Wednesday, May 6, 2020

Mata uang dan Emas.



”Are you Mr, B ?” Suara empuk menyengat saya tiba-tiba setelah keluar dari Airport.
”Ya. Are you…? Kataku tak sanggup meneruskan kata kata karena ada wanita cantik di depan saya.
“ Karel. “
“ Oh Ya. Apa kabar”
“ Saya diminta George menemani anda sampai senin. Jadi dua hari kita akan bersama sama.”
“ Ah George terlalu berlebihan memperlakukan saya. “ kataku.
“ Dia memang sibuk sekali. Weekend ini ada acara keluarga. “
“ Saya maklum seharusnya saya datang senin. Tetapi saya memang ingin menikmati weekend Praha. 
“ Ya. Di musim panas seperti ini, Praha diserbu turis”

Entah mengapa kami bisa cepat sekali akrab. Karel  sangat charming membuat saya tidak merasa berjarak. Setelah Check in di Art Nouveau Palace Hotel. Dengan berpayung jingga ditengah hujan rintik rintik kami berjalan berdua menuju monumen. Bajunya putih, sedikit berenda. Kalau saja matahari sedang berbaik hati pada Praha, rok tipisnya tentu menerawang pula. Saya perhatikan Monumen karya Olbram Zoubek, itu sederhana belaka. Terdiri dari tujuh anak tangga dengan tujuh sosok di atasnya. Ketujuhnya terlihat sedang melangkah naik. Sosok yang berdiri di anak tangga terbawah adalah seorang lelaki dengan tubuh yang lengkap. Tapi semakin tinggi anak tangga, semakin tak lengkap bagian tubuhnya. Akhirnya, di anak tangga teratas, berdiri sosok yang sudah kehilangan begitu banyak anggota tubuhnya sehingga nyaris tak lagi berbentuk manusia.

Monumen ini adalah salah satu dari sekian banyak monumen yang dibangun di Republik Ceko setelah komunisme mati. Bagi saya, pesan yang disampaikannya tegas-terang-benderang. Komunisme menawarkan kebohongan berongkos mahal. Seolah menyediakan anak tangga untuk naik menggapai kejayaan, tapi sejatinya adalah parade prosesi kematian kemanusiaan. Menyusuri Praha cukup untuk menemukan betapa masa lalu, termasuk yang baru saja lewat, beroleh tempat penting. Monumen, mural, artefak museum, teater mutakhir, seni rupa beramai-ramai mengabadikannya dengan saksama. Sepertinya, ada kerja kolektif untuk menjaga ingatan. Semacam saling mengajak waspada. Jakarta adalah lain cerita. Uang dihamburkan untuk lampu-lampu hias, air mancur, patung-patung pahlawan palsu dan monumen-monumen nirmakna. Ketika Praha dikepung ingatan, Jakarta terkubur kepalsuan dan lupa. Saya perhatikan Karel mematung menerawang di sana. Di pelataran monumen yang sempit ini, dia merapat ketubuh saya. Wanita usia 40 tahunan yang begitu renyah namun tidak menghilangkan kesan dia memang mature

Di cafe itu yang walau ukurannya kecil namun berada dekat taman. Aku bisa menikmati suasana sore yang gerimis seraya menyeruput expresso.  Apalagi Karel begitu lancarnya bercerita tentang masa lalu Ceko.

“ Saya bermitra dengan George sejak dua tahun lalu. Dia pria yang baik. Saya berharap proses akuisisi tambang emas di Tanzania bisa sukses. Ini sangat penting bagi kami. Apalagi bisa bermitra dengan kamu. Sahabat terbaik George. “

" Saya pernah bersama sama dengan George di Hong Kong. Memang kami bersahabat."

" Ya dia sering cerita tentang kamu. Oh ya kapan kembali ke Hong Kong” Kata Karel.

“ Senin sore pulang”

“ Mengapa cepat sekali. “

“ Saya ada rapat di Tokio ke esokan harinya. “ 

“ Jadi kamu di Hong Kong hanya semalam ?

Saya menganguk “ Di Tokio juga hanya semalam. Terus ke esokannya ke Jakarta”. Kata saya. Ada telp berdering. Saya minta izin dengan Karen untuk terima telp. Ternyata yang telp istri di rumah. 

“ Saya baca di media massa. Dalam acara  25th International Conference on The Future of Asia (Nikkei Conference), Mahathir mengklaim bahwa mata uang regional berdasarkan emas akan stabil. Mata uang bersama yang baru ini nanti bisa digunakan untuk kegiatan impor dan ekspor di antara negara-negara Asia Timur. Apa alasannya? Kata Karel setelah saya usai menerima telp dari istri di Rumah.

“ Mahathir mencatat bahwa pasar global sekarang terikat dengan dolar AS, dan ini membuat mata uang rentan terhadap manipulasi.  Kalau tujuan Mahatir agar mata uang kembali ke emas, karena tidak percaya dengan AS, maka sebetulnya dia sedang berbicara atas nama AS. “ Kata saya.

“ Kok paradox ya?

“ Stok emas terbesar di dunia ada di AS. Per akhir Juni 2019, Bank Sentral AS, The Fed mencatat posisi cadangan emas sebesar kurang lebih 8000 ton. Kalau stok emas itu di tambah dengan cadangan emas Jerman sebesar hampir 4000 ton per akhir Juni 2019, disimpan di Federal Reserved Bank ( bank central AS ). Maka bila siapapun yang menjadikan emas sebagai mata uang, akan tetap dikendalikan secara langsung oleh AS. "Kata saya dengan tersenyum.

“ Benar kamu. Ketika dollar melemah pada waktu bersamaan harga emas akan melambung naik dan ketika itulah value devisa AS berupa emas juga melambung. Ini secara tidak langsung system kekuatan ekonomi AS yang bertumpu dengan akumulasi harta ( produksi dan emas )  memang ampuh sebagai penyeimbang system mata uang ( fiat standard maupun gold standard ). Itu sebabnya walau ekonomi AS melemah, kemampuannya menarik hutang tetap tinggi dan tetap dipercaya oleh investor. “Katanya.

“ Nah, Pertanyaan berikutnya adalah apa yang terjadi bila semua orang beralih kepada emas ? Apakah US dollar ditinggalkan ? Apakah suplai  emas mencukupi?. Karena permintaan emas kian melonjak. Cina dan India, dua negara yang permintaan emasnya kini mencapai 52 persen dari total permintaan emas dunia. Di negara-negara barat, kepemilikan emas dalam bentuk reksadana memperketat pasokan emas di pasar. Di Inggris, reksadana SPDR Gold Shares (GLS) kini menyimpan 1.200 ton emas. Semakin banyak pembeli reksadana GLS dan reksadana sejenis lainnya, maka emas pun kian sedikit di pasar. Hukum permintaan berlaku, semakin dikit supply  semakin tinggi harga. Harga emas akan melambung. Siapa yang untung ? Ya Amerika serikat. Semakin kuat saja uak sam.” Kata saya.

“ Jadi apa sebetulnya uang itu?

“ Untuk jawab ini saya akan analogikan dengan coin emas di China. Di China ada aturan dimana setiap warga negara dibatasi memiliki emas untuk kepentingan pribadi. Namun, pemerintah mengizinkan beli emas yang diproduksi pemerintah sendiri. “

“ Apa bedanya? 

“ Emas yang diproduksi pemerintah itu bukan emas asli tapi aspal atau istilah dagangnya Tungsten. Ini adalah sejenis metal dengan tingkat kemiripan dengan emas mendekati sempurna. Biaya produksinya tak lebih 0,2 % dari harga emas asli. Jadi warna kuningnya dijamin tidak akan luntur dan bisa dipakai untuk perhiasan. 

Setiap pembelian emas Tungsten ini , pembeli akan mendapatkan sertifikat yang berbunyi " Katanya ini emas " Harganya sesuai harga pasar. Dapat dijual kembali kapan saja dengan harga emas international. Nah apa yang terjadi ? Orang menjadikan " katanya emas " itu sebagai alat investasi dan perhiasan sama dengan emas asli. Pemerintah dapat menarik dana triliunan dollar dan tak perlu takut orang akan melarikan emas itu keluar negeri karena pasti engga akan laku di luar negeri. 

Sertifikat emas ini dapat juga dijadikan jaminan hutang di bank dan dapat dipindah tangankan dengan mekanisme dagang normal. Dari sistem ini , pemerintah china dapat dana murah dari publik tanpa harus pusing bayar bunga. Sementara likuiditas dari " katanya emas " ini dijamin oleh pasar. Dan pertanyaan nya adalah, dengan sistem ini apakah masih di perlukan emas asli? Engga kan.?

“ Lantas apa sih sebetulnya yang membuat bukan emas menjadi emas asli dan dapat menjadi alat invetasi ? 

“ Karena TRUST! Pemerintah sebagai undertaker menjamin likuiditas atas emas itu. Artinya kapanpun orang butuh uang, dia bisa jual dengan harga pasar tanpa sedikitpun harga dikendalikan. Dan itu bukan hanya retorika dan aturan serta Hukum yang menjamin tapi memang kerna sistem terbentuk sedemikian rupa orang percaya bahwa " katanya emas " itu merupakan alat investasi yang aman dan nyaman.

Nah, gegitu juga dengan uang. Uang itu menyebutkan nominal " katanya Rp.100.000. Tapi apakah benar nilainya Rp.100.000 tidak ada yang tahu pasti ( karena marketable ), tapi kapanpun orang butuh barang maka uang itu dinilai sesuai nominalnya untuk dipertukarkan dengan barang dan jasa. Pertanyaannya, apa yang menjamin uang itu sesungguhnya ? Bukan apa apa tapi TRUST. Jadi kembali kepada trust. Makanya penting sekali menciptakan trust kepada pemerintah agar sistem berkerja dengan baik. Makanya sangat fatal apabila ada orang yang mempertanyakan legitimasi uang hanya karena lambang yang diragukan. Menjaga kepercayaan ( TRUST ) itu sangat sulit dan apabila TRUST hancur maka pemerintah akan jatuh dengan sendirinya. Mengapa ? uang akan tak bernilai apapun."

“ Lantas apa sebetulnya gunanya uang ? 

“ Bila sudah tahu bahwa uang itu jaminannya adalah TRUST, maka kita juga paham bahwa uang itu bukan alat investasi tapi alat untuk melaksanakan fungsi sosial. Untuk mendapatkan uang, kita ( prefessional atau pedagang.) butuh TRUST secara ekonomi,  baik karena kemampuan mendelivery jasa ( Skill ) maupun barang. Kalau anda anggap bahwa uang sebagai alat untuk memuaskan keinginan anda maka fungsi sosial uang akan jatuh dan otomatis fungsi ekonomi akan hilang karena sikap mental anda tidak menimbulkan trust. itu sebabnya oritentasi negara sekarang bukan lagi konsumsi tapi produksi agar fungsi sosial uang terjelma sebagai alat membangun peradabadan dan keadilan sosla bagi semua.”

“ Orang bahagia karena dia punya trust, bukan karena dia kaya. Kaya bisa kapanpun habis namun trust adalah sumber kekayaan yang tidak pernah habis..TRUST itu adalah AKHLAK. Itulah mata uang sesungguhnya.” Katanya menyimpulkan. Saya tersenyum. Senyap menyergap senja Praha. Gerimis mulai mereda. Langit merah di balik Bukit Petrin memanggil-manggil malam.
" Berapa banyak wanita yang kamu taklukan di Hong Kong."Kata Karel ketika saya membuka pintu kamar hotel. Katanya seakan menyengat saya.
" Kalau soal wanita, saya bukan penakluk, Karel. Bisnis ya. Mereka semua sahabat saya."
" Ya George bilang kamu sahabat yang menyenangkan. Mereka sangat loyal dengan kamu" katanya tersenyum.. 

No comments: