Wednesday, May 27, 2020

Sikap Mental wirausaha.


Semakin kuat tekanan, semakin tinggi melambung.

Dulu waktu setamat SMA tahun 80an teman teman sebagai salesman freelance kebanyakan adalah etnis China.Mereka memang tidak punya harapan untuk dapat kuliah di Universitas Negeri.Kalaupun ada yang masuk PTN itupun sangat luar biasa. Tidak punya harapan untuk jadi PNS atau bekerja di BUMN. Begitu kejamnya Politik Orba menempatkan mereka second class di negeri ini. Beda dengan etnis Arab, India dan lainnya yang tetap terhormat. Apakah mereka tetap aman ? Soekaro jatuh, etnis cina diburu dan diusir. Kemarahan kepada rezim Soeharto di tahun 1998 tapi kebencian diarahkan kepada etnis china melahirkan pembakaran,pemerkosaan dan pembunuhan. Tidak ada pengadilan,tidak ada minta maaf. Sama seperti rezim Hitler yang gagal bersaing dengan yahudi , kaum yahudi dibunuh di kamp pengungsi dan kamar gas beracun.

Namun dengan keadaan itu mereka Etnis china sangat santun kepada penguasa.Mereka layani layaknya raja agar mereka diperlakukan dengan baik. Bahkan kadang terkesan menyembah penguasa. Begitulah mereka berusaha merebut cinta penguasa agar mereka nyaman dan aman mencari rezeki di Indonesia. Mereka kerja keras melebihi etnis lainnya. Kini teman teman saya dulu yang berpeluh mengukur jalan telah menjelma menjadi pengusaha sukses dengan karyawan ribuan dan aset triliunan. Andaikan dulu zaman Soeharto tidak ada diskriminasi terhadap etnis china,saya yakin sebagian teman teman etnis china dulu itu, yang pintar pintar mungkin kini ada yang jadi PNS , TNI dan pegawai BUMN. Tidak akan ada pabrik , kebun sawait ribuan hektar, real estate, bank yang menampung angkatan kerja dari kerja keras para petarung yang terdiskriminasi itu.

Sejak dahulu kaum Yahudi didiskriminasi di mana mana dengan sebutan anti Semit. Mereka tidak bebas buat pabrik dan membangun perdagangan. Selalu dicurigai.Karena itu berlalunya waktu mereka masuk dalam dunia perbankan.Mereka tidak punya usaha pabrik tapi mereka punya hak kontrol lewat skema debt. Mereka masuk dalam investment banker,membeli saham perusahaan yang go publik. Mereka mengontrol perusahaan lewat bursa. Ketika putaran uang semakin kencang dan untuk mengamankan eksiistensinya maka mereka menciptakan clearing house yang terhubung dengan semua bank central di seluruh dunia. Mereka tidak memiliki apapun namun mereka mengontrol apapun.

Jadi hidup ini setiap upaya diskriminasi terhadap golongan adalah paradox. Kalau tujuannya karena kebencian untuk menyudutkannya maka diskirimansi itu justru membuat dia semakin baik. Itu sebabnya Agama melarang kita membenci berlebihan karena pada akhirnya yang kita benci akan dipuja. Jangan puja berlebihan karena yang dipuja berlebihan itu akan kita benci. Lalui sajalah hidup ini apa adanya.Jangan paranoid. Jangan berkeluh kesah. Agar sunatullah terjadi dengan hukum keseimbangan yang apapun hasilnya karena kasih Tuhan..

Focus kepada diri sendiri.

“ Saya benar benar stress kalau dengar orang membicarakan saya. Apalagi postingan di sosmed sangat bias. Apa untungnya mereka membicarakan saya. Mereka engga mengenal saya secara pribadi. Tidak ada kaitan apapun dengan bisnis dan kehidupan saya pribadi . Ada apa ini? Hanya karena satu kesalahan yang tentu ada alasan tetapi komentar seakan mereka lebih tahu alasan dan menghakimi nya.” Kata teman kemarin waktu saya bertemu secara kebetulan di sebuah cafe. Saya tersenyum dan mengajaknya berbicara secara pribadi. Saya tahu dia butuh teman untuk menjadi pendengar yang baik. Dengan seksama saya menyimak. Saya berusaha mengerti dan sangat maklumi suasana hatinya.

Saya katakan, jangan dibuat rumit hidup ini. Anggap sederhana saja. Sama halnya sesederhana itu orang menilai kamu dan menghakimi kamu. Kadang mereka juga engga tahu mengapa harus komentari hidup kamu. Kalau kamu kaya, orang akan bilang kamu sombong dan pelit. Kalau kamu engga mau deal seperti dia mau, kamu dianggapnya engga komit dan bohong. Kalau kamu miskin, orang akan bilang kamu malas. Kalau kamu bangkrut, orang akan bilang kamu brengsek. Singkatnya apapun kondisi kamu, kamu tidak akan bisa lepas dari komentar orang. Mengapa ? Karena kita itu makhluk sosial. Tuhan yang menentukan, kita yang menjalani dan orang lain yang komentari. Biasa saja.

Lantas gimana caranya menghadapi prahara hujat dan fitnah ini? Katanya berkerut kening. Kamu tidak bisa menutup mulut orang. Karena mereka banyak. Dan bisa saja mereka punya mulut tetapi tidak punya otak dan hati. Yang harus kamu lakukan tutup telinga kamu dengan kedua tangan mu. Artinya, jangan baca semua postingan sosmed dan berita tentang orang yang membicarakan mu, dan block semua akses mereka terhadap mu. Sudah itu, nikmati kesendirian mu, dengan dirimu sendiri. Engga usah baper. Mengapa ? Orang yang membenci selalu ada alasan menyalahkan mu. Sementara orang mencintaimu selalu ada alasan memaklumi dan memaafkan mu. Biasa saja.

Tapi engga semudah itu bro, katanya. Saya katakan bahwa orang lain berhak bicara apa saja tentang kamu, namun kamu juga berhak mengabaikan omongan orang itu. Karena yang tahu persis apa yang terjadi adalah kamu sendiri. Kamu tidak butuh orang menilai kamu. Apapun itu tidak ada manfaatnya. Dipuji tidak akan membuat kamu kaya raya. Dihina dan difitnah tidak membuat kamu lapar. Jangan rusak kebahagiaan kamu hanya kerena omongan orang lain. Sebab orang menilai mu dengan tujuan dan kepentingan yang berbeda beda. Kamu tidak bisa mendikte agar orang menilai seperti yang kamu mau. Jangan habiskan waktu hanya karena memikirkan omongan orang lain. Terlalu rendah hidupmu bila terpengaruh omongan orang lain , yang tak henti menilai negatif. Fokus sajalah dengan dirimu sendiri. Anggap semua biasa saja.

Jadi ? Katanya. Saya tegaskan bahwa lalui hidup ini dengan Happy. Teruslah memperbaiki diri sendiri. Dan sehebat apapun kamu, jangan berharap pujian agar kamu tidak baper dihina dan dihujat. Hiduplah sederhana. Kalau tak paham, jangan komentar. Kalau tak bisa bersikap baik kepada orang lain , cobalah berprasangka baik. Kalau tak bisa mencintai, janganlah membenci. Kalau tak bisa peduli, cobalah untuk tidak menghakimi. Kalau tak bisa jadi orang penting, jadilah orang biasa saja, yang mengajak orang ke mata air. Lakukan yang menurut Tuhan benar, bukan menurut orang lain benar. Jadilah dirimu sendiri seperti yang kamu mau, bukan seperti orang lain mau. Semoga kamu paham. Dia tersenyum. Kami menikmati live music seraya menuangkan wine dan tersenyum bahagia. Hidup terlalu singkat kalau semua dibuat rumit. Hidup itu sederhana, sesederhana kita ignore...

Peduli dan memberi.

7 tahun lalu teman saya dari Jepang datang ke Jakarta. Walau dia mitra global saya di Hong Kong namun dia jarang sekali datang ke Jakarta. Kalaupun sampai datang ke Jakarta karena ingin bertemu dengan pejabat tinggi. Dia sedang negosiasi bisnis blok minyak. Setelah usai kesibukannya dia telp saya untuk bertemu. Saya ajak dia makan di sebuah resto yang tergolong sederhana. Dia menikmati tempat itu. 

“ Kenapa kamu ajak saya makan ketempat ini?
“ Kamu sahabat saya, dan inilah saya sebagai pribadi yang kamu kenal, Orang indonesia dengan menu indonesia.” 
Dia tersenyum “ Saya suka suasananya. Suka. Apa namanya ini ?
“ Restoran Sunda”

Ketika usai makan malam, dia tetap di tempat. Alasanya karena dia ingin bertemu secara pribadi dengan wanita pelayan restoran. Saya bingung.
” Bro, Ini cafe umum, bukan KTV. Setelah ini kita ke KTV, ada banyak cewek kok di Ritz tempat kamu nginep. Kamu bisa pilih cewek.
“ Ya tapi saya ingin bicara dengan dia secara pribadi”
“ Kamu suka wanita itu ?
“ Ya.”
“ Ok saya akan bicara dengan wanita itu. “ kata saya seraya memanggil wanita itu mendekat. 
“ Jam berapa nak kamu pulang ?
“ Kenapa om?
“ Saya tanya aja “
“ Jam 12. “
“ Bisa kami antar kamu pulang ?
“ Saya naik ojek “
“ Kamu bisa naik kendaraan kami”
“ Tapi…”
“ engga usah ragu. Teman saya ini hanya ingin kenalan lebih jauh dengan kamu. Hanya kenalan saja “ 
“ Maksudnya ?
“ Dia mau antar kamu pulang”
Wanita itu terdiam nampak ragu “ boleh ajak teman saya ?
“ Boleh. “
“ Teman pria “
“ Boleh.” 
“ Ya udah.”

Usai wanita itu kerja, kami antar wanita itu pulang ke rumahnya. Teman saya si jepang ini hanya diam saja namun tetap tersenyum kearah wanita itu. Teman pria wanita itu turun di Kota dan kami terus kerumah wanita itu di bilangan Senen. Namun ketika kami sampai di rumah wanita itu, nampak ada keributan. Saya menarik teman jepang agar menghindar dari keributan dan langsung pulang. Tapi si jepang ini tetap ngotot ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi.

Ternyata orang tua wanita itu diusir dari rumah karena belum bayar kontrakan. Saya jelaskan kepada si jepang masalahnya. Dia manggut manggut. “ Mengapa tidak pindah saja “
‘ Mereka orang miskin, engga semudah itu pindah. Udah lah. Kita kembali ke hotel , Wada.“
“ Berapa harga rumah sederhana di sini ?
“ ya sekitar USD 50,000. “ 
“ Ok, kalau begitu , bilang ke wanita itu, saya akan beli rumah untuk keluarganya.
“ Duh Wada, kenapa jagi begini. Udah dech kita pulang”
“ Saya mau bantu dia.”
“ ya kamu kasih aja uang ke mereka sekarang. Selesai. Kita pergi ke KTV.”
“ Tidak. Saya harus pastikan dia punya rumah “

Saya terdiam sambil mikir, Kemudian saya bicara dengan orang tua wanita itu bahwa teman saya akan belikan rumah. Kalau ada rumah yang mau dibeli teman saya akan bayarin. Tapi anggarannya Rp. 600 juta. Keluarga itu bengong. “ Kami memang ada niat beli rumah cicilan di Bekasi. Tapi anak saya belum dapat uang muka” katanya mengarahkan pandangan kepada anak gadisnya
“ Ya udah. Besok kita datangi perusahaan pengembangnya, Kita bayar tunai.” Kata saya. 

Orang tua itu melihat kepada anaknya. Tak ada tanggapan apapun. Saya segera ajak teman saya jepang untuk segera berlalu. “ Ini telp saya, besok kalau sudah sampai di kantor pengembang itu, hubungi saya.” Kata saya.
Kami segera berlalu. Benarlah besok wanita itu telp. Saya dan Wada langsung ke kantor pengembang itu dan Wada bayar tunai. Setelah bayar, Wada ajak wanita itu makan siang di Samudera restoran bersama saya. Kami tidak bisa lama lama. Karena janji dengan  Menteri ESDM jam 3 sore. Usai meeting saya antar Wada ke Bandara.  Malamnya Wada terbang ke Hong Kong.

Dua tahun kemudian saya bertemu di restoran dimana wanita itu bekerja. “ Pak, mister  engga pernah telp saya, ada apa ?”
“ Emang kamu bisa bahasa jepang ?
“ Bukan begitu, tapi kalau memang benar dia mencintai saya, tentu dia ada cara untuk ketemu saya lagi.”
“ Saran saya, kamu lalui sajalah hidup seperti biasa, Syukuri dan lupakan dia”
“ Tapi dia belikan saya rumah, tentu dia ingin menikahi saya.”
“ Tidak sejauh itu. Bagi orang seperti dia, memberi ya memberi, Apalagi untuk seorang wanita yang dia suka. Tapi bukan berarti itu mas kawin sebagai tanda melamar kamu. “
“ Tapi harga rumah itu mahal sekali pak. Dia PHP saya” Wanita itu nampak berlinang air mata
“ Udah lupakan dia ya.” Kata saya tersenyum.

Saya termenung. Bisa dimaklumi karena pemberian tanpa motivasi apapun tak mudah dipahami bagi orang lain yang terbiasa menghadapi segala sesuatu transaksional. Apalagi kadang kebaikan dari seorang pria, disikapi oleh wanita berlebihan. Padahal memberi adalah bagian dari passion pria , tak lebih. Bukan hendak merayu atau ingin menguasai wanita. Bukan. Apalagi bagi seorang pengusaha yang berhadapan dengan hidup yang keras, tidak akan pernah terjebak dengan seorang wanita. Kalau dia bisa ditaklukan wanita maka dia bukan pengusaha tapi pecundang. Apalagi sekelas Wada

Inalum terbitkan bond tanpa jaminan?



Suatu waktu saya  bertemu dengan Direksi saya dari Hong Kong di Ritz-Carlton. Dia minta saya ikutan meeting dengan banker dari Singapore. Memang dalam meeting saya hanya jadi pendengar yang baik. Karena sangat tekhnis sekali. Direksi saya lebih ahli dari saya soal itu. Setelah meeting saya bertemu dengan teman. Dia ngajak saya ngopi di lounge executive yang smooking room. 

“ Bro, apa benar Global Bond yang diterbitkan oleh Inalum untuk akuisisi saham Freeport ada sovereign guarantee dibelakangnya.”

“ Kenapa kamu tanya itu ? Kata saya mengerutkan kening.

“ Kalau itu yang terjadi, kan sama saja APBN kita terjebak utang. Kalau Inalum default kan negara harus bailout. “ Katanya dengan nada kawatir. Maklum teman ini termasuk politisi.

“ Kamu kan politisi. Tahu kan aturan keluarkan Sovereign Guarantee. Itu harus dapat izin dari DPR. Karena berdasarkan UU bahwa penjaminan apapun yang melibatkan negara harus melalui APBN. Nah apakah ada Inalum mengajukan izin untuk dapatkan sovereign guarantee ?

“ Ya engga ada. Kalaupun ada, langsung dicemes oleh anggota DPR. Terutama dari oposisi. Itu malah jadi issue nasional” 

“ Dan lagi Jokowi udah wanti wanti kepada team negosiasi dengan FI, bahwa jangan gunakan uang negara atau jaminan negara. Cari solusi pendanaan di luar itu. “

“ Jadi surat utang apa yang diterbitkan Inalum itu ?

“ Itu Global Bond. Katagorinya adalah unsecure bond. “

“ Apa itu unsecure bond ?

“ Unsecure bond itu adalah Obligasi tanpa jaminan. Artinya tidak dijamin oleh aset tertentu. 

“ Jadi jaminannya apa ?

“ The full faith and credit atau keyakinan penuh dan kredit dari penerbit. Dengan kata lain, investor memiliki janji bahwa Inalum akan bayar tetapi kalau gagal bayar, investor tidak punya hak claim atas collateral. Ya apa yang mau di claim. Lah collateral engga ada. Dah gitu aja.”

“ Wow emang  ada yang begitu ?

“ Saya tahu Kamu berpikir ini too good to be true. Itu biasa saja. Contoh US Treasury atau  obligasi AS, itu juga termasuk unsecure bond, Surat utang negara kita dalam bentuk rupiah maupun valas juga masuk katagori Unsecure bond.” 

“ Tetapi kenapa obligasi tanpa jaminan atau unsecure bond itu tinggi sekali permintaannya. Justru yang pakai jaminan kurang diminati.”

“ Karena memang trust itu lebih mahal daripada asset.”

“ Terus gimana bisa tahu trust kita tinggi ?

“ Ya kan ada lembaga rating. Contoh dalam kasus Global Bond Inalum, rating nya Baa2 dari lembaga pemeringkat Moody's dan BBB- dari lembaga Fitch Ratings.  Itu termasuk tinggi“

“ Kenapa sampai lembaga rating itu memberikan peringkat tinggi kepada Inalum. “

“ Oh itu ada standard hitungannya. Data sebagai referensi hitungan juga bukan sembarang data. Itu ada proses audit dan investigasi sampai mereka bisa membuat penilaian terhadap Bond yang akan diterbitkan.”

“ Bisa kasih tahu ringkasnya”

“ Contoh inalum terbitkan Global Bond senilai nominal saham atau replacement cost FI. Nilai leverage nya 6 kali. Karena memang value FI sudah tinggi karena faktor teknologi. Hanya saja FI kesulitan keuangan dan ada masalah sengketa izin dengan pemerintah. Nilainya jadi par. Inalum datang memberikan solusi. Soal keuangan dan perizinan bisa diatasi asalkan inalum dapat Mayoritas saham. Soal deal dengan bailout PI Rio Tinto itu hanya mekanisme akuisisi. Tetapi intinya Team inalum sebagai pelaku akuisisi mampu memberikan Total solusi sehingga value FI bisa leverage 6 kali.”

“ Benarkah 6 kali? 

“ Itu hitungan dari lembaga rating. Senyatanya value FI itu adalah kendali atas cadangan terbukti dan terkira di lapangan yang secara kasar bernilai Rp1.593,2 triliun, yang terdiri dari 38,8 miliar pound tembaga, 33,9 juta ounce emas, dan 153,1 juta ounce perak. Laba pertahun setelah program investasi tambang bawah tanah selesai tahun 2022 akan mencapai US$2 miliar hingga mencapai puncaknya di US$2,36 miliar (Rp33,04 triliun) di 2034. Jadi utang sebesar USD 3,8 miliar untuk 51% saham itu hanya 4 tahun deviden bisa lunas. Nah dengan adanya leverage 6 kali itu, artinya inalum bisa menarik uang dari pasar uang sebanyak 6 kali dari harga saham yang di beli.” Kata saya sambil melihat data analisa dari Fitch Ratings.”

“ Kenapa mau investor membeli surat utang itu ? Apa pertimbangannya hanya trust ? 

“ Trust penting tetapi tetap ada hitungan bisnisnya ? Karena yield nya dengan Spread sebesar 4 % diatas bunga LIBOR ( bunga pasar London). Kenapa bisa diatas 4%? Karena leverage Freeport Indonesia itu sebanyak 6 kali. Nah mari kita berasumsi kalau anda sebagai investor. Gimana bisa merasa aman atas Resiko gagal bayar surat utang itu? Setelah anda membeli surat utang itu, maka pasar leverage ( CDS ) akan memberi anda uang kontan sebesar 100%.”

“ Apa jaminannya ? Kan kamu bilang global Bond tidak secure ? 

“ Yang dijaminkan itu adalah yield nya. Pendapatan dari yield itu dikurangi dengan bunga, selisihnya sebagai pendapatan anda. Kan enak. Uang yang anda keluarkan untuk beli global Bond inalum itu dalam waktu singkat kembali ke tangan anda lagi lewat pasar leverage. Dan selanjutnya anda dapat pasive income dari selisih bunga dan yield selama 30 tahun.”

“ Apakah inalum membayar bunga sebesar yield ? 

“ Tidak. Itu yang bayar adalah market. Inalum hanya bayar bunga fixed.”

“ Gimana jika jatuh Tempo hutang?

“ Inalum engga perlu keluarkan uang dari brankas untuk bayar utang. “

“ Kok enak benar? Udah pinjam engga pakai collateral dan jatuh Tempo engga perlu bayar. Jangka waktu Bond itu ada yang 2 tahun, 3 tahun dan 10 tahun. “

“ Namun ada ketentuan dalam unsecure Bond bahwa setiap jatuh Tempo Bond itu bisa di recycle sampai dengan 30 tahun. Nah kalau dihitung hutang nominal dengan rate bunga atas dasar present value ( nilai sekarang ) selama 30 tahun maka Future value nya jadi Nol.”

“ Gila ya. Begitu hebatnya dunia keuangan. Semakin besar utang semakin tinggi trust semakin gampang nyelesaikan utang lewat utang dan akhirnya sama saja engga bayar”

“ Kamu percaya sajalah dengan orang yang kompeten dibidang financial. Mereka ahlinya dan tahu gimana bermain. Politisi lebih baik diam dan dukung orang muda untuk berprestasi hebat. Mereka yang ada di Inalum itu semua anak muda dengan jam terbang berkelas dunia. “

“ Thanks, bro. Sangat mencerahkan dan ternyata sederhana memahaminya. Apalagi barusan Inalum keluarkan lagi Global Bond untuk mengakuisisi 20 persen saham perusahaan pertambangan lainnya, PT Vale Indonesia Tbk. Hebat ya.” 

Monday, May 25, 2020

UU MInerba yang direvisi



Hari ini saya buka  messenger. Ada pesan dari teman fanpage. Dia minta agar saya membahas soal revisi UU minerba yang sudah disahkan DPR. Kebetulan kemarin saya ada chat via WA dengan teman aktifis soal UU Minerba ini. Sebelumnya dia diskusi dengan saya soal proposal yang akan dia sampaikan berkaitan dengan program sosial.

 “ Kamu udah tahu soal RUU Minerba?, akhirnya disahkan menjadi Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara dalam Sidang Paripurna pada Selasa 12 Mei 2020. Terdapat 83 pasal diubah, 52 pasal baru, dan 18 pasal dihapus, sehingga total jumlah pasal menjadi 209..” Katanya. 

“ Sudah. Ada teman kirim file UU nya via email ke saya. Emang ada masalah apa ?

“Enak benar ya pengusaha tambang. Ada 7 IUP Batubara yaang sudah habis bisa langsung diperpanjang tanpa proses lelang. “ Katanya.

“ Kita sekarang sedang membujuk investor masuk. Kenapa yang ada kita tutup hanya karena izinnya habis. Kalau mereka masih  komit untuk terus operasikan ya biarkan dilanjutkan aja. Asal kamu tahu aja, investasi di tambang ini sangat padat modal, dan beragam kewajiban yang harus dibayar kepada Pemda dan Pusat, belum lagi pajak. Artinya selama ini mereka udah invest banyak dan berkontribusi kepada negara. Kalau pemerintah tidak beri perpanjang IUP, kan pasti dilelang. Proses tender engga sebentar. Dan itu pasti muncul peluang uang suap lagi. Apa ada jaminan kita akan dapatkan investor baru? Jangan jangan investor lama juga yang menang lelang. Kan pemborosan.” Kata saya sekenanya.

" Kenapa engga diserahkan aja kepada BUMN, seperti Block Migas yang sudah habis izinnya diserahkan kepada Pertamina."

“ Kalau diserahkan kepada BUMN. Apakah ada uang BUMN?. 7 IUP diserahkan kepada Bukit Asam, saya engga yakin mereka mampu.  Bukan dari SDM dan tekhnologi tetapi dari segi pembiayaan. Sekarang ini hampir semua lembaga keuangan tidak mau membiayai bisnis batu bara karena konvensi lingkungan hidup.  Dari mana BUMN dapatkan uang? Apalagi ditengah harga batu bara sedang jatuh. Semakin sulit dapatkan financial resource. Dari APBN kan engga mungkin. Nanti bisa bisa di MBO kan dengan asing atau kepada pemilik IUP lama, malah jadi rente.

Dan lagi kalau izin mereka tidak bisa diperpanjang. Kerugian akan lebih besar. Sebagian besar pemilik  IUP/K sekarang ini sudah IPO dan punya utang bank. Kalau ada kebijakan sedikit untuk memberikan dukungan soal tekhnologi pembangkit listrik rendah emisi  dari batubara, kemungkinan mereka akan mudah dapat solusi pembiayaan bank. Karena bank ingin men recovery credit mereka. Kalau tertolong, mereka selamat dan bank juga sehat, investor retail engga dikorbankan. Kalau izin mereka tidak diperpanjang, korban kerugian sangat panjang. Pengusahanya sendiri mungkin sudah aman. Tetapi kreditur, bank, pasar modal , semua akan suffering.”

“ Itu kan cara berpikir kamu sebagai pengusaha. “

“ Bukan itu. Ya rasional aja. Kalau udah ada investor kenapa harus diusir lagi hanya karena izinnya habis. Kalau begitu ngapain adakan revisi UU kalau tidak bisa mendatangkan banyak investor. Apa kita mau tutup investasi minerba? Kan engga."

“ Ok lah. UU Minerba yang baru ini menghilangkan UU desentralisasi. Itu sama saja dengan UU Omnibus law. Menurut pengamat, Jokowi mau jadi diktator”

“ Ya engga begitu. Kamu jangan dengar kata pengamat. Justru UU minerba yang direvisi itu mengembalikan hak otonomi daerah sebagaimana mestinya. Dulu kan Gubernur berhak mengeluarkan Izin. Tapi sekarang hak itu diberikan kepada Pusat dan tingkat II. Sesuai UU kan otonomi itu ada di Kabupaten atau tingkat II. Gubernur hanya kepanjangan tangan Pusat saja. Jadi udah benar itu revisi UU. “

“ Oh gitu. Benar juga ya.” 

“ Dan lagi revisi UU ini juga memberikan kontribusi lebih besar ke Daerah. Lebih adilkan secara desentralisasi. 

“ Oh gitu. Benar juga. Memang harus singkron dengan UU Otonomi. Terus, dalam revisi UU itu menyebutkan kalau ditemukan bahan tambang lain tidak dikenakan royalti. Ini bisa menjadi celah pelanggaran hukum dan eksploitasi berlebihan. “

“ Jadi maunya gimana ?

“ Ya pemerintah harus membuat batasan besaran mineral ikutan yang boleh ikut digali selama masa eksplorasi.” 

“ Izin tambang kita hanya dua , yaitu MIGAS dan MINERBA. Kalau MIGAS ya hanya minyak dan Gas. Kalau MINERBA, ya mineral dan batubara. Mineral itu bisa macem macem. Ada emas, nikel, zinc, tembaga dan lain lain. Dan lagi  engga ada yang bisa pastikan apa saja yang ada di perut bumi. Yang ada  dugaan saja. Kalau setiap ada jenis mineral yang ditemukan berbeda dari izin yang dikeluarkan dan harus dapat izin lagi, engga ada investor mau invest. Kalau gitu buat aja UU pada setiap jenis mineral. Pasti diketawain investor.”

“ Business minded benar kamu. Tapi masuk akal juga. Terus ada lagi yang dipersoalkan. Kenapa ada pasal soal pemberian insentif kepada perusahaan yang melakukan pemurnian. Kan sudah ada aturan soal insentif. Kenapa harus ada lagi dalam UU itu?

“ Ya itu hanya soal tekhnis. Nanti pasti ada PP yang memperjelas soal insentif itu. Tapi intinya UU itu harus memberikan stimulate agar orang mau masuk ke Industri pengolahan mineral. Karena nilai tambahnya besar untuk negara. Apalagi ?

“ Saya engga ngerti cara berpikir pemerintah Jokowi. Pasal 33 UU 45 kan menyebutkan dengan jelas bahwa SDA itu harus dimanfaatkan sebesar besarnya untuk rakyat. Tetapi investor dimanjakan benar. Di mana posisi rakyat?

“ Loh justru dengan memberikan kemudahan investor berinvestasi , itu karena kita ingin mensejahterakan rakyat. Kalau engga ada pajak dan royalti, apa rakyat bisa makan pakai mineral? Apa PNS dan TNI/POLRI mau digaji pakai lahan tambang?. Apa bisa investasi kesehatan dan pendidikan pakai lahan tambang? kan engga bisa. Lahan itu harus diolah agar jadi uang dan mendatangkan pajak. Dari pajak itulah peran negara melalui APBN/ D  bisa mensejahterakan rakyat. Paham ya.”

“ Paham.. Nah pendapat kamu sendiri sebagai pengusaha apa ada pasal yang memberatkan. “

“ Kalau berat ya memang berat UU minerba sekarang. Tapi karena tujuannya jelas dan aturanya mudah ya engga ada masalah.”

“ Yang kamu maksud berat itu apa ?

“ Contoh , walau udah ada IUPK, kalau kita mau buat smelter tetap harus ada izin PUI atau perizinan usaha industri. Sebelumnya engga ada. Nambah lagi urusan.  Tadi PEMDA tingkat I dapat 1% royalti sekarang naik 1,5%. Nambah lagi duit keluar. Terus dalam UU yang revisi ini masalah lingkungan hidup dapat perhatian khusus."

" Masalah lingkungan menjadi Perhatian khusus. Maksudnya?

" Contoh, Izin IUP/K udah habis. Nah sebelum diperpanjang  atau diserahkan izin kepada pemerintah maka pemegang izin harus lakukan perbaikan lingkungan dengan tingkat keberhasilan sampai 100%.“

“ Kalau engga dipatuhi apa sanksinya?

“ Di sampiing izin tidak bisa diperpanjang. Dapat lagi sanksi, bukan hanya denda tetapi kurungan badan 10 tahun. Bahkan dikenakann juga pidana tambahan. Jadi engga mungkin bisa ngeles seperti sebelumnya.”

“ Wah kalau gitu UU ini jauh lebih baik sebelumnya.”

“ Biasa saja. Engga ada aturan yang sempurna. Ia menjadi sempurna kalau para stakeholder dan pemerintah konsisten melaksanakannya. Udahan ya”

Impor sayuran?


Ada banyak  pesan masuk via WA ke saya tentang indonesia impor sayuran mencapai Rp. 11,3 Triliun. Mendadak rakyat merasa peduli. Mengapa lahan kita yang luas tetapi sayuran masih impor. Ada lagi yang bilang Jokowi gagal. Saya hanya menjawab WA yang pertanyaannya terkesan terpelajar. Mengapa? kita tidak bisa diskusi dengan orang yang sudah terbentuk persepsinya menyalahkan pemerintah. Tetapi dengan orang yang terbuka pikirannya, kita masih ada ruang dialogh. Soal apakah bisa menerima atau tidak, itu tidak penting.

“ Babo, apa yang menyebabkan kita sampai sekarang masih impor sayuran. Padahal lahan kita luas. “ Kata nitizen.

“ Penyebabnya karena permintaan dan dalam negeri engga bisa mensuplainya“ 

“ Apa yang engga bisa kita suplai itu ?

“ Bawang Putih dan Kentang industri dan cabe “

“ Emang tanah kita engga bisa tanam Bawang putih?

“ Bawang putih itu tumbuh secara efektif di daerah subtropik. Walau ditanah kita juga bisa namun hasilnya engga sebaik di daerah subtropik. Nah 39% impor dari Rp. 11,3 triliun nilai impor itu berasal dari bawang putih.”

“ Lah kalau kentang kenapa harus impor. Padahal kita justru ekspor kentang. Kan produksi kita melimpah. “ 

“ Produski kentang kita memang melimpah, namun harganya relatif mahal kalau untuk industri. Sementara kentang dari China harganya lebih murah, walau memang kualitas rendah namun ukuranya besar.  Tapi kan pabrik engga lihat rasa dan kualias. Mereka hanya perlu kentang yang ukuran besar sehingga kalau masuk mesin potong untuk produksi kemasan French fries pas, dan begitu juga restoran cepat saji lebih memilih kentang ukuran besar.”

“ Mengapa China bisa jual dengan harga lebih murah dari kita?

" Di samping mereka sudah menerapkan estate farm secara modern, sistem logistik mereka juga sangat efisien. Ya otomatis harga jadi murah. Kita kan tanamnya masih tradisional dan  logistik kita masih belum begitu bagus. Kalau mahal wajar"

" Jadi motive nya karena permintaan pasar. Dan itu memang bisnis. yang selalu cari harga yang murah."

“ Tepat sekali. “

“ Terus gimana dengan cabe. Kenapa kita masih impor? Padahal kan lahan kita luas dan bisa tanam cabe”

“ Cebe yang diimpor itu cabe kering dalam bentuk powder.  Industri makanan di Indonesia membutuhkan kontinyu suplai bahan baku untuk menjamin produktifitasnya. Sementara cabe kita kan produksi melimpah hanya ketika panen. Kalau engga panen harganya mahal dan sangat sedikit.  Kita belum menerapkan bertani cabe secara modern. Hampir sebagian besar cabe ketika panen dijual dalam bentuk fresh. Kalau tidak terjual ya busuk.  Dibuang begitu saja. Selesai panen habis tuh cabe. Sedikit sekali masuk ke dalam industri pengolahan menjadi powder chili, yang bisa bertahan selama setahun dalam kemasan untuk menjamin suplai ke industri makanan kemasan.”

“ Bisa jelaskan gimana industri powder chili di luar negeri. Menarik nih“

“ Chili powder dry atau tepung cabe kering adalah hasil olahan cabe mentah dengan menggunakan technology cold drier sehingga aroma dan unsur kimianya tidak hilang. Itu sebabnya Chili powder dry bisa digunakan langsung untuk memasak makanan yang membutuhkan cabe sebagai campuran. Chili powder dry adalah juga raw material untuk Pabrik makanan seperti Pabrik Mie instant, makanan ringan dan sauce. Karena itu harga menjadi stabil atau tidak dipengaruhi oleh faktor musim dan cuaca. 

Di China, Thailand, Korea dan negara lain, cabe sudah masuk estate farm. Dikelola secara professional dengan konsep agroIndustri. Berapapun panen cabe akan diserap oleh pabrik pengolahan untuk menghasilkan Chili powder dry. Dengan demikian tingkat resiko petani akibat busuk paska panen hampir tidak ada karena semua produksi diserap oleh pabrik.

Petani mempunyai pendapatan pasti dan konsumen mendapatkan harga yang stabil, itulah kelebihan estate farm yang berbeda dengan pertanian tradisional dimana harga dan supply dipengaruhi oleh cuaca dan musim. Walau kita sudah menjadi anggota G20, walau ada ribuan insinyur pertanian dihasilkan oleh kampus terbaik negeri ini tapi pertanian kita masih dikelola dengan cara tradisional. “
“ Terimakasih Babo atas penjelasannya Semoga ini menjadi perhatian pemerintah sekarang. Bagaimana membangun dengan cara yang modern. Tapi kenapa ketergantungan kita dengan China untuk impor sangat besar. “

“ Dalam perdagangan international, negara manapun tidak bisa melarang kegiatan impor maupun ekspor. Yang bisa dilakukan adalah dengan kebijakan tarif. Tapi kalau kita terapkan tarif tinggi pada satu komoditas agar barang China engga bisa masuk karena mahal, pasti China akan balas dengan tarif juga untuk produk ekspor kita ke China. Ini jelas tidak sehat. Perang dagang namanya. Yang harus dilakukan itu adalah memberdayakan produksi dalam negeri, dengan melakukan perubahan pola produksi pertanian dari cara tradisional ke modern. Contoh seperti cabe yang tadi saya katakan. itu juga bisa untuk produk pertanian lainnya seperti Powder ginger dry. Padahal permintaan pabrik dalam negeri kan besar. Artinya peluang ada. “

“ Seharusnya ada upaya pemerintah menekan China agar neraca  dagang kita dengan china engga tekor”

“ Saat sekarang dari januari sampai maret neraca dagang kita  khususnya sayuran dengan China , surplus sebesar USD 164 juta. Tahun lalu secara keseluruhan neraca dagang kita dengan Cina surplus USD 1,87 miliar “

“ Oh jadi engga benar berita kalau kita tekor dagang dengan China.”

“ Tadi sebelumnya ya. Tetapi setelah ada perbaikan lewat kebijakan kita bisa mengubah posisi dari defisit menjadi surplus. Paham ya.”

“ Paham Babo, terimakasih.”