. Atraksi yang dibolehkan hanya terbatas yaitu bicara atau diam. Kebayang engga sulitnya?. Saya perhatikan setiap peserta test kebanyakan gagal membuat orang mendekat kepada mereka. Padahal mereka sudah berusaha berorasi yang sehingga menarik orang mendekat. Tapi yang mendekat hanya satu dua orang. Saya tidak punya keahlian dengan retorika menarik orang mendekat kepada saya. Kalau saya diam, pasti tidak ada orang yang akan mendekat. Tapi saya tidak kehilangan akal. Saya akan membuat orang mendekat karena dorongan rasa ingin tahu, bukan karena ketertarikan. Hanya itu saya bisa.

Ketika tiba giliran saya, apa yang saya lakukan? saya komat komit saja, sambil melukis di awang awang. Saya berputar putar kekiri kanan sambil bergumam. Satu demi satu mendekat “ Eh lu ngapain? ngomong apa ? Dan saya berhasil membuat 40 orang mendekat ke saya. Semua mereka mendekat karena dorongan hasrat ingin tahu. Saya lolos. Keberhasilan saya sebagai business representative itu tidak saya pelajari di sekolah tapi naluri manusia yang terbiasa survival. Prinsip saya sederhana , bahwa kalau saya bisa membuat orang mendekat dengan retorika maka nilai saya tidak ada. Tapi kalau orang mendekat karena rasa ingin tahu maka saya punya peluang untuk menjadi pembaharu bagi mereka.

Setelah lulus test saya harus mengikuti training.  Training ini bagian dari proses seleksi penerimaan pegawai. Setelah training akan ada test. Kalau hasil test bagus maka saya memenuhi syarat untuk menjadi salesman.  Apa yang menarik dan tidak pernah saya lupa dari training ini ? “ Kalau anda berhasil menjual dengan menjelekan kompetitor maka anda hanya akan mendapatkan pelanggan yang tidak setia.  Kapanpun pelanggan itu akan pergi bila dapat provokasi yang buruk tentang produk anda. “  Saya tersentak. Mengapa ? karena sudah lazim untuk menjadi pemenang sebisa mungkin menjelekan pesaing. Tetapi saat itu mindset saya langsung berubah ketika pelatih menyampaikan dibalik alasan dia melarang saya menjelekan kompetitor.

“ Jadi anda harus focus kepada seni menjual dengan penuh keyakinan atas barang yang anda tawarkan. Pahami product knowledge dengan baik. Karena ingat, tugas anda hanya bagian kecil dari organisasi perusahaan. Di belakang anda  ada orang yang bekerja keras men design produk dengan riset yang panjang, ada buruh pabrik yang kerja keras menghasilkan barang, ada investor dan kreditur yang mengambil resiko atas produk itu. Semua bekerja keras untuk menghasilkan barang yang terbaik. Kalau anda menjualnya dengan mengandalkan menjelekan pesaing maka anda tidak menghargai bagaimana proses produksi itu dilakukan. Itu artinya anda tidak percaya dengan kelebihan dan keunggulan produk yang anda jual. Ingat, perusahaan tidak hidup dan berkembang karena ketidak yakinan karyawan. Dan perusahaan terlalu besar untuk mengandalkan tumbuh karena seni menjelekan kompetitor.

Setiap salesman haruslah bermental entrepreneur bahwa mereka harus punya kemampauan mendidik konsumen. Bukan dengan cara memprovokasi seraya menjatuhkan produk pesaing tetapi meyakinkan kelebihan dan keunggulan produk, yang bisa saja dari segi mutu, harga, cara pengiriman, layanan paska jual atau apalah.   Kalau pelanggan tertarik untuk membeli maka yakinlah dia akan menjadi pelanggan yang setia. Apapun provokasi buruk dari pesaing terhadap produk kita tidak akan terpengaruh apapun. Nah kalaupun akhirnya ada saja konsumen terpengaruh dengan provokasi maka tidak perlu sedih atau kecewa. Mengapa ? karena anda terhindar dari konsumen yang renta secara kejiwaan. Lambat atau cepat dia akan menyadari bahwa produk anda lebih baik dan kembali kepada anda. Saat itu dia akan lebih setia dari sebelumnya."  Proses training 1 bulan. Hasil test saya diterima sebagai sales representative.

Produk yang saya jual adalah bahan kimia karet sistetik yang merupakan linked product dari karet alam untuk bahan baku produk jadi. Semua salesman bersaing menjula produk ke pabrik ban yang sudah ada. Sebagai karyawan baru engga mungkin saya bisa bersaing dengan salesman yang sudah pengalaman dan punya networking. Bekal selama training khususnya product knowledge sangat berguna bagi saya untuk menentukan stategi menjual. Strategi itu saya sampaikan kepada manager saya orang Jepang. Dia sangat encourage saya. Caranya memotivasi sangat luar biasa.

Jadi gimana strategi saya ? Saya tidak menjual barang ke pabrikan yang telah ada. Saya focus menawarkan peluang bisnis kepada pengusaha tradisional. Saya tahu mereka punya uang banyak karena menabung tapi tidak semua mereka paham untuk mengembangkan uangnya di luar bisnisnya. Tapi kalau saya bisa menggugah mereka terlibat dalam peluang bisnis maka mereka akan jadi pelanggan setia saya. Saya tawarkan proposal buat sendal jepit, sepatu, ban sepeda, sarung tangan. Saya tidak datang dengan proposal dengan lembaran kertas dengan angka dan data. Umumnya target market saya adalah encek encek  di Pasar pagi , dan kali besar.

“ Koh, tebak berapa harga ban ini ? tanya saya kepada pedagang di kawasan Kota. Dengan menunjukan sampel ban. 
“ Ah itu paling harganya Rp. 7500. Di pasar harganya segitu “ Jawabnya.
“ Kalau saya bisa jual Rp 2000. Gimana ? 
Dia terdiam lama. Saya tetap tersenyum 
“ Serius kamu ? Katanya
“ Ya serius.”
“ Entar saya hubungi teman saya. “ Katanya langsung telp temannya
“ Teman saya mau beli berapa aja. Mana barangnya ?
“ Kokoh harus buat sendiri ban itu “ Kata saya dengan tersenyum.
“ Gila luh. Jadi barangnya engga ada.? “
“ Ada. tapi harus buat sendiri dan saya akan bantu gimana buatnya.”
“ Sulit ?
“ Engga. Dari mesin sampai bahan baku, saya siapkan termasuk pekerjanya. Gampang kok.” Kata saya menyerahkan proposal buat pabri ban sepeda skala kecil. Saya berharap dia baca proposal itu. Dia terdiam. Sayapun berlalu.

Tapi tidak sampai seminggu dia datang ke saya, minta tolong buatkan pabrik ban sesuai proposal saya. Dia siapkan uang untuk itu. Setelah pabrik jadi dibangun dan dia berhasil menjual produksinya, teman temannya datang kesaya untuk buat pabrik sarung tangan, sendal jepit , sepatu. Semua pabrik yang berdiri berkat proposal saya, akan membeli bahan baku dari saya. Awalnya memang berat tetapi setelah itu saya tinggal menikmati hasil. Setiap bulan saya dapat fee dari repeat order. Dalam dua tahun saya mejadi top salesman, bukan hanya untuk Indonesia tapi Asia tenggara.

Setelah itu saya berhenti sebagai business representative untuk mendirikan pabrik sendiri bersama mitra saya dari Korea. Ketika itu usia saya belum 25 tahun. Nah kalaulah saya berpikir linear maka saya hanya akan jadi folower, pasti gagal berhadapan dengan salesman lain yang telah dulu menguasai pasar. Belum lagi cara saling menjelekan produk pesaing itu sudah menjadi tabiat salesman. Maklum mereka mengejar omzet agar komisi besar didapat. Tetapi saya tidak mau meniru cara kerja mereka. Barang sama, tapi cara menjual berbeda maka hasilnya juga berbeda. 

Kalau anda bisa mempengaruhi orang yang sejalan dengan pikiran anda, atau orang terdekat anda karena hubungan keluarga atau almamater atau seiman, itu bukanlah luar biasa. Itu sama dengan berburu di kebun binatang. Tapi kalau anda bisa mempengaruhi orang yang tidak ada hubungan apapun dengan anda, maka nilai anda ditentukan di situ. Apalagi orang itu beda chemistry, beda agama, beda suku, maka nilai anda semakin tinggi. Apalagi kalau anda bisa menarik orang mengikuti anda yang sebelumnya adalah musuh atau kempetitor anda yang sangat membeci anda maka nilai anda semakin tak ternilai. Mengapa ? Anda telah menjadi pembaharu.

Pernah pelanggan saya di Korea marah besar karena dianggapnya saya menjual barang dengan packaging yang mengurangi berat dan karena itu harga kemahalan. Dia merasa tertipu. Saya tahu bahwa dia kena provokasi dari pesaing saya. Saya tidak kecewa atau marah dengan pesaing saya. Dan tidak pula memaksa pelanggan saya mengerti saya. Mengapa ? karena semua proses bisnis telah saya lakukan dengan benar, dan kalau ada orang tidak puas itu hak orang lain. Tidak lebih  3 bulan kemudian, pelanggan saya dari Korea itu terbang ke Jakarta hanya untuk menyapaikan maaf karena telah salah menilai saya akibat provokasi orang lain. Diapun jadi pelanggan setia saya. Apakah setelah itu saya membalas provokasi buruk terhadap pesaing saya ? tidak.

Dalam bidang apapun , focuslah kepada kelebihan yang kita punya tanpa perlu harus menjelekan orang lain agar nampak hebat. Apalagi playing victim. Karena hidup ini, mungkin saja anda bisa berkembang cepat karena hujatan kebencian kepada lawan anda,  tetapi yakinlah anda hanya mengumpulkan lingkaran orang yang sama buruknya dengan anda. Tidak akan ada kesetiaan dalam lingkaran komunitas itu. Hanya masalah waktu akan hancur dengan sendirinya. Mengapa ? kalau sama orang lain dia bisa membenci tentu kepada anda juga akan membenci, dan itu hanya masalah waktu. Itu sebabnya saya tidak pernah terlibat atau mau ikutan dalam ujaran kebencian secara sporadis. Saya hanya focus kepada bisnis  dan percaya akan hal itu. Di luar itu bukan urusan saya.

Di usia menua pernah ada pengalaman menarik. Ketika saya berhasil memenangkan kasus sengketa bisnis di pengadilan Eropa dan Hong kong , musuh saya datang ke saya. Saya memeluknya dan memastikan saya tidak akan menuntut balik dia karena telah menzolimi saya selama 3 tahun perang dipengadilan. Lawyer saya bertanya bingung “ Mengapa anda maafkan ? Padahal anda bisa tuntut balik dia dan itu bisa  membuat dia bangkrut ? 

“ Kalau saya menang di pengadilan tidak ada yang luar biasa. Itu biasa saja. Karena di Eropa dan Hongkong hukum sangat solid yang memungkinkan siapa saja kalau benar pasti menang. Tapi kalau saya bisa memaafkan dia dan menarik dia kembali ke saya maka saya menang dan bernilai dihadapan Tuhan. Dan orientasi hidup saya adalah Tuhan, bukan manusia .Paham.”

Friday, June 5, 2020

Rupiah menguat?



“ Babo, mengapa rupiah menguat terhadap dollar AS ? padahal ekspor kita engga bagus. Malah kita terus nambah utang ? Tanya nitizen.

“ Itu penilaian pasar. “

“ Ya kenapa ?

“ Pertama faktor makro ekonomi Indonesia yang walau tidak terlalu bagus, namun jauh lebih bagus dari negara lain. Cadangan devisa saat ini US$120 miliar, kebutuhan intervensi sedikit dan nilai tukar bergerak sesuai perkembangan mekanisme pasar. Kedua, tren jual dollar memang sedang terjadi. Terutama sejak tiga hari lalu Goldman Sachs bank investasi terbesar di dunia melakukan aksi jual terhadap dollar. Dampaknya sangat luas di pasar. Ketiga, adanya kebijakan New Normal terhadap COVID-19. Ada 9 bidang usaha yang kembali dibuka yaitu pertambangan, perminyakan, industri, konstruksi, perkebunan, pertanian dan peternakan, perikanan, logistik dan transportasi barang. Itu membuat pasar sangat yakin bahwa ekonomi Indonesia akan bangkit lagi.”

“ OK. Artinya banyak aliran dollar masuk ke Indonesia. Kemana masuknya ?

“ Kebanyakan dana asing berupa dollar masuk melalui lelang surat utang. Contoh hari selasa lalu diadakan lelang Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp. 105,27 triliun. Ada 7 seri SBN yang dilelang. Semua diborong oleh investor.  Bahkan melebihih penawaran. Dampaknya hari rabu yield SBN tenor 10 tahun turun 22,1 basis poin (bps) menjadi 7,005%, yang menjadi level terendah sejak 12 Maret.”

“ Apa maksudnya berdampak terhadap Yield SBN?

“ Ya, Ketika yield turun, berarti harga sedang naik. Sebaliknya, ketika yield naik, berarti harga sedang turun. Minat investor terhadap SBN tinggi di pasar, dan ini mendorong harga naik. Hukum pasar. “

“ Terus selain surat utang, kemana lagi dollar masuk ?

“ Investor masuk ke Bursa. Tercatat pada hari selasa net buying investor sebesar Rp 872,35 miliar di all market, berlanjut pada hari Rabu sebesar Rp 1,5 triliun, dan kemarin nyaris Rp Rp 1 triliun.”

“ Kalau begitu kenapa sih investor sampai segitunya yakin dengan rupiah ? tanyanya lagi.

“ Kalau dihitung Real Effective Exchange Rate (REER) memang mata uang rupiah undervalue. Makanya ketika kondisi ekonomi AS menurun dan zona Eropa melemah, investor akan keluar dari bunker dan memburu mata uang yang undervalue. Tujuan mereka mencari tempat aman berlindung dari volatile market.”

“ Terus darimana investor besar itu dapat duitnya ?

“ Sebagian berasal dari reposisi asset dari dollar ke rupiah dan sebagian lagi memang karena adanya QE yang dilancarkan oleh AS untuk melonggarkan likuiditas dollar di pasar.”

“ Jadi dollar memang banjir di pasar. Wajar saja investor jual dollar dan beli Rupiah.  Apakah ini bagus bagi Indonesia ?

“ Kalau rupiah terlalu kuat jelas engga sehat. Gimana kita bisa bersaing di pasar eksport? Apalagi komoditas utama kita adalah hasil SDA. Justru yang dikawatirkan apabila rupiah menguat terus adalah barang impor akan banjir dan ini tidak sehat bagi industri dalam negeri yang mengandalkan pasar domestik. Tapi saya yakin, BI akan terus ada di pasar menjaga stabilitas rupiah. Bagi kita bukan soal berapa kurs rupiah tetapi bagaimana menjadikan kurs rupiah itu bisa mendorong sektor real, terutama minat orang untuk produksi dan investasi. Apalagi dalam kondisi COVID-19 dan new normal, kita butuh industri dalam negeri perkasa.”

“ Menurut bank dunia, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi bisa 0% tahun ini. Apakah itu bukan indikasi kita masuk ke jurang resesi ? Katanya.

“ Resesi itu kalau pertumbuhan dibawah 0%. Dan lagi, saya engga yakin  0%. Lihat aja data kwartal pertama kita masih tumbuh 2,7%, Kalau kwartal kedua memang jelas terpuruk karena periode PSBB.  Nanti kwartal ketiga naik lagi. Setidaknya sama dengan kwartal pertama atau kurang sedikit. Kita akan baik baik saja "

" Bagaimana bisa tahu ekonomi kita baik baik saja.?

" Ya lihat aja sektor perbankan kita. Walau pemerintah sudah memberikan QE sebesar Rp. 520 triliun dalam bentuk Repo SBN, nyatanya yang diserap perbankan hanya Rp.43,5 triliun. Kecil kan?, itu artinya likuiditas perbankan sehat. Kalau likuiditas perbankan sehat maka itu artinya bisnis masih oke. Liat saja kondisi pasar modal udah mulai bergerak naik. Jadi beda sekali dengan tahun 1998, dimana keadaan perbankan memang kering likuiditas, dan terpaksa BI keluarkan Kredit likuiditas (KLBI dan BLBI).”

“ Oh itu sebabnya banyak yang anti Jokowi ingin agar PSBB diperpanjang dan mereka menolak program new normal. Biar ekonomi kita terpuruk dan bisa chaos untuk ganti presiden.”

“ No Comment."

“ Bagaimana dengan Yuan ?

“ Ya, China justru melemahkan mata uangnya ketika mereka membuka lagi bisnisnya setelah lockdown. Tentu mereka berharap agar tidak terlalu besar stimulus kepada dunia usaha. Dengan Yuan melemah, daya saing tetap tinggi, untuk memicu orang berproduksi.” kata saya.

“ Apakah ada indikasi rupiah akan melemah lagi ? Tanyanya lagi.

" Kemungkinan itu ada. Terutama kalau sikap kepala daerah sebagian besar menolak New Normal atau keberatan dengan adanya Normal. Jelas akan berdampak buruk terhadap Rupiah. Akan melemah lagi. Kita liat aja nanti. Udahan ya."

Wednesday, June 3, 2020

Skema dana Haji.


Dana akumulasi haji besar sekali. Diatas Rp. 100 triliun. Kalau ditempatkan dalam deposito jelas beresiko. Jelas tidak akan mendapatkan manfaat besar. Mengapa? Karena deposito itu bukan alat investasi real dalam jumlah besar. Itu hanya alat moneter perbankan menjaga likuiditasnya. Justru semakin besar dana ditempatkan di deposito semakin besar resiko bank itu. Pasti ada masalah pada bank itu. Bank sehat apabila akumulasi dana itu berasal dari giro umum karena motif simpanan harian atu kredit.  Untuk lebih jelasnya,  baik saya ilustrasikan secara sederhana.


Pertama. Kalau kita tempatkan uang dalam deposito, Bank harus menyediakan Cadangan Giro Wajib Minimum ( GWM ). Nilainya 6,5 % dari total deposito. Jadi kalau bank terima deposito sebesar katakanlah Rp. 100 triliun. Maka bank harus menyediakan Rp. 6,5  triliun.  Mengapa? Karena deposito dalam jumlah besar itu akan mengganggu likuiditas bank. Makanya perlu GWM sebagai sikap prudent. Lain halnya kalau uang itu ditempatkan di rekening tabungan harian atau R/K. Itu tida ada kewajiban GWM.


Makanya kalau bank terima deposito diatas Rp 1 triliun, mereka tidak akan mau terima kalau bunga tidak deal didepan. Semakin besar bank semakin kecil bunga. Tentu semakin kecil resiko. Yang saya tahu deposito diatas Rp 1 triliun itu bunga paling tinggi 1% sebelum pajak. Kalaupun ada yang diatas 1%, itu bank kecil.  Resiko besar menanti. Makanya proses penempatan dana haji dalam bentuk deposito di bank dalam jumlah besar pastilah melewati financial engineering. Pihak arranger ( pengusaha), deposan dan bank ikut bermain. Biasanya mereka menggunakan credit link note alias deposito abal abal. Bunga engga pasti, pencairan juga engga jelas.


Kedua. Kan beresiko penempatan deposito dalam jumlah besar ? ya memang beresiko, Karena itu UU LPS, deposito yang dijamin negara hanya Rp. 2 miliar. Diatas itu tidak ada jaminan. Jadi  kalau bank engga bisa bayar, ya sudah wassalam. Mau uang haji dibuat resiko? Seperti sebelum ada UU No. 34 tahun 2014 tentang pengelolaan keuangan haji.


Ketiga, dengan memahami 1 dan 2 itu, semoga bisa mengubah sudut pandang awam anda dalam dunia perbankan. Tahu betapa pentingnya fasilitas insetif ( subsidi )  negara terhadap dana haji dalam bentuk produk investasi yang dijamin negara. Tahu betapa beresikonya dana haji yang ditempatkan di bank tanpa ada jamina resiko dan bunga semaunya. Paham ya.


***

Sebenarnya program dana haji ini pertama kali aja sejak tahun 1996, Keppres No. 35 Tahun 1996 dan 52 Tahun 1996, yang kemudian dikukuhkan dalam UU No. 17 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Haji, bahwa DAU merupakan hasil efisiensi dana BPIH. Akhirnya pengukuhan ini diikuti dengan terbitnya Keppres No, 22 tahun 2001 tentang Badan Pengelola Dana Abadi Umat. Penggunaan DAU itu untuk pendidikan dan dakwah, kesehatan, sosial, ekonomi, pembangunan sarana dan prasarana ibadah, penyelenggaraan ibadah haji. Tapi yang dipakai itu hanya bunganya saja. Sementara pokoknya tidak.


Pada pertengahan 2005, terjadi kasus korupsi DAU. Kasus ini menjadikan Taufiq Kamil, Dirjen Bimas Islam dan Said Agil Husin al Munawar, masuk bui. Masing masing kena penjara 4 tahun dan 5 tahun. Tapi setelah itu dibentuk BPIH. Badan dibawah menteri agama. Saat itu bukan rahasia umum bila banyak pengusaha melobi dana haji ini untuk dapat pembiayaan proyek. Caranya sederhana aja. Anda bisa geser uang itu ke bank yang mau beri anda kredit. Bunga diatur. Skemanya, kapitalisasi bunga setahun dijadikan collateral. Sementara BPIH dapat uang didepan dana manfaat dari pengusaha.


Mari saya ilustrasikan sederhana bagaimana skema dapat uang mudah untuk bisnis. Katakanlah anda punya proyek. Butuh dana Rp 100 miliar. Anda dekat dengan penguasa. Sehingga anda punya akses kepada pengelola dana haji. Anda bisa arahkan dana haji  untuk placement ( penempatan ) pada bank yang dimana anda dapatkan kredit. Memang dana haji itu dijamin oleh deposito. Tidak ada kaitan dengan loan anda. Tetapi kalau anda pinjam uang Rp. 100 miliar ke bank dan anda bisa giring uang haji Rp. 1 triliun ke bank. Masalah kredit jadi mudah. Apalagi bunga bisa diatur ( TST.). Hampir semua konglo yang dekat dengan SBY pasti pernah menikmati deal ini.


Dari skema itu, semua stakeholder dana abadi haji kaya raya. Pengusaha, Anggota DPR, tokoh agama, ormas keagamaan. Mereka semua jadi channeling lobi dapatkan skema pembiayaan kredit murah meriah dan mudah. Tetapi apa yang terjadi? Ketika Jokowi masuk Istana, dia kaget. Karena dana haji yang terkumpul tidak lagi sesuai dengan biaya haji yang harus dikeluarkan. Pendapatan dari bunga dan deposito tidak bisa mengcover biaya haji. Malah jadi scheme  ponzy. Ya gimana mau cover biaya. Lah bunganya TST ( tahu sama tahu). 


Masalah ini tidak bisa lagi diselesaikan oleh Presiden. UU 13/2008 tidak bisa memberikan solusi. Ada pihak yang datang ke menteri agama dan MUI. Mereka tawarkan program investasi atas sisa dana haji yang ada dan termasuk skema penyelesaian dana haji yang tersandera (outstanding). Saya senyum aja baca proposal itu. Ini keterlaluan skemanya, Eh entah mengapa proposal itu malah begulir ke DPR.  Maka keluarlah UU No. 34 tahun 2014.BPIH dihapus diganti dengan BPKH ( Badan Pengelola Keuangan Haji). Mungkin sama dengan skema bail-in Jiwasraya. Hanya bedanya ini engga ada yang masuk penjara. Sejak tahun 2017, keuangan haji bukan lagi menjadi tanggung jawab Kementerian Agama tapi BPKH. Tapi apakah setelah itu, bisa lagsung diterapkan. Tidak mudah. Pasti ada perlawanan dari semua stakeholder yang sebelumnya  menikmati rente dana haji. Lobi sana sini. Tapi jokowi santai saja. Dia bergeming. 


Butuh 4 tahun kemudian barulah keluar PP No. 5 /2018 yang memberikan mandat kepada BPKH ( Badan Pengelola Keuangan Haji ) untuk mengelola keuangan haji. Nah dengan adanya PP itu maka skema subsidi dana haji bisa diterapkan.  Ya investasi SUKUK dana haji di create pasti untung dan resiko dijamin negara. Dan itu hanya berlaku pada investasi dana haji, engga berlaku bagi lembaga keuangan lain yang juga mengelola dana publik seperti dana pensiun. Bagaimana dengan dana yang tersandera itu? apakah sudah selesai ? Entahlah. Yang saya tahu sekarang uang haji ditempatkan di SBN SUKUK. Tapi tempo hari BPKH gunakan uang haji untuk bailout Bank Muamalah. Faktanya waiting list semakin lama dan biaya terus naik dan naik. Seperti ponzy mungkin tepatnya.


Tuesday, June 2, 2020

Rangking indonesia dalam penanganan COVID-19



“ Mengapa pemerintah sangat buruk sekali menangani COVID-19. Menurut saya dalam hal ini Jokowi gagal. Jadi kalau oposisi bilang Jokowi patut dilengserkan, itu juga wajar. “ kata  nitizen via WA kemarin pagi.

“ Darimana kamu bisa simpulkan itu ?Tanya saya. 

“ Ya dari media massa. “

“ Itu tidak tepat. “ Kata saya singkat. 

“ Mengapa ? anda bela pemerintah ?

“ Saya engga ada urusan. Saya bukan politisi. Saya hanya rakyat biasa. Saya orang bisnis. Saya melihat dari sisi bisnis. “ 

“ Ok apa pendapat anda ? 

“ Sebelum saya jawab pertanyaan anda. Saya ingin luruskan dulu persepsi kita tentang informasi. Dalam dunia yang serba terbuka di era digital saat ini, Anda akan dapat informasi seperti yang anda inginkan. Kalau anda butuh informasi yang negatif, maka itulah yang anda dapat. Sebaliknya kalau anda butuh informasi yang positif, itu juga yang akan anda dapat. Dalam kehidupan yang lebih luas secara psikologi, apa yang anda pikirkan, itulah yang akan terjadi. Kalau anda berpikir negatif atas setiap masalah, maka hasilnya jangankan solusi malah yang dikuatirkan itu akan terjadi. Para ahli tasauf bahkan punya pendapat lebih romantis.  Tuhan berbuat sesuai pikiran kamu. Sampai di sini paham ya. “

“ Tentu bagaimanapun kita harus tahu hal yang negatif agar kita bisa berpikir positip.” 

“ Benar. Tetapi jangan dibalik, pikiran positif terhalang karena adanya informasi negatif. “

“ Okelah.  Apa kaitannya dengan COVID-19?

“ Dalam hal COVID-19, banyak sekali informasi negatif seputar kebijakan pemerintah. Tentu ini datang bukan karena tanpa alasan. Maklumi saja. Media massa butuh rating, dan berita negatif memang laku untuk menaikan rating. Itu hanya bisnis. Misal,  memberitakan kehebatan Vietnam, dengan tujuan menjatuhkan Indonesia. Padahal semua tahu, kebebasan media massa di Vietnam tidak sama dengan di Indonesia. Artinya berita media massa di Vietnam belum tentu menginformasikan hal yang benar. Namun karena sangat efektif menyudutkan pemerintah Indonesia, maka berita dari Vietnam itu dianggap benar, dan Indonesia salah. Itu berita seksi dan menguntungkan menaikan rating dan tentu menaikan harga iklan. “

“ Jadi bagaimana cara mengetahui objectifitas berita terhadap kemampuan Indonesia menghadapi COVID-19? tanyanya lagi.

“  Saya lebih percaya survey melalui pendekatan bisnis.”

“ Mengapa ? 

“ Ini paling rasional dan tidak ada unsur politik. Semua yang berhubungan dengan bisnis, membutuhkan kepastian dan keamanan serta kenyamanan. “

“ Bisnis apa itu ? 

“ Wisata. Sebagaimana diketahui bahwa bisnis wisata  itu berhubungan dengan jasa yang sangat sensitif. Ini berkaitan langsung dengan kenyamanan. Dan ancaman resiko COVID-19 sangat significant membuat bisnis wisata jatuh. Sebaliknya kalau ada penilaian positif terhadap penanganan COVID1-19, bisnis wisata akan lebih dulu bangkit.

Nah, CEO Magazine Online, telah melakukan survey 80 negara dan menganalisinya terhadap lingkungan bisnis dan investasi, khusunya paska COVID 19. Hasilnya skor indonesia 82.978. Dengan skor ini menempatkan Indonesia di posisi keempat setelah Singapura, Inggris, dan Polandia. Indonesia masuk daftar "Negara Terbaik untuk Berinvestasi  Pasca-COVID-19, sebagai salah satu tujuan liburan terkemuka di dunia.

“ Apa artinya? 

“ Berdasarkan survey bahwa kebijakan berkaitan dengan pandemic COVID-19 sudah dilakukan oleh pemerintah Indonesia dengan baik dan benar. Itu dianggap terbaik bila dibandingkan dengan  80 negara lain.”  Kata saya.

“ Itu kan pendapat dari sisi bisnis. Gimana survey dari sisi sosial ? Katanya lagi penasaran. 

“ Lembaga riset di Singapora, Blackbox Research dan  digital market research company Toluna, juga melakukan survey. Survei ini dilakukan secara online dan melibatkan lebih dari 12.500 responden berusia 18 hingga 80 di 23 negara. Hasilnya, indeks Indonesia adalah 48 poin. Sementara rata rata Global dalam COVID-19 crisis performance adalah 45. Artinya kita lebih tinggi  sedikit dari rata rata global. Skor tersebut menempatkan Indonesia di peringkat kesembilan secara global dan ketujuh di kawasan Asia.”

“ Jadi cara pemerintah menangani pandemic COVID-19 lumayan juga. Engga seburuk berita di media massa dan apalagi di sosial media. Kenapa engga rangking 4 dari segi sosial ?

" Indonesia menerapkan kebijakan seimbang dalam penanganan COVID-19, yaitu kesehatan dan ekonomi. Jadi perang terhadap COVID-19 tetap dilakukan namun  upaya agar Indonesai tidak masuk jurang resesi juga dilakukan. Makanya survey dari Politico, Indonesia masuk 5 negara terbaik di dunia dalam hal better economic outcome dan better public Health outcome dalam menghadapi pendemi COVID-19."

" Apalagi itu Politico? Baru dengar saya. " Katanya.

" Politico adalah media jurnalis  Amerika yang berbasis di Arlington County, Virginia. Kontennya mencakup politik dan kebijakan di Amerika Serikat dan internasional. Mereka mendistribusikan konten melalui situs web, televisi, surat kabar cetak, radio, dan podcast. Liputannya di Washington, D.C. mencakup Kongres AS, lobi, media, dan kepresidenan. Dalam aktifitasnya juga mereka sering melakukan survey berkaitan dengan kebijakan publik. "

" Jadi cukup representative sebagai pelaksana survey. "

" Ya kita akan baik baik saja. Patuhlah dengan protokol pemerintah. Karena semua untuk kebaikan kita dan lagi mereka kita bayar untuk menjaga kita. Kalau kita tidak patuh, kan yang rugi kita sendiri. Paham ya.” Kata saya hendak mengakiri chat.

“ Terimakasih” 

Monday, June 1, 2020

AS dan China ?


Hubungan politik memanas antara China dan AS, lebih karena sikap AS yang konfrontatif. Sementara China lebih memilih diam dan berusaha menenangkan keadaan. Bagi China hubungan Politik dengan AS tidak pernah disikapi serius. China hanya focus kepada masalah hubungan ekonomi dengan AS. Karena sejarahnya AS sangat berperan besar membuat ekonomi China tumbuh pesat, dan pada waktu bersamaan AS juga mendapatkan keuntungan dari ekonomi China yang tumbuh pesat. 

Hubungan ekonomi antara China dan AS sebelum perang dagang, pada dasarnya mutual benefit. Indikasinya ada tiga.  Pertama, berdasarkan data statisk perdagangan. China adalah pasar ekspor terbesar ketiga bagi AS. Apalagi dengan semakin tumbuhnya kelas menengah di China. Itu potensi pasar yang sangat besar bagi AS. Memang produk AS yang diserap pasar China adalah produk tekhnologi tinggi dan produk pertanian seperti gandum dan kacang kacangan.  Pertumbuhan industri hitech di AS sebesar 40% dalam 10 tahun belakangan ini. Dan itu berkat pasar China.

Kedua, ekspor jasa dari AS ke China sangat besar. Seperti jasa konsultan design dan kontruksi Bangunan, jasa design tekhnologi IT, Jasa keuangan. Nilainya engga kecil.  Contoh sederhana. Apple itu design dan tekhnologi dari AS. Hitunglah berapa value MarCap Apple sekarang. Nilainya kurang lebih USD 800 miliar. Belum lagi GE dengan design tekhnologi energi ramah lingkungan, yang hampir sebagian besar tekhnologi energi ramah lingkungan China menggunakan GE. Di bidang Jasa keuangan, China Construction Bank itu management perbankannya menggunakan sistem Bank Of America. Belum lagi Boeing yang punya pabrik di China namun supply chain terbesar dari AS. 

Ketiga, Semakin tumbuh ekonomi China semakin tumbuh ekonomi AS. Karena sebagian besar industri China merupakan bagian dari supply Chain AS, yang beroperasi di banyak negara. Hampir semua industri padat karya yang ada di AS , pindah ke China. Secara tidak langsung korporat AS diuntungkan dari segi efisiensi dan exploitasi buruh berupah murah. Dan bisa menjual ke AS dengan harga murah, yang tentu menguntungkan konsumen AS sendiri. Berperan besar menekan inflasi.


Tetapi sejak perang dagang dicanangkan oleh AS, kondisi berubah drastis.  AS kehilangan pasar. China mengalihkan impor ke negara lain, seperti  Jerman untuk produk hitech, Amerika latin untuk pertanian dan tambang. Qatar dan Iran untuk Gas. Padahal tadinya produk tersebut sebagian besar didatangkan dari AS. Bisa dilihat data trade AS yang turun selama perang dagang. Pada waktu bersamaan China juga kehilangan pasar AS cukup besar. Walau China juga dirugikan akibat perang dagang namun yang jelas AS jauh lebih besar ruginya.

“ Apa kerugian AS sebenarnya “ tanya teman. 

“ Saat sekarang apa yang diproduksi AS, juga diproduksi oleh China. Sementara apa yang diproduksi oleh China, belum tentu ada di AS, terutama produk yang tekhnologi rendah seperti footware, tableware, garment, barang barang plastik, aksesoris, electronic dan lain lain. Bagaimanapun AS harus impor dari China. “

“ Mengapa ?

“ Karena walau tarif sudah ditetapkan tinggi oleh AS dan China tidak mengubah harga jual FOB nya, tetap lebih murah daripada impor dari Jepang atau Korea. Namun kenaikan harga yang menanggung adalah konsumen AS. 

Nah di tengah lesunya ekonomi dan banyak pengangguran di AS, kenaikan harga itu sangat terasa bagi konsumen, dan ini menimbulkan keresahan bagi rakyat. AS harus keluarkan dana stimulus agar dunia usaha bisa mengurangi pengangguran. Hasilnnya tidak significant. Dunia usaha tidak tumbuh seperti yang diharapkan. Pengangguran tetap tinggi. Sama halnya AS bailout kerugian petani akibat kehilangan pasar China. Itu juga tidak significant memperbaiki masa depan petani AS. Kuncinya kan pasar. Bayangin aja. China yang penduduknya diatas 1 miliar, itu peluang besar pasar bagi petani AS. Dengan adanya perang dagang, China mengurangi impor pangan dari AS dan membeli dari negara lain.”

“ Kalau begitu, mengapa Trumps tidak keluar dari perang dagang yang konyol itu ?

“ Trumps terlalu yakin akan memenangkan perang dagang dengan China, dan memastikan China bertekuk lutut dengan AS. Keyakinan itu juga ada alasannya. Sebelumnya AS pernah menerapkan perang dagang dengan Eropa dan Jepang. Selalu AS menang, dan negara tersebut bertekuk lutut di bawah hegemoni AS. Namun sekarang yang di hadapi AS adalah China. Secara sistem ekonomi dan politik berbeda dengan AS. China tidak pernah jadi follower AS seperti Jepang dan Eropa. Di samping itu dengan adanya WTO, memungkinkan China bisa bermitra dagang dengan negara manapun yang bisa menguntungkan. Jadi China tidak perlu tergantung dengan AS. Apalagi saat perang dagang terjadi , China sudah menjadi kekuatan ekonomi dunia. Jadi Trumps salah lawan.”

“ Kan sudah jelas bahwa AS engga mungkin menang dalam perang dagang. Apakah tidak ada ahli ekonomi AS mengingatkan?

“ Tentu ada. AS itu gudangnya ahli ekonomi. Tetapi Trumps punya persepsi berbeda cara Make America Great Again. Gary Cohn, Penasihat ekonomi Donald Trump, sampai mengundurkan diri karena menolak kebijakan kenaikan tarif yang memicu perang dagang. Padahal dia adalah boss Goldman Sachs yang menjadi arsitek kunci dari reformasi pajak Trump tahun 2017. Ia juga dikenal sebagai orang yang menentang proteksionisme di dalam pemerintahan Trump. Tahun pertama Trumps berkuasa, ekonomi AS memang membaik, dan terjadi penurunan setelah ada kebijakan perang dagang.”

“ Apakah mungkin hubungan politik AS dan China akan memburuk sehingga terjadi perang ? Tanya teman.

“ Saya rasa secara politik hubungan AS dan China engga terlalu serius. Kalaupun nampak serius itu hanya ada di media massa. Karena kebetulan Trumps memang hobinya bersosial media. Jadi setiap letupan emosinya tersampaikan lewat sosial media. Padahal sikap Trumps bukanlah kebijakan yang lahir dari sistem politik AS. Makanya tidak pernah ditanggapi terlalu serius oleh China. “

“ Loh kamu engga baca berita. Trumps akan menolak bayar utang ke China sebesar USD 1,1 triliun. Dan akan membekukan asset China di AS. “

“ Orang yang ngerti pasar uang pasti ketawa. Gimana Trumps mau nolak bayar utang? China itu beli surat utang  AS dari pasar. Dalam surat utang kan engga disebut siapa nama bondholder. Itu bisa diperjual belikan di pasar secara bebas. Kalau AS menolak bayar utang, itu disebut dengan default. Nah kalau default, pasti TBill atau obligasi AS akan hancur di pasar. Kalau Tbill hancur, mata uang AS jadi sampah. Soal AS akan bekukan Asset China di AS. Itu juga konyol. Semua investasi China di AS itu dilakukan secara legal sesuai UU Amerika. AS hanya bisa membekukan asset apabila perusahaan asing itu terhubung dengan terorisme, itu disebut dengann Patriot act atau International Emergency Economic Powers Act karena alasan perang berdampak pada kerugian ekonomi AS.  Selain itu tidak bisa. Jadi paham ya. Pernyataan Trumps itu hanya untuk konsumsi orang bego. "

“ Jadi perang antara AS dan China tidak akan terjadi ? tanyanya lagi.

“ Sulit bagi mereka mau perang phisik. Mindset mereka sama.  Mindset business. Orang bisnis selalu menghindari konflik. Kalau kerjasama tetap bisa dilanjutkan dan saling menguntungkan, ya kenapa harus perang. Secara bisnis, baik AS maupun China punya peluang besar untuk terus kerjasama. Kalau sekarang keliatan ribut, itu karena keduanya sedang suffering ekonominya. Ya mereka butuh narasi mempersatukan rakyatnya masing masing. Sentimen nasionalisme itu perlu dengan menyalahkan negara lain. Itu juga bisnis agar ditengah krisis rakyatnya bisa berdamai dengan kenyataan dan penguasa tetap tidak salah walau harga melambung dan pengangguran meningkat.”