Wednesday, May 27, 2020

Inalum terbitkan bond tanpa jaminan?



Suatu waktu saya  bertemu dengan Direksi saya dari Hong Kong di Ritz-Carlton. Dia minta saya ikutan meeting dengan banker dari Singapore. Memang dalam meeting saya hanya jadi pendengar yang baik. Karena sangat tekhnis sekali. Direksi saya lebih ahli dari saya soal itu. Setelah meeting saya bertemu dengan teman. Dia ngajak saya ngopi di lounge executive yang smooking room. 

“ Bro, apa benar Global Bond yang diterbitkan oleh Inalum untuk akuisisi saham Freeport ada sovereign guarantee dibelakangnya.”

“ Kenapa kamu tanya itu ? Kata saya mengerutkan kening.

“ Kalau itu yang terjadi, kan sama saja APBN kita terjebak utang. Kalau Inalum default kan negara harus bailout. “ Katanya dengan nada kawatir. Maklum teman ini termasuk politisi.

“ Kamu kan politisi. Tahu kan aturan keluarkan Sovereign Guarantee. Itu harus dapat izin dari DPR. Karena berdasarkan UU bahwa penjaminan apapun yang melibatkan negara harus melalui APBN. Nah apakah ada Inalum mengajukan izin untuk dapatkan sovereign guarantee ?

“ Ya engga ada. Kalaupun ada, langsung dicemes oleh anggota DPR. Terutama dari oposisi. Itu malah jadi issue nasional” 

“ Dan lagi Jokowi udah wanti wanti kepada team negosiasi dengan FI, bahwa jangan gunakan uang negara atau jaminan negara. Cari solusi pendanaan di luar itu. “

“ Jadi surat utang apa yang diterbitkan Inalum itu ?

“ Itu Global Bond. Katagorinya adalah unsecure bond. “

“ Apa itu unsecure bond ?

“ Unsecure bond itu adalah Obligasi tanpa jaminan. Artinya tidak dijamin oleh aset tertentu. 

“ Jadi jaminannya apa ?

“ The full faith and credit atau keyakinan penuh dan kredit dari penerbit. Dengan kata lain, investor memiliki janji bahwa Inalum akan bayar tetapi kalau gagal bayar, investor tidak punya hak claim atas collateral. Ya apa yang mau di claim. Lah collateral engga ada. Dah gitu aja.”

“ Wow emang  ada yang begitu ?

“ Saya tahu Kamu berpikir ini too good to be true. Itu biasa saja. Contoh US Treasury atau  obligasi AS, itu juga termasuk unsecure bond, Surat utang negara kita dalam bentuk rupiah maupun valas juga masuk katagori Unsecure bond.” 

“ Tetapi kenapa obligasi tanpa jaminan atau unsecure bond itu tinggi sekali permintaannya. Justru yang pakai jaminan kurang diminati.”

“ Karena memang trust itu lebih mahal daripada asset.”

“ Terus gimana bisa tahu trust kita tinggi ?

“ Ya kan ada lembaga rating. Contoh dalam kasus Global Bond Inalum, rating nya Baa2 dari lembaga pemeringkat Moody's dan BBB- dari lembaga Fitch Ratings.  Itu termasuk tinggi“

“ Kenapa sampai lembaga rating itu memberikan peringkat tinggi kepada Inalum. “

“ Oh itu ada standard hitungannya. Data sebagai referensi hitungan juga bukan sembarang data. Itu ada proses audit dan investigasi sampai mereka bisa membuat penilaian terhadap Bond yang akan diterbitkan.”

“ Bisa kasih tahu ringkasnya”

“ Contoh inalum terbitkan Global Bond senilai nominal saham atau replacement cost FI. Nilai leverage nya 6 kali. Karena memang value FI sudah tinggi karena faktor teknologi. Hanya saja FI kesulitan keuangan dan ada masalah sengketa izin dengan pemerintah. Nilainya jadi par. Inalum datang memberikan solusi. Soal keuangan dan perizinan bisa diatasi asalkan inalum dapat Mayoritas saham. Soal deal dengan bailout PI Rio Tinto itu hanya mekanisme akuisisi. Tetapi intinya Team inalum sebagai pelaku akuisisi mampu memberikan Total solusi sehingga value FI bisa leverage 6 kali.”

“ Benarkah 6 kali? 

“ Itu hitungan dari lembaga rating. Senyatanya value FI itu adalah kendali atas cadangan terbukti dan terkira di lapangan yang secara kasar bernilai Rp1.593,2 triliun, yang terdiri dari 38,8 miliar pound tembaga, 33,9 juta ounce emas, dan 153,1 juta ounce perak. Laba pertahun setelah program investasi tambang bawah tanah selesai tahun 2022 akan mencapai US$2 miliar hingga mencapai puncaknya di US$2,36 miliar (Rp33,04 triliun) di 2034. Jadi utang sebesar USD 3,8 miliar untuk 51% saham itu hanya 4 tahun deviden bisa lunas. Nah dengan adanya leverage 6 kali itu, artinya inalum bisa menarik uang dari pasar uang sebanyak 6 kali dari harga saham yang di beli.” Kata saya sambil melihat data analisa dari Fitch Ratings.”

“ Kenapa mau investor membeli surat utang itu ? Apa pertimbangannya hanya trust ? 

“ Trust penting tetapi tetap ada hitungan bisnisnya ? Karena yield nya dengan Spread sebesar 4 % diatas bunga LIBOR ( bunga pasar London). Kenapa bisa diatas 4%? Karena leverage Freeport Indonesia itu sebanyak 6 kali. Nah mari kita berasumsi kalau anda sebagai investor. Gimana bisa merasa aman atas Resiko gagal bayar surat utang itu? Setelah anda membeli surat utang itu, maka pasar leverage ( CDS ) akan memberi anda uang kontan sebesar 100%.”

“ Apa jaminannya ? Kan kamu bilang global Bond tidak secure ? 

“ Yang dijaminkan itu adalah yield nya. Pendapatan dari yield itu dikurangi dengan bunga, selisihnya sebagai pendapatan anda. Kan enak. Uang yang anda keluarkan untuk beli global Bond inalum itu dalam waktu singkat kembali ke tangan anda lagi lewat pasar leverage. Dan selanjutnya anda dapat pasive income dari selisih bunga dan yield selama 30 tahun.”

“ Apakah inalum membayar bunga sebesar yield ? 

“ Tidak. Itu yang bayar adalah market. Inalum hanya bayar bunga fixed.”

“ Gimana jika jatuh Tempo hutang?

“ Inalum engga perlu keluarkan uang dari brankas untuk bayar utang. “

“ Kok enak benar? Udah pinjam engga pakai collateral dan jatuh Tempo engga perlu bayar. Jangka waktu Bond itu ada yang 2 tahun, 3 tahun dan 10 tahun. “

“ Namun ada ketentuan dalam unsecure Bond bahwa setiap jatuh Tempo Bond itu bisa di recycle sampai dengan 30 tahun. Nah kalau dihitung hutang nominal dengan rate bunga atas dasar present value ( nilai sekarang ) selama 30 tahun maka Future value nya jadi Nol.”

“ Gila ya. Begitu hebatnya dunia keuangan. Semakin besar utang semakin tinggi trust semakin gampang nyelesaikan utang lewat utang dan akhirnya sama saja engga bayar”

“ Kamu percaya sajalah dengan orang yang kompeten dibidang financial. Mereka ahlinya dan tahu gimana bermain. Politisi lebih baik diam dan dukung orang muda untuk berprestasi hebat. Mereka yang ada di Inalum itu semua anak muda dengan jam terbang berkelas dunia. “

“ Thanks, bro. Sangat mencerahkan dan ternyata sederhana memahaminya. Apalagi barusan Inalum keluarkan lagi Global Bond untuk mengakuisisi 20 persen saham perusahaan pertambangan lainnya, PT Vale Indonesia Tbk. Hebat ya.” 

No comments: